{"id":43262,"date":"2020-10-07T09:54:42","date_gmt":"2020-10-07T02:54:42","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=43262"},"modified":"2020-10-04T23:25:23","modified_gmt":"2020-10-04T16:25:23","slug":"bagaimana-mengapa-dan-kapan-iblis-jatuh-dari-surga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/bagaimana-mengapa-dan-kapan-iblis-jatuh-dari-surga\/","title":{"rendered":"Bagaimana, mengapa, dan kapan Iblis jatuh dari Surga?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Kejatuhan Iblis dari Surga digambarkan dalam Yesaya 14:12-14 dan Yehezkiel 28:12-18. Sekalipun kedua bagian Alkitab ini secara khusus merujuk pada raja Babel dan Tirus, keduanya juga merupakan rujukan pada kuasa rohani di belakang para raja ini \u2013 Iblis. Dalam hubungan dengan kejatuhan Iblis, bagian-bagian Alkitab ini menjelaskan mengapa Iblis jatuh, namun tidak secara khusus mencantumkan kapan kejatuhan itu terjadi. Yang kita ketahui adalah: para malaikat diciptakan sebelum penciptaan bumi (Ayub 38:4-7). Iblis sudah jatuh sebelum dia mencobai Adam dan Hawa di Taman (Kejadian 3:1-14). Karena itu, kejatuhan Iblis pasti terjadi di periode waktu antara setelah malaikat diciptakan dan sebelum dia mencobai Adam dan Hawa di Taman Eden. Apakah kejatuhan Iblis terjadi beberapa menit, beberapa jam, atau beberapa hari sebelum dia mencobai Adam dan Hawa di Taman, Alkitab tidak secara khusus menyebutkannya. Kitab Ayub memberitahukan bahwa, paling tidak untuk sementara waktu, Iblis masih bisa datang ke surga dan ke tahta Allah. \u201cPada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis. Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: &quot;Dari mana engkau?&quot; Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: &quot;Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi&quot;\u201d (Ayub 1:6-7). Kelihatannya, pada waktu itu, Iblis masih bergerak dengan bebas antara langit dan bumi, berbicara kepada Allah secara langsung dan mempertanggungjawabkan kegiatannya. Kapan Allah menghentikan akses ini tidaklah diketahui. Mengapa Iblis jatuh dari Surga? Iblis jatuh karena kesombongan. Dia mau menjadi Allah, bukan sebagai hamba Allah. Perhatikan banyaknya pernyataan \u201cAku akan \u2026\u201d dalam Yesaya 14:12-15. Yehezkiel 28:12-15 menggambarkan Iblis sebagai malaikat yang luar biasa indahnya. Iblis kemungkinan itu malaikat yang tertinggi, yang paling indah dari semua ciptaan Allah, namun dia tidak puas dengan kedudukannya itu. Sebaliknya, Iblis mau menjadi Allah, pada hakikatnya, menyingkirkan Allah dari tahtanya dan menguasai alam semesta. Iblis mau menjadi Allah, dan yang menarik, itu yang menjadi cobaan Iblis terhadap Adam dan Hawa di Taman Eden (Kejadian 3:1-5). Bagaimana Iblis jatuh dari Surga? Sebenarnya kejatuhan bukanlah istilah yang tepat. Lebih tepat mengatakan bahwa Allah mengusir Iblis dari Surga (Yesaya 14:15; Yehezkiel 28:16-17). (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\" data-rvtts-brand-url=\"https:\/\/responsivevoice.org\/?utm_source=wordpress-plugin&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=powered-by\" data-rvtts-brand-label=\"Powered by ResponsiveVoice\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Kejatuhan Iblis dari Surga digambarkan dalam Yesaya 14:12-14 dan Yehezkiel 28:12-18. Sekalipun kedua bagian Alkitab ini secara khusus merujuk pada raja Babel dan Tirus, keduanya juga merupakan rujukan pada kuasa rohani di belakang para raja ini \u2013 Iblis.<\/p>\n<div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam hubungan dengan kejatuhan Iblis, bagian-bagian Alkitab ini menjelaskan mengapa Iblis jatuh, namun tidak secara khusus mencantumkan kapan kejatuhan itu terjadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang kita ketahui adalah: para malaikat diciptakan sebelum penciptaan bumi (Ayub 38:4-7). Iblis sudah jatuh sebelum dia mencobai Adam dan Hawa di Taman (Kejadian 3:1-14). Karena itu, kejatuhan Iblis pasti terjadi di periode waktu antara setelah malaikat diciptakan dan sebelum dia mencobai Adam dan Hawa di Taman Eden.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah kejatuhan Iblis terjadi beberapa menit, beberapa jam, atau beberapa hari sebelum dia mencobai Adam dan Hawa di Taman, Alkitab tidak secara khusus menyebutkannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kitab Ayub memberitahukan bahwa, paling tidak untuk sementara waktu, Iblis masih bisa datang ke surga dan ke tahta Allah. \u201cPada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis. Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: &#8220;Dari mana engkau?&#8221; Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: &#8220;Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi&#8221;\u201d (Ayub 1:6-7).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelihatannya, pada waktu itu, Iblis masih bergerak dengan bebas antara langit dan bumi, berbicara kepada Allah secara langsung dan mempertanggungjawabkan kegiatannya. Kapan Allah menghentikan akses ini tidaklah diketahui.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengapa Iblis jatuh dari Surga? Iblis jatuh karena kesombongan. Dia mau menjadi Allah, bukan sebagai hamba Allah. Perhatikan banyaknya pernyataan \u201cAku akan \u2026\u201d dalam Yesaya 14:12-15. Yehezkiel 28:12-15 menggambarkan Iblis sebagai malaikat yang luar biasa indahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Iblis kemungkinan itu malaikat yang tertinggi, yang paling indah dari semua ciptaan Allah, namun dia tidak puas dengan kedudukannya itu. Sebaliknya, Iblis mau menjadi Allah, pada hakikatnya, menyingkirkan Allah dari tahtanya dan menguasai alam semesta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Iblis mau menjadi Allah, dan yang menarik, itu yang menjadi cobaan Iblis terhadap Adam dan Hawa di Taman Eden (Kejadian 3:1-5). Bagaimana Iblis jatuh dari Surga?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebenarnya kejatuhan bukanlah istilah yang tepat. Lebih tepat mengatakan bahwa Allah mengusir Iblis dari Surga (Yesaya 14:15; Yehezkiel 28:16-17). (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Kejatuhan Iblis dari Surga digambarkan dalam Yesaya 14:12-14 dan Yehezkiel 28:12-18. Sekalipun kedua bagian Alkitab ini secara khusus merujuk pada raja Babel dan Tirus, keduanya juga merupakan rujukan pada kuasa rohani di belakang para raja ini \u2013 Iblis. Dalam hubungan dengan kejatuhan Iblis, bagian-bagian Alkitab ini menjelaskan mengapa Iblis jatuh, namun tidak secara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":37017,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134],"tags":[123],"class_list":["post-43262","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","tag-malaikat-iblis"],"better_featured_image":{"id":37017,"alt_text":"","caption":"","description":"e2e4416220bda8e234f5e13ff7f87073","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/kejatuhan-malaikat-kejatuhan-manusia_5e3575c90cae6.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/akitab_big.jpg?fit=768%2C432&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/akitab_big.jpg"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/kejatuhan-malaikat-kejatuhan-manusia_5e3575c90cae6.jpeg?fit=400%2C464&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":2,"views":"3023","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43262","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43262"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43262\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43262"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43262"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43262"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}