{"id":43276,"date":"2020-05-25T09:00:31","date_gmt":"2020-05-25T02:00:31","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=43276"},"modified":"2020-05-16T11:24:42","modified_gmt":"2020-05-16T04:24:42","slug":"seperti-apakah-rupa-malaikat-itu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/seperti-apakah-rupa-malaikat-itu\/","title":{"rendered":"Seperti apakah rupa malaikat itu?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -Malaikat adalah makhluk roh (Ibr 1:14), sehingga mereka tidak memiliki bentuk jasmani yang permanen. Namun, malaikat bisa menampakkan diri dalam bentuk manusia. Di Alkitab, saat malaikat menampakkan diri kepada manusia, mereka biasanya muncul dalam wujud laki-laki biasa. Dalam Kejadian 18:1-19, Allah dan dua malaikat-Nya menampakkan diri sebagai laki-laki dan benar-benar makan bersama Abraham. Malaikat berkali-kali menampakkan diri sebagai laki-laki di dalam Alkitab (Yos 5:13-14; Mrk 16:5). Mereka tidak pernah menampakkan diri dalam wujud perempuan. Di kesempatan yang lainnya, malaikat tidak menampakkan diri sebagai manusia, namun seperti sesuatu yang berasal dari dunia lain. Wujud mereka sangat menakutkan bagi siapa saja yang berjumpa dengan mereka. Seringkali, kata-kata pertama dari malaikat-malaikat ini adalah \u201cjangan takut,\u201d karena reaksi yang biasanya terjadi adalah timbulnya ketakutan yang luar biasa. Para penjaga makam Yesus menjadi seperti orang-orang mati saat melihat malaikat Allah (Mat 28:4). Para gembala di padang \u201csangat ketakutan\u201d ketika malaikat Allah menampakkan diri dan kemuliaan Allah bersinar di sekeliling mereka. Mengenai ciri-ciri fisiknya, malaikat seringkali digambarkan sebagai sosok yang memiliki sayap. Ukiran kerubim pada tabut perjanjian memiliki sayap yang menudungi tutup pendamaian (Kel 25:20). Yesaya melihat serafim yang bersayap dalam penglihatannya mengenai takhta surgawi. Setiap dari mereka memiliki enam sayap (Yes 6:2). Yehezkiel juga mendapat penglihatan mengenai malaikat yang bersayap. Yesaya 6:1-2 menggambarkan malaikat memiliki ciri-ciri seperti manusia \u2013 memiliki suara, wajah, dan kaki. Di bagian Alkitab yang lain, juga dikatakan bahwa suara malaikat terdengar sedang bernyanyi dan memuji Allah. Salah satu penjelasan mengenai malaikat yang paling lengkap terdapat dalam Daniel 10:5-6: \u201cAku mengarahkan mataku dan melihat, tampaklah seorang berpakaian kain lenan dan berikat pinggang emas dari Ufas. Tubuhnya seperti permata Tarsis, wajahnya seperti cahaya kilat, matanya seperti obor api yang menyala, lengan dan kakinya seperti tembaga yang digosok, dan suara perkataannya seperti suara keramaian banyak orang.\u201d Malaikat di makam Yesus juga memiliki gambaran yang serupa: \u201cWajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju\u201d (Mat 28:3). Apapun wujud malaikat, kita bisa meyakini kalau mereka adalah makhluk yang sangat indah. Yehezkiel mengatakan kepada kita bahwa Lucifer \u201cmeninggikan dirinya\u201d karena kesombongannya terhadap kecantikan yang dimilikinya. Selain itu, makhluk seperti malaikat, yang terus-menerus berada dalam hadirat Allah, dipastikan memiliki keindahan yang luar biasa karena kemuliaan Allah terpancar kepada mereka yang berada di sekitar-Nya.(gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Malaikat adalah makhluk roh (Ibr 1:14), sehingga mereka tidak memiliki bentuk jasmani yang permanen. Namun, malaikat bisa menampakkan diri dalam bentuk manusia. Di Alkitab, saat malaikat menampakkan diri kepada manusia, mereka biasanya muncul dalam wujud laki-laki biasa. Dalam Kejadian 18:1-19, Allah dan dua malaikat-Nya menampakkan diri sebagai laki-laki dan benar-benar makan bersama Abraham. Malaikat berkali-kali menampakkan diri sebagai laki-laki di dalam Alkitab (Yos 5:13-14; Mrk 16:5). Mereka tidak pernah menampakkan diri dalam wujud perempuan.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Di kesempatan yang lainnya, malaikat tidak menampakkan diri sebagai manusia, namun seperti sesuatu yang berasal dari dunia lain. Wujud mereka sangat menakutkan bagi siapa saja yang berjumpa dengan mereka. Seringkali, kata-kata pertama dari malaikat-malaikat ini adalah \u201cjangan takut,\u201d karena reaksi yang biasanya terjadi adalah timbulnya ketakutan yang luar biasa. Para penjaga makam Yesus menjadi seperti orang-orang mati saat melihat malaikat Allah (Mat 28:4). Para gembala di padang \u201csangat ketakutan\u201d ketika malaikat Allah menampakkan diri dan kemuliaan Allah bersinar di sekeliling mereka.<\/p>\n<p>Mengenai ciri-ciri fisiknya, malaikat seringkali digambarkan sebagai sosok yang memiliki sayap. Ukiran kerubim pada tabut perjanjian memiliki sayap yang menudungi tutup pendamaian (Kel 25:20). Yesaya melihat serafim yang bersayap dalam penglihatannya mengenai takhta surgawi. Setiap dari mereka memiliki enam sayap (Yes 6:2). Yehezkiel juga mendapat penglihatan mengenai malaikat yang bersayap.<\/p>\n<p>Yesaya 6:1-2 menggambarkan malaikat memiliki ciri-ciri seperti manusia \u2013 memiliki suara, wajah, dan kaki. Di bagian Alkitab yang lain, juga dikatakan bahwa suara malaikat terdengar sedang bernyanyi dan memuji Allah. Salah satu penjelasan mengenai malaikat yang paling lengkap terdapat dalam Daniel 10:5-6: \u201cAku mengarahkan mataku dan melihat, tampaklah seorang berpakaian kain lenan dan berikat pinggang emas dari Ufas. Tubuhnya seperti permata Tarsis, wajahnya seperti cahaya kilat, matanya seperti obor api yang menyala, lengan dan kakinya seperti tembaga yang digosok, dan suara perkataannya seperti suara keramaian banyak orang.\u201d Malaikat di makam Yesus juga memiliki gambaran yang serupa: \u201cWajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju\u201d (Mat 28:3).<\/p>\n<p>Apapun wujud malaikat, kita bisa meyakini kalau mereka adalah makhluk yang sangat indah. Yehezkiel mengatakan kepada kita bahwa Lucifer \u201cmeninggikan dirinya\u201d karena kesombongannya terhadap kecantikan yang dimilikinya. Selain itu, makhluk seperti malaikat, yang terus-menerus berada dalam hadirat Allah, dipastikan memiliki keindahan yang luar biasa karena kemuliaan Allah terpancar kepada mereka yang berada di sekitar-Nya.(gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Malaikat adalah makhluk roh (Ibr 1:14), sehingga mereka tidak memiliki bentuk jasmani yang permanen. Namun, malaikat bisa menampakkan diri dalam bentuk manusia. Di Alkitab, saat malaikat menampakkan diri kepada manusia, mereka biasanya muncul dalam wujud laki-laki biasa. Dalam Kejadian 18:1-19, Allah dan dua malaikat-Nya menampakkan diri sebagai laki-laki dan benar-benar makan bersama Abraham. Malaikat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":45975,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134],"tags":[123],"class_list":["post-43276","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","tag-malaikat-iblis"],"better_featured_image":{"id":45975,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/angel.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/angel.jpg?fit=284%2C177&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/angel.jpg"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/angel.jpg?fit=284%2C177&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"4266","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43276","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43276"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43276\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45975"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43276"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43276"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43276"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}