{"id":43300,"date":"2020-05-17T14:09:08","date_gmt":"2020-05-17T07:09:08","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=43300"},"modified":"2020-05-17T14:09:08","modified_gmt":"2020-05-17T07:09:08","slug":"mengapa-setan-disebut-sebagai-ilah-dunia-ini-2-kor-44","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/mengapa-setan-disebut-sebagai-ilah-dunia-ini-2-kor-44\/","title":{"rendered":"Mengapa setan disebut sebagai ilah dunia ini (2 Kor 4:4)?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -Frasa \u201cilah dunia ini\u201d (atau \u201cilah jaman ini\u201d) menunjukkan bahwa Setan memiliki pengaruh yang besar terhadap impian, pendapat, tujuan, harapan dan pandangan kebanyakan orang. Pengaruhnya juga mencakup filsafat, pendidikan dan perdagangan dunia. Pemikiran, gagasan, spekulasi dan agama-agama palsu dunia berada di bawah kendalinya. Semua itu berasal dari dusta dan tipu muslihatnya. Setan disebut sebagai \u201cpenguasa kerajaan angkasa\u201d di Efesus 2:2. Dia adalah \u201cpenguasa dunia ini\u201d (Yoh 12:31). Semua gelar Setan ini menyatakan kemampuan yang dimiliki oleh Setan. Sebagai \u201cpenguasa kerajaan angkasa,\u201d Setan dalam beberapa hal, menguasai dunia dan orang-orang yang ada di dalamnya. Semua julukan ini tidak berarti bahwa dia menguasai dunia seluruhnya; Allah tetap berdaulat. Namun, Allah sendiri, dalam hikmat-Nya yang tak terbatas, yang mengijinkan Setan untuk bekerja di dunia ini dalam batasan yang telah ditetapkan Allah baginya. Ketika Alkitab mengatakan bahwa Setan berkuasa atas dunia ini, kita harus memahami bahwa Allah memberikan kepada Setan kekuasaan atas orang-orang-yang-tidak-percaya saja. Orang-orang-percaya tidak lagi berada di bawah kuasa Setan (Kol 1:13). Di sisi lain, orang-orang yang tidak beriman-percaya terjebak \u201cdalam jerat iblis\u201d (2 Tim 2:26), berada di bawah \u201ckuasa si jahat\u201d (1 Yoh 5:19), dan berada dalam perbudakan Setan (Ef 2:2). Jadi, ketika Alkitab menyatakan bahwa Setan adalah \u201cilah dunia ini,\u201d Alkitab tidak menyatakan bahwa Setan memiliki otoritas tertinggi. Alkitab hanya menyampaikan gagasan bahwa Setan berkuasa atas dunia-yang-tidak-beriman dalam hal-hal tertentu. Di 2 Korintus 4:4 (AYT), orang yang tidak percaya mengikuti rencana Setan: \u201c..ilah dunia ini telah membutakan pikiran mereka yang tidak percaya sehingga mereka tidak dapat melihat terang kemuliaan Injil Kristus.\u201d Yang termasuk rencana jahat Setan: filsafat-filsafat yang sesat di dalam dunia ini \u2013 yaitu filsafat-filsafat yang membutakan orang-orang yang tidak percaya, sehingga mereka tidak dapat melihat kebenaran Injil. Filsafat Setan adalah benteng yang memenjarakan orang-orang. Karena itu, mereka harus dibebaskan oleh Kristus. Salah satu dari filsafat yang sesat adalah keyakinan bahwa manusia dapat memperoleh berkat Allah dengan melakukan satu atau beberapa perbuatan tertentu. Hampir di setiap agama palsu, tema yang menonjol adalah tentang mendapatkan berkat Allah atau memperoleh hidup kekal. Bagaimanapun, memperoleh keselamatan melalui perbuatan bertentangan dengan pewahyuan yang alkitabiah. Tidak ada yang dapat diperbuat oleh manusia untuk mendapatkan anugerah Allah; kehidupan kekal adalah anugerah yang kita dapatkan secara cuma-cuma (lihat Efesus 2:8-9). Anugerah yang cuma-cuma ini hanya bisa didapatkan melalui Yesus Kristus dan hanya ada di dalam Dia saja (Yoh 3:16; 14:6). Saudara mungkin bertanya-tanya mengapa manusia tidak menerima saja anugerah keselamatan yang cuma-cuma ini (Yoh 1:12). Jawabannya: Setan \u2013 ilah dunia ini \u2013 telah menggoda umat manusia untuk mengikuti kesombongannya. Setan telah menetapkan rencananya. Mereka yang tidak beriman-percaya akan mengikutinya. Umat manusia terus-menerus jatuh dalam tipu dayanya. Tidak mengherankan jika Alkitab menyebut Setan sebagai pendusta (Yoh 8:44).\u00a0(gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Frasa \u201cilah dunia ini\u201d (atau \u201cilah jaman ini\u201d) menunjukkan bahwa Setan memiliki pengaruh yang besar terhadap impian, pendapat, tujuan, harapan dan pandangan kebanyakan orang. Pengaruhnya juga mencakup filsafat, pendidikan dan perdagangan dunia. Pemikiran, gagasan, spekulasi dan agama-agama palsu dunia berada di bawah kendalinya. Semua itu berasal dari dusta dan tipu muslihatnya.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Setan disebut sebagai \u201cpenguasa kerajaan angkasa\u201d di Efesus 2:2. Dia adalah \u201cpenguasa dunia ini\u201d (Yoh 12:31). Semua gelar Setan ini menyatakan kemampuan yang dimiliki oleh Setan. Sebagai \u201cpenguasa kerajaan angkasa,\u201d Setan dalam beberapa hal, menguasai dunia dan orang-orang yang ada di dalamnya.<\/p>\n<p>Semua julukan ini tidak berarti bahwa dia menguasai dunia seluruhnya; Allah tetap berdaulat. Namun, Allah sendiri, dalam hikmat-Nya yang tak terbatas, yang mengijinkan Setan untuk bekerja di dunia ini dalam batasan yang telah ditetapkan Allah baginya. Ketika Alkitab mengatakan bahwa Setan berkuasa atas dunia ini, kita harus memahami bahwa Allah memberikan kepada Setan kekuasaan atas orang-orang-yang-tidak-percaya saja.<\/p>\n<p>Orang-orang-percaya tidak lagi berada di bawah kuasa Setan (Kol 1:13). Di sisi lain, orang-orang yang tidak beriman-percaya terjebak \u201cdalam jerat iblis\u201d (2 Tim 2:26), berada di bawah \u201ckuasa si jahat\u201d (1 Yoh 5:19), dan berada dalam perbudakan Setan (Ef 2:2).<\/p>\n<p>Jadi, ketika Alkitab menyatakan bahwa Setan adalah \u201cilah dunia ini,\u201d Alkitab tidak menyatakan bahwa Setan memiliki otoritas tertinggi. Alkitab hanya menyampaikan gagasan bahwa Setan berkuasa atas dunia-yang-tidak-beriman dalam hal-hal tertentu. Di 2 Korintus 4:4 (AYT), orang yang tidak percaya mengikuti rencana Setan: \u201c..ilah dunia ini telah membutakan pikiran mereka yang tidak percaya sehingga mereka tidak dapat melihat terang kemuliaan Injil Kristus.\u201d<\/p>\n<p>Yang termasuk rencana jahat Setan: filsafat-filsafat yang sesat di dalam dunia ini \u2013 yaitu filsafat-filsafat yang membutakan orang-orang yang tidak percaya, sehingga mereka tidak dapat melihat kebenaran Injil. Filsafat Setan adalah benteng yang memenjarakan orang-orang. Karena itu, mereka harus dibebaskan oleh Kristus.<\/p>\n<p>Salah satu dari filsafat yang sesat adalah keyakinan bahwa manusia dapat memperoleh berkat Allah dengan melakukan satu atau beberapa perbuatan tertentu. Hampir di setiap agama palsu, tema yang menonjol adalah tentang mendapatkan berkat Allah atau memperoleh hidup kekal. Bagaimanapun, memperoleh keselamatan melalui perbuatan bertentangan dengan pewahyuan yang alkitabiah.<\/p>\n<p>Tidak ada yang dapat diperbuat oleh manusia untuk mendapatkan anugerah Allah; kehidupan kekal adalah anugerah yang kita dapatkan secara cuma-cuma (lihat Efesus 2:8-9). Anugerah yang cuma-cuma ini hanya bisa didapatkan melalui Yesus Kristus dan hanya ada di dalam Dia saja (Yoh 3:16; 14:6).<\/p>\n<p>Saudara mungkin bertanya-tanya mengapa manusia tidak menerima saja anugerah keselamatan yang cuma-cuma ini (Yoh 1:12). Jawabannya: Setan \u2013 ilah dunia ini \u2013 telah menggoda umat manusia untuk mengikuti kesombongannya. Setan telah menetapkan rencananya. Mereka yang tidak beriman-percaya akan mengikutinya. Umat manusia terus-menerus jatuh dalam tipu dayanya. Tidak mengherankan jika Alkitab menyebut Setan sebagai pendusta (Yoh 8:44).\u00a0(gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Frasa \u201cilah dunia ini\u201d (atau \u201cilah jaman ini\u201d) menunjukkan bahwa Setan memiliki pengaruh yang besar terhadap impian, pendapat, tujuan, harapan dan pandangan kebanyakan orang. Pengaruhnya juga mencakup filsafat, pendidikan dan perdagangan dunia. Pemikiran, gagasan, spekulasi dan agama-agama palsu dunia berada di bawah kendalinya. Semua itu berasal dari dusta dan tipu muslihatnya. Setan disebut sebagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":45983,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134],"tags":[123],"class_list":["post-43300","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","tag-malaikat-iblis"],"better_featured_image":{"id":45983,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/sitan.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/sitan.jpg?fit=262%2C192&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/sitan.jpg"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/sitan.jpg?fit=262%2C192&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1640","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43300","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43300"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43300\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45983"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43300"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43300"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43300"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}