{"id":43440,"date":"2020-10-18T11:30:35","date_gmt":"2020-10-18T04:30:35","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=43440"},"modified":"2020-10-17T20:51:20","modified_gmt":"2020-10-17T13:51:20","slug":"jika-allah-sudah-tahu-kalau-setan-akan-memberontak-mengapa-ia-menciptakannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/jika-allah-sudah-tahu-kalau-setan-akan-memberontak-mengapa-ia-menciptakannya\/","title":{"rendered":"Jika Allah sudah tahu kalau Setan akan memberontak, mengapa Ia menciptakannya?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Ini adalah pertanyaan dua bagian. Bagian pertama, \u201cApakah Allah mengetahui bahwa Setan akan memberontak?\u201d Alkitab menyatakan kalau Allah itu Mahatahu, yang jelas berarti \u201ctahu segala hal.\u201d Melalui Ayub 139:2-4, 147:5; Ams 5:21; Yes 46:9-10, dan 1 Yoh 3:19-20, Alkitab tidak ragu-ragu menyatakan kalau pengetahuan Allah itu tidak terbatas. Allah mengetahui segala sesuatu yang telah terjadi di masa lampau, saat ini, dan yang akan terjadi di masa mendatang. Lihat beberapa perbandingan di ayat-ayat ini \u2013 \u201csempurna dalam pengetahuan\u201d; \u201cpemahamannya tidak terbatas\u201d; dia mengetahui segala hal\u201d \u2013 jelaslah bahwa pengetahuan Allah tidak hanya lebih besar dari pengetahuan kita, melainkan tidak terbatas besarnya. Ia mengetahui segala sesuatu sepenuhnya. Jika pengetahuan Allah tidak sempurna, maka berarti ada kekurangan dalam natur-Nya. Kekurangan dalam natur-Nya membuatNya tidak bisa menjadi Allah. Inti sebagai Allah menuntut kesempurnaan dalam segala natur-Nya. Maka, jawaban untuk pertanyaan pertama adalah: ya, Allah mengetahui bahwa Setan akan memberontak. Kemudian pertanyaan bagian kedua, \u201cMengapa Allah menciptakan Setan padahal Ia mengetahui Setan akan memberontak?\u201d Pertanyaan ini sedikit menjebak karena kita mengajukan pertanyaan \u201cmengapa\u201d pada Alkitab yang tidak selalu menyajikan jawaban menyeluruh. Meskipun demikian, kita dapat memperoleh pengertian yang terbatas. Kita telah mengetahui kalau Allah itu Mahatahu. Jadi, jika Allah mengetahui bahwa Setan akan memberontak dan jatuh dari surga, tapi Ia tetap menciptakannya, maka kejatuhan Setan pasti merupakan bagian dari kedaulatan rencana Allah dari sejak semula. Tidak ada jawaban lain yang lebih masuk akal untuk hal ini. Pertama, kita harus mengerti bahwa mengetahui Setan akan memberontak tidak sama dengan membuat Setan memberontak. Malaikat Lucifer memiliki kehendak bebas untuk memilih. Allah tidak menciptakan Lucifer untuk menjadi iblis; Allah menciptakan dia baik adanya (Kej 1:31). Dalam usaha mencoba memahami mengapa Allah mengijinkan adanya Setan, membiarkannya untuk memberontak, kita harus mempertimbangkan fakta-fakta berikut: 1) Lucifer memiliki tujuan yang baik dan sempurna sebelum kejatuhannya. Pemberontakan Lucifer tidak mengubah maksud Allah dari sesuatu yang baik menjadi sesuatu yang buruk. 2) Kedaulatan Allah mencakup Setan, bahkan dalam kondisi setelah kejatuhannya. Allah dapat menggunakan perilaku jahat Setan untuk mewujudkan rencana Allah yang kudus (lihat 1 Tim 1:20 dan 1 Kor 5:5). 3) Rencana keselamatan Allah telah ditetapkan sejak dunia dijadikan (Wah 13:8). Rencana keselamatan membutuhkan sesuatu untuk diselamatkan dari sesuatu. Dengan demikian, Allah sendiri yang mengizinkan adanya pemberontakan Iblis dan dosa. 4) Penderitaan yang dibawa Iblis ke dalam dunia ini menjadi sarana yang dipakai Allah untuk memperlengkapi dan menyempurnakan Yesus, dalam wujud manusia, sebagai Juru Selamat bagi umat manusia: \u201cSebab memang sesuai dengan keadaan Allah yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan, yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan\u201d (Ibr 2:10). 5) Dari sejak semula, rencana Allah melalui Kristus termasuk membinasakan pekerjaan Iblis (lihat 1 Yoh 3:8). Kita tidak tahu dengan pasti mengapa Allah mengijinkan adanya Setan, walaupun Ia tahu Setan akan memberontak. Menarik jika kita berasumsi bahwa akan \u201clebih baik\u201d jika Setan tidak pernah diciptakan. Atau, Allah harus menjadikannya secara berbeda. Namun, perkiraan dan pernyataan demikian tidak bijak. Dengan mengatakan bahwa kita tahu apa yang lebih baik dari cara Allah mengendalikan alam semesta ini akan membawa kita pada dosa yang sama yang telah menjatuhkan Iblis; dosa mengagungkan diri sendiri di hadapan Yang Mahatinggi (Yes 14:13-14).\u00a0 (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/><strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Ini adalah pertanyaan dua bagian. Bagian pertama, \u201cApakah Allah mengetahui bahwa Setan akan memberontak?\u201d Alkitab menyatakan kalau Allah itu Mahatahu, yang jelas berarti \u201ctahu segala hal.\u201d Melalui Ayub 139:2-4, 147:5; Ams 5:21; Yes 46:9-10, dan 1 Yoh 3:19-20, Alkitab tidak ragu-ragu menyatakan kalau pengetahuan Allah itu tidak terbatas. Allah mengetahui segala sesuatu yang telah terjadi di masa lampau, saat ini, dan yang akan terjadi di masa mendatang.<\/p>\n<div id=\"\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Lihat beberapa perbandingan di ayat-ayat ini \u2013 \u201csempurna dalam pengetahuan\u201d; \u201cpemahamannya tidak terbatas\u201d; dia mengetahui segala hal\u201d \u2013 jelaslah bahwa pengetahuan Allah tidak hanya lebih besar dari pengetahuan kita, melainkan tidak terbatas besarnya. Ia mengetahui segala sesuatu sepenuhnya. Jika pengetahuan Allah tidak sempurna, maka berarti ada kekurangan dalam natur-Nya. Kekurangan dalam natur-Nya membuatNya tidak bisa menjadi Allah. Inti sebagai Allah menuntut kesempurnaan dalam segala natur-Nya. Maka, jawaban untuk pertanyaan pertama adalah: ya, Allah mengetahui bahwa Setan akan memberontak.<\/p>\n<p>Kemudian pertanyaan bagian kedua, \u201cMengapa Allah menciptakan Setan padahal Ia mengetahui Setan akan memberontak?\u201d Pertanyaan ini sedikit menjebak karena kita mengajukan pertanyaan \u201cmengapa\u201d pada Alkitab yang tidak selalu menyajikan jawaban menyeluruh. Meskipun demikian, kita dapat memperoleh pengertian yang terbatas. Kita telah mengetahui kalau Allah itu Mahatahu. Jadi, jika Allah mengetahui bahwa Setan akan memberontak dan jatuh dari surga, tapi Ia tetap menciptakannya, maka kejatuhan Setan pasti merupakan bagian dari kedaulatan rencana Allah dari sejak semula. Tidak ada jawaban lain yang lebih masuk akal untuk hal ini.<\/p>\n<p>Pertama, kita harus mengerti bahwa <i>mengetahui<\/i> Setan akan memberontak tidak sama dengan <i>membuat<\/i> Setan memberontak. Malaikat Lucifer memiliki kehendak bebas untuk memilih. Allah tidak menciptakan Lucifer untuk menjadi iblis; Allah menciptakan dia baik adanya (Kej 1:31).<\/p>\n<p>Dalam usaha mencoba memahami mengapa Allah mengijinkan adanya Setan, membiarkannya untuk memberontak, kita harus mempertimbangkan fakta-fakta berikut:<\/p>\n<p>1) Lucifer memiliki tujuan yang baik dan sempurna sebelum kejatuhannya. Pemberontakan Lucifer tidak mengubah maksud Allah dari sesuatu yang baik menjadi sesuatu yang buruk.<\/p>\n<p>2) Kedaulatan Allah mencakup Setan, bahkan dalam kondisi setelah kejatuhannya. Allah dapat menggunakan perilaku jahat Setan untuk mewujudkan rencana Allah yang kudus (lihat 1 Tim 1:20 dan 1 Kor 5:5).<\/p>\n<p>3) Rencana keselamatan Allah telah ditetapkan sejak dunia dijadikan (Wah 13:8). Rencana keselamatan membutuhkan sesuatu untuk diselamatkan <i>dari sesuatu<\/i>. Dengan demikian, Allah sendiri yang mengizinkan adanya pemberontakan Iblis dan dosa.<\/p>\n<p>4) Penderitaan yang dibawa Iblis ke dalam dunia ini menjadi sarana yang dipakai Allah untuk memperlengkapi dan menyempurnakan Yesus, dalam wujud manusia, sebagai Juru Selamat bagi umat manusia: \u201cSebab memang sesuai dengan keadaan Allah yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan, yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan\u201d (Ibr 2:10).<\/p>\n<p>5) Dari sejak semula, rencana Allah melalui Kristus termasuk membinasakan pekerjaan Iblis (lihat 1 Yoh 3:8).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita tidak tahu dengan pasti mengapa Allah mengijinkan adanya Setan, walaupun Ia tahu Setan akan memberontak. Menarik jika kita berasumsi bahwa akan \u201clebih baik\u201d jika Setan tidak pernah diciptakan. Atau, Allah harus menjadikannya secara berbeda. Namun, perkiraan dan pernyataan demikian tidak bijak. Dengan mengatakan bahwa kita tahu apa yang lebih baik dari cara Allah mengendalikan alam semesta ini akan membawa kita pada dosa yang sama yang telah menjatuhkan Iblis; dosa mengagungkan diri sendiri di hadapan Yang Mahatinggi (Yes 14:13-14).\u00a0 (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Ini adalah pertanyaan dua bagian. Bagian pertama, \u201cApakah Allah mengetahui bahwa Setan akan memberontak?\u201d Alkitab menyatakan kalau Allah itu Mahatahu, yang jelas berarti \u201ctahu segala hal.\u201d Melalui Ayub 139:2-4, 147:5; Ams 5:21; Yes 46:9-10, dan 1 Yoh 3:19-20, Alkitab tidak ragu-ragu menyatakan kalau pengetahuan Allah itu tidak terbatas. Allah mengetahui segala sesuatu yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":35780,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1],"tags":[163,160,161,123,159,162],"class_list":["post-43440","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","tag-adonai","tag-allah","tag-ilahi","tag-malaikat-iblis","tag-tuhan","tag-yhwh"],"better_featured_image":{"id":35780,"alt_text":"","caption":"","description":"c70d8d9998ca4571c888b5d7bf128491","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/mengenal-allah-mengenal-yesus-kristus_5e345466337c0.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/mengenal-allah-mengenal-yesus-kristus_5e345466337c0.jpeg?fit=600%2C450&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/mengenal-allah-mengenal-yesus-kristus_5e345466337c0.jpeg"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/mengenal-allah-mengenal-yesus-kristus_5e345466337c0.jpeg?fit=600%2C450&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1780","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43440","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43440"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43440\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43440"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43440"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43440"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}