{"id":43482,"date":"2020-05-15T09:00:40","date_gmt":"2020-05-15T02:00:40","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=43482"},"modified":"2020-05-15T10:33:17","modified_gmt":"2020-05-15T03:33:17","slug":"apa-artinya-memuji-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apa-artinya-memuji-tuhan\/","title":{"rendered":"Apa artinya memuji Tuhan?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id-Umat Kristen sering menggunakan istilah &quot;memuji Tuhan,&quot; dan Alkitab memang memerintah semua ciptaan-Nya yang hidup untuk memuji-Nya (Mazmur 150:6). Salah satu istilah Ibrani bagi &quot;pujian&quot; adalah yadah, yang berarti &quot;memuji, bersyukur, atau mengaku.&quot; Satu istilah lain yang diterjemahkan sebagai &quot;pujian&quot; dalam Perjanjian Lama adalah zamar, &quot;menyanyikan pujian.&quot; Kata ketiga yang diterjemahkan sebagai &quot;pujian&quot; adalah halal (akar kata haleluyah), yang berarti &quot;memuji, menghormati, atau menghargai.&quot; Ketiganya menyampaikan ide memanjatkan syukur dan hormat bagi Dia yang layak dipuji. Kitab Mazmur adalah koleksi lagu pujian-pujian bagi Allah. Salah satunya adalah Mazmur 9, yang berkata, &quot;Aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi&quot; (ayat 2). Mazmur 18:3 menyatakan bahwa Allah &quot;yang patut dipuji&quot; (versi BIS). Mazmur 21:13 memuji Allah baik karena kuasa-Nya yang besar maupun karena Dia adalah Allah: &quot;Bangkitlah, ya TUHAN, di dalam kuasa-Mu! Kami mau menyanyikan dan memazmurkan keperkasaan-Mu.&quot; Mazmur 150 menggunakan istilah pujian sebanyak tiga belas kali dalam enam ayat. Ayat pertama mengutarakan &quot;dimana&quot; kita dapat memuji Dia - di semua tempat! &quot;Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat!&quot; - Ayat berikutnya mengajarkan &quot;kenapa&quot; kita memuji Tuhan: &quot;Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!&quot; - Ayat 3 sampai 6 mengajarkan &quot;cara&quot; kita memuji Tuhan - dengan berbagai alat musik, tari-tarian, dan semua yang menghirup nafas. Setiap sarana yang kita miliki untuk bersuara dapat digunakan dalam memuji Tuhan! Di dalam Perjanjian Baru, ada berbagai contoh pujian yang diberikan pada Yesus. Matius 21:16 membahas mereka yang memuji Yesus ketika Ia menumpang di atas keledai sambil memasuki Yerusalem. Matius 8:2 merekam seorang penderita penyakit kusta yang menunduk di kaki Yesus. Di dalam Matius 28:17 para murid Yesus menyembah Yesus setelah kebangkitan-Nya. Yesus menerima pujian mereka sebagai Allah. Gereja mula-mula sering mengadakan puji-pujian. Sebagai contoh, gereja pertama di Yerusalem mengadakan fokus pada ibadah bersama (Kisah 2:42-43). Para pemimpin gereja Antiokia juga berdoa, beribadah, dan berpuasa ketika Paulus dan Barnabas diutus sebagai misionaris (Kisah 13:1-5). Banyak surat-surat Paulus yang memuat pujian Tuhan yang cukup panjang (1 Timotius 3:14-16; Filipi 1:3-11). Di akhirat, semua umat Allah akan bergabung memuji Allah selamanya. &quot;Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya&quot; (Wahyu 22:3). Dengan kutukan dosa tercabut, mereka yang berada dengan Tuhan akan memuji Dia dalam kesempurnaan. Mungkin sekali memuji Allah di dunia ini hanya sebuah persiapan untuk pesta pujian yang agung dan kekal ketika kita sudah pulang ke pangkuan Bapa di surga. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id-<\/strong>Umat Kristen sering menggunakan istilah &#8220;memuji Tuhan,&#8221; dan Alkitab memang memerintah semua ciptaan-Nya yang hidup untuk memuji-Nya (Mazmur 150:6). Salah satu istilah Ibrani bagi &#8220;pujian&#8221; adalah <i>yadah<\/i>, yang berarti &#8220;memuji, bersyukur, atau mengaku.&#8221; Satu istilah lain yang diterjemahkan sebagai &#8220;pujian&#8221; dalam Perjanjian Lama adalah <i>zamar<\/i>, &#8220;menyanyikan pujian.&#8221; Kata ketiga yang diterjemahkan sebagai &#8220;pujian&#8221; adalah <i>halal<\/i> (akar kata haleluyah), yang berarti &#8220;memuji, menghormati, atau menghargai.&#8221; Ketiganya menyampaikan ide memanjatkan syukur dan hormat bagi Dia yang layak dipuji.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Kitab Mazmur adalah koleksi lagu pujian-pujian bagi Allah. Salah satunya adalah Mazmur 9, yang berkata, &#8220;Aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi&#8221; (ayat 2). Mazmur 18:3 menyatakan bahwa Allah &#8220;yang patut dipuji&#8221; (versi BIS). Mazmur 21:13 memuji Allah baik karena kuasa-Nya yang besar maupun karena Dia adalah Allah: &#8220;Bangkitlah, ya TUHAN, di dalam kuasa-Mu! Kami mau menyanyikan dan memazmurkan keperkasaan-Mu.&#8221;<\/p>\n<p>Mazmur 150 menggunakan istilah pujian sebanyak tiga belas kali dalam enam ayat. Ayat pertama mengutarakan &#8220;dimana&#8221; kita dapat memuji Dia &#8211; di semua tempat! &#8220;Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat!&#8221;<\/p>\n<p>&#8211; Ayat berikutnya mengajarkan &#8220;kenapa&#8221; kita memuji Tuhan: &#8220;Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!&#8221;<\/p>\n<p>&#8211; Ayat 3 sampai 6 mengajarkan &#8220;cara&#8221; kita memuji Tuhan &#8211; dengan berbagai alat musik, tari-tarian, dan semua yang menghirup nafas. Setiap sarana yang kita miliki untuk bersuara dapat digunakan dalam memuji Tuhan!<\/p>\n<p>Di dalam Perjanjian Baru, ada berbagai contoh pujian yang diberikan pada Yesus. Matius 21:16 membahas mereka yang memuji Yesus ketika Ia menumpang di atas keledai sambil memasuki Yerusalem. Matius 8:2 merekam seorang penderita penyakit kusta yang menunduk di kaki Yesus. Di dalam Matius 28:17 para murid Yesus menyembah Yesus setelah kebangkitan-Nya. Yesus menerima pujian mereka sebagai Allah.<\/p>\n<p>Gereja mula-mula sering mengadakan puji-pujian. Sebagai contoh, gereja pertama di Yerusalem mengadakan fokus pada ibadah bersama (Kisah 2:42-43). Para pemimpin gereja Antiokia juga berdoa, beribadah, dan berpuasa ketika Paulus dan Barnabas diutus sebagai misionaris (Kisah 13:1-5). Banyak surat-surat Paulus yang memuat pujian Tuhan yang cukup panjang (1 Timotius 3:14-16; Filipi 1:3-11).<\/p>\n<p>Di akhirat, semua umat Allah akan bergabung memuji Allah selamanya. &#8220;Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya&#8221; (Wahyu 22:3). Dengan kutukan dosa tercabut, mereka yang berada dengan Tuhan akan memuji Dia dalam kesempurnaan. Mungkin sekali memuji Allah di dunia ini hanya sebuah persiapan untuk pesta pujian yang agung dan kekal ketika kita sudah pulang ke pangkuan Bapa di surga. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id-Umat Kristen sering menggunakan istilah &#8220;memuji Tuhan,&#8221; dan Alkitab memang memerintah semua ciptaan-Nya yang hidup untuk memuji-Nya (Mazmur 150:6). Salah satu istilah Ibrani bagi &#8220;pujian&#8221; adalah yadah, yang berarti &#8220;memuji, bersyukur, atau mengaku.&#8221; Satu istilah lain yang diterjemahkan sebagai &#8220;pujian&#8221; dalam Perjanjian Lama adalah zamar, &#8220;menyanyikan pujian.&#8221; Kata ketiga yang diterjemahkan sebagai &#8220;pujian&#8221; adalah halal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":45885,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134],"tags":[163,160,161,159,162],"class_list":["post-43482","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","tag-adonai","tag-allah","tag-ilahi","tag-tuhan","tag-yhwh"],"better_featured_image":{"id":45885,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/praise-th-elord.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/praise-th-elord.jpg?fit=192%2C123&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/praise-th-elord.jpg"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/praise-th-elord.jpg?fit=192%2C123&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"3637","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43482","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43482"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43482\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43482"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43482"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43482"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}