{"id":43486,"date":"2020-05-14T09:00:14","date_gmt":"2020-05-14T02:00:14","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=43486"},"modified":"2020-05-13T10:04:34","modified_gmt":"2020-05-13T03:04:34","slug":"apakah-kasih-karunia-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-kasih-karunia-allah\/","title":{"rendered":"Apakah kasih karunia Allah?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id-\u00a0Karunia adalah tema yang dapat ditemui sepanjang Alkitab, dan ia mencapai puncaknya di dalam Perjanjian Baru bersama kedatangan Yesus (Yohanes 1:17). Kata yang diterjemahkan sebagai &quot;kasih karunia&quot; dalam Perjanjian Baru berasal dari kata Yunani charis, yang berarti &quot;kesukaan, berkat, atau kebaikan.&quot; Kita dapat meneruskan kasih karunia kepada orang lain; namun ketika kata tersebut dihubungkan dengan Allah, kata tersebut jauh lebih bermakna. Kasih karunia atau anugerah ditunjukkan dimana Allah memilih untuk memberkati kita dibanding mengutuk kita sesuai dosa kita. Ialah kebaikan-Nya bagi yang tidak layak. Efesus 2:8 berkata, &quot;Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.&quot; Satu-satunya cara kita dapat masuk ke dalam hubungan dengan Allah dikarenakan oleh kasih karunia-Nya terhadap kita. Kasih karunia dimulai di Taman Eden ketika Allah membunuh seekor hewan untuk menutupi dosa Adam dan Hawa (Kejadian 3:21). Ia berhak membunuh spesies manusia yang pertama secara langsung karena pelanggaran mereka. Bukannya dibinasakan segera, Ia memilih untuk menciptakan cara supaya mereka dapat diperdamaikan dengan-Nya. Pola kasih karunia itu berlanjut sepanjang Perjanjian Lama ketika Allah menetapkan kurban darah hewan sebagai cara penebusan dosa manusia. Bukanlah pada hakekatnya darah kurban itu yang menyucikan orang berdosa, melainkan kasih karunia Allah yang mengampuni mereka yang percaya pada-Nya (Ibrani 10:4; Kejadian 15:6). Rasul Paulus memulai banyak suratnya dengan ungkapan, &quot;Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus&quot; (Roma 1:7; Efesus 1:2; 1 Korintus 1:3). Allah adalah pemrakarsa kasih karunia, dan daripada-Nya semua kasih karunia lainnya hadir pula. Allah menunjukkan rahmat dan kasih karunia-Nya, tetapi kedua hal ini berbeda. Rahmat pengampunan menghindarkan kita dari hukuman yang sepatutnya kita terima; kasih karunia memberi berkat yang tak sepatutnya kita terima. Dalam rahmat-Nya, Allah memilih untuk membatalkan hutang dosa kita dengan mengurbankan Putra-Nya yang sempurna sebagai ganti kita (Titus 3:5; 2 Korintus 5:21). Akan tetapi kemurahan-Nya tidak berakhir pada rahmat saja, melainkan Ia mengulurkan kasih karunia kepada para musuh-Nya (Roma 5:10). Ia menawarkan pengampunan-Nya pada kita (Ibrani 8:12; Efesus 1:7), pemulihan (Kolose 1:19-20), hidup yang berkelimpahan (Yohanes 10:10), harta yang kekal (Lukas 12:33), Roh Kudus-Nya (Lukas 11:13), dan tempat bersama-Nya di surga suatu hari (Yohanes 3:16-18) ketika kita menerima undangan-Nya dan menaruh iman kita dalam kurban Domba Allah yang telah Ia siapkan. Kasih karunia ditemukan dimana Allah menyerahkan harta-Nya yang terbesar kepada mereka yang paling tidak pantas - yakni, kita semua. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id-<\/strong>\u00a0Karunia adalah tema yang dapat ditemui sepanjang Alkitab, dan ia mencapai puncaknya di dalam Perjanjian Baru bersama kedatangan Yesus (Yohanes 1:17). Kata yang diterjemahkan sebagai &#8220;kasih karunia&#8221; dalam Perjanjian Baru berasal dari kata Yunani charis, yang berarti &#8220;kesukaan, berkat, atau kebaikan.&#8221; Kita dapat meneruskan kasih karunia kepada orang lain; namun ketika kata tersebut dihubungkan dengan Allah, kata tersebut jauh lebih bermakna. Kasih karunia atau anugerah ditunjukkan dimana Allah memilih untuk memberkati kita dibanding mengutuk kita sesuai dosa kita. Ialah kebaikan-Nya bagi yang tidak layak.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Efesus 2:8 berkata, &#8220;Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.&#8221; Satu-satunya cara kita dapat masuk ke dalam hubungan dengan Allah dikarenakan oleh kasih karunia-Nya terhadap kita. Kasih karunia dimulai di Taman Eden ketika Allah membunuh seekor hewan untuk menutupi dosa Adam dan Hawa (Kejadian 3:21). Ia berhak membunuh spesies manusia yang pertama secara langsung karena pelanggaran mereka. Bukannya dibinasakan segera, Ia memilih untuk menciptakan cara supaya mereka dapat diperdamaikan dengan-Nya. Pola kasih karunia itu berlanjut sepanjang Perjanjian Lama ketika Allah menetapkan kurban darah hewan sebagai cara penebusan dosa manusia. Bukanlah pada hakekatnya darah kurban itu yang menyucikan orang berdosa, melainkan kasih karunia Allah yang mengampuni mereka yang percaya pada-Nya (Ibrani 10:4; Kejadian 15:6).<\/p>\n<p>Rasul Paulus memulai banyak suratnya dengan ungkapan, &#8220;Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus&#8221; (Roma 1:7; Efesus 1:2; 1 Korintus 1:3). Allah adalah pemrakarsa kasih karunia, dan daripada-Nya semua kasih karunia lainnya hadir pula.<\/p>\n<p>Allah menunjukkan rahmat dan kasih karunia-Nya, tetapi kedua hal ini berbeda. Rahmat pengampunan menghindarkan kita dari hukuman yang sepatutnya kita terima; kasih karunia memberi berkat yang tak sepatutnya kita terima. Dalam rahmat-Nya, Allah memilih untuk membatalkan hutang dosa kita dengan mengurbankan Putra-Nya yang sempurna sebagai ganti kita (Titus 3:5; 2 Korintus 5:21). Akan tetapi kemurahan-Nya tidak berakhir pada rahmat saja, melainkan Ia mengulurkan kasih karunia kepada para musuh-Nya (Roma 5:10). Ia menawarkan pengampunan-Nya pada kita (Ibrani 8:12; Efesus 1:7), pemulihan (Kolose 1:19-20), hidup yang berkelimpahan (Yohanes 10:10), harta yang kekal (Lukas 12:33), Roh Kudus-Nya (Lukas 11:13), dan tempat bersama-Nya di surga suatu hari (Yohanes 3:16-18) ketika kita menerima undangan-Nya dan menaruh iman kita dalam kurban Domba Allah yang telah Ia siapkan.<\/p>\n<p>Kasih karunia ditemukan dimana Allah menyerahkan harta-Nya yang terbesar kepada mereka yang paling tidak pantas &#8211; yakni, kita semua. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id-\u00a0Karunia adalah tema yang dapat ditemui sepanjang Alkitab, dan ia mencapai puncaknya di dalam Perjanjian Baru bersama kedatangan Yesus (Yohanes 1:17). Kata yang diterjemahkan sebagai &#8220;kasih karunia&#8221; dalam Perjanjian Baru berasal dari kata Yunani charis, yang berarti &#8220;kesukaan, berkat, atau kebaikan.&#8221; Kita dapat meneruskan kasih karunia kepada orang lain; namun ketika kata tersebut dihubungkan dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":35780,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134],"tags":[163,160,161,159,162],"class_list":["post-43486","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","tag-adonai","tag-allah","tag-ilahi","tag-tuhan","tag-yhwh"],"better_featured_image":{"id":35780,"alt_text":"","caption":"","description":"c70d8d9998ca4571c888b5d7bf128491","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/mengenal-allah-mengenal-yesus-kristus_5e345466337c0.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/mengenal-allah-mengenal-yesus-kristus_5e345466337c0.jpeg?fit=600%2C450&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/mengenal-allah-mengenal-yesus-kristus_5e345466337c0.jpeg"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/mengenal-allah-mengenal-yesus-kristus_5e345466337c0.jpeg?fit=600%2C450&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2607","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43486","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43486"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43486\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43486"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43486"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43486"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}