{"id":43549,"date":"2020-05-16T09:00:39","date_gmt":"2020-05-16T02:00:39","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=43549"},"modified":"2020-05-13T10:12:07","modified_gmt":"2020-05-13T03:12:07","slug":"apa-artinya-bahwa-kita-diciptakan-secara-dahsyat-dan-ajaib-mazmur-13914","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apa-artinya-bahwa-kita-diciptakan-secara-dahsyat-dan-ajaib-mazmur-13914\/","title":{"rendered":"Apa artinya bahwa kita diciptakan secara dahsyat dan ajaib (Mazmur 139:14)?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id-Mazmur 139:4 mengatakan, \u201cAku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.\u201d Konteks dari Mazmur 139:14 itu menyorot sifat luar biasa dari tubuh jasmani kita. Tubuh manusia itu organisme yang paling kompleks dan unik di dunia. Kompleksitas dan keunikan itu berbicara banyak mengenai otak dari Penciptanya. Setiap aspek dari tubuh manusia, sampai ke bagian sel mikroskopis yang paling kecil, mengungkapkan bahwa semuanya diciptakan secara dahsyat dan ajaib. Para insinyur mengerti bagaimana mendesain balok yang kuat namun ringan dengan menempatkan materi yang kuat di bagian pinggir luar dari penampang dan memenuhi bagian dalam dengan materi yang lebih ringan dan lemah. Hal ini dilakukan karena tekanan paling besar terjadi pada bagian permukaan dari struktur ketika menghadapi tekukan yang intens atau tekanan di badannya. Ketika Saudara mempelajari kamera SLR yang canggih, dengan kemampuannya mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke lensa, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya untuk fokus secara otomatis pada bidang yang luas, Saudara menemukan imitasi cara bekerja salah satu bola mata kita. Karena kita memiliki dua bola mata, kita juga memiliki persepsi kedalaman; memberi seorang atlet kemampuan melempar bola kepada penerimanya dengan tepat, atau memampukan kita mengukur jauh dekatnya mobil. Otak manusia itu juga organ yang luar biasa, dibuat dengan dahsyat dan ajaib. Otak memiliki kemampuan untuk belajar, berfikir, dan mengendalikan begitu banyak fungsi otomatis dari tubuh seperti misalnya denyut jantung, tekanan darah, pernafasan, dan mempertahankan keseimbangan untuk berjalan, berlari, berdiri, duduk, sambil berkonsentrasi pada hal yang lain. Komputer mampu mengalahkan otak manusia dalam hal kemampuan melakukan kalkulasi, namun termasuk primitf dalam kinerja kebanyakan hal yang berhubungan dengan pikiran. Otak juga memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menyesuaikan diri. Ketika seseorang memakai kacamata yang membuat dunia sepertinya jungkir balik, otak dengan cepat menafsirkan ulang informasi yang diberikan untuk bisa melihat dunia sebagai \u201csisi yang benar yang di atas.\u201d Ketika mata seseorang ditutup dalam kurun waktu yang lama, \u201cpusat penglihatan\u201d di otak mulai digunakan untuk fungsi lainnya. Ketika seseorang pindah ke rumah yang terletak dekat rel kereta api, tidak lama kemudian suara kereta api akan disaring keluar oleh otak, dan mereka tidak lagi sadar akan suara itu. Saat bicara mengenai miniaturisasi, tubuh manusia juga diciptakan dengan dahsyat dan ajaib. Misalnya, informasi yang dibutuhkan untuk mereplikasi seluruh tubuh manusia, dengan segala detilnya, disimpan dalam untaian ganda DNA yang terdapat pada inti dari setiap milyaran sel dalam tubuh manusia. Sistem informasi dan kontrol yang diwakili oleh sistem syaraf begitu padatnya dibandingkan dengan kawat dan kabel optik yang diciptakan oleh manusia. Setiap sel, dulunya disebut sebagai sel \u201csederhana\u201d, karena ukuran yang begitu kecil, adalah pabrik mungil yang belum dapat dipahami secara penuh oleh manusia. Dengan bertambah tajamnya mikroskop, yang mampu memperbesar bidang yang semakin kecil, pandangan yang tidak terbatas mengenai sel manusia mulai diperhatikan. Coba pertimbangkan sel tunggal yang sudah dibuahi. Dari satu sel itu, dalam kandungan ibu, bertumbuhlah beraneka jaringan, organ, dan sistem, yang semuanya bekerja sama pada waktu yang tepat \u2013 luar biasa! Contohnya, lubang di sekat antara dua bilik jantung dari bayi yang baru lahir akan tertutup pada waktu yang tepat untuk memungkinkan oksigenasi darah dari paru-paru (tidak digunakan dalam kandungan). Lebih lanjut lagi, sistem kekebalan tubuh mampu mengusir begitu banyak musuh dan memulihkan diri, mulai dari perbaikan yang paling sepele (bahkan sampai memperbaiki bagian DNA yang jelek) sampai pada perbaikan yang rumit (memulihkan kembali tulang dan sembuh dari kecelakaan-kecelakaan besar). Ya, ada banyak penyakit yang akan mengalahkan tubuh kita seiring dengan makin menuanya kita karena kejatuhan manusia dalam dosa dan akibat kutukan. Namun, kita tidak bisa membayangkan berapa kali sistem kekebalan tubuh telah menyelamatkan kita dari kematian, yang kalau tidak dibantu oleh sistem ini, akan terjadi jauh-jauh lebih awal. Fungsi tubuh manusia juga luar biasa. Kontras antara kemampuan mengangkat barang-barang besar dan berat, dan juga dapat secara hati-hati memainkan objek yang halus tanpa memecahkannya juga menjadi fakta luar biasa. Kita dapat menggunakan busur menembakkan anak panah secara berulang-ulang mengenai sasaran yang jauh, juga bisa cepat mengetik di keyboard komputer tanpa memikirkan tombol-tombolnya, termasuk juga bisa merangkak, berjalan, berlari, berputar, memanjat, berenang, jumpalitan dan jungkir balik, dan melakukan tugas-tugas \u201csederhana\u201d seperti melepaskan bola lampu, menyikat gigi, dan mengikat tali sepatu. Semuanya bisa dilakukan, tanpa berpikir. Memang ini adalah hal-hal \u201csederhana\u201d, tapi manusia harus mendesain dan memprogram robot yang begitu canggih untuk melakukan tugas dan gerak yang begitu banyak macam ini. Fungsi dari saluran pencernaan, hati dan organ-organ utama lainnya, daya tahan jantung, pembentukan dan fungsi syaraf dan pembuluh darah, fungsi sistem limpa, pembersihan darah melalui ginjal, kemampuan sistem reproduktif untuk menciptakan sel yang mampu berpasangan dengan sel lain dari jenis kelamin yang berbeda dan menghasilkan sel dengan jumlah kromosom yang dua kali lebih banyak, kompleksitas telinga bagian dalam dan tengah, indera pengecap dan penciuman, dan begitu banyak hal lainnya yang kita hanya mampu pahami sebagian kecil saja \u2013 masing-masing itu merupakan keajaiban dan melampaui kemampuan manusia untuk memahaminya secara penuh. Sungguhlah, kita diciptakan dengan dahsyat dan ajaib. Betapa kita bersyukur bisa mengenal Allah yang telah menciptakan kita melalui AnakNya, Yesus Kristus. Bukan hanya mengagumi pengetahuan-Nya, namun juga kasih-Nya (Mazmur 139:17-18, 23-24). (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id-<\/strong>Mazmur 139:4 mengatakan, \u201cAku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.\u201d<\/p>\n<div id=\"\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Konteks dari Mazmur 139:14 itu menyorot sifat luar biasa dari tubuh jasmani kita. Tubuh manusia itu organisme yang paling kompleks dan unik di dunia.<\/p>\n<p>Kompleksitas dan keunikan itu berbicara banyak mengenai otak dari Penciptanya. Setiap aspek dari tubuh manusia, sampai ke bagian sel mikroskopis yang paling kecil, mengungkapkan bahwa semuanya diciptakan secara dahsyat dan ajaib.<\/p>\n<p>Para insinyur mengerti bagaimana mendesain balok yang kuat namun ringan dengan menempatkan materi yang kuat di bagian pinggir luar dari penampang dan memenuhi bagian dalam dengan materi yang lebih ringan dan lemah. Hal ini dilakukan karena tekanan paling besar terjadi pada bagian permukaan dari struktur ketika menghadapi tekukan yang intens atau tekanan di badannya.<\/p>\n<p>Ketika Saudara mempelajari kamera SLR yang canggih, dengan kemampuannya mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke lensa, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya untuk fokus secara otomatis pada bidang yang luas, Saudara menemukan imitasi cara bekerja salah satu bola mata kita.<\/p>\n<p>Karena kita memiliki dua bola mata, kita juga memiliki persepsi kedalaman; memberi seorang atlet kemampuan melempar bola kepada penerimanya dengan tepat, atau memampukan kita mengukur jauh dekatnya mobil.<\/p>\n<p>Otak manusia itu juga organ yang luar biasa, dibuat dengan dahsyat dan ajaib. Otak memiliki kemampuan untuk belajar, berfikir, dan mengendalikan begitu banyak fungsi otomatis dari tubuh seperti misalnya denyut jantung, tekanan darah, pernafasan, dan mempertahankan keseimbangan untuk berjalan, berlari, berdiri, duduk, sambil berkonsentrasi pada hal yang lain.<\/p>\n<p>Komputer mampu mengalahkan otak manusia dalam hal kemampuan melakukan kalkulasi, namun termasuk primitf dalam kinerja kebanyakan hal yang berhubungan dengan pikiran. Otak juga memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menyesuaikan diri.<\/p>\n<p>Ketika seseorang memakai kacamata yang membuat dunia sepertinya jungkir balik, otak dengan cepat menafsirkan ulang informasi yang diberikan untuk bisa melihat dunia sebagai \u201csisi yang benar yang di atas.\u201d Ketika mata seseorang ditutup dalam kurun waktu yang lama, \u201cpusat penglihatan\u201d di otak mulai digunakan untuk fungsi lainnya.<\/p>\n<p>Ketika seseorang pindah ke rumah yang terletak dekat rel kereta api, tidak lama kemudian suara kereta api akan disaring keluar oleh otak, dan mereka tidak lagi sadar akan suara itu.<\/p>\n<p>Saat bicara mengenai miniaturisasi, tubuh manusia juga diciptakan dengan dahsyat dan ajaib. Misalnya, informasi yang dibutuhkan untuk mereplikasi seluruh tubuh manusia, dengan segala detilnya, disimpan dalam untaian ganda DNA yang terdapat pada inti dari setiap milyaran sel dalam tubuh manusia. Sistem informasi dan kontrol yang diwakili oleh sistem syaraf begitu padatnya dibandingkan dengan kawat dan kabel optik yang diciptakan oleh manusia.<\/p>\n<p>Setiap sel, dulunya disebut sebagai sel \u201csederhana\u201d, karena ukuran yang begitu kecil, adalah pabrik mungil yang belum dapat dipahami secara penuh oleh manusia. Dengan bertambah tajamnya mikroskop, yang mampu memperbesar bidang yang semakin kecil, pandangan yang tidak terbatas mengenai sel manusia mulai diperhatikan.<\/p>\n<p>Coba pertimbangkan sel tunggal yang sudah dibuahi. Dari satu sel itu, dalam kandungan ibu, bertumbuhlah beraneka jaringan, organ, dan sistem, yang semuanya bekerja sama pada waktu yang tepat \u2013 luar biasa!<\/p>\n<p>Contohnya, lubang di sekat antara dua bilik jantung dari bayi yang baru lahir akan tertutup pada waktu yang tepat untuk memungkinkan oksigenasi darah dari paru-paru (tidak digunakan dalam kandungan).<\/p>\n<p>Lebih lanjut lagi, sistem kekebalan tubuh mampu mengusir begitu banyak musuh dan memulihkan diri, mulai dari perbaikan yang paling sepele (bahkan sampai memperbaiki bagian DNA yang jelek) sampai pada perbaikan yang rumit (memulihkan kembali tulang dan sembuh dari kecelakaan-kecelakaan besar).<\/p>\n<p>Ya, ada banyak penyakit yang akan mengalahkan tubuh kita seiring dengan makin menuanya kita karena kejatuhan manusia dalam dosa dan akibat kutukan. Namun, kita tidak bisa membayangkan berapa kali sistem kekebalan tubuh telah menyelamatkan kita dari kematian, yang kalau tidak dibantu oleh sistem ini, akan terjadi jauh-jauh lebih awal.<\/p>\n<p>Fungsi tubuh manusia juga luar biasa. Kontras antara kemampuan mengangkat barang-barang besar dan berat, dan juga dapat secara hati-hati memainkan objek yang halus tanpa memecahkannya juga menjadi fakta luar biasa. Kita dapat menggunakan busur menembakkan anak panah secara berulang-ulang mengenai sasaran yang jauh, juga bisa cepat mengetik di keyboard komputer tanpa memikirkan tombol-tombolnya, termasuk juga bisa merangkak, berjalan, berlari, berputar, memanjat, berenang, jumpalitan dan jungkir balik, dan melakukan tugas-tugas \u201csederhana\u201d seperti melepaskan bola lampu, menyikat gigi, dan mengikat tali sepatu. Semuanya bisa dilakukan, tanpa berpikir.<\/p>\n<p>Memang ini adalah hal-hal \u201csederhana\u201d, tapi manusia harus mendesain dan memprogram robot yang begitu canggih untuk melakukan tugas dan gerak yang begitu banyak macam ini.<\/p>\n<p>Fungsi dari saluran pencernaan, hati dan organ-organ utama lainnya, daya tahan jantung, pembentukan dan fungsi syaraf dan pembuluh darah, fungsi sistem limpa, pembersihan darah melalui ginjal, kemampuan sistem reproduktif untuk menciptakan sel yang mampu berpasangan dengan sel lain dari jenis kelamin yang berbeda dan menghasilkan sel dengan jumlah kromosom yang dua kali lebih banyak, kompleksitas telinga bagian dalam dan tengah, indera pengecap dan penciuman, dan begitu banyak hal lainnya yang kita hanya mampu pahami sebagian kecil saja \u2013 masing-masing itu merupakan keajaiban dan melampaui kemampuan manusia untuk memahaminya secara penuh.<\/p>\n<p>Sungguhlah, kita diciptakan dengan dahsyat dan ajaib. Betapa kita bersyukur bisa mengenal Allah yang telah menciptakan kita melalui AnakNya, Yesus Kristus. Bukan hanya mengagumi pengetahuan-Nya, namun juga kasih-Nya (Mazmur 139:17-18, 23-24). (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id-Mazmur 139:4 mengatakan, \u201cAku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.\u201d Konteks dari Mazmur 139:14 itu menyorot sifat luar biasa dari tubuh jasmani kita. Tubuh manusia itu organisme yang paling kompleks dan unik di dunia. Kompleksitas dan keunikan itu berbicara banyak mengenai otak dari Penciptanya. Setiap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":45887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134],"tags":[167,165,168,166],"class_list":["post-43549","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","tag-jiwa","tag-manusia","tag-roh","tag-tubuh"],"better_featured_image":{"id":45887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/dasyat.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/dasyat.jpg?fit=245%2C206&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/dasyat.jpg"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/dasyat.jpg?fit=245%2C206&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"3933","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43549","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43549"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43549\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43549"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43549"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43549"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}