{"id":43551,"date":"2020-03-14T11:20:50","date_gmt":"2020-03-14T04:20:50","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=43551"},"modified":"2020-03-14T00:26:19","modified_gmt":"2020-03-13T17:26:19","slug":"apakah-manusia-benar-benar-memiliki-kehendak-bebas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-manusia-benar-benar-memiliki-kehendak-bebas\/","title":{"rendered":"Apakah manusia benar-benar memiliki kehendak bebas?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Kalau \u201ckehendak bebas\u201d yang didefinisikan sebagai: Allah memberi manusia kesempatan untuk membuat pilihan yang betul-betul mempengaruhi nasib mereka, maka, ya, manusia benar-benar memiliki kehendak bebas. Status dosa dunia berhubungan langsung dengan pilihan-pilihan yang dilakukan oleh Adam dan Hawa. Semua kisah kejatuhan manusia mengindikasikan bahwa itu adalah akibat dari pilihan yang salah. Mulai dari titik itu, dan seterusnya, manusia memiliki kesempatan untuk memilih mengikuti Allah dan mengalami konsekuensi dari kehendaknya untuk tidak memilih itu. Bahkan dalam terang pemilihan Allah akan Abraham dan keturunannya, Allah mengharuskan setiap orang bertanggung jawab untuk pilihan mereka. Dalam Perjanjian Lama, orang-orang yang berada di luar bangsa pilihan (Israel) dapat memilih untuk percaya dan mengikuti Allah (misalnya: orang-orang bukan Israel yang ikut bersama dengan bangsa Israel pada saat mereka keluar dari Mesir, Rut, Rahab). Oleh karena itu, Dia yang memilih, juga mengizinkan individu-individu untuk memilih. Kitab Roma terkenal dengan penjelasan akan keselamatan dan kedaulatan Allah. Kitab ini menggunakan kata-kata seperti \u201cmemilih,\u201d \u201cmenentukan,\u201d menetapkan,\u201d dll., namun juga meminta orang-orang bertanggung jawab ketika tidak memilih. Dalam bagian di mana kitab Roma membicarakan kejatuhan manusia dalam dosa, Allah secara terang-terangan menyatakan bahwa mereka yang berada di luar keselamatan tidak dapat \u201cberdalih.\u201d Terutama mengenai penolakan terhadap wahyu umum, di mana Allah telah memperlihatkan keberadaanNya melalui ciptaan-Nya, yaitu seisi alam semesta ini (Roma 1:20-21). Dalam bagian-bagian lainnya kita belajar bahwa: (1) Setiap pribadi diminta memilih untuk percaya (Yohanes 3:16; Roma 10:11; dll). (2) Alkitab diberikan supaya ia bisa menyediakan pedoman bagi keselamatan \u2013 jelaslah supaya untuk dipilih atau ditolak (2 Timotius 3:15; Yohanes 20:30-31). (3) Yesus menetapkan bahwa memilih untuk taat adalah tanda dari kasih kita kepada-Nya (Yohanes 14:21). Menjadi kehendak Allah bahwa tidak seorang pun menjadi binasa (2 Petrus 3:9), dan karenanya, pilihan orang itulah yang memisahkan dia dari Allah. Allah mengatakan bahwa kita akan memanen apa yang kita tabur \u2013 tapi kita juga bisa memilih untuk memanen buah yang berbeda (Galatia 6:7-8). Berbagai petunjuk yang diberikan Allah itu berdasarkan anggapan bahwa para pendengarnya dapat memilih taat atau tidak. Barulah masuk akal ketika Allah menuntut pertanggungjawaban kita, hanya kalau kita memiliki kehendak bebas untuk memilih. Karena itu, Allah yang adil tidak akan menyatakan harapan pada mereka yang tidak memiliki kebebasan untuk memilih. Tidak adil bagi Allah menghukum mereka yang tidak punya pilihan dalam perbuatan mereka. Allah, dalam kedaulatan-Nya yang mutlak, menciptakan umat manusia dengan kemampuan untuk memilih dengan bebas dan sesungguhnya. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Kalau \u201ckehendak bebas\u201d yang didefinisikan sebagai: Allah memberi manusia kesempatan untuk membuat pilihan yang betul-betul mempengaruhi nasib mereka, maka, ya, manusia benar-benar memiliki kehendak bebas.<\/p>\n<div id=\"\">\n<p>Status dosa dunia berhubungan langsung dengan pilihan-pilihan yang dilakukan oleh Adam dan Hawa. Semua kisah kejatuhan manusia mengindikasikan bahwa itu adalah akibat dari pilihan yang salah. Mulai dari titik itu, dan seterusnya, manusia memiliki kesempatan untuk memilih mengikuti Allah dan mengalami konsekuensi dari kehendaknya untuk tidak memilih itu.<\/p>\n<p>Bahkan dalam terang pemilihan Allah akan Abraham dan keturunannya, Allah mengharuskan setiap orang bertanggung jawab untuk pilihan mereka. Dalam Perjanjian Lama, orang-orang yang berada di luar bangsa pilihan (Israel) dapat memilih untuk percaya dan mengikuti Allah (misalnya: orang-orang bukan Israel yang ikut bersama dengan bangsa Israel pada saat mereka keluar dari Mesir, Rut, Rahab).<\/p>\n<p>Oleh karena itu, Dia yang memilih, juga mengizinkan individu-individu untuk memilih. Kitab Roma terkenal dengan penjelasan akan keselamatan dan kedaulatan Allah. Kitab ini menggunakan kata-kata seperti \u201cmemilih,\u201d \u201cmenentukan,\u201d menetapkan,\u201d dll., namun juga meminta orang-orang bertanggung jawab ketika tidak memilih.<\/p>\n<p>Dalam bagian di mana kitab Roma membicarakan kejatuhan manusia dalam dosa, Allah secara terang-terangan menyatakan bahwa mereka yang berada di luar keselamatan tidak dapat \u201cberdalih.\u201d Terutama mengenai penolakan terhadap wahyu umum, di mana Allah telah memperlihatkan keberadaanNya melalui ciptaan-Nya, yaitu seisi alam semesta ini (Roma 1:20-21).<\/p>\n<p>Dalam bagian-bagian lainnya kita belajar bahwa: (1) Setiap pribadi diminta memilih untuk percaya (Yohanes 3:16; Roma 10:11; dll).<\/p>\n<p>(2) Alkitab diberikan supaya ia bisa menyediakan pedoman bagi keselamatan \u2013 jelaslah supaya untuk dipilih atau ditolak (2 Timotius 3:15; Yohanes 20:30-31).<\/p>\n<p>(3) Yesus menetapkan bahwa memilih untuk taat adalah tanda dari kasih kita kepada-Nya (Yohanes 14:21).<\/p>\n<p>Menjadi kehendak Allah bahwa tidak seorang pun menjadi binasa (2 Petrus 3:9), dan karenanya, pilihan orang itulah yang memisahkan dia dari Allah. Allah mengatakan bahwa kita akan memanen apa yang kita tabur \u2013 tapi kita juga bisa memilih untuk memanen buah yang berbeda (Galatia 6:7-8).<\/p>\n<p>Berbagai petunjuk yang diberikan Allah itu berdasarkan anggapan bahwa para pendengarnya dapat memilih taat atau tidak.<\/p>\n<p>Barulah masuk akal ketika Allah menuntut pertanggungjawaban kita, hanya kalau kita memiliki kehendak bebas untuk memilih.<\/p>\n<p>Karena itu, Allah yang adil tidak akan menyatakan harapan pada mereka yang tidak memiliki kebebasan untuk memilih.<\/p>\n<p>Tidak adil bagi Allah menghukum mereka yang tidak punya pilihan dalam perbuatan mereka.<\/p>\n<p>Allah, dalam kedaulatan-Nya yang mutlak, menciptakan umat manusia dengan kemampuan untuk memilih dengan bebas dan sesungguhnya. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Kalau \u201ckehendak bebas\u201d yang didefinisikan sebagai: Allah memberi manusia kesempatan untuk membuat pilihan yang betul-betul mempengaruhi nasib mereka, maka, ya, manusia benar-benar memiliki kehendak bebas. Status dosa dunia berhubungan langsung dengan pilihan-pilihan yang dilakukan oleh Adam dan Hawa. Semua kisah kejatuhan manusia mengindikasikan bahwa itu adalah akibat dari pilihan yang salah. Mulai dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":44527,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"12"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134],"tags":[173,174,175],"class_list":["post-43551","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","tag-free-will","tag-kehendak-bebas","tag-predestinasi"],"better_featured_image":{"id":44527,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/free-will.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/free-will.jpg?fit=450%2C333&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/free-will.jpg"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/free-will.jpg?fit=450%2C333&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2104","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43551","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43551"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43551\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44527"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43551"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43551"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43551"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}