{"id":43630,"date":"2021-03-16T09:29:00","date_gmt":"2021-03-16T02:29:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=43630"},"modified":"2021-02-13T16:23:33","modified_gmt":"2021-02-13T09:23:33","slug":"apa-yang-dimaksud-oleh-antropologi-kristen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apa-yang-dimaksud-oleh-antropologi-kristen\/","title":{"rendered":"Apa yang dimaksud oleh Antropologi Kristen?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -\u00a0 Antropologi adalah ilmu tentang manusia. Antropologi Kristen adalah ilmu tentang manusia menurut sudut pandang Kristen. Ilmu ini berfokus pada sifat umat manusia - bagaimana aspek materi maupun non-materi mempengaruhi manusia. Di bawah ini kami sertakan beberapa pertanyaan yang dibahas oleh Antropologi Kristen: Apa artinya bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:26-27)? Gambar Allah berhubungan dengan aspek manusia yang bukan jasmani. Itulah yang membedakan manusia dari binatang, sehingga ia cocok &quot;menguasai&quot; sebagaimana dimaksud oleh Allah (Kejadian 1:28), dan memampukannya bersekutu dengan sang Pencipta-nya. Bagian non-materi ini termasuk kapasitas mental, kapasitas moral, dan kapasitas sosialnya. Apakah manusia terdiri dari dua atau tiga bagian? Apakah kita terbagi antara tubuh, jiwa, dan roh - atau - tubuh, jiwa-roh? Manusia dimaksudkan berhubungan dengan Allah, dan dengan demikian, Allah menciptakan kita baik dengan aspek materi maupun non-materi. Aspek materi ini yang berwujud dan hanya ada ketika seorang itu hidup secara jasmani. Aspek non-materi ini yang tak berwujud: jiwa, roh, kecerdasan, kehendak, hati nurani, dsb. Karakteristik ini tidak terbatas pada kurun masa hidup jasmani seseorang. Apakah bedanya antara jiwa dan roh? Adalah penting dipahami bahwa keduanya membahas bagian non-materi manusia, namun hanya &quot;roh&quot; yang berhubungan dengan perjalanan manusia dengan Allah. &quot;Jiwa&quot; membahas perjalanan manusia di dunia ini, baik secara nampak maupun tidak tampak. Apakah asal mula semua ras yang berbeda? Alkitab tidak merincikan asal mula berbagai &quot;ras&quot; atau warna kulit umat manusia. Nyatanya, hanya ada satu ras - ras manusia. Di dalam ras manusia tersebut, ada begitu banyak varian warna kulit dan karakteristik fisik lainnya. Antropologi Kristen berhubungan dengan identifikasi diri kita dan cara kita berhubungan dengan Allah. Demi memastikan bagaimana caranya memulihkan hubungan kita dengan Allah, kita perlu memastikan apakah umat manusia sebetulnya baik atau berdosa secara bawaan. Apakah jiwa manusia masih berlanjut hidup setelah kematian fisik erat hubungannya dengan tujuan kehidupan kita di dunia ini. Antropologi Kristen membantu kita memahami diri sendiri menurut perspektif Allah. Ketika kita mendalami topik ini, kita semakin memahami sifat kita yang telah terjatuh dalam dosa, dan kita akan semakin takjub pula akan kasih Juruselamat yang mengamati keadaan tak berdaya kita dan rela disalib demi menebus kita. Ketika kita menerima pengorbanan-Nya dan menerimanya secara pribadi, sifat kita diubah oleh Allah sehingga kita menjadi manusia yang sama sekali baru (2 Korintus 5:17). Manusia baru inilah yang dapat berhubungan dengan-Nya sebagaimana mestinya, sebagai anak-anakNya yang dikasihi-Nya. Satu ayat kunci dari Antropologi Kristen ditemukan dalam Mazmur 139:14, &quot;Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.&quot; (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211;\u00a0 Antropologi adalah ilmu tentang manusia. Antropologi Kristen adalah ilmu tentang manusia menurut sudut pandang Kristen. Ilmu ini berfokus pada sifat umat manusia &#8211; bagaimana aspek materi maupun non-materi mempengaruhi manusia. Di bawah ini kami sertakan beberapa pertanyaan yang dibahas oleh Antropologi Kristen:<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Apa artinya bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:26-27)? Gambar Allah berhubungan dengan aspek manusia yang bukan jasmani. Itulah yang membedakan manusia dari binatang, sehingga ia cocok &#8220;menguasai&#8221; sebagaimana dimaksud oleh Allah (Kejadian 1:28), dan memampukannya bersekutu dengan sang Pencipta-nya. Bagian non-materi ini termasuk kapasitas mental, kapasitas moral, dan kapasitas sosialnya.<\/p>\n<p>Apakah manusia terdiri dari dua atau tiga bagian? Apakah kita terbagi antara tubuh, jiwa, dan roh &#8211; atau &#8211; tubuh, jiwa-roh? Manusia dimaksudkan berhubungan dengan Allah, dan dengan demikian, Allah menciptakan kita baik dengan aspek materi maupun non-materi. Aspek materi ini yang berwujud dan hanya ada ketika seorang itu hidup secara jasmani. Aspek non-materi ini yang tak berwujud: jiwa, roh, kecerdasan, kehendak, hati nurani, dsb. Karakteristik ini tidak terbatas pada kurun masa hidup jasmani seseorang.<\/p>\n<p>Apakah bedanya antara jiwa dan roh? Adalah penting dipahami bahwa keduanya membahas bagian non-materi manusia, namun hanya &#8220;roh&#8221; yang berhubungan dengan perjalanan manusia dengan Allah. &#8220;Jiwa&#8221; membahas perjalanan manusia di dunia ini, baik secara nampak maupun tidak tampak.<\/p>\n<p>Apakah asal mula semua ras yang berbeda? Alkitab tidak merincikan asal mula berbagai &#8220;ras&#8221; atau warna kulit umat manusia. Nyatanya, hanya ada satu ras &#8211; ras manusia. Di dalam ras manusia tersebut, ada begitu banyak varian warna kulit dan karakteristik fisik lainnya.<\/p>\n<p>Antropologi Kristen berhubungan dengan identifikasi diri kita dan cara kita berhubungan dengan Allah. Demi memastikan bagaimana caranya memulihkan hubungan kita dengan Allah, kita perlu memastikan apakah umat manusia sebetulnya baik atau berdosa secara bawaan. Apakah jiwa manusia masih berlanjut hidup setelah kematian fisik erat hubungannya dengan tujuan kehidupan kita di dunia ini. Antropologi Kristen membantu kita memahami diri sendiri menurut perspektif Allah. Ketika kita mendalami topik ini, kita semakin memahami sifat kita yang telah terjatuh dalam dosa, dan kita akan semakin takjub pula akan kasih Juruselamat yang mengamati keadaan tak berdaya kita dan rela disalib demi menebus kita. Ketika kita menerima pengorbanan-Nya dan menerimanya secara pribadi, sifat kita diubah oleh Allah sehingga kita menjadi manusia yang sama sekali baru (2 Korintus 5:17). Manusia baru inilah yang dapat berhubungan dengan-Nya sebagaimana mestinya, sebagai anak-anakNya yang dikasihi-Nya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satu ayat kunci dari Antropologi Kristen ditemukan dalam Mazmur 139:14, &#8220;Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.&#8221; (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211;\u00a0 Antropologi adalah ilmu tentang manusia. Antropologi Kristen adalah ilmu tentang manusia menurut sudut pandang Kristen. Ilmu ini berfokus pada sifat umat manusia &#8211; bagaimana aspek materi maupun non-materi mempengaruhi manusia. Di bawah ini kami sertakan beberapa pertanyaan yang dibahas oleh Antropologi Kristen: Apa artinya bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kejadian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":43519,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134],"tags":[167,165,168,166],"class_list":["post-43630","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","tag-jiwa","tag-manusia","tag-roh","tag-tubuh"],"better_featured_image":{"id":43519,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/tubuh_manusia.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/tubuh_manusia.jpg?fit=768%2C335&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/tubuh_manusia.jpg"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/tubuh_manusia.jpg?fit=1000%2C436&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"3791","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43630","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43630"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43630\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43519"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43630"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43630"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43630"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}