{"id":43667,"date":"2020-03-02T19:58:39","date_gmt":"2020-03-02T12:58:39","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=43667"},"modified":"2020-03-02T19:58:39","modified_gmt":"2020-03-02T12:58:39","slug":"partisipasi-silang-muslim-kristen-hindu-budha-di-papua-barat-dampaknya-tak-disangka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/partisipasi-silang-muslim-kristen-hindu-budha-di-papua-barat-dampaknya-tak-disangka\/","title":{"rendered":"Partisipasi Silang Muslim, Kristen, Hindu, Budha di Papua Barat, Dampaknya Tak Disangka"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Pemerintah Provinsi Papua Barat menempuh sejumlah langkah untuk menjaga keharmonisan hubungan serta toleransi antarumat beragama di daerah tersebut. Kepala Biro Bina Mental dan Spiritual Setda Papua Barat, Hermus Indou di Manokwari, Senin (24\/2\/2020) menyatakan bahwa hasil survei Kementerian Agama tahun 2019 menyebutkan indeks kerukunan dan toleransi umat beragama di Papua Barat menduduki peringkat tertinggi secara nasional. &quot;Indeks kerukunan dan toleransi umat beragama di Papua Barat mendapat nilai 82. Kita tertinggi dibanding daerah lain. Artinya kesadaran masyarakat dalam bertoleransi di sini sudah cukup bagus maka harus dipertahankan,&quot; katanya. Pemprov Papua Barat akan mengaktifkan satuan tugas (satgas) kerukunan umat beragama di daerah tersebut. Selain itu, kehadiran satgas pun akan diperluas dari tingkat provinsi, kabupaten\/kota hingga kelurahan dan kampung-kampung. Satgas, kata dia merupakan perpanjangan tangan Pemprov Papua Barat. Mereka terdiri atas perwakilan organisasi masyarakat (ormas) keagamaan di daerah ini. &quot;Selain mengaktifkan satgas, Pemprov melalui Biro Bina Mental juga akan menggiatkan program yang mengarah pada upaya untuk meningkatkan wawasan kebangsaan bagi pemuda atau kelompok milenial. Juga termasuk kesadaran dalam membangun kerukunan beragama bagi masyarakat di seluruh kalangan,&quot; katanya. Biro Bina Mental juga, katanya, terus mendorong partisipasi setiap pemeluk agama untuk mendukung pelaksanaan dan perayaan hari-hari besar dan momen-momen penting keagamaan. &quot;Ada partipasi silang, seperti pada perayaan HUT Pekabaran Injil 5 Februari lalu. Saudara-saudara kita dari Muslim, Hindu dan Budha terlibat langsung mengawal kegiatan sampai selesai. Begitu pula pada Idul Fitri, Natal,dan hari-hari besar agama Hindu dan Budha,&quot; katanya. Mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua Barat itu juga menyebutkan, pemprov pun telah mengagendakan festival budaya agama. Itu dilalukan untuk memerkokoh dan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa setiap budaya harus dihormati dan dijaga bersama. &quot;Toleransi adalah salah satu kunci untuk mewujudkan keamanan dan kedamaian. Sedangkan keamanan dan kedaimaian adalah salah satu syarat menuju keberhasilan pembangunan,&quot; demikian Hermus Indou dinukil Antara.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Pemerintah Provinsi Papua Barat menempuh sejumlah langkah untuk menjaga keharmonisan hubungan serta toleransi antarumat beragama di daerah tersebut.<\/p>\n<div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Biro Bina Mental dan Spiritual Setda Papua Barat, Hermus Indou di Manokwari, Senin (24\/2\/2020) menyatakan bahwa hasil survei Kementerian Agama tahun 2019 menyebutkan indeks kerukunan dan toleransi umat beragama di Papua Barat menduduki peringkat tertinggi secara nasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Indeks kerukunan dan toleransi umat beragama di Papua Barat mendapat nilai 82. Kita tertinggi dibanding daerah lain. Artinya kesadaran masyarakat dalam bertoleransi di sini sudah cukup bagus maka harus dipertahankan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemprov Papua Barat akan mengaktifkan satuan tugas (satgas) kerukunan umat beragama di daerah tersebut. Selain itu, kehadiran satgas pun akan diperluas dari tingkat provinsi, kabupaten\/kota hingga kelurahan dan kampung-kampung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satgas, kata dia merupakan perpanjangan tangan Pemprov Papua Barat. Mereka terdiri atas perwakilan organisasi masyarakat (ormas) keagamaan di daerah ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Selain mengaktifkan satgas, Pemprov melalui Biro Bina Mental juga akan menggiatkan program yang mengarah pada upaya untuk meningkatkan wawasan kebangsaan bagi pemuda atau kelompok milenial. Juga termasuk kesadaran dalam membangun kerukunan beragama bagi masyarakat di seluruh kalangan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Biro Bina Mental juga, katanya, terus mendorong partisipasi setiap pemeluk agama untuk mendukung pelaksanaan dan perayaan hari-hari besar dan momen-momen penting keagamaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ada partipasi silang, seperti pada perayaan HUT Pekabaran Injil 5 Februari lalu. Saudara-saudara kita dari Muslim, Hindu dan Budha terlibat langsung mengawal kegiatan sampai selesai. Begitu pula pada Idul Fitri, Natal,dan hari-hari besar agama Hindu dan Budha,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua Barat itu juga menyebutkan, pemprov pun telah mengagendakan festival budaya agama. Itu dilalukan untuk memerkokoh dan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa setiap budaya harus dihormati dan dijaga bersama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Toleransi adalah salah satu kunci untuk mewujudkan keamanan dan kedamaian. Sedangkan keamanan dan kedaimaian adalah salah satu syarat menuju keberhasilan pembangunan,&#8221; demikian Hermus Indou dinukil <em>Antara<\/em>.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Pemerintah Provinsi Papua Barat menempuh sejumlah langkah untuk menjaga keharmonisan hubungan serta toleransi antarumat beragama di daerah tersebut. Kepala Biro Bina Mental dan Spiritual Setda Papua Barat, Hermus Indou di Manokwari, Senin (24\/2\/2020) menyatakan bahwa hasil survei Kementerian Agama tahun 2019 menyebutkan indeks kerukunan dan toleransi umat beragama di Papua Barat menduduki peringkat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":43668,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[14,3],"tags":[],"class_list":["post-43667","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kebangsaan","category-umum"],"better_featured_image":{"id":43668,"alt_text":"","caption":"","description":"d0753709f18b604d7b941eeb4f0192a4","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/partisipasi-silang-muslim-kristen-hindu-budha-di-papua-barat-dampaknya-tak-disangka_5e574721a8345.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/partisipasi-silang-muslim-kristen-hindu-budha-di-papua-barat-dampaknya-tak-disangka_5e574721a8345.jpeg?fit=768%2C512&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/partisipasi-silang-muslim-kristen-hindu-budha-di-papua-barat-dampaknya-tak-disangka_5e574721a8345.jpeg"},"categories_detail":[{"id":14,"name":"Kebangsaan","description":"","slug":"kebangsaan","count":107,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/partisipasi-silang-muslim-kristen-hindu-budha-di-papua-barat-dampaknya-tak-disangka_5e574721a8345.jpeg?fit=800%2C533&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1508","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43667","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43667"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43667\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43668"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43667"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43667"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43667"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}