{"id":43757,"date":"2025-08-18T18:15:47","date_gmt":"2025-08-18T11:15:47","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-melanjutkan-kasih-setia-ku-kepadamu-yeremia-313-1\/"},"modified":"2025-08-18T18:15:48","modified_gmt":"2025-08-18T11:15:48","slug":"aku-melanjutkan-kasih-setia-ku-kepadamu-yeremia-313-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-melanjutkan-kasih-setia-ku-kepadamu-yeremia-313-1\/","title":{"rendered":"Orang-orang asing telah memasuki tempat-tempat kudus di rumah TUHAN. [Yeremia 51:51]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Dalam tulisan ini, muka umat TUHAN ditutupi dengan rasa malu, karena orang-orang asing dapat masuk ke dalam Ruang Kudus yang khusus bagi para imam saja adalah hal yang parah. Di sekitar kita, kita menemukan penyebab penderitaan yang serupa dengan itu. Berapa banyak orang-orang fasik sekarang belajar untuk masuk dalam pelayanan! Betapa dosa yang mengerikan, mendapati bahwa semua populasi kita berdasarkan nama saja dimasukkan dalam keanggotaan Gereja Nasional [di Inggris, abad ke-19]! Betapa menakutkannya bahwa ketetapan-ketetapan [baptisan dan perjamuan kudus] dilaksanakan bagi orang yang belum bertobat, padahal di antara gereja-gereja yang mendapat pencerahan lebih di daerah kita kedisiplinan itu dilaksanakan secara longgar. Jika ribuan orang yang akan membaca bagian ini semuanya membawa masalah ini ke hadapan Tuhan Yesus hari ini, Ia akan turut campur dan mencegah kejahatan yang akan datang atas Gereja-Nya. Mencampuri Gereja adalah mencemarkan sumur, menuangkan air di atas api, menabur ladang yang subur dengan batu. Semoga kita semua memiliki kasih karunia untuk mempertahankan kemurnian Gereja melalui cara kita masing-masing yang benar, sebagai sekumpulan orang percaya, dan bukan sebuah bangsa atau sebuah komunitas yang belum diselamatkan yang terdiri dari orang-orang yang belum bertobat. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Dalam tulisan ini, muka umat TUHAN ditutupi dengan rasa malu, karena orang-orang asing dapat masuk ke dalam Ruang Kudus yang khusus bagi para imam saja adalah hal yang parah. Di sekitar kita, kita menemukan penyebab penderitaan yang serupa dengan itu. Berapa banyak orang-orang fasik sekarang belajar untuk masuk dalam pelayanan! Betapa dosa yang mengerikan, mendapati bahwa semua populasi kita berdasarkan nama saja dimasukkan dalam keanggotaan Gereja Nasional [di Inggris, abad ke-19]! Betapa menakutkannya bahwa ketetapan-ketetapan [baptisan dan perjamuan kudus] dilaksanakan bagi orang yang belum bertobat, padahal di antara gereja-gereja yang mendapat pencerahan lebih di daerah kita kedisiplinan itu dilaksanakan secara longgar. Jika ribuan orang yang akan membaca bagian ini semuanya membawa masalah ini ke hadapan Tuhan Yesus hari ini, Ia akan turut campur dan mencegah kejahatan yang akan datang atas Gereja-Nya. Mencampuri Gereja adalah mencemarkan sumur, menuangkan air di atas api, menabur ladang yang subur dengan batu. Semoga kita semua memiliki kasih karunia untuk mempertahankan kemurnian Gereja melalui cara kita masing-masing yang benar, sebagai sekumpulan orang percaya, dan bukan sebuah bangsa atau sebuah komunitas yang belum diselamatkan yang terdiri dari orang-orang yang belum bertobat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Dalam tulisan ini, muka umat TUHAN ditutupi dengan rasa malu, karena orang-orang asing dapat masuk ke dalam Ruang Kudus yang khusus bagi para imam saja adalah hal yang parah. Di sekitar kita, kita menemukan penyebab penderitaan yang serupa dengan itu. Berapa banyak orang-orang fasik sekarang belajar untuk masuk dalam pelayanan! Betapa dosa yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-43757","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"224","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43757","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43757"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43757\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68062,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43757\/revisions\/68062"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43757"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43757"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43757"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}