{"id":43769,"date":"2020-12-26T09:22:01","date_gmt":"2020-12-26T02:22:01","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=43769"},"modified":"2020-11-15T17:02:05","modified_gmt":"2020-11-15T10:02:05","slug":"apakah-kekristenan-itu-dan-apa-yang-dipercaya-oleh-orang-kristen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-kekristenan-itu-dan-apa-yang-dipercaya-oleh-orang-kristen\/","title":{"rendered":"Apakah kekristenan itu, dan apa yang dipercaya oleh orang Kristen?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - 1 Korintus 15:1-4 menyimpulkan, \u201cDan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu--kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci.\u201d Secara singkat, itulah yang dipercaya kekristenan. Kekristenan memiliki keunikan dibandingkan iman kepercayaan agama lainnya. Kekristenan lebih berbicara mengenai ada tidaknya hubungan pribadi antara seseorang dengan Allah. Sama sekali bukan mengenai agama. Seorang Kristen selalu berusaha berjalan lebih dekat kepada Allah Bapa, bukan sekedar melakukan apa yang diperintahkanNya dan menjauhi apa yang dilarangNya. Hubungan ini dimungkinkan karena karya Yesus Kristus dan Roh Kudus dalam hidup orang Kristen. Orang Kristen percaya bahwa Alkitab diwahyukan oleh Allah sendiri dan merupakan Firman Tuhan yang tidak ada kesalahan. Pengajarannya memiliki otoritas tertinggi (2 Timotius 3:16; 2 Petrus 1:20-21). Orang Kristen percaya kepada Allah yang Esa dalam tiga Pribadi; Bapa, Anak (Yesus Kristus) dan Roh Kudus. Orang Kristen percaya tujuan utama manusia diciptakan adalah untuk memiliki relasi dengan Allah, namun dosa telah memisahkan semua orang dari Allah (Roma 5:12; Roma 3:23). Kekristenan mengajarkan bahwa Yesus Kristus pernah hidup di bumi ini, sepenuhnya Allah tapi juga sepenuhnya manusia (Filipi 2:6-11). Ia mati di salib, dan kemudian dikuburkan. Orang Kristen percaya Dia bangkit dari kuburNya di hari ketiga dan sekarang berada di sebelah kanan Bapa, berdoa syafaat bagi orang-orang percaya (Ibrani 7:25). Kekristenan menyatakan bahwa kematian Yesus di atas salib sudah cukup dan memadai untuk membayar lunas hutang dosa segenap manusia dan memulihkan hubungan rusak antara Allah dan manusia yang sebelumnya sudah putus (Ibrani 9:11-14; Ibrani 10:10; Roma 6:23; Roma 5:8). Supaya dapat diselamatkan, seseorang hanya perlu menaruh imannya secara utuh kepada karya Kristus yang sudah diselesaikan di atas salib. Jika ia percaya bahwa Kristus telah mati baginya, demi membayar harga dosa-dosanya, dan telah bangkit kembali, maka orang itu sudah diselamatkan. Tidak ada satu pun yang dapat dilakukan untuk mendapatkan keselamatan. Tidak ada seorang pun yang \u201ccukup baik\u201d untuk menyenangkan Tuhan dengan usahanya sendiri karena kita semua adalah orang-orang berdosa (Yesaya 64:6-7; 53:6). Tidak ada hal-hal lain yang masih perlu dilakukan karena Kristus telah mencukupkan segala yang dibutuhkan untuk seseorang diselamatkan. Sebelum wafat di kayu salib, ia dengan jelas berkata, &quot;Sudah selesai&quot; (Yohanes 19:30). Sama seperti tidak ada yang bisa dilakukan untuk mendapatkan keselamatan, maka tidak ada yang dapat menyebabkan seseorang kehilangan keselamatannya, setelah ia percaya seutuhnya kepada Kristus. Ingat, karya keselamatan dikerjakan dan digenapi oleh Kristus. Tidak ada satu faktor pun yang membuat seseorang dianugerahi keselamatan yang tergantung usaha orang yang menerimanya itu. Yohanes 10:27-29 mengatakan, \u201cDomba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan [seorangpun] tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan [mereka] kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan [seorangpun] tidak dapat merebut [mereka] dari tangan Bapa.\u201d Mungkin kemudian ada yang berpikir, \u201cWow, karena saya sudah diselamatkan, saya bebas melakukan apa saja yang saya mau dan tidak akan kehilangan keselamatanku.\u201d Tidak, keselamatan bukan berarti menjadi bebas melakukan apa saja yang Anda inginkan. Keselamatan berarti bebas dari perhambaan kepada dosa dan bebas untuk membangun hubungan yang benar dengan Allah. Selama orang-yang-sudah-percaya masih hidup dalam dunia ini dengan tubuh duniawi mereka, maka senantiasa ada pergumulan dengan dosa. Hidup dalam dosa menghalangi hubungan Allah dengannya. Selama seseorang percaya ia masih hidup dalam dosa, ia tidak dapat menikmati hubungan yang Allah siapkan baginya. Namun, orang-orang Kristen dapat memperoleh kemenangan dalam pergumulannya melawan dosa dengan mempelajari dan menerapkan Firman Tuhan (Alkitab) dalam hidup mereka. Pimpinan Roh Kudus akan menolongnya untuk tekun menaati Firman Tuhan. Jadi, sekalipun agama lain juga menuntut seseorang melakukan hal-hal tertentu atau menghindari hal-hal tertentu, kekristenan lebih mengenai ada tidaknya hubungan pribadi antara seseorang dengan Allah. Kekristenan lebih mengenai ada tidaknya iman percaya seseorang bahwa Kristus telah mati di atas salib sebagai pembayaran atas dosanya dan kemudian bangkit kembali di hari ketiga dari antara orang mati. Karena hutang dosa Anda telah dilunasi, maka sekarang Anda dapat bersekutu kembali dengan Allah. Anda pasti bisa menang terhadap tubuh duniawimu dan berjalan dalam persekutuan dan ketaatan kepada Allah. Inilah kekristenan yang alkitabiah dan sejati. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; 1 Korintus 15:1-4 menyimpulkan, \u201cDan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu&#8211;kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.<\/p>\n<div id=\"\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci.\u201d<\/p>\n<p>Secara singkat, itulah yang dipercaya kekristenan. Kekristenan memiliki keunikan dibandingkan iman kepercayaan agama lainnya. Kekristenan lebih berbicara mengenai ada tidaknya hubungan pribadi antara seseorang dengan Allah. Sama sekali bukan mengenai agama.<\/p>\n<p>Seorang Kristen selalu berusaha berjalan lebih dekat kepada Allah Bapa, bukan sekedar melakukan apa yang diperintahkanNya dan menjauhi apa yang dilarangNya. Hubungan ini dimungkinkan karena karya Yesus Kristus dan Roh Kudus dalam hidup orang Kristen.<\/p>\n<p>Orang Kristen percaya bahwa Alkitab diwahyukan oleh Allah sendiri dan merupakan Firman Tuhan yang tidak ada kesalahan. Pengajarannya memiliki otoritas tertinggi (2 Timotius 3:16; 2 Petrus 1:20-21).<\/p>\n<p>Orang Kristen percaya kepada Allah yang Esa dalam tiga Pribadi; Bapa, Anak (Yesus Kristus) dan Roh Kudus.<\/p>\n<p>Orang Kristen percaya tujuan utama manusia diciptakan adalah untuk memiliki relasi dengan Allah, namun dosa telah memisahkan semua orang dari Allah (Roma 5:12; Roma 3:23).<\/p>\n<p>Kekristenan mengajarkan bahwa Yesus Kristus pernah hidup di bumi ini, sepenuhnya Allah tapi juga sepenuhnya manusia (Filipi 2:6-11). Ia mati di salib, dan kemudian dikuburkan.<\/p>\n<p>Orang Kristen percaya Dia bangkit dari kuburNya di hari ketiga dan sekarang berada di sebelah kanan Bapa, berdoa syafaat bagi orang-orang percaya (Ibrani 7:25).<\/p>\n<p>Kekristenan menyatakan bahwa kematian Yesus di atas salib sudah cukup dan memadai untuk membayar lunas hutang dosa segenap manusia dan memulihkan hubungan rusak antara Allah dan manusia yang sebelumnya sudah putus (Ibrani 9:11-14; Ibrani 10:10; Roma 6:23; Roma 5:8).<\/p>\n<p>Supaya dapat diselamatkan, seseorang hanya perlu menaruh imannya secara utuh kepada karya Kristus yang sudah diselesaikan di atas salib. Jika ia percaya bahwa Kristus telah mati baginya, demi membayar harga dosa-dosanya, dan telah bangkit kembali, maka orang itu sudah diselamatkan.<\/p>\n<p>Tidak ada satu pun yang dapat dilakukan untuk mendapatkan keselamatan. Tidak ada seorang pun yang \u201ccukup baik\u201d untuk menyenangkan Tuhan dengan usahanya sendiri karena kita semua adalah orang-orang berdosa (Yesaya 64:6-7; 53:6).<\/p>\n<p>Tidak ada hal-hal lain yang masih perlu dilakukan karena Kristus telah mencukupkan segala yang dibutuhkan untuk seseorang diselamatkan. Sebelum wafat di kayu salib, ia dengan jelas berkata, &#8220;Sudah selesai&#8221; (Yohanes 19:30).<\/p>\n<p>Sama seperti tidak ada yang bisa dilakukan untuk mendapatkan keselamatan, maka tidak ada yang dapat menyebabkan seseorang kehilangan keselamatannya, setelah ia percaya seutuhnya kepada Kristus.<\/p>\n<p>Ingat, karya keselamatan dikerjakan dan digenapi oleh Kristus. Tidak ada satu faktor pun yang membuat seseorang dianugerahi keselamatan yang tergantung usaha orang yang menerimanya itu.<\/p>\n<p>Yohanes 10:27-29 mengatakan, \u201cDomba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan [seorangpun] tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan [mereka] kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan [seorangpun] tidak dapat merebut [mereka] dari tangan Bapa.\u201d<\/p>\n<p>Mungkin kemudian ada yang berpikir, \u201cWow, karena saya sudah diselamatkan, saya bebas melakukan apa saja yang saya mau dan tidak akan kehilangan keselamatanku.\u201d<\/p>\n<p>Tidak, keselamatan bukan berarti menjadi bebas melakukan apa saja yang Anda inginkan. Keselamatan berarti bebas dari perhambaan kepada dosa dan bebas untuk membangun hubungan yang benar dengan Allah.<\/p>\n<p>Selama orang-yang-sudah-percaya masih hidup dalam dunia ini dengan tubuh duniawi mereka, maka senantiasa ada pergumulan dengan dosa. Hidup dalam dosa menghalangi hubungan Allah dengannya. Selama seseorang percaya ia masih hidup dalam dosa, ia tidak dapat menikmati hubungan yang Allah siapkan baginya.<\/p>\n<p>Namun, orang-orang Kristen dapat memperoleh kemenangan dalam pergumulannya melawan dosa dengan mempelajari dan menerapkan Firman Tuhan (Alkitab) dalam hidup mereka. Pimpinan Roh Kudus akan menolongnya untuk tekun menaati Firman Tuhan.<\/p>\n<p>Jadi, sekalipun agama lain juga menuntut seseorang melakukan hal-hal tertentu atau menghindari hal-hal tertentu, kekristenan lebih mengenai ada tidaknya hubungan pribadi antara seseorang dengan Allah.<\/p>\n<p>Kekristenan lebih mengenai ada tidaknya iman percaya seseorang bahwa Kristus telah mati di atas salib sebagai pembayaran atas dosanya dan kemudian bangkit kembali di hari ketiga dari antara orang mati. Karena hutang dosa Anda telah dilunasi, maka sekarang Anda dapat bersekutu kembali dengan Allah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda pasti bisa menang terhadap tubuh duniawimu dan berjalan dalam persekutuan dan ketaatan kepada Allah. Inilah kekristenan yang alkitabiah dan sejati. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; 1 Korintus 15:1-4 menyimpulkan, \u201cDan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu&#8211;kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. Sebab yang sangat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":39826,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[153],"class_list":["post-43769","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum","tag-kehidupan-kristen"],"better_featured_image":{"id":39826,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/question_mark.png","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/question_mark.png?fit=768%2C341&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/question_mark.png"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/question_mark.png?fit=900%2C400&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2122","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43769","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43769"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43769\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39826"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43769"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43769"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43769"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}