{"id":43788,"date":"2021-06-22T09:22:00","date_gmt":"2021-06-22T02:22:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=43788"},"modified":"2021-06-20T14:35:14","modified_gmt":"2021-06-20T07:35:14","slug":"siapakah-istri-kain-apakah-istri-kain-adalah-saudara-perempuan-kain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/siapakah-istri-kain-apakah-istri-kain-adalah-saudara-perempuan-kain\/","title":{"rendered":"Siapakah istri Kain? Apakah istri Kain adalah saudara perempuan Kain?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Alkitab tidak secara khusus mengatakan siapakah istri Kain. Satu-satunya kemungkinan istri Kain adalah saudaranya sendiri atau keponakan perempuannya. Alkitab tidak mengatakan berapa umur Kain saat dia membunuh Habel (Kejadian 4:8). Karena keduanya adalah petani, mungkin sekali keduanya saat itu sudah dewasa, dan mungkin masing-masing telah berkeluarga. Pada waktu Habel dibunuh, Adam dan Hawa pasti punya anak-anak lain selain Kain dan Habel, dan jelas sekali mereka punya lebih banyak lagi anak di kemudian hari (Kejadian 5:4). Fakta bahwa Kain ketakutan setelah dia membunuh Habel (Kejadian 4:14) mengindikasikan bahwa mungkin sekali pada waktu itu ada banyak anak, dan mungkin cucu dan cicit dari Adam dan Hawa. Istri Kain (Kejadian 4:17) sangat mungkin anak atau cucu dari Adam dan Hawa. Karena Adam dan Hawa adalah manusia pertama (dan satu-satunya), anak-anak mereka tidak punya pilihan selain selain saling menikahi. Allah tidak melarang pernikahan antar anggota keluarga sampai ketika sudah cukup banyak manusia sehingga pernikahan antar anggota keluarga tidak diperlukan lagi (Imamat 18:6-18). Inses (pernikahan antar saudara) sering mengakibatkan kelainan genetika pada anak-anak karena ketika dua orang dengan gen yang sama (saudara laki-laki dan saudara perempuan) menikah, berhubung gen mereka sendiri sudah memiliki cacat yang sama, anak-anak mereka akan mengalami kelainan genetika. Ketika pasangannya berasal dari keluarga yang berbeda, sangat kecil kemungkinan bahwa keduanya memiliki cacat genetika yang sama. Setelah berabad-abad, kode genetika manusia semakin lama semakin \u201cterpolusi,\u201d seiring dengan berlipat gandanya cacat genetika yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Adam dan Hawa tidak memiliki cacat genetika sehingga memungkinkan mereka dan beberapa generasi mula-mula untuk memiliki kualitas kesehatan melebihi apa yang sekarang kita miliki. Anak-anak Adam dan Hawa hanya memiliki sedikit, kalaupun ada, cacat genetika. Karena itu mereka bisa menikahi anggota keluarga dengan aman. Kelihatannya aneh, bahkan menjijikkan, saat memikirkan bahwa istri Kain adalah saudara perempuannya sendiri. Pada awalnya, ketika Allah menciptakan seorang pria dan seorang wanita, generasi yang kedua tidak punya pilihan selain saling menikahi anggota keluarga. (gotquestions) \u00a0\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/><strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Alkitab tidak secara khusus mengatakan siapakah istri Kain. Satu-satunya kemungkinan istri Kain adalah saudaranya sendiri atau keponakan perempuannya.<\/p>\r\n<div style=\"text-align: justify;\">\r\n<p>Alkitab tidak mengatakan berapa umur Kain saat dia membunuh Habel (Kejadian 4:8). Karena keduanya adalah petani, mungkin sekali keduanya saat itu sudah dewasa, dan mungkin masing-masing telah berkeluarga.<\/p>\r\n<p>Pada waktu Habel dibunuh, Adam dan Hawa pasti punya anak-anak lain selain Kain dan Habel, dan jelas sekali mereka punya lebih banyak lagi anak di kemudian hari (Kejadian 5:4).<\/p>\r\n<p>Fakta bahwa Kain ketakutan setelah dia membunuh Habel (Kejadian 4:14) mengindikasikan bahwa mungkin sekali pada waktu itu ada banyak anak, dan mungkin cucu dan cicit dari Adam dan Hawa. Istri Kain (Kejadian 4:17) sangat mungkin anak atau cucu dari Adam dan Hawa.<\/p>\r\n<p>Karena Adam dan Hawa adalah manusia pertama (dan satu-satunya), anak-anak mereka tidak punya pilihan selain selain saling menikahi. Allah tidak melarang pernikahan antar anggota keluarga sampai ketika sudah cukup banyak manusia sehingga pernikahan antar anggota keluarga tidak diperlukan lagi (Imamat 18:6-18).<\/p>\r\n<p>Inses (pernikahan antar saudara) sering mengakibatkan kelainan genetika pada anak-anak karena ketika dua orang dengan gen yang sama (saudara laki-laki dan saudara perempuan) menikah, berhubung gen mereka sendiri sudah memiliki cacat yang sama, anak-anak mereka akan mengalami kelainan genetika.<\/p>\r\n<p>Ketika pasangannya berasal dari keluarga yang berbeda, sangat kecil kemungkinan bahwa keduanya memiliki cacat genetika yang sama. Setelah berabad-abad, kode genetika manusia semakin lama semakin \u201cterpolusi,\u201d seiring dengan berlipat gandanya cacat genetika yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.<\/p>\r\n<p>Adam dan Hawa tidak memiliki cacat genetika sehingga memungkinkan mereka dan beberapa generasi mula-mula untuk memiliki kualitas kesehatan melebihi apa yang sekarang kita miliki. Anak-anak Adam dan Hawa hanya memiliki sedikit, kalaupun ada, cacat genetika. Karena itu mereka bisa menikahi anggota keluarga dengan aman.<\/p>\r\n<p>Kelihatannya aneh, bahkan menjijikkan, saat memikirkan bahwa istri Kain adalah saudara perempuannya sendiri. Pada awalnya, ketika Allah menciptakan seorang pria dan seorang wanita, generasi yang kedua tidak punya pilihan selain saling menikahi anggota keluarga. (gotquestions)<\/p>\r\n<\/div>\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&nbsp;<\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Alkitab tidak secara khusus mengatakan siapakah istri Kain. Satu-satunya kemungkinan istri Kain adalah saudaranya sendiri atau keponakan perempuannya. Alkitab tidak mengatakan berapa umur Kain saat dia membunuh Habel (Kejadian 4:8). Karena keduanya adalah petani, mungkin sekali keduanya saat itu sudah dewasa, dan mungkin masing-masing telah berkeluarga. Pada waktu Habel dibunuh, Adam dan Hawa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":35964,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[481,480],"class_list":["post-43788","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum","tag-habel","tag-kain"],"better_featured_image":{"id":35964,"alt_text":"","caption":"","description":"6922beec34d1e46cf48157bef0722507","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/habel-dan-kain_5e34d7135cc8d.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/habel-dan-kain_5e34d7135cc8d.jpeg?fit=401%2C600&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2011","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43788","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43788"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43788\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43788"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43788"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43788"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}