{"id":43792,"date":"2021-06-19T15:04:33","date_gmt":"2021-06-19T08:04:33","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=43792"},"modified":"2021-06-19T15:04:40","modified_gmt":"2021-06-19T08:04:40","slug":"adakah-kehidupan-kekal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/adakah-kehidupan-kekal\/","title":{"rendered":"Adakah kehidupan kekal?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Alkitab menunjukkan jalan yang jelas menuju kehidupan kekal. Pertama-tama, seseorang perlu mengakui bahwa dirinya telah berdosa kepada Allah (Roma 3:23). Semua manusia telah melakukan hal-hal yang tidak berkenan bagi Allah, dan karenanya pantas menerima hukuman. Pada dasarnya, semua dosa adalah perlawanan manusia terhadap Allah yang kekal, maka ia juga pantas dihukum dalam kekekalan (Roma 6:23). Namun demikian, Yesus Kristus, Allah Putera yang kekal dan tanpa dosa, rela berinkarnasi menjadi manusia dan mati untuk membayar hukuman kita (1 Petrus 2:22 ; Yohanes 1:1,14). Dalam Roma 5:8, Paulus berkata, \u201cAkan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.\u201d Yesus Kristus mati di salib; menanggung hukuman yang seharusnya ditanggung manusia itu sendiri (Yohanes 19:31-42; 2 Korintus 5:21). Tiga hari kemudian, Dia bangkit dari antara orang mati (1 Korintus 15:1-4). KebangkitanNya sekaligus menyatakan kemenanganNya atas dosa dan kematian. \u201cYang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,\u201d ungkap Petrus dalam 1 Petrus 1:3. Dengan iman, manusia bisa meninggalkan dosa dan berbalik kepada Kristus untuk mendapatkan keselamatan (Kisah Para Rasul 3:19). Jika kita menaruh iman kepadaNya, percaya bahwa kematianNya di atas salib untuk membayar dosa-dosa kita, maka kita akan diampuni dan diberikan hidup kekal di surga. Yohanes menunjukkan kemurahan hati Allah ini dengan berkata, \u201cKarena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal&quot; (Yohanes 3:16). Dalam Roma 10:9, Paulus menunjukkan jalan memperoleh kemurahan ini dengan berkata, \u201cSebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.\u201d Hanya iman di dalam karya Yesus, yang telah diselesaikan di atas salib, yang menjadi satu-satunya jalan menuju kehidupan kekal. \u201cSebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri,\u201d tegas Paulus dalam Efesus 2:8-9. Jikalau Anda ingin menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat Anda, berikut ini sebuah contoh doa. Ingat, sekedar mengucapkan doa ini atau doa-doa lainnya tidak akan menyelamatkan Anda. Doa ini hanyalah sebuah cara untuk mengungkapkan iman kepada Tuhan dan ungkapan terima kasih kepadaNya atas keselamatan yang telah Ia sediakan. Hanya iman kepada Yesus Kristus yang bisa menyelamatkan Anda. \u201cBapa di surga, saya tahu saya telah berdosa kepadaMu dan pantas untuk dihukum. Namun Yesus Kristus telah mengambil hukuman yang sepantasnya saya tanggung, sehingga melalui iman kepadaNya, saya bisa diampuni. Saya bertobat dari dosa-dosaku dan percaya kepadaMu untuk keselamatanku. Terima kasih untuk anugerah dan pengampunanMu yang ajaib, untuk anugerah hidup kekal! Amin!\u201d Apakah Anda membuat keputusan untuk menerima Kristus karena apa yang Anda baca di sini? Jika demikian, klik pada tombol \u201cSaya telah menerima Kristus pada hari ini\u201d di bawah. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Alkitab menunjukkan jalan yang jelas menuju kehidupan kekal. Pertama-tama, seseorang perlu mengakui bahwa dirinya telah berdosa kepada Allah (Roma 3:23).<\/p>\n<div id=\"\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Semua manusia telah melakukan hal-hal yang tidak berkenan bagi Allah, dan karenanya pantas menerima hukuman. Pada dasarnya, semua dosa adalah perlawanan manusia terhadap Allah yang kekal, maka ia juga pantas dihukum dalam kekekalan (Roma 6:23).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun demikian, Yesus Kristus, Allah Putera yang kekal dan tanpa dosa, rela berinkarnasi menjadi manusia dan mati untuk membayar hukuman kita (1 Petrus 2:22 ; Yohanes 1:1,14).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam Roma 5:8, Paulus berkata, \u201cAkan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yesus Kristus mati di salib; menanggung hukuman yang seharusnya ditanggung manusia itu sendiri (Yohanes 19:31-42; 2 Korintus 5:21).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tiga hari kemudian, Dia bangkit dari antara orang mati (1 Korintus 15:1-4).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">KebangkitanNya sekaligus menyatakan kemenanganNya atas dosa dan kematian. \u201cYang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,\u201d ungkap Petrus dalam 1 Petrus 1:3.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan iman, manusia bisa meninggalkan dosa dan berbalik kepada Kristus untuk mendapatkan keselamatan (Kisah Para Rasul 3:19). Jika kita menaruh iman kepadaNya, percaya bahwa kematianNya di atas salib untuk membayar dosa-dosa kita, maka kita akan diampuni dan diberikan hidup kekal di surga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yohanes menunjukkan kemurahan hati Allah ini dengan berkata, \u201cKarena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal&#8221; (Yohanes 3:16).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam Roma 10:9, Paulus menunjukkan jalan memperoleh kemurahan ini dengan berkata, \u201cSebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hanya iman di dalam karya Yesus, yang telah diselesaikan di atas salib, yang menjadi satu-satunya jalan menuju kehidupan kekal. \u201cSebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri,\u201d tegas Paulus dalam Efesus 2:8-9.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jikalau Anda ingin menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat Anda, berikut ini sebuah contoh doa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ingat, sekedar mengucapkan doa ini atau doa-doa lainnya tidak akan menyelamatkan Anda. Doa ini hanyalah sebuah cara untuk mengungkapkan iman kepada Tuhan dan ungkapan terima kasih kepadaNya atas keselamatan yang telah Ia sediakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hanya iman kepada Yesus Kristus yang bisa menyelamatkan Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBapa di surga, saya tahu saya telah berdosa kepadaMu dan pantas untuk dihukum. Namun Yesus Kristus telah mengambil hukuman yang sepantasnya saya tanggung, sehingga melalui iman kepadaNya, saya bisa diampuni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya bertobat dari dosa-dosaku dan percaya kepadaMu untuk keselamatanku. Terima kasih untuk anugerah dan pengampunanMu yang ajaib, untuk anugerah hidup kekal! Amin!\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah Anda membuat keputusan untuk menerima Kristus karena apa yang Anda baca di sini? Jika demikian, klik pada tombol \u201cSaya telah menerima Kristus pada hari ini\u201d di bawah. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Alkitab menunjukkan jalan yang jelas menuju kehidupan kekal. Pertama-tama, seseorang perlu mengakui bahwa dirinya telah berdosa kepada Allah (Roma 3:23). Semua manusia telah melakukan hal-hal yang tidak berkenan bagi Allah, dan karenanya pantas menerima hukuman. Pada dasarnya, semua dosa adalah perlawanan manusia terhadap Allah yang kekal, maka ia juga pantas dihukum dalam kekekalan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33746,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[474,386],"class_list":["post-43792","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum","tag-hidup-kekal","tag-kebangkitan"],"better_featured_image":{"id":33746,"alt_text":"","caption":"","description":"f1c37a067b1355e0f41510785476c09f","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/benarkah-yesus-menaruh-label-harga-pada_5df75f769b632.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/benarkah-yesus-menaruh-label-harga-pada_5df75f769b632.jpeg?fit=593%2C248&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1195","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43792","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43792"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43792\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43792"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43792"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43792"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}