{"id":43794,"date":"2021-06-20T09:22:00","date_gmt":"2021-06-20T02:22:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=43794"},"modified":"2021-06-19T15:21:08","modified_gmt":"2021-06-19T08:21:08","slug":"bagaimana-saya-menerima-pengampunan-dari-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/bagaimana-saya-menerima-pengampunan-dari-tuhan\/","title":{"rendered":"Bagaimana saya menerima pengampunan dari Tuhan?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Dalam Kisah Para Rasul 13:38 dikatakan, \u201cJadi ketahuilah, hai saudara-saudara, oleh karena Dialah maka diberitakan kepada kamu pengampunan dosa.\u201d Lantas, apa itu pengampunan dan mengapa saya membutuhkannya? Kata \u201cmengampuni\u201d, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, didefinisikan sebagai &quot;pembebasan dari tuntutan karena melakukan kesalahan atau kekeliruan.&quot; Ketika kita bersalah terhadap seseorang, kita berusaha meminta pengampunan dari orang yang bersangkutan supaya relasi kita dengannya dapat dipulihkan kembali. Pengampunan bukan diberikan karena seseorang pantas diampuni. Tidak seorang pun pantas diampuni. Pengampunan adalah tindakan kasih, kemurahan dan anugerah dari orang yang disakiti. Pengampunan adalah keputusan untuk tidak mendendam terhadap orang yang bersalah terhadap Anda. Alkitab memaparkan bahwa semua orang membutuhkan pengampunan dari Allah, krn semua manusia telah berdosa. Karena itu, di Pengkhotbah 7:20 dinyatakan, \u201cSesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa!\u201d Dalam 1 Yohanes 1:8 kenyataan ini ditekankan, \u201cJika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.\u201d Semua dosa pada dasarnya adalah pemberontakan terhadap Allah (Mazmur 51:4). Akibatnya, manusia sangat membutuhkan pengampunan dari Allah. Jikalau dosa-dosa seseorang tidak diampuni, maka semua dari kita akan dihukum dalam kekekalan, sebagai konsekuensi atas dosa-dosa (Matius 25:46; Yohanes 3:36). Pengampunan \u2013 Bagaimana saya mendapatkannya kalau begitu? Kita bersyukur bahwa Allah itu Maha Pengasih dan Pemurah, rindu untuk mengampuni dosa-dosa kita. Dalam 2 Petrus 3:9 dikatakan, \u201cIa sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.\u201d Allah ingin mengampuni kita, maka Dia menyediakan pengampunan itu. Sebenarnya, satu-satunya hukuman yang adil untuk dosa-dosa manusia adalah kematian. Karena itu, Roma 6:23 menyatakan, \u201cSebab upah dosa ialah maut \u2026\u201d Kematian kekal adalah upah dari dosa-dosa kita. Allah dalam rencanaNya yang sempurna, datang berinkarnasi menjadi manusia sebagai Yesus Kristus (Yohanes 1: 1,14). Yesus mati di salib menanggung hukuman yang seharusnya kita tanggung : kematian. Paulus karena itu menyatakan, \u201cDia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah\u201d (2 Korintus 5:21). Yesus mati di salib untuk menggantikan kita menerima hukuman yang seharusnya kita terima. Sebagai Allah Putera, kematian Yesus menyediakan pengampunan dosa bagi seluruh dunia. Dalam 1 Yohanes 2:2 diproklamirkan, \u201cIa adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.\u201d Kebangkitan Yesus sekaligus memproklamirkan kemenanganNya atas dosa dan kematian (1 Korintus 15:1-28). Puji Tuhan, melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, apa yang dinyatakan dalam Roma 6:23 menjadi jelas, \u201c\u2026tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.\u201d Maukah Anda menerima pengampunan atas dosa-dosa Anda? Apakah Anda merasakan perasaan bersalah yang tidak kunjung lenyap? Pengampunan atas dosa-dosa Anda tersedia hanya ketika Anda beriman bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat Anda. Di dalam Efesus 1:7 ditegaskan, \u201cSebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya.\u201d Yesus membayar hutang dosa kita supaya manusia bisa diampuni. Satu-satunya yang perlu Anda lakukan adalah memohon pengampunan kepada Allah di dalam Yesus Kristus; percaya bahwa Yesus sudah mati untuk membayar harga pengampunan, maka Bapa di surga akan mengampuni Anda. Di dalam Yohanes 3:16-17 diwahyukan berita yang begitu indah, \u201cKarena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.\u201d Pengampunan \u2013 semudah itu? Benar, semudah itu. Anda tidak dapat melakukan apa-apa untuk mendapatkan pengampunan. Anda tidak dapat membeli pengampunan dari Allah. Anda hanya dapat menerimanya; dengan iman, melalui anugerah dan kemurahan Allah. Jika Anda mau menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan menerima pengampunan dari Bapa di surga, Anda dapat memulai dengan doa berikut ini. Doa ini, atau doa apapun, tidak akan menyelamatkan Anda. Doa ini hanyalah cara mengungkapkan iman Anda kepada Allah dan ungkapan berterimakasih kepadaNya atas pengampunan yang Anda terima. Hanya iman kepada Yesus Kristus yang menyediakan pengampunan dosa. \u201cBapa di surga, saya tahu bahwa saya telah berdosa kepadaMu dan saya pantas dihukum. Namun Yesus telah menanggung hukuman yang seharusnya saya tanggung, sehingga dengan beriman kepadaNya saya dapat diampuni. Saya ingin bertobat dari dosa-dosaku dan percaya kepadaMu untuk keselamatanku. Terima kasih untuk anugerah dan pengampunan dariMu. Amin!\u201d Apakah Anda membuat keputusan untuk menerima Kristus karena apa yang Anda baca di sini? Jika demikian, berdoalah \u201cSaya telah menerima Kristus pada hari ini\u201d di bawah. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Dalam Kisah Para Rasul 13:38 dikatakan, \u201cJadi ketahuilah, hai saudara-saudara, oleh karena Dialah maka diberitakan kepada kamu pengampunan dosa.\u201d<\/p>\n<div id=\"\" style=\"text-align: justify;\">\n<p><strong>Lantas, apa itu pengampunan dan mengapa saya membutuhkannya?<\/strong><\/p>\n<p>Kata \u201cmengampuni\u201d, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, didefinisikan sebagai &#8220;pembebasan dari tuntutan karena melakukan kesalahan atau kekeliruan.&#8221;<\/p>\n<p>Ketika kita bersalah terhadap seseorang, kita berusaha meminta pengampunan dari orang yang bersangkutan supaya relasi kita dengannya dapat dipulihkan kembali.<\/p>\n<p>Pengampunan bukan diberikan karena seseorang pantas diampuni. Tidak seorang pun pantas diampuni.<\/p>\n<p>Pengampunan adalah tindakan kasih, kemurahan dan anugerah dari orang yang disakiti. Pengampunan adalah keputusan untuk tidak mendendam terhadap orang yang bersalah terhadap Anda.<\/p>\n<p>Alkitab memaparkan bahwa semua orang membutuhkan pengampunan dari Allah, krn semua manusia telah berdosa. Karena itu, di Pengkhotbah 7:20 dinyatakan, \u201cSesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa!\u201d<\/p>\n<p>Dalam 1 Yohanes 1:8 kenyataan ini ditekankan, \u201cJika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.\u201d<\/p>\n<p>Semua dosa pada dasarnya adalah pemberontakan terhadap Allah (Mazmur 51:4). Akibatnya, manusia sangat membutuhkan pengampunan dari Allah. Jikalau dosa-dosa seseorang tidak diampuni, maka semua dari kita akan dihukum dalam kekekalan, sebagai konsekuensi atas dosa-dosa (Matius 25:46; Yohanes 3:36).<\/p>\n<p><strong>Pengampunan \u2013 Bagaimana saya mendapatkannya kalau begitu?<\/strong><\/p>\n<p>Kita bersyukur bahwa Allah itu Maha Pengasih dan Pemurah, rindu untuk mengampuni dosa-dosa kita.<\/p>\n<p>Dalam 2 Petrus 3:9 dikatakan, \u201cIa sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.\u201d<\/p>\n<p>Allah ingin mengampuni kita, maka Dia menyediakan pengampunan itu.<\/p>\n<p>Sebenarnya, satu-satunya hukuman yang adil untuk dosa-dosa manusia adalah kematian. Karena itu, Roma 6:23 menyatakan, \u201cSebab upah dosa ialah maut \u2026\u201d<\/p>\n<p>Kematian kekal adalah upah dari dosa-dosa kita. Allah dalam rencanaNya yang sempurna, datang berinkarnasi menjadi manusia sebagai Yesus Kristus (Yohanes 1: 1,14).<\/p>\n<p>Yesus mati di salib menanggung hukuman yang seharusnya kita tanggung : kematian. Paulus karena itu menyatakan, \u201cDia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah\u201d (2 Korintus 5:21).<\/p>\n<p>Yesus mati di salib untuk menggantikan kita menerima hukuman yang seharusnya kita terima. Sebagai Allah Putera, kematian Yesus menyediakan pengampunan dosa bagi seluruh dunia.<\/p>\n<p>Dalam 1 Yohanes 2:2 diproklamirkan, \u201cIa adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.\u201d<\/p>\n<p>Kebangkitan Yesus sekaligus memproklamirkan kemenanganNya atas dosa dan kematian (1 Korintus 15:1-28).<\/p>\n<p>Puji Tuhan, melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, apa yang dinyatakan dalam Roma 6:23 menjadi jelas, \u201c\u2026tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.\u201d<\/p>\n<p>Maukah Anda menerima pengampunan atas dosa-dosa Anda? Apakah Anda merasakan perasaan bersalah yang tidak kunjung lenyap?<\/p>\n<p>Pengampunan atas dosa-dosa Anda tersedia hanya ketika Anda beriman bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat Anda.<\/p>\n<p>Di dalam Efesus 1:7 ditegaskan, \u201cSebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya.\u201d<\/p>\n<p>Yesus membayar hutang dosa kita supaya manusia bisa diampuni. Satu-satunya yang perlu Anda lakukan adalah memohon pengampunan kepada Allah di dalam Yesus Kristus; percaya bahwa Yesus sudah mati untuk membayar harga pengampunan, maka Bapa di surga akan mengampuni Anda.<\/p>\n<p>Di dalam Yohanes 3:16-17 diwahyukan berita yang begitu indah, \u201cKarena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.\u201d<\/p>\n<p><strong>Pengampunan \u2013 semudah itu?<\/strong><\/p>\n<p>Benar, semudah itu. Anda tidak dapat melakukan apa-apa untuk mendapatkan pengampunan.<\/p>\n<p>Anda tidak dapat membeli pengampunan dari Allah. Anda hanya dapat menerimanya; dengan iman, melalui anugerah dan kemurahan Allah.<\/p>\n<p>Jika Anda mau menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan menerima pengampunan dari Bapa di surga, Anda dapat memulai dengan doa berikut ini.<\/p>\n<p>Doa ini, atau doa apapun, tidak akan menyelamatkan Anda. Doa ini hanyalah cara mengungkapkan iman Anda kepada Allah dan ungkapan berterimakasih kepadaNya atas pengampunan yang Anda terima.<\/p>\n<p>Hanya iman kepada Yesus Kristus yang menyediakan pengampunan dosa.<\/p>\n<p>\u201cBapa di surga, saya tahu bahwa saya telah berdosa kepadaMu dan saya pantas dihukum. Namun Yesus telah menanggung hukuman yang seharusnya saya tanggung, sehingga dengan beriman kepadaNya saya dapat diampuni. Saya ingin bertobat dari dosa-dosaku dan percaya kepadaMu untuk keselamatanku. Terima kasih untuk anugerah dan pengampunan dariMu. Amin!\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah Anda membuat keputusan untuk menerima Kristus karena apa yang Anda baca di sini? Jika demikian, berdoalah \u201cSaya telah menerima Kristus pada hari ini\u201d di bawah. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Dalam Kisah Para Rasul 13:38 dikatakan, \u201cJadi ketahuilah, hai saudara-saudara, oleh karena Dialah maka diberitakan kepada kamu pengampunan dosa.\u201d Lantas, apa itu pengampunan dan mengapa saya membutuhkannya? Kata \u201cmengampuni\u201d, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, didefinisikan sebagai &#8220;pembebasan dari tuntutan karena melakukan kesalahan atau kekeliruan.&#8221; Ketika kita bersalah terhadap seseorang, kita berusaha meminta pengampunan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33746,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[476,170,475],"class_list":["post-43794","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum","tag-forgiven","tag-injil","tag-pengampunan"],"better_featured_image":{"id":33746,"alt_text":"","caption":"","description":"f1c37a067b1355e0f41510785476c09f","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/benarkah-yesus-menaruh-label-harga-pada_5df75f769b632.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/benarkah-yesus-menaruh-label-harga-pada_5df75f769b632.jpeg?fit=593%2C248&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1558","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43794","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43794"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43794\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43794"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43794"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43794"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}