{"id":43798,"date":"2021-06-27T08:22:00","date_gmt":"2021-06-27T01:22:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=43798"},"modified":"2021-06-19T15:40:48","modified_gmt":"2021-06-19T08:40:48","slug":"apa-artinya-menjadi-orang-kristen-yang-lahir-kembali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apa-artinya-menjadi-orang-kristen-yang-lahir-kembali\/","title":{"rendered":"Apa artinya menjadi orang Kristen yang lahir kembali?"},"content":{"rendered":"<p><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Bagian Alkitab yang sering dipakai untuk menjawab pertanyaan ini bisa ditemukan di Yohanes 3:1-21. Dalam perikop itu tercatat dialog antara Yesus Kristus dengan Nikodemus, tokoh Farisi terkemuka dan anggota Sanhedrin (penguasa orang Yahudi). Nikodemus datang menemui Yesus malam-malam karena memiliki pertanyaan yang mau ditanyakannya kepada Yesus. Dalam dialog itu, Yesus berkata kepada Nikodemus, \u201c\u2026Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.\\\" \\\"Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?\\\" tanya Nikodemus Yesus menjawab, \\\"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali (Yohanes 3:3-7; 2 Korintus 5:17; 1 Petrus 1:3; 1 Yohanes 2:29; 3:9; 5-14,18). Kata \u201cdilahirkan kembali\u201d secara rohani diartikan sebagai \u201clahir dari atas.\u201d Nikodemus memiliki kebutuhan yang nyata. Dia memerlukan perubahan hati, suatu transformasi rohani. Lahir baru, lahir kembali; adalah tindakan Allah yang disediakan bagi orang percaya sehingga memungkinkan mereka hidup kekal (Yohanes 1:12-13). Dalam Yohanes 1:12-13 diindikasikan bahwa \u201clahir kembali\u201d juga berarti \u201cmenjadi anak-anak Allah\u201d melalui iman kepada Yesus Kristus. Secara logika muncul pertanyaan, \u201cMengapa seseorang perlu dilahirkan kembali?\u201d Rasul Paulus dalam Efesus 2:1 mengatakan, \u201cKamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kepada jemaat di Roma, dalam Roma 3:23, ia menuliskan, \u201cKarena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.\u201d Jadi, orang perlu dilahirkan kembali supaya dosa-dosa mereka diampuni dan bisa terkoneksi kembali dengan Allah. Bagaimana hal itu dapat terjadi? Efesus 2:8-9 menjelaskan, \u201cSebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.\u201d Ketika orang \u201cdiselamatkan;\u201d ia dilahirkan kembali, diperbaharui secara rohani, dan sekarang ia juga menjadi anak Allah karena sudah dilahirkan kembali. Percaya Yesus Kristus, bahwa Dia yang telah membayar hukuman dosa ketika Dia mati di kayu salib, adalah arti dari \u201clahir kembali\u201d secara rohani. Dalam 2 Korintus 5:17a ditegaskan, \u201cJadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru \u2026\u201d Jika Anda belum pernah percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat, maukah Anda menerima gerakan Roh Kudus yang berbicara dalam hati Anda? Anda perlu dilahirkan kembali. Maukah Anda mengucapkan doa pertobatan dan menjadi ciptaan baru di dalam Kristus hari ini? \u201cTetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah, \u201d tertulis di Yohanes 1:12. Jika Anda bersedia menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan dilahirkan kembali, di sini ada sebuah contoh doa. Ingat, sekedar mengucapkan doa ini atau doa-doa lainnya tidak akan menyelamatkan Anda. Doa ini hanyalah sebuah cara untuk mengungkapkan iman Anda kepada Allah dan ungkapan terima kasih kepadaNya atas keselamatan yang Dia telah sediakan untuk Anda. Hanya percaya kepada Kristus yang dapat menyelamatkan Anda dari kebinasaan. \u201cBapa di surga, saya tahu saya telah berdosa terhadap Engkau dan saya pantas dihukum. Namun Yesus Kristus telah menanggung hukuman yang sepantasnya saya tanggung sehingga dengan beriman kepadaNya saya dapat diampuni. Saya bertobat dari dosa-dosa saya dan percaya kepadaMu untuk menerima keselamatan. Terima kasih untuk anugerah dan pengampunanMu yang ajaib, karunia hidup kekal! Amin! Apakah Anda membuat keputusan untuk menerima Kristus karena apa yang Anda baca di sini? Jika demikian, klik pada tombol \u201cSaya telah menerima Kristus pada hari ini\u201d di bawah. (gotquestions)\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Bagian Alkitab yang sering dipakai untuk menjawab pertanyaan ini bisa ditemukan di Yohanes 3:1-21.<\/p>\n<div id=\"\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Dalam perikop itu tercatat dialog antara Yesus Kristus dengan Nikodemus, tokoh Farisi terkemuka dan anggota Sanhedrin (penguasa orang Yahudi). Nikodemus datang menemui Yesus malam-malam karena memiliki pertanyaan yang mau ditanyakannya kepada Yesus.<\/p>\n<p>Dalam dialog itu, Yesus berkata kepada Nikodemus, \u201c\u2026Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?&#8221; tanya Nikodemus<\/p>\n<p>Yesus menjawab, &#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali (Yohanes 3:3-7; 2 Korintus 5:17; 1 Petrus 1:3; 1 Yohanes 2:29; 3:9; 5-14,18).<\/p>\n<p>Kata \u201cdilahirkan kembali\u201d secara rohani diartikan sebagai \u201clahir dari atas.\u201d Nikodemus memiliki kebutuhan yang nyata. Dia memerlukan perubahan hati, suatu transformasi rohani. Lahir baru, lahir kembali; adalah tindakan Allah yang disediakan bagi orang percaya sehingga memungkinkan mereka hidup kekal (Yohanes 1:12-13).<\/p>\n<p>Dalam Yohanes 1:12-13 diindikasikan bahwa \u201clahir kembali\u201d juga berarti \u201cmenjadi anak-anak Allah\u201d melalui iman kepada Yesus Kristus. Secara logika muncul pertanyaan, \u201cMengapa seseorang perlu dilahirkan kembali?\u201d<\/p>\n<p>Rasul Paulus dalam Efesus 2:1 mengatakan, \u201cKamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kepada jemaat di Roma, dalam Roma 3:23, ia menuliskan, \u201cKarena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.\u201d<\/p>\n<p>Jadi, orang perlu dilahirkan kembali supaya dosa-dosa mereka diampuni dan bisa terkoneksi kembali dengan Allah.<\/p>\n<p>Bagaimana hal itu dapat terjadi? Efesus 2:8-9 menjelaskan, \u201cSebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.\u201d<\/p>\n<p>Ketika orang \u201cdiselamatkan;\u201d ia dilahirkan kembali, diperbaharui secara rohani, dan sekarang ia juga menjadi anak Allah karena sudah dilahirkan kembali.<\/p>\n<p>Percaya Yesus Kristus, bahwa Dia yang telah membayar hukuman dosa ketika Dia mati di kayu salib, adalah arti dari \u201clahir kembali\u201d secara rohani. Dalam 2 Korintus 5:17a ditegaskan, \u201cJadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru \u2026\u201d<\/p>\n<p>Jika Anda belum pernah percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat, maukah Anda menerima gerakan Roh Kudus yang berbicara dalam hati Anda? Anda perlu dilahirkan kembali.<\/p>\n<p>Maukah Anda mengucapkan doa pertobatan dan menjadi ciptaan baru di dalam Kristus hari ini? \u201cTetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah, \u201d tertulis di Yohanes 1:12.<\/p>\n<p>Jika Anda bersedia menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan dilahirkan kembali, di sini ada sebuah contoh doa. Ingat, sekedar mengucapkan doa ini atau doa-doa lainnya tidak akan menyelamatkan Anda. Doa ini hanyalah sebuah cara untuk mengungkapkan iman Anda kepada Allah dan ungkapan terima kasih kepadaNya atas keselamatan yang Dia telah sediakan untuk Anda.<\/p>\n<p>Hanya percaya kepada Kristus yang dapat menyelamatkan Anda dari kebinasaan.<\/p>\n<p>\u201cBapa di surga, saya tahu saya telah berdosa terhadap Engkau dan saya pantas dihukum. Namun Yesus Kristus telah menanggung hukuman yang sepantasnya saya tanggung sehingga dengan beriman kepadaNya saya dapat diampuni. Saya bertobat dari dosa-dosa saya dan percaya kepadaMu untuk menerima keselamatan. Terima kasih untuk anugerah dan pengampunanMu yang ajaib, karunia hidup kekal! Amin!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah Anda membuat keputusan untuk menerima Kristus karena apa yang Anda baca di sini? Jika demikian, klik pada tombol \u201cSaya telah menerima Kristus pada hari ini\u201d di bawah. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Bagian Alkitab yang sering dipakai untuk menjawab pertanyaan ini bisa ditemukan di Yohanes 3:1-21. Dalam perikop itu tercatat dialog antara Yesus Kristus dengan Nikodemus, tokoh Farisi terkemuka dan anggota Sanhedrin (penguasa orang Yahudi). Nikodemus datang menemui Yesus malam-malam karena memiliki pertanyaan yang mau ditanyakannya kepada Yesus. Dalam dialog itu, Yesus berkata kepada Nikodemus, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33746,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[134,1,3],"tags":[170,478,477],"class_list":["post-43798","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum","tag-injil","tag-lahir-baru","tag-lahir-kembali"],"better_featured_image":{"id":33746,"alt_text":"","caption":"","description":"f1c37a067b1355e0f41510785476c09f","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/benarkah-yesus-menaruh-label-harga-pada_5df75f769b632.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/benarkah-yesus-menaruh-label-harga-pada_5df75f769b632.jpeg?fit=593%2C248&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1246","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43798","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43798"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43798\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33746"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43798"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43798"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43798"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}