{"id":43800,"date":"2021-06-21T09:22:00","date_gmt":"2021-06-21T02:22:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=43800"},"modified":"2021-06-19T17:22:34","modified_gmt":"2021-06-19T10:22:34","slug":"apa-empat-hukum-rohani-itu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apa-empat-hukum-rohani-itu\/","title":{"rendered":"Apa empat hukum rohani itu?"},"content":{"rendered":"<p><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Empat Hukum Rohani terkait empat pernyataan dalam memahami kabar baik mengenai keselamatan yang Allah sediakan melalui iman kepada Yesus Kristus. Empat Hukum Rohani merupakan pesan yang disederhanakan dalam memahami keseluruhan informasi Injil ke dalam empat pernyataan. Hukum pertama dari Empat Hukum Rohani ini adalah: Tuhan mengasihimu dan memiliki rencana yang indah bagi hidupmu. Melalui Yohanes 3:16 dinyatakan bahwa, \u201cKarena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.\u201d Begitu pula di Yohanes 10:10 memberi kita alasan kedatangan Yesus, \u201cAku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.\u201d Lalu, apa yang menghalangi kita dari kasih Allah? Apa yang menghalangi kita dari hidup yang berkelimpahan? Hukum kedua dari Empat Hukum Rohani memberi jawabannya: Manusia telah ternoda oleh dosa dan karena itu terpisah dari Tuhan sehingga kita tidak dapat mengenal rencana Allah bagi hidup kita. Melalui Roma 3:23 kenyataan ini dipaparkan, \u201cKarena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.\u201d Roma 6:23 juga menegaskan apa akibat dari dosa itu, \u201cupah dosa ialah maut.\u201d Allah menciptakan manusia supaya kita bersekutu denganNya. Namun manusia membawa dosa ke dalam dunia dan karena itu terpisah dari Allah. Kita telah merusak hubungan yang Allah ingin kita miliki. Apa solusinya kalau begitu? Solusinya terangkum di hukum ketiga dari Empat Hukum Rohani ini, yaitu: Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan keluar dari dosa-dosa kita. Hanya melalui Yesus Kristus dosa-dosa kita bisa diampuni dan hubungan kita dengan Allah bisa dipulihkan kembali. Roma 5:8 memberitahu kita, \u201cAkan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.\u201d Begitu pula dalam 1 Korintus 15:3-4 menyatakan apa yang kita perlu tahu dan percaya supaya bisa diselamatkan, \u201cbahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Ia telah dikuburkan; dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci\u2026\u201d Dalam Yohanes 14:6, Yesus sendiri menyatakan bahwa Dia adalah satu-satunya jalan keselamatan dengan menyatakan, \\\"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.\u201d Bagaimana saya dapat menerima angerah keselamatan yang begitu indah ini? Hukum keempat dari Empat Hukum Rohani menjelaskannya dengan sederhana: Kita harus beriman kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat supaya bisa menerima anugerah keselamatan dan mengetahui rencana indah Allah bagi hidup kita. Yohanes 1:12 memberikan gambaran itu kepada kita, \u201cTetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.\u201d Kisah Para Rasul 16:31 juga menyatakannya dengan sangat jelas, \u201cPercayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat; engkau dan seisi rumahmu.\\\" Kita diselamatkan semata-mata karena anugerah, hanya melalui iman di dalam Yesus Kristus. Paulus menegaskan ini dalam tulisannya di Efesus 2:8-9. Jika Anda mau percaya Yesus Kristus sebagai Juruselamat, ungkapkan kepada Allah melalui kata-kata berikut ini. Doa ini hanyalah sebuah cara sederhana untuk mengungkapkan iman Anda kepada Allah dan ungkapan syukur kepadaNya atas keselamatan yang Dia telah sediakan bagimu. Sekedar mengucapkan kata-kata ini tidak akan menyelamatkanmu. Hanya iman kepada Yesus Kristus yang bisa menyelamatkanmu. \u201cBapa di surga, saya tahu bahwa saya telah berdosa kepadaMu dan pantas untuk dihukum. Namun Yesus Kristus telah menanggung hukuman saya sehingga melalui iman kepadaNya saya dapat diampuni. Saya bertobat dari dosa-dosaku dan percaya kepadamu untuk diselamatkan. Terima kasih untuk anugerah dan pengampunanMu yang ajaib, karunia hidup kekal! Amin! Apakah Anda membuat keputusan untuk menerima Kristus karena apa yang Anda baca di sini? Jika demikian, klik pada tombol \u201cSaya telah menerima Kristus pada hari ini\u201d di bawah. (gotquestions)\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Empat Hukum Rohani terkait empat pernyataan dalam memahami kabar baik mengenai keselamatan yang Allah sediakan melalui iman kepada Yesus Kristus. Empat Hukum Rohani merupakan pesan yang disederhanakan dalam memahami keseluruhan informasi Injil ke dalam empat pernyataan.<\/p>\n<div id=\"\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Hukum pertama dari Empat Hukum Rohani ini adalah: Tuhan mengasihimu dan memiliki rencana yang indah bagi hidupmu.<\/p>\n<p>Melalui Yohanes 3:16 dinyatakan bahwa, \u201cKarena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.\u201d<\/p>\n<p>Begitu pula di Yohanes 10:10 memberi kita alasan kedatangan Yesus, \u201cAku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.\u201d<\/p>\n<p>Lalu, apa yang menghalangi kita dari kasih Allah? Apa yang menghalangi kita dari hidup yang berkelimpahan?<\/p>\n<p>Hukum kedua dari Empat Hukum Rohani memberi jawabannya: Manusia telah ternoda oleh dosa dan karena itu terpisah dari Tuhan sehingga kita tidak dapat mengenal rencana Allah bagi hidup kita.<\/p>\n<p>Melalui Roma 3:23 kenyataan ini dipaparkan, \u201cKarena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.\u201d Roma 6:23 juga menegaskan apa akibat dari dosa itu, \u201cupah dosa ialah maut.\u201d<\/p>\n<p>Allah menciptakan manusia supaya kita bersekutu denganNya. Namun manusia membawa dosa ke dalam dunia dan karena itu terpisah dari Allah. Kita telah merusak hubungan yang Allah ingin kita miliki.<\/p>\n<p>Apa solusinya kalau begitu?<\/p>\n<p>Solusinya terangkum di hukum ketiga dari Empat Hukum Rohani ini, yaitu: Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan keluar dari dosa-dosa kita. Hanya melalui Yesus Kristus dosa-dosa kita bisa diampuni dan hubungan kita dengan Allah bisa dipulihkan kembali.<\/p>\n<p>Roma 5:8 memberitahu kita, \u201cAkan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.\u201d<\/p>\n<p>Begitu pula dalam 1 Korintus 15:3-4 menyatakan apa yang kita perlu tahu dan percaya supaya bisa diselamatkan, \u201cbahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Ia telah dikuburkan; dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci\u2026\u201d<\/p>\n<p>Dalam Yohanes 14:6, Yesus sendiri menyatakan bahwa Dia adalah satu-satunya jalan keselamatan dengan menyatakan, &#8220;Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.\u201d<\/p>\n<p>Bagaimana saya dapat menerima angerah keselamatan yang begitu indah ini?<\/p>\n<p>Hukum keempat dari Empat Hukum Rohani menjelaskannya dengan sederhana: Kita harus beriman kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat supaya bisa menerima anugerah keselamatan dan mengetahui rencana indah Allah bagi hidup kita.<\/p>\n<p>Yohanes 1:12 memberikan gambaran itu kepada kita, \u201cTetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.\u201d<\/p>\n<p>Kisah Para Rasul 16:31 juga menyatakannya dengan sangat jelas, \u201cPercayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat; engkau dan seisi rumahmu.&#8221;<\/p>\n<p>Kita diselamatkan semata-mata karena anugerah, hanya melalui iman di dalam Yesus Kristus. Paulus menegaskan ini dalam tulisannya di Efesus 2:8-9.<\/p>\n<p>Jika Anda mau percaya Yesus Kristus sebagai Juruselamat, ungkapkan kepada Allah melalui kata-kata berikut ini. Doa ini hanyalah sebuah cara sederhana untuk mengungkapkan iman Anda kepada Allah dan ungkapan syukur kepadaNya atas keselamatan yang Dia telah sediakan bagimu.<\/p>\n<p>Sekedar mengucapkan kata-kata ini tidak akan menyelamatkanmu. Hanya iman kepada Yesus Kristus yang bisa menyelamatkanmu.<\/p>\n<p>\u201cBapa di surga, saya tahu bahwa saya telah berdosa kepadaMu dan pantas untuk dihukum. Namun Yesus Kristus telah menanggung hukuman saya sehingga melalui iman kepadaNya saya dapat diampuni. Saya bertobat dari dosa-dosaku dan percaya kepadamu untuk diselamatkan. Terima kasih untuk anugerah dan pengampunanMu yang ajaib, karunia hidup kekal! Amin!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah Anda membuat keputusan untuk menerima Kristus karena apa yang Anda baca di sini? Jika demikian, klik pada tombol \u201cSaya telah menerima Kristus pada hari ini\u201d di bawah. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Empat Hukum Rohani terkait empat pernyataan dalam memahami kabar baik mengenai keselamatan yang Allah sediakan melalui iman kepada Yesus Kristus. Empat Hukum Rohani merupakan pesan yang disederhanakan dalam memahami keseluruhan informasi Injil ke dalam empat pernyataan. Hukum pertama dari Empat Hukum Rohani ini adalah: Tuhan mengasihimu dan memiliki rencana yang indah bagi hidupmu. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33746,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[134,1,3],"tags":[479,170,152],"class_list":["post-43800","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum","tag-hukum-terutama","tag-injil","tag-keselamatan"],"better_featured_image":{"id":33746,"alt_text":"","caption":"","description":"f1c37a067b1355e0f41510785476c09f","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/benarkah-yesus-menaruh-label-harga-pada_5df75f769b632.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/benarkah-yesus-menaruh-label-harga-pada_5df75f769b632.jpeg?fit=593%2C248&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2050","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43800","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43800"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43800\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33746"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43800"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43800"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43800"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}