{"id":43812,"date":"2020-03-17T15:30:25","date_gmt":"2020-03-17T08:30:25","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=43812"},"modified":"2020-03-14T12:07:44","modified_gmt":"2020-03-14T05:07:44","slug":"apa-itu-jalan-roma-menuju-keselamatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apa-itu-jalan-roma-menuju-keselamatan\/","title":{"rendered":"Apa itu \u201cJalan Roma Menuju Keselamatan\u201d?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id -\u00a0 \u201cJalan Roma menuju keselamatan\u201d adalah istilah yang dipakai untuk penginjilan yang mengunakan ayat-ayat Alkitab dari kitab Roma sebagai rujukan. Melalui ayat-ayat di kitab itu, penginjilan bisa dijelaskan secara sederhana namun efektif untuk menjelaskan mengapa manusia membutuhkan keselamatan, bagaimana Allah menyediakan keselamatan, bagaimana manusia menerima keselamatan dan apa hasil dari keselamatan itu. Ayat pertama \u201cJalan Roma menuju keselamatan\u201d adalah Roma 3:23, \u201cKarena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.\u201d Kita semua sudah berdosa. Kita sudah melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan Allah. Tidak seorangpun yang tidak bersalah di hadapan Allah. Melalui Roma 3:10-18, kita diberikan gambaran detail seperti apa dosa itu dalam kehidupan kita. Ayat kedua \u201cJalan Roma menuju keselamatan,\u201d adalah Roma 6:23, yang memaparkan konsekuensi dari dosa\u2019 \u201cSebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.\u201d Hukuman yang pantas bagi dosa manusia adalah kematian. Bukan hanya kematian secara fisik, namun kematian kekal. Ayat ketiga \u201cJalan Roma menuju keselamatan\u201d adalah kelanjutan dari Roma 6:23, \u201ctetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.\u201d Roma 5:8 menyatakan, \u201cAkan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.\u201d Yesus Kristus telah mati bagi dosa manusia. Kematian Yesus membayar harga dosa-dosa manusia. Kebangkitan Yesus membuktikan bahwa Allah telah menerima kematian Yesus sebagai pembayaran atas dosa-dosa kita. Ayat berikut dalam \u201cJalan Roma menuju keselamatan\u201d adalah Roma 10:9, \u201cSebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.\u201d Karena kematian Yesus adalah demi manusia, satu-satunya yang perlu kita lakukan hanyalah percaya kepadaNya, menerima kematianNya sebagai penebusan bagi dosa-dosa manusia, maka kita akan diselamatkan. Roma 10:13 sudah menegaskan, \u201cSebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.\u201d Yesus telah mati untuk membayar dosa-dosa kita dan menyelamatkan kita dari kematian kekal. Keselamatan, pengampunan dosa, karenanya tersedia bagi setiap orang yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Bagian terakhir dari \u201cJalan Roma menuju keselamatan\u201d adalah hasil dari keselamatan itu. Roma 5:1 mengandung berita yang indah ini, \u201cSebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.\u201d Melalui Yesus Kristus kita dapat memperoleh hubungan yang damai dengan Tuhan. Roma 8:1 menjelaskan, \u201cDemikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.\u201d Karena Yesus telah mati bagi kita, kita tidak akan menerima hukuman bagi dosa-dosa kita. Dan akhirnya, kita memiliki janji dalam Roma 8:38-39, \u201cSebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.\u201d Maukah Anda melangkah di \u201cJalan Roma menuju keselamatan\u201d? Jika demikian, berikut ini adalah sebuah contoh doa. Doa ini adalah sebuah cara untuk mengungkapkan kepada Tuhan bahwa Anda bersandar kepada Yesus Kristus untuk keselamatan Anda. Kata-kata dalam doa ini tidak akan menyelamatkan Anda. Hanya iman kepada Yesus Kristus yang dapat menyelamatkanmu. \u201cBapa di surga, saya tahu bahwa saya telah berdosa kepadaMu dan pantas untuk dihukum. Namun Yesus Kristus telah menanggung hukuman yang seharusnya saya tanggung sehingga dengan beriman kepadaNya saya dapat diampuni. Dengan pertolonganMu, saya berbalik dari dosa-dosaku dan percaya kepadaMu untuk diselamatkan. Terima kasih untuk anugerah dan pengampunanMu yang indah, yaitu karunia hidup kekal! Amin!\u201d. (gotquestions)\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211;\u00a0 \u201cJalan Roma menuju keselamatan\u201d adalah istilah yang dipakai untuk penginjilan yang mengunakan ayat-ayat Alkitab dari kitab Roma sebagai rujukan.<\/p>\n<div id=\"\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui ayat-ayat di kitab itu, penginjilan bisa dijelaskan secara sederhana namun efektif untuk menjelaskan mengapa manusia membutuhkan keselamatan, bagaimana Allah menyediakan keselamatan, bagaimana manusia menerima keselamatan dan apa hasil dari keselamatan itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayat pertama \u201cJalan Roma menuju keselamatan\u201d adalah Roma 3:23, \u201cKarena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita semua sudah berdosa. Kita sudah melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan Allah. Tidak seorangpun yang tidak bersalah di hadapan Allah. Melalui Roma 3:10-18, kita diberikan gambaran detail seperti apa dosa itu dalam kehidupan kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayat kedua \u201cJalan Roma menuju keselamatan,\u201d adalah Roma 6:23, yang memaparkan konsekuensi dari dosa\u2019 \u201cSebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hukuman yang pantas bagi dosa manusia adalah kematian. Bukan hanya kematian secara fisik, namun kematian kekal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayat ketiga \u201cJalan Roma menuju keselamatan\u201d adalah kelanjutan dari Roma 6:23, \u201ctetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Roma 5:8 menyatakan, \u201cAkan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.\u201d Yesus Kristus telah mati bagi dosa manusia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kematian Yesus membayar harga dosa-dosa manusia. Kebangkitan Yesus membuktikan bahwa Allah telah menerima kematian Yesus sebagai pembayaran atas dosa-dosa kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayat berikut dalam \u201cJalan Roma menuju keselamatan\u201d adalah Roma 10:9, \u201cSebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena kematian Yesus adalah demi manusia, satu-satunya yang perlu kita lakukan hanyalah percaya kepadaNya, menerima kematianNya sebagai penebusan bagi dosa-dosa manusia, maka kita akan diselamatkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Roma 10:13 sudah menegaskan, \u201cSebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.\u201d Yesus telah mati untuk membayar dosa-dosa kita dan menyelamatkan kita dari kematian kekal. Keselamatan, pengampunan dosa, karenanya tersedia bagi setiap orang yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagian terakhir dari \u201cJalan Roma menuju keselamatan\u201d adalah hasil dari keselamatan itu. Roma 5:1 mengandung berita yang indah ini, \u201cSebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui Yesus Kristus kita dapat memperoleh hubungan yang damai dengan Tuhan. Roma 8:1 menjelaskan, \u201cDemikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.\u201d Karena Yesus telah mati bagi kita, kita tidak akan menerima hukuman bagi dosa-dosa kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan akhirnya, kita memiliki janji dalam Roma 8:38-39, \u201cSebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maukah Anda melangkah di \u201cJalan Roma menuju keselamatan\u201d?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika demikian, berikut ini adalah sebuah contoh doa. Doa ini adalah sebuah cara untuk mengungkapkan kepada Tuhan bahwa Anda bersandar kepada Yesus Kristus untuk keselamatan Anda. Kata-kata dalam doa ini tidak akan menyelamatkan Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hanya iman kepada Yesus Kristus yang dapat menyelamatkanmu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBapa di surga, saya tahu bahwa saya telah berdosa kepadaMu dan pantas untuk dihukum. Namun Yesus Kristus telah menanggung hukuman yang seharusnya saya tanggung sehingga dengan beriman kepadaNya saya dapat diampuni. Dengan pertolonganMu, saya berbalik dari dosa-dosaku dan percaya kepadaMu untuk diselamatkan. Terima kasih untuk anugerah dan pengampunanMu yang indah, yaitu karunia hidup kekal! Amin!\u201d. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211;\u00a0 \u201cJalan Roma menuju keselamatan\u201d adalah istilah yang dipakai untuk penginjilan yang mengunakan ayat-ayat Alkitab dari kitab Roma sebagai rujukan. Melalui ayat-ayat di kitab itu, penginjilan bisa dijelaskan secara sederhana namun efektif untuk menjelaskan mengapa manusia membutuhkan keselamatan, bagaimana Allah menyediakan keselamatan, bagaimana manusia menerima keselamatan dan apa hasil dari keselamatan itu. Ayat pertama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33746,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[134],"tags":[152],"class_list":["post-43812","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","tag-keselamatan"],"better_featured_image":{"id":33746,"alt_text":"","caption":"","description":"f1c37a067b1355e0f41510785476c09f","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/benarkah-yesus-menaruh-label-harga-pada_5df75f769b632.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/benarkah-yesus-menaruh-label-harga-pada_5df75f769b632.jpeg?fit=593%2C248&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1360","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43812","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43812"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43812\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33746"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43812"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43812"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43812"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}