{"id":43816,"date":"2021-06-30T08:44:25","date_gmt":"2021-06-30T01:44:25","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=43816"},"modified":"2021-06-30T08:44:31","modified_gmt":"2021-06-30T01:44:31","slug":"adakah-doa-untuk-keselamatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/adakah-doa-untuk-keselamatan\/","title":{"rendered":"Adakah \u201cdoa untuk keselamatan\u201d?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Banyak orang menanyakan \u201cAdakah doa yang bisa saya doakan untuk menghasilkan keselamatan?\u201d Ketika mencari tahu jawaban atas pertanyaan ini, penting untuk diingat bahwa keselamatan bukan dianugerahi karena memanjatkan doa atau mengucapkan kalimat tertentu. Alkitab sama sekali tidak pernah menyatakan ada orang yang diselamatkan karena berdoa. Memanjatkan doa bukanlah jalan keselamatan yang dijelaskan di Alkitab. Alkitab menegaskan cara memperoleh keselamatan hanyalah melalui iman kepada Yesus Kristus. Yohanes 3:16 menyatakan, \u201cKarena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.\u201d Keselamatan adalah oleh iman (Efesus 2:8), dengan menerima Yesus sebagai Juruselamat (Yohanes 1:12), dengan percaya hanya kepada Yesus (Yohanes 14:6; Kisah Rasul 4:12) \u2013 bukan karena memanjatkan doa tertentu. Penjelasan di Alkitab mengenai keselamatan itu sederhana dan jelas, tapi pada saat bersamaan juga menakjubkan. Kita semua telah berbuat dosa melawan Allah (Roma 3:23). Tidak ada seorangpun yang seumur hidupnya tidak pernah berbuat dosa (Pengkhotbah 7:20). Karena dosa, kita pantas untuk mendapatkan hukuman dari Allah (Roma 6:23), dan hukuman itu adalah kematian secara fisik yang diikuti dengan kematian rohani. Karena dosa dan hukuman yang menyertainya, tidak ada yang manusia bisa lakukan dengan usaha sendiri untuk mendamaikan dirinya dengan Allah. Karena begitu besar kasihNya kepada manusia, Allah Putera memilih dilahirkan menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. Yesus hidup secara sempurna dan selalu mengajarkan kebenaran. Namun, umat manusia malahan menolak Yesus dan menyalibkan Dia sampai mati. Yesus menanggung beban dan penghakiman dosa pada diriNya sendiri, dan mati untuk kita (2 Korintus 5:21). Yesus kemudian dibangkitkan (1 Korintus 15), membuktikan bahwa harga dosa telah dibayarNya sampai lunas, dan bahwa Dia telah mengalahkan dosa dan kematian. Sebagai hasil dari pengorbanan Yesus, Allah menawarkan keselamatan kepada manusia sebagai anugerah. Allah memanggil semua manusia untuk mengubah pikirannya mengenai Yesus (Kisah Para Rasul 17:30), dan menerima Dia sebagai pembayaran penuh bagi dosa-dosa kita (1 Yohanes 2:2). Keselamatan diperoleh melalui menerima anugerah yang Allah tawarkan kepada kita, bukan melalui doa. Namun ini tidak berarti bahwa doa tidak ada kaitannya dalam menerima keselamatan. Jika Anda memahami Injil, percaya bahwa Injil itu adalah benar adanya, dan telah menerima Yesus untuk keselamatan Anda \u2013 baik dan layak untuk mengungkapkan iman ini kepada Allah dalam doa. Berbicara dengan Allah melalui doa merupakan langkah maju dalam menerima fakta Yesus sebagai kebenaran, sampai akhirnya betul-betul percaya kepadaNya sebagai Juruselamat. Doa dapat dihubungkan dengan tindakan menempatkan iman Anda hanya kepada Yesus untuk mendapatkan keselamatan. Namun, sekali lagi, sama pentingnya bahwa Anda tidak menyandarkan keselamatan Anda pada sekedar memanjatkan doa. Memanjatkan doa saja tidak akan menyelamatkan Anda. Jika Anda ingin menerima keselamatan yang tersedia melalui Yesus Kristus, berimanlah kepadaNya. Percaya sepenuhnya bahwa kematianNya sebagai korban cukup untuk menebus dosa-dosamu. Bersandarlah padaNya sepenuhnya sebagai Juruselamat Anda. Inilah cara yang dijelaskan Alkitab supaya seseorang bisa dianugerahi keselamatan. Jika Anda telah menerima Yesus sebagai Juruselamat Anda, silahkan mengucapkan doa kepada Allah. Ungkapkan pada Allah betapa Anda bersyukur untuk Yesus. Nyatakan syukur kepada Allah untuk kasih dan pengorbananNya. Katakan terima kasih kepada Yesus untuk kematianNya sehingga keselamatan tersedia bagimu. Hubungan antara keselamatan dan doa seperti inilah yang alkitabiah untuk dipahami. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Banyak orang menanyakan \u201cAdakah doa yang bisa saya doakan untuk menghasilkan keselamatan?\u201d Ketika mencari tahu jawaban atas pertanyaan ini, penting untuk diingat bahwa keselamatan bukan dianugerahi karena memanjatkan doa atau mengucapkan kalimat tertentu.<\/p>\n<div id=\"\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Alkitab sama sekali tidak pernah menyatakan ada orang yang diselamatkan karena berdoa. Memanjatkan doa bukanlah jalan keselamatan yang dijelaskan di Alkitab.<\/p>\n<p>Alkitab menegaskan cara memperoleh keselamatan hanyalah melalui iman kepada Yesus Kristus.<\/p>\n<p>Yohanes 3:16 menyatakan, \u201cKarena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.\u201d<\/p>\n<p>Keselamatan adalah oleh iman (Efesus 2:8), dengan menerima Yesus sebagai Juruselamat (Yohanes 1:12), dengan percaya hanya kepada Yesus (Yohanes 14:6; Kisah Rasul 4:12) \u2013 bukan karena memanjatkan doa tertentu.<\/p>\n<p>Penjelasan di Alkitab mengenai keselamatan itu sederhana dan jelas, tapi pada saat bersamaan juga menakjubkan.<\/p>\n<p>Kita semua telah berbuat dosa melawan Allah (Roma 3:23). Tidak ada seorangpun yang seumur hidupnya tidak pernah berbuat dosa (Pengkhotbah 7:20). Karena dosa, kita pantas untuk mendapatkan hukuman dari Allah (Roma 6:23), dan hukuman itu adalah kematian secara fisik yang diikuti dengan kematian rohani.<\/p>\n<p>Karena dosa dan hukuman yang menyertainya, tidak ada yang manusia bisa lakukan dengan usaha sendiri untuk mendamaikan dirinya dengan Allah.<\/p>\n<p>Karena begitu besar kasihNya kepada manusia, Allah Putera memilih dilahirkan menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. Yesus hidup secara sempurna dan selalu mengajarkan kebenaran. Namun, umat manusia malahan menolak Yesus dan menyalibkan Dia sampai mati.<\/p>\n<p>Yesus menanggung beban dan penghakiman dosa pada diriNya sendiri, dan mati untuk kita (2 Korintus 5:21). Yesus kemudian dibangkitkan (1 Korintus 15), membuktikan bahwa harga dosa telah dibayarNya sampai lunas, dan bahwa Dia telah mengalahkan dosa dan kematian.<\/p>\n<p>Sebagai hasil dari pengorbanan Yesus, Allah menawarkan keselamatan kepada manusia sebagai anugerah. Allah memanggil semua manusia untuk mengubah pikirannya mengenai Yesus (Kisah Para Rasul 17:30), dan menerima Dia sebagai pembayaran penuh bagi dosa-dosa kita (1 Yohanes 2:2).<\/p>\n<p>Keselamatan diperoleh melalui menerima anugerah yang Allah tawarkan kepada kita, bukan melalui doa.<\/p>\n<p>Namun ini tidak berarti bahwa doa tidak ada kaitannya dalam menerima keselamatan. Jika Anda memahami Injil, percaya bahwa Injil itu adalah benar adanya, dan telah menerima Yesus untuk keselamatan Anda \u2013 baik dan layak untuk mengungkapkan iman ini kepada Allah dalam doa.<\/p>\n<p>Berbicara dengan Allah melalui doa merupakan langkah maju dalam menerima fakta Yesus sebagai kebenaran, sampai akhirnya betul-betul percaya kepadaNya sebagai Juruselamat.<\/p>\n<p>Doa dapat dihubungkan dengan tindakan menempatkan iman Anda hanya kepada Yesus untuk mendapatkan keselamatan.<\/p>\n<p>Namun, sekali lagi, sama pentingnya bahwa Anda tidak menyandarkan keselamatan Anda pada sekedar memanjatkan doa. Memanjatkan doa saja tidak akan menyelamatkan Anda.<\/p>\n<p>Jika Anda ingin menerima keselamatan yang tersedia melalui Yesus Kristus, berimanlah kepadaNya. Percaya sepenuhnya bahwa kematianNya sebagai korban cukup untuk menebus dosa-dosamu.<\/p>\n<p>Bersandarlah padaNya sepenuhnya sebagai Juruselamat Anda. Inilah cara yang dijelaskan Alkitab supaya seseorang bisa dianugerahi keselamatan.<\/p>\n<p>Jika Anda telah menerima Yesus sebagai Juruselamat Anda, silahkan mengucapkan doa kepada Allah. Ungkapkan pada Allah betapa Anda bersyukur untuk Yesus. Nyatakan syukur kepada Allah untuk kasih dan pengorbananNya. Katakan terima kasih kepada Yesus untuk kematianNya sehingga keselamatan tersedia bagimu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hubungan antara keselamatan dan doa seperti inilah yang alkitabiah untuk dipahami. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Banyak orang menanyakan \u201cAdakah doa yang bisa saya doakan untuk menghasilkan keselamatan?\u201d Ketika mencari tahu jawaban atas pertanyaan ini, penting untuk diingat bahwa keselamatan bukan dianugerahi karena memanjatkan doa atau mengucapkan kalimat tertentu. Alkitab sama sekali tidak pernah menyatakan ada orang yang diselamatkan karena berdoa. Memanjatkan doa bukanlah jalan keselamatan yang dijelaskan di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33746,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1],"tags":[170,152],"class_list":["post-43816","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","tag-injil","tag-keselamatan"],"better_featured_image":{"id":33746,"alt_text":"","caption":"","description":"f1c37a067b1355e0f41510785476c09f","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/benarkah-yesus-menaruh-label-harga-pada_5df75f769b632.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/benarkah-yesus-menaruh-label-harga-pada_5df75f769b632.jpeg?fit=593%2C248&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1501","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43816","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43816"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43816\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43816"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43816"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43816"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}