{"id":43832,"date":"2021-03-27T14:37:41","date_gmt":"2021-03-27T07:37:41","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=43832"},"modified":"2021-03-27T14:37:57","modified_gmt":"2021-03-27T07:37:57","slug":"kemanakah-kita-pergi-ketika-kita-meninggal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kemanakah-kita-pergi-ketika-kita-meninggal\/","title":{"rendered":"Kemanakah kita pergi ketika kita meninggal?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -\u00a0 Alkitab sangat jelas dalam menyatakan, pada dasarnya, hanya ada dua tujuan bagi manusia ketika meninggal: surga atau neraka. Alkitab dengan rinci menjelaskan bahwa Anda dapat memilih tempat tujuan Anda ketika mati. Bagaimana caranya? Pertama-tama, terkait masalahnya. Semua manusia telah berdosa (Roma 3:23). Kita semua telah melakukan hal yang salah, jahat, atau asusila (Pengkhotbah 7:20) di mata Allah. Dosa pribadi telah memisahkan manusia dari Allah, dan jika tidak diperdamaikan, maka dosa tersebut akan berakibat pada terpisahnya kita secara kekal dari Allah (Matius 25:46; Roma 6:23). Keterpisahan abadi dari Allah adalah neraka, yang digambarkan Alkitab sebagai danau api yang kekal (Wahyu 20:14-15). Sekarang, solusinya. Allah Putera lahir sebagai manusia dalam pribadi Yesus Kristus (Yohanes 1:1,14; 8:58; 10:30). Ia hidup tak berdosa (1 Petrus 3:22; 1 Yohanes 3:5) dan rela mengorbankan hidupNya bagi kita (1 Korintus 15:3; 1 Petrus 1:18-19). KematianNya telah melunasi hukuman atas dosa kita (2 Korintus 5:21). Allah, pada saat itu, menawarkan keselamatan dan pengampunan sebagai anugerah (Roma 6:23) yang hanya perlu manusia terima melalui iman (Yohanes 3:16; Efesus 2:8-9). &quot;Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu,&quot; dijelaskan di Kisah Para Rasul 16:31. Hanya dengan beriman kepada Yesus sebagai Juruselamat, bersandar kepada pengorbananNya saja sebagai pelunasan atas dosamu, maka menurut Firman Allah, Anda telah dijanjikan kehidupan kekal di surga. Kemanakah Anda akan pergi ketika Anda meninggal? Semuanya tergantung Anda. Allah telah menawarkan sebuah pilihan kepada Anda. Allah mengundang Anda untuk datang kepadaNya. Pilihannya sekarang tergantung Anda. Jika Anda merasa Allah sedang memanggil Anda untuk beriman di dalam Kristus (Yohanes 6:44), maka datanglah kepada Sang Juruselamat. Jika Allah sedang membuka selubung dari wajahmu dan memulihkan mata rohanmu (2 Korintus 4:4), maka pandanglah Sang Juruselamat. Jika Anda sedang merasakan sebuah gairah di dalam kehidupan yang selama ini terasa hampa (Efesus 2:1), maka bangkitlah melalui Sang Juruselamat. Kemanakah Anda pergi ketika Anda meninggal? Surga atau neraka. Melalui Yesus Kristus, neraka dapat dihindari. Terimalah Yesus Kristus sebagai Juruselamat, dan surga akan menjadi tujuan abadi Anda. Pilihlah yang lain, maka keterrpisahan kekal dari Allah di dalam neraka akan menjadi akibatnya (Yohanes 14:6; Kisah 4:12). Jika Anda sekarang memahami ke mana seseorang akan pergi setelah meninggal secara jasmani, dan ingin beriman kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi, maka imanilah dan panjatkanlah doa berikut ini, sebagai tindakan iman, sebagai komunikasi pribadi Anda dengan Allah: &quot;Bapa di surga, saya tahu kalau saya orang berdosa, dan saya tahu karena dosa, saya layak dibuang secara kekal olehMu. Walaupun saya tidak layak menerimanya, terima kasih atas kasihMu kepadaku dan keselamatan yang telah Engkau sediakan bagiku melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Saya percaya bahwa Yesus telah mati bagi dosaku dan hanya dengan percaya kepadaNya saja saya bisa dianugerahi keselamatan. Mulai sekarang, tolonglah supaya kehidupanku menjadi milikMu dan bukan lagi bagi dosa. Bantulah saya menghidupi sisa hidupku dalam rasa syukur atas keselamatan berharga yang telah Engkau sediakan ini. Terima kasih Yesus, sudah menyelamatkanku.&quot; (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211;\u00a0 Alkitab sangat jelas dalam menyatakan, pada dasarnya, hanya ada dua tujuan bagi manusia ketika meninggal: surga atau neraka.<\/p>\n<div id=\"\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Alkitab dengan rinci menjelaskan bahwa Anda dapat memilih tempat tujuan Anda ketika mati. Bagaimana caranya?<\/p>\n<p>Pertama-tama, terkait masalahnya. Semua manusia telah berdosa (Roma 3:23). Kita semua telah melakukan hal yang salah, jahat, atau asusila (Pengkhotbah 7:20) di mata Allah.<\/p>\n<p>Dosa pribadi telah memisahkan manusia dari Allah, dan jika tidak diperdamaikan, maka dosa tersebut akan berakibat pada terpisahnya kita secara kekal dari Allah (Matius 25:46; Roma 6:23). Keterpisahan abadi dari Allah adalah neraka, yang digambarkan Alkitab sebagai danau api yang kekal (Wahyu 20:14-15).<\/p>\n<p>Sekarang, solusinya.<\/p>\n<p>Allah Putera lahir sebagai manusia dalam pribadi Yesus Kristus (Yohanes 1:1,14; 8:58; 10:30). Ia hidup tak berdosa (1 Petrus 3:22; 1 Yohanes 3:5) dan rela mengorbankan hidupNya bagi kita (1 Korintus 15:3; 1 Petrus 1:18-19). KematianNya telah melunasi hukuman atas dosa kita (2 Korintus 5:21).<\/p>\n<p>Allah, pada saat itu, menawarkan keselamatan dan pengampunan sebagai anugerah (Roma 6:23) yang hanya perlu manusia terima melalui iman (Yohanes 3:16; Efesus 2:8-9). &#8220;Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu,&#8221; dijelaskan di Kisah Para Rasul 16:31.<\/p>\n<p>Hanya dengan beriman kepada Yesus sebagai Juruselamat, bersandar kepada pengorbananNya saja sebagai pelunasan atas dosamu, maka menurut Firman Allah, Anda telah dijanjikan kehidupan kekal di surga.<\/p>\n<p>Kemanakah Anda akan pergi ketika Anda meninggal? Semuanya tergantung Anda. Allah telah menawarkan sebuah pilihan kepada Anda. Allah mengundang Anda untuk datang kepadaNya. Pilihannya sekarang tergantung Anda.<\/p>\n<p>Jika Anda merasa Allah sedang memanggil Anda untuk beriman di dalam Kristus (Yohanes 6:44), maka datanglah kepada Sang Juruselamat. Jika Allah sedang membuka selubung dari wajahmu dan memulihkan mata rohanmu (2 Korintus 4:4), maka pandanglah Sang Juruselamat.<\/p>\n<p>Jika Anda sedang merasakan sebuah gairah di dalam kehidupan yang selama ini terasa hampa (Efesus 2:1), maka bangkitlah melalui Sang Juruselamat.<\/p>\n<p>Kemanakah Anda pergi ketika Anda meninggal? Surga atau neraka. Melalui Yesus Kristus, neraka dapat dihindari.<\/p>\n<p>Terimalah Yesus Kristus sebagai Juruselamat, dan surga akan menjadi tujuan abadi Anda. Pilihlah yang lain, maka keterrpisahan kekal dari Allah di dalam neraka akan menjadi akibatnya (Yohanes 14:6; Kisah 4:12).<\/p>\n<p>Jika Anda sekarang memahami ke mana seseorang akan pergi setelah meninggal secara jasmani, dan ingin beriman kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi, maka imanilah dan panjatkanlah doa berikut ini, sebagai tindakan iman, sebagai komunikasi pribadi Anda dengan Allah:<\/p>\n<p>&#8220;Bapa di surga, saya tahu kalau saya orang berdosa, dan saya tahu karena dosa, saya layak dibuang secara kekal olehMu. Walaupun saya tidak layak menerimanya, terima kasih atas kasihMu kepadaku dan keselamatan yang telah Engkau sediakan bagiku melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.<\/p>\n<p>Saya percaya bahwa Yesus telah mati bagi dosaku dan hanya dengan percaya kepadaNya saja saya bisa dianugerahi keselamatan. Mulai sekarang, tolonglah supaya kehidupanku menjadi milikMu dan bukan lagi bagi dosa. Bantulah saya menghidupi sisa hidupku dalam rasa syukur atas keselamatan berharga yang telah Engkau sediakan ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terima kasih Yesus, sudah menyelamatkanku.&#8221; (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211;\u00a0 Alkitab sangat jelas dalam menyatakan, pada dasarnya, hanya ada dua tujuan bagi manusia ketika meninggal: surga atau neraka. Alkitab dengan rinci menjelaskan bahwa Anda dapat memilih tempat tujuan Anda ketika mati. Bagaimana caranya? Pertama-tama, terkait masalahnya. Semua manusia telah berdosa (Roma 3:23). Kita semua telah melakukan hal yang salah, jahat, atau asusila (Pengkhotbah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33746,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[170],"class_list":["post-43832","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum","tag-injil"],"better_featured_image":{"id":33746,"alt_text":"","caption":"","description":"f1c37a067b1355e0f41510785476c09f","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/benarkah-yesus-menaruh-label-harga-pada_5df75f769b632.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/benarkah-yesus-menaruh-label-harga-pada_5df75f769b632.jpeg?fit=593%2C248&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":1,"views":"1663","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43832","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43832"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43832\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43832"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43832"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43832"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}