{"id":44406,"date":"2020-03-12T11:45:28","date_gmt":"2020-03-12T04:45:28","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=44406"},"modified":"2020-03-13T22:43:07","modified_gmt":"2020-03-13T15:43:07","slug":"untuk-menjaga-kondusifitas-pembangunan-gereja-malangsari-dihentikan-sementara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/untuk-menjaga-kondusifitas-pembangunan-gereja-malangsari-dihentikan-sementara\/","title":{"rendered":"Untuk menjaga kondusifitas, pembangunan Gereja Malangsari dihentikan sementara"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Setelah Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi membentuk tim penanganan permasalahan pembangunan Gereja Malangsari, untuk menjaga kondusifitas, tim menghentikan sementara proses pembangunannya. Penghentian sementara proses pembangunan Gereja Malangsari setelah dilakukan musyawarah bersama yang dipimpin Kasat Pol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, Selasa (10\/3\/2020). Dalam musyawarah tersebut dihadiri tokoh masyarakat, takmir masjid, kapolsek Pedurungan, Polrestabes Semarang dan dari pihak Gereja Malangsari diwakili oleh mandor dan tukang. &quot;Untuk sementara cooling down dulu, pembangunan dihentikan untuk menjaga kondusifitas Kota Semarang,&quot; ujar Fajar dalam arahannya. Menurut Fajar, hasil kesepakatan bersama, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi membentuk tim khusus penanganan permasalahan pembangunan Gereja Malangsari. &quot;Tim khusus sudah dibentuk oleh Pak Wali, sehingga hari ini pembangunan off dulu, nunggu hasil rapat yang akan dipimpin langsung Pak Wali besok Rabu (11\/4\/2020),&quot; tambahnya. Fajar menjamin, Wali Kota Semarang pasti akan memberikan solusi terbaik, yang penting kerukunan antar umat di Kota Semarang terus terjaga. &quot;Pak Wali ini orangnya sangat bijak, pasti akan ada solusi yang terbaik,&quot; tandasnya. Untuk itu lanjut Fajar, pihaknya meminta kepada pihak Gereja Malangsari untuk tidak melakukan aktifitas pembangunan supaya tidak menimbulkan masalah baru. Karena tidak ada niatan jahat dari siapapun. &quot;Kita saat ini tidak bicara masalah IMB dan lainnya, tapi kita sama-sama cooling down sambil menunggu hasil kajian dari tim yang dibentuk Wali Kota Semarang,&quot; ujarnya. Sementara itu Takmir Masjid Nur Aziz menyambut baik apa yang telah dilakukan oleh Pemkot Semarang untuk menyelesaikan persoalan Gereja Malangsari. &quot;Kita hanya ingin hidup rukun, damai dan tidak ada masalah. Saya berharap pihak gereja memanfaatkan tawaran yang disampaikan oleh Pemkot Semarang,&quot; ujar Nur Aziz. Lebih jauh Nur Aziz menegaskan, pembangunan kelanjutan Gereja Malangsari harus ada dasarnya. &quot;Peraturan sekarang yang harus dipatuhi sekarang,&quot; pungkas Nur Aziz. Untuk diketahui, dalam penanganan pembangunan Gereja Malangsari ini, Wali Kota Semarang telah membentuk tim khusus yang terdiri dari Forkopimda Kota Semarang, OPD terkait, FKUB dan lain sebagainya. [rmol]\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Setelah Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi membentuk tim penanganan permasalahan pembangunan Gereja Malangsari, untuk menjaga kondusifitas, tim menghentikan sementara proses pembangunannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penghentian sementara proses pembangunan Gereja Malangsari setelah dilakukan musyawarah bersama yang dipimpin Kasat Pol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, Selasa (10\/3\/2020).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam musyawarah tersebut dihadiri tokoh masyarakat, takmir masjid, kapolsek Pedurungan, Polrestabes Semarang dan dari pihak Gereja Malangsari diwakili oleh mandor dan tukang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Untuk sementara cooling down dulu, pembangunan dihentikan untuk menjaga kondusifitas Kota Semarang,&#8221; ujar Fajar dalam arahannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Fajar, hasil kesepakatan bersama, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi membentuk tim khusus penanganan permasalahan pembangunan Gereja Malangsari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tim khusus sudah dibentuk oleh Pak Wali, sehingga hari ini pembangunan off dulu, nunggu hasil rapat yang akan dipimpin langsung Pak Wali besok Rabu (11\/4\/2020),&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fajar menjamin, Wali Kota Semarang pasti akan memberikan solusi terbaik, yang penting kerukunan antar umat di Kota Semarang terus terjaga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pak Wali ini orangnya sangat bijak, pasti akan ada solusi yang terbaik,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk itu lanjut Fajar, pihaknya meminta kepada pihak Gereja Malangsari untuk tidak melakukan aktifitas pembangunan supaya tidak menimbulkan masalah baru. Karena tidak ada niatan jahat dari siapapun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kita saat ini tidak bicara masalah IMB dan lainnya, tapi kita sama-sama cooling down sambil menunggu hasil kajian dari tim yang dibentuk Wali Kota Semarang,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu Takmir Masjid Nur Aziz menyambut baik apa yang telah dilakukan oleh Pemkot Semarang untuk menyelesaikan persoalan Gereja Malangsari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kita hanya ingin hidup rukun, damai dan tidak ada masalah. Saya berharap pihak gereja memanfaatkan tawaran yang disampaikan oleh Pemkot Semarang,&#8221; ujar Nur Aziz.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih jauh Nur Aziz menegaskan, pembangunan kelanjutan Gereja Malangsari harus ada dasarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Peraturan sekarang yang harus dipatuhi sekarang,&#8221; pungkas Nur Aziz.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk diketahui, dalam penanganan pembangunan Gereja Malangsari ini, Wali Kota Semarang telah membentuk tim khusus yang terdiri dari Forkopimda Kota Semarang, OPD terkait, FKUB dan lain sebagainya. [rmol]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Setelah Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi membentuk tim penanganan permasalahan pembangunan Gereja Malangsari, untuk menjaga kondusifitas, tim menghentikan sementara proses pembangunannya. Penghentian sementara proses pembangunan Gereja Malangsari setelah dilakukan musyawarah bersama yang dipimpin Kasat Pol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, Selasa (10\/3\/2020). Dalam musyawarah tersebut dihadiri tokoh masyarakat, takmir masjid, kapolsek Pedurungan, Polrestabes [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":44407,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-44406","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"better_featured_image":{"id":44407,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Untuk-menjaga-kondusifitas-pembangunan-Gereja-Malangsari-dihentikan-sementara.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Untuk-menjaga-kondusifitas-pembangunan-Gereja-Malangsari-dihentikan-sementara.jpeg?fit=650%2C320&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Untuk-menjaga-kondusifitas-pembangunan-Gereja-Malangsari-dihentikan-sementara.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Untuk-menjaga-kondusifitas-pembangunan-Gereja-Malangsari-dihentikan-sementara.jpeg?fit=650%2C320&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"3542","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44406","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44406"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44406\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44407"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44406"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44406"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44406"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}