{"id":44762,"date":"2021-04-07T08:58:50","date_gmt":"2021-04-07T01:58:50","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=44762"},"modified":"2021-04-07T08:58:53","modified_gmt":"2021-04-07T01:58:53","slug":"apa-kata-alkitab-mengenai-kesembuhan-apakah-dalam-karya-penebusan-kristus-ada-kesembuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apa-kata-alkitab-mengenai-kesembuhan-apakah-dalam-karya-penebusan-kristus-ada-kesembuhan\/","title":{"rendered":"Apa kata Alkitab mengenai kesembuhan? Apakah dalam karya penebusan Kristus ada kesembuhan?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -\u00a0 Yesaya 53:5, yang kemudian dikutip kembali dalam 1 Petrus 2:24 adalah ayat kunci mengenai kesembuhan yang sering disalahmengerti dan disalahterapkan. \u201cTetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.\u201d (Yesaya 53:5). Kata \u201csembuh\u201d di sana dapat berarti kesembuhan rohani atau fisik. 1 Petrus 2:24 mengatakan, \u201cIa sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.\u201d Ayat ini berbicara mengenai dosa dan kebenaran, bukan soal penyakit. Karena itu \u201cdisembuhkan\u201d dalam konteks ini berbicara mengenai dosa yang diampuni dan diselamatkan, bukan disembuhkan secara fisik. Alkitab tidak secara khusus menghubungkan kesembuhan fisik dengan kesembuhan rohani. Seringkali, seseorang sembuh secara fisik saat mereka beriman kepada Kristus \u2013 namun hal ini tidak selalu terjadi. Kadang Allah menyembuhkan, kadang tidak. Rasul Yohanes memberi kita perspektif yang benar, \u201cDan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya\u201d (1 Yohanes 5:14-15). Allah masih membuat mukjizat. Allah masih menyembuhkan orang. Penyakit, kesakitan dan kematian masih merupakan realitas dalam dunia ini. Kecuali kalau Allah kembali dalam kurun waktu 50 tahun, setiap orang yang hidup hari ini akan mati, dan sebagian besar (termasuk orang Kristen) akan mati sebagai akibat dari masalah fisik (penyakit, luka). Allah tidak selalu menyembuhkan kita secara fisik. Akhirnya, kesembuhan fisik secara penuh menanti kita di surga. Di surga tidak akan ada lagi sakit penyakit, penderitaan, atau kematian (Wahyu 21). Kita tidak perlu terlalu kuatir dengan kondisi fisik kita di dunia ini, dan seharusnya lebih memperhatikan kondisi rohani kita (Roma 12:1-2). Sebagai hasilnya, kita bisa memusatkan hati kita kepada surga dan ketika kita tidak perlu lagi berurusan dengan masalah fisik kita, Wahyu 21:4 menyatakan \u201cDan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.&quot; (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211;\u00a0 Yesaya 53:5, yang kemudian dikutip kembali dalam 1 Petrus 2:24 adalah ayat kunci mengenai kesembuhan yang sering disalahmengerti dan disalahterapkan. \u201cTetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.\u201d (Yesaya 53:5).<\/p>\n<div id=\"\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Kata \u201csembuh\u201d di sana dapat berarti kesembuhan rohani atau fisik. 1 Petrus 2:24 mengatakan, \u201cIa sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.\u201d<\/p>\n<p>Ayat ini berbicara mengenai dosa dan kebenaran, bukan soal penyakit. Karena itu \u201cdisembuhkan\u201d dalam konteks ini berbicara mengenai dosa yang diampuni dan diselamatkan, bukan disembuhkan secara fisik.<\/p>\n<p>Alkitab tidak secara khusus menghubungkan kesembuhan fisik dengan kesembuhan rohani. Seringkali, seseorang sembuh secara fisik saat mereka beriman kepada Kristus \u2013 namun hal ini tidak selalu terjadi.<\/p>\n<p>Kadang Allah menyembuhkan, kadang tidak.<\/p>\n<p>Rasul Yohanes memberi kita perspektif yang benar, \u201cDan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya\u201d (1 Yohanes 5:14-15).<\/p>\n<p>Allah masih membuat mukjizat. Allah masih menyembuhkan orang. Penyakit, kesakitan dan kematian masih merupakan realitas dalam dunia ini. Kecuali kalau Allah kembali dalam kurun waktu 50 tahun, setiap orang yang hidup hari ini akan mati, dan sebagian besar (termasuk orang Kristen) akan mati sebagai akibat dari masalah fisik (penyakit, luka).<\/p>\n<p>Allah tidak selalu menyembuhkan kita secara fisik.<\/p>\n<p>Akhirnya, kesembuhan fisik secara penuh menanti kita di surga. Di surga tidak akan ada lagi sakit penyakit, penderitaan, atau kematian (Wahyu 21). Kita tidak perlu terlalu kuatir dengan kondisi fisik kita di dunia ini, dan seharusnya lebih memperhatikan kondisi rohani kita (Roma 12:1-2).<\/p>\n<p>Sebagai hasilnya, kita bisa memusatkan hati kita kepada surga dan ketika kita tidak perlu lagi berurusan dengan masalah fisik kita, Wahyu 21:4 menyatakan \u201cDan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.&#8221; (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211;\u00a0 Yesaya 53:5, yang kemudian dikutip kembali dalam 1 Petrus 2:24 adalah ayat kunci mengenai kesembuhan yang sering disalahmengerti dan disalahterapkan. \u201cTetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.\u201d (Yesaya 53:5). Kata \u201csembuh\u201d di sana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33724,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[],"class_list":["post-44762","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":33724,"alt_text":"","caption":"","description":"b2a70bc8d2935e3759ca582bc3cbacce","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/salah-makan-obat-bahaya-mencomot-ayat-keluar_5df75e77dcc14.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/salah-makan-obat-bahaya-mencomot-ayat-keluar_5df75e77dcc14.jpeg?fit=600%2C400&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1430","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44762","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44762"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44762\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44762"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44762"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44762"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}