{"id":44770,"date":"2021-03-15T09:21:00","date_gmt":"2021-03-15T02:21:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=44770"},"modified":"2021-02-13T16:21:41","modified_gmt":"2021-02-13T09:21:41","slug":"apa-yang-alkitab-nyatakan-mengenai-pedofilia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apa-yang-alkitab-nyatakan-mengenai-pedofilia\/","title":{"rendered":"Apa yang Alkitab nyatakan mengenai pedofilia?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Pedofilia tidak pernah dinyatakan langsung di Alkitab. Tapi, ada banyak prinsip-prinsip alkitabiah yang pastinya mengutuk dosa yang menyimpang dan kejam ini. Salah satu prinsip tersebut adalah pandangan Alkitab tentang dosa percabulan. Kata yang diterjemahkan sebagai &quot;percabulan&quot; memiliki gagasan yang sama dalam bahasa Ibrani dan Yunani. Kata Yunani-nya adalah porneia. Dari kata inilah diturunkan menjadi porno dan pornografi dalam bahasa Inggris. Di Alkitab, kata ini merujuk pada setiap aktivitas seksual yang terlarang, yang tentunya mencakup tindakan kejam dari para pedofil ini \u2013 termasuk soal pengumpulan dan perdagangan gambar-gambar anak-anak kecil yang cabul atau tidak senonoh. Orang-orang yang menyukai pornografi jenis ini biasanya semakin nekat dari waktu ke waktu. Tindakannya akan semakin meningkat, dari mulai sekedar mencari hingga benar-benar melakukan. Orang semacam ini sangat berbahaya dan merugikan anak-anak. Percabulan merupakan salah satu &quot;keinginan daging&quot; (Gal 5:16-21) dan salah satu di antara hal-hal jahat yang datang dari hati manusia yang terpisah dari Allah (Mrk 7:21-23). Pedofil memiliki karakteristik &quot;tidak tahu mengasihi&quot; (Rom 1:31; 2 Tim 3:3). Frasa &quot;tidak tahu mengasihi&quot; diterjemahkan dari kata Yunani yang berarti &quot;tidak manusiawi, tidak mengasihi, dan tidak ramah.&quot; Seseorang yang tidak tahu mengasihi bertindak dengan cara-cara yang bertentangan dengan norma sosial. Hal ini menggambarkan para pedofil. Selain itu, ada prinsip yang ditemukan dalam kata-kata Yesus tentang anak-anak. Yesus menggunakan seorang anak kecil untuk mengajarkan kepada murid-murid-Nya bahwa diperlukan iman seperti anak-anak untuk bisa masuk ke dalam Kerajaan Surga. Pada saat bersamaan, Yesus mengajarkan kalau Bapa peduli pada semua &quot;anak-anak&quot;-Nya (Mat 18:1-14). Yesus berkata, &quot;Akan tetapi, siapa yang menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya kepada-Ku ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan digantungkan pada lehernya dan ditenggelamkan ke laut yang paling dalam&quot; (Mat 18:6 AYT). Kata menyesatkan dalam bahasa Yunani berarti &quot;membuat seseorang tersandung, meletakkan batu sandungan atau hambatan di jalan, supaya orang lain tersandung dan jatuh, mengajak untuk berdosa, atau menyebabkan seseorang untuk mulai tidak mempercayai dan meninggalkan orang yang seharusnya ia percayai dan taati.&quot; Definisi dari kata menyesatkan ini tentu saja mencakup tindakan para pedofil. Prinsip tidak membahayakan dan merugikan anak dapat diterapkan pada berbagai tindakan kekerasan tehadap anak, tidak terbatas pada para pedofil saja. Prinsip yang ada di Injil Matius 18:10 ini menentang siapa saja yang bisa membahayakan dan merugikan anak-anak. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Pedofilia tidak pernah dinyatakan langsung di Alkitab. Tapi, ada banyak prinsip-prinsip alkitabiah yang pastinya mengutuk dosa yang menyimpang dan kejam ini. Salah satu prinsip tersebut adalah pandangan Alkitab tentang dosa percabulan. Kata yang diterjemahkan sebagai &#8220;percabulan&#8221; memiliki gagasan yang sama dalam bahasa Ibrani dan Yunani.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Kata Yunani-nya adalah porneia. Dari kata inilah diturunkan menjadi porno dan pornografi dalam bahasa Inggris. Di Alkitab, kata ini merujuk pada setiap aktivitas seksual yang terlarang, yang tentunya mencakup tindakan kejam dari para pedofil ini \u2013 termasuk soal pengumpulan dan perdagangan gambar-gambar anak-anak kecil yang cabul atau tidak senonoh.<\/p>\n<p>Orang-orang yang menyukai pornografi jenis ini biasanya semakin nekat dari waktu ke waktu. Tindakannya akan semakin meningkat, dari mulai sekedar mencari hingga benar-benar melakukan. Orang semacam ini sangat berbahaya dan merugikan anak-anak. Percabulan merupakan salah satu &#8220;keinginan daging&#8221; (Gal 5:16-21) dan salah satu di antara hal-hal jahat yang datang dari hati manusia yang terpisah dari Allah (Mrk 7:21-23).<\/p>\n<p>Pedofil memiliki karakteristik &#8220;tidak tahu mengasihi&#8221; (Rom 1:31; 2 Tim 3:3). Frasa &#8220;tidak tahu mengasihi&#8221; diterjemahkan dari kata Yunani yang berarti &#8220;tidak manusiawi, tidak mengasihi, dan tidak ramah.&#8221; Seseorang yang tidak tahu mengasihi bertindak dengan cara-cara yang bertentangan dengan norma sosial. Hal ini menggambarkan para pedofil.<\/p>\n<p>Selain itu, ada prinsip yang ditemukan dalam kata-kata Yesus tentang anak-anak. Yesus menggunakan seorang anak kecil untuk mengajarkan kepada murid-murid-Nya bahwa diperlukan iman seperti anak-anak untuk bisa masuk ke dalam Kerajaan Surga. Pada saat bersamaan, Yesus mengajarkan kalau Bapa peduli pada semua &#8220;anak-anak&#8221;-Nya (Mat 18:1-14). Yesus berkata, &#8220;Akan tetapi, siapa yang menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya kepada-Ku ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan digantungkan pada lehernya dan ditenggelamkan ke laut yang paling dalam&#8221; (Mat 18:6 AYT).<\/p>\n<p>Kata menyesatkan dalam bahasa Yunani berarti &#8220;membuat seseorang tersandung, meletakkan batu sandungan atau hambatan di jalan, supaya orang lain tersandung dan jatuh, mengajak untuk berdosa, atau menyebabkan seseorang untuk mulai tidak mempercayai dan meninggalkan orang yang seharusnya ia percayai dan taati.&#8221; Definisi dari kata menyesatkan ini tentu saja mencakup tindakan para pedofil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prinsip tidak membahayakan dan merugikan anak dapat diterapkan pada berbagai tindakan kekerasan tehadap anak, tidak terbatas pada para pedofil saja. Prinsip yang ada di Injil Matius 18:10 ini menentang siapa saja yang bisa membahayakan dan merugikan anak-anak. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Pedofilia tidak pernah dinyatakan langsung di Alkitab. Tapi, ada banyak prinsip-prinsip alkitabiah yang pastinya mengutuk dosa yang menyimpang dan kejam ini. Salah satu prinsip tersebut adalah pandangan Alkitab tentang dosa percabulan. Kata yang diterjemahkan sebagai &#8220;percabulan&#8221; memiliki gagasan yang sama dalam bahasa Ibrani dan Yunani. Kata Yunani-nya adalah porneia. Dari kata inilah diturunkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":44527,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","video":"","gallery":"","source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"single_blog_custom":"","sidebar":"","second_sidebar":"","share_position":"","share_float_style":"","post_date_format":"","post_date_format_custom":"","post_reading_time_wpm":"","zoom_button_out_step":"1","zoom_button_in_step":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"","single_post_gallery_size":""}],"trending_post_position":"","trending_post_label":"","sponsored_post_label":"","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[],"class_list":["post-44770","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":44527,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/free-will.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/free-will.jpg?fit=450%2C333&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/free-will.jpg"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/free-will.jpg?fit=450%2C333&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2045","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44770","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44770"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44770\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44527"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44770"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44770"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44770"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}