{"id":44812,"date":"2021-03-23T09:21:00","date_gmt":"2021-03-23T02:21:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=44812"},"modified":"2021-03-21T14:49:39","modified_gmt":"2021-03-21T07:49:39","slug":"apa-yang-alkitab-nyatakan-mengenai-kecemburuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apa-yang-alkitab-nyatakan-mengenai-kecemburuan\/","title":{"rendered":"Apa yang Alkitab nyatakan mengenai kecemburuan?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Ketika manusia menggunakan kata &quot;cemburu,&quot; kita menggunakannya dalam konteks rasa iri terhadap seseorang yang memiliki sesuatu yang tidak kita miliki. Kecemburuan semacam ini merupakan dosa. Iri hati jelas bukan karakteristik orang Kristen. Sebaliknya, ini menunjukkan bahwa kita masih dikendalikan oleh keinginan kita sendiri (1 Kor 3:3). Surat Galatia 5:26 memerintahkan, &quot;...janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.&quot; Alkitab mengajarkan kepada kita supaya memiliki jenis kasih yang sempurna seperti yang Allah miliki untuk kita. &quot;Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain&quot; (1 Kor 13:4-5). Semakin kita memusatkan perhatian pada diri dan keinginan kita sendiri, semakin sulit untuk memusatkan perhatian pada Allah. Ketika kita mengeraskan hati terhadap kebenaran, kita tidak bisa datang kepada Yesus dan mengijinkan Dia untuk menyembuhkan kita (Mat 13:15). Tapi, ketika kita mengijinkan Roh Kudus untuk menguasai kita, Dia akan menghasilkan buah keselamatan di dalam kita. Yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (Gal 5:22-23). Kecemburuan menunjukkan bahwa kita tidak puas dengan apa yang diberikan oleh Allah kepada kita. Alkitab menyuruh kita untuk mencukupkan diri dengan apa yang kita miliki, karena Allah tidak akan pernah membiarkan atau meninggalkan kita (Ibr 13:5). Untuk melawan iri hati, kita harus menjadi lebih seperti Yesus dan mengurangi ke-aku-an kita. Kita bisa mengenal-Nya melalui pendalaman Alkitab, berdoa, dan terlibat persekutuan dengan orang-percaya lainnya yang sudah dewasa dalam iman. Ketika kita belajar bagaimana melayani orang lain dan bukannya melayani diri kita sendiri, hati kita akan mulai berubah. &quot;Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna&quot; (Rom 12:2) (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Ketika manusia menggunakan kata &#8220;cemburu,&#8221; kita menggunakannya dalam konteks rasa iri terhadap seseorang yang memiliki sesuatu yang tidak kita miliki. Kecemburuan semacam ini merupakan dosa. Iri hati jelas bukan karakteristik orang Kristen. Sebaliknya, ini menunjukkan bahwa kita masih dikendalikan oleh keinginan kita sendiri (1 Kor 3:3). Surat Galatia 5:26 memerintahkan, &#8220;&#8230;janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.&#8221;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Alkitab mengajarkan kepada kita supaya memiliki jenis kasih yang sempurna seperti yang Allah miliki untuk kita. &#8220;Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain&#8221; (1 Kor 13:4-5). Semakin kita memusatkan perhatian pada diri dan keinginan kita sendiri, semakin sulit untuk memusatkan perhatian pada Allah.<\/p>\n<p>Ketika kita mengeraskan hati terhadap kebenaran, kita tidak bisa datang kepada Yesus dan mengijinkan Dia untuk menyembuhkan kita (Mat 13:15). Tapi, ketika kita mengijinkan Roh Kudus untuk menguasai kita, Dia akan menghasilkan buah keselamatan di dalam kita. Yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (Gal 5:22-23).<\/p>\n<p>Kecemburuan menunjukkan bahwa kita tidak puas dengan apa yang diberikan oleh Allah kepada kita. Alkitab menyuruh kita untuk mencukupkan diri dengan apa yang kita miliki, karena Allah tidak akan pernah membiarkan atau meninggalkan kita (Ibr 13:5). Untuk melawan iri hati, kita harus menjadi lebih seperti Yesus dan mengurangi ke-aku-an kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita bisa mengenal-Nya melalui pendalaman Alkitab, berdoa, dan terlibat persekutuan dengan orang-percaya lainnya yang sudah dewasa dalam iman. Ketika kita belajar bagaimana melayani orang lain dan bukannya melayani diri kita sendiri, hati kita akan mulai berubah. &#8220;Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna&#8221; (Rom 12:2) (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Ketika manusia menggunakan kata &#8220;cemburu,&#8221; kita menggunakannya dalam konteks rasa iri terhadap seseorang yang memiliki sesuatu yang tidak kita miliki. Kecemburuan semacam ini merupakan dosa. Iri hati jelas bukan karakteristik orang Kristen. Sebaliknya, ini menunjukkan bahwa kita masih dikendalikan oleh keinginan kita sendiri (1 Kor 3:3). Surat Galatia 5:26 memerintahkan, &#8220;&#8230;janganlah kita gila [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":44527,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","video":"","gallery":"","source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[],"class_list":["post-44812","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":44527,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/free-will.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/free-will.jpg?fit=450%2C333&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/free-will.jpg"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/free-will.jpg?fit=450%2C333&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1337","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44812","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44812"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44812\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44527"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44812"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44812"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44812"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}