{"id":44826,"date":"2020-05-17T14:39:49","date_gmt":"2020-05-17T07:39:49","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=44826"},"modified":"2020-05-17T14:39:49","modified_gmt":"2020-05-17T07:39:49","slug":"apa-yang-alkitab-nyatakan-mengenai-makanan-apa-saja-yang-boleh-kita-makan-halal-adakah-makanan-yang-harus-dihindari-oleh-orang-kristen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apa-yang-alkitab-nyatakan-mengenai-makanan-apa-saja-yang-boleh-kita-makan-halal-adakah-makanan-yang-harus-dihindari-oleh-orang-kristen\/","title":{"rendered":"Apa yang Alkitab nyatakan mengenai makanan apa saja yang boleh kita makan (halal)? Adakah makanan yang harus dihindari oleh orang Kristen?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -Kitab Imamat pasal 11 merinci pantangan yang diperintahkan Allah bagi bangsa Israel terkait makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan. Hukum tentang makanan mencakup larangan untuk memakan daging babi, kerang, sebagian besar serangga, burung pemakan bangkai, dan berbagai binatang lainnya. Aturan mengenai makanan ini tidak pernah dimaksudkan untuk diberlakukan pada bangsa lain selain bangsa Israel. Tujuan dari hukum mengenai makanan ini adalah untuk membuat orang Israel berbeda dari semua bangsa lain. Setelah tujuan ini tercapai, Yesus menyatakan bahwa semua makanan itu halal (Mrk 7:19). Allah memberikan penglihatan kepada rasul Petrus di mana Dia menyatakan bahwa binatang yang sebelumnya haram kini bisa dimakan. &quot;Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram&quot; (Kis 10:15). Ketika Yesus mati di kayu salib, Ia sudah menggenapi hukum Perjanjian Lama (Rom 10:4; Gal 3:24-26; Ef 2:15). Termasuk hukum tentang makanan yang halal dan haram. Surat Roma 14:1-23 mengajarkan kita bahwa tidak semua orang cukup dewasa dalam iman untuk menerima kenyataan bahwa semua makanan itu halal. Jika kita sedang bersama dengan seseorang yang akan tersinggung ketika kita memakan sesuatu yang dianggap &quot;haram,&quot; maka sebaiknya kita mengorbankan hak kita, supaya tidak menyinggung orang lain. Kita memiliki hak untuk makan apa pun yang kita inginkan, tapi kita tidak memiliki hak untuk menyinggung perasaan orang lain, bahkan jika mereka salah. Bagi orang Kristen yang hidup di zaman ini, kita memang memiliki kebebasan untuk makan apa pun yang kita inginkan, selama itu tidak menyebabkan orang lain tersandung dalam iman mereka. Terkait kasih karunia, Alkitab jauh lebih peduli terhadap seberapa banyak makanan yang kita makan ketimbang apa yang kita makan. Nafsu makan lahiriah merupakan analogi dari kemampuan kita untuk mengendalikan diri kita sendiri. Jika kita tidak dapat mengontrol kebiasaan makan kita, bisa jadi kita tidak dapat mengontrol kebiasaan yang lain. Misalnya saja pikiran kita (nafsu, ketamakan, kebencian\/amarah). Ataupun tidak mampu menjaga mulut kita dari gosip atau perselisihan. Kita tidak boleh membiarkan nafsu makan kita mengendalikan kita. Sebaliknya, kita yang harus mengendalikannya (Ul 21:20; Ams 23:2; 2 Ptr 1:5-7; 2 Tim 3:1-9; 2 Kor 10:5).(gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\" data-rvtts-brand-url=\"https:\/\/responsivevoice.org\/?utm_source=wordpress-plugin&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=powered-by\" data-rvtts-brand-label=\"Powered by ResponsiveVoice\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Kitab Imamat pasal 11 merinci pantangan yang diperintahkan Allah bagi bangsa Israel terkait makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan. Hukum tentang makanan mencakup larangan untuk memakan daging babi, kerang, sebagian besar serangga, burung pemakan bangkai, dan berbagai binatang lainnya. Aturan mengenai makanan ini tidak pernah dimaksudkan untuk diberlakukan pada bangsa lain selain bangsa Israel.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Tujuan dari hukum mengenai makanan ini adalah untuk membuat orang Israel berbeda dari semua bangsa lain. Setelah tujuan ini tercapai, Yesus menyatakan bahwa semua makanan itu halal (Mrk 7:19). Allah memberikan penglihatan kepada rasul Petrus di mana Dia menyatakan bahwa binatang yang sebelumnya haram kini bisa dimakan. &#8220;Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram&#8221; (Kis 10:15). Ketika Yesus mati di kayu salib, Ia sudah menggenapi hukum Perjanjian Lama (Rom 10:4; Gal 3:24-26; Ef 2:15). Termasuk hukum tentang makanan yang halal dan haram.<\/p>\n<p>Surat Roma 14:1-23 mengajarkan kita bahwa tidak semua orang cukup dewasa dalam iman untuk menerima kenyataan bahwa semua makanan itu halal. Jika kita sedang bersama dengan seseorang yang akan tersinggung ketika kita memakan sesuatu yang dianggap &#8220;haram,&#8221; maka sebaiknya kita mengorbankan hak kita, supaya tidak menyinggung orang lain.<\/p>\n<p>Kita memiliki hak untuk makan apa pun yang kita inginkan, tapi kita tidak memiliki hak untuk menyinggung perasaan orang lain, bahkan jika mereka salah. Bagi orang Kristen yang hidup di zaman ini, kita memang memiliki kebebasan untuk makan apa pun yang kita inginkan, selama itu tidak menyebabkan orang lain tersandung dalam iman mereka.<\/p>\n<p>Terkait kasih karunia, Alkitab jauh lebih peduli terhadap seberapa banyak makanan yang kita makan ketimbang apa yang kita makan. Nafsu makan lahiriah merupakan analogi dari kemampuan kita untuk mengendalikan diri kita sendiri. Jika kita tidak dapat mengontrol kebiasaan makan kita, bisa jadi kita tidak dapat mengontrol kebiasaan yang lain. Misalnya saja pikiran kita (nafsu, ketamakan, kebencian\/amarah). Ataupun tidak mampu menjaga mulut kita dari gosip atau perselisihan.<\/p>\n<p>Kita tidak boleh membiarkan nafsu makan kita mengendalikan kita. Sebaliknya, kita yang harus mengendalikannya (Ul 21:20; Ams 23:2; 2 Ptr 1:5-7; 2 Tim 3:1-9; 2 Kor 10:5).(gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Kitab Imamat pasal 11 merinci pantangan yang diperintahkan Allah bagi bangsa Israel terkait makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan. Hukum tentang makanan mencakup larangan untuk memakan daging babi, kerang, sebagian besar serangga, burung pemakan bangkai, dan berbagai binatang lainnya. Aturan mengenai makanan ini tidak pernah dimaksudkan untuk diberlakukan pada bangsa lain selain bangsa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":44527,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[],"class_list":["post-44826","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":44527,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/free-will.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/free-will.jpg?fit=450%2C333&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/free-will.jpg"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/free-will.jpg?fit=450%2C333&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1740","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44826","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44826"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44826\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44527"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44826"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44826"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44826"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}