{"id":44832,"date":"2021-03-06T09:21:00","date_gmt":"2021-03-06T02:21:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=44832"},"modified":"2021-02-13T16:05:55","modified_gmt":"2021-02-13T09:05:55","slug":"apa-yang-alkitab-nyatakan-mengenai-kesabaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apa-yang-alkitab-nyatakan-mengenai-kesabaran\/","title":{"rendered":"Apa yang Alkitab nyatakan mengenai kesabaran?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Ketika segala sesuatu berjalan sesuai dengan rencana, kesabaran adalah hal yang mudah untuk dilakukan. Ujian sejati dari kesabaran terjadi ketika hak-hak kita dilanggar \u2013 ketika mobil lain memotong jalur kita di jalanan; ketika kita diperlakukan tidak adil; ketika rekan kerja kita mengejek iman kita, dan sebagainya. Beberapa orang berpikir mereka memiliki hak untuk marah ketika menghadapi masalah dan pencobaan. Ketidaksabaran tampak seperti kemarahan yang kudus. Alkitab menyatakan kesabaran sebagai salah satu dari buah Roh (Gal 5:22) yang harus dihasilkan oleh semua pengikut Kristus (1 Tes 5:14). Kesabaran merupakan bentuk perwujudan iman kita terhadap waktu, kemahakuasaan, dan kasih Allah. Meskipun sebagian besar orang menganggap kesabaran sebagai tindakan menunggu yang pasif atau menerima dengan lemah lembut, sebagian besar kata-kata Yunani yang diterjemahkan sebagai &quot;kesabaran&quot; di Perjanjian Baru adalah kata-kata yang aktif dan kuat. Seperti misalnya di surat Ibrani 12:1 (AYT). &quot;Karena kita mempunyai banyak saksi yang mengelilingi kita seperti awan, marilah kita meninggalkan semua beban dan dosa yang menjerat kita dan berlari dengan tekun pada perlombaan yang disediakan di hadapan kita.&quot; Apakah orang yang melakukan lomba lari sambil menunggu orang yang lambat dari kita atau menerima kecurangan dengan lemah lembut? Tentu tidak! Kata yang diterjemahkan sebagai &quot;kesabaran&quot; dalam ayat ini berarti &quot;daya tahan.&quot; Orang Kristen menjalankan perlombaan dengan kesabaran, yakni dengan tekun menghadapi kesukaran. Dalam Alkitab, kesabaran berarti dengan tekun menuju pada tujuan; bertahan dalam pencobaan; ataupun dengan penuh harap menunggu tergenapinya sebuah janji. Kesabaran tidak dibangun dalam semalam. Kuasa dan kebaikan Allah sangat penting dalam membangun kesabaran. Surat Kolose 1:11 menyatakan bahwa kita dikuatkan oleh-Nya untuk &quot;menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar.&quot; Sementara surat Yakobus 1:3-4 menguatkan kita untuk tahu bahwa pencobaan adalah cara yang Dia gunakan untuk menyempurnakan kesabaran kita. Kesabaran kita ditumbuhkan dan diteguhkan dengan bersandar pada kehendak dan waktu Allah yang sempurna, bahkan dalam menghadapi orang-orang jahat yang &quot;berhasil dalam hidupnya karena melakukan tipu daya&quot; (Mzm 37:7). Kesabaran kita adalah hal yang berharga &quot;karena kedatangan Tuhan sudah dekat&quot; (Yak 5:7-8). &quot;TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia&quot; (Rat 3:25). Di dalam Alkitab, kita melihat banyak contoh dari perjalanan hidup tokoh-tokoh Alkitab dengan Allah ditandai dengan kesabaran. Yakobus mengingatkan kita akan nabi-nabi yang merupakan &quot;teladan penderitaan dan kesabaran&quot; (Yak 5:10). Dia juga mengingatkan kita mengenai Ayub, yang ketekunannya dihargai dengan apa yang &quot;pada akhirnya disediakan Tuhan baginya&quot; (Yak 5:11). Abraham juga, menunggu dengan sabar dan &quot;memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya&quot; (Ibr 6:15). Yesus adalah teladan kita dalam segala hal. Dia menunjukkan kesabaran &quot;yang dengan mengabaikan kehinaan, tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah&quot; (Ibr 12:2). Bagaimana kita menunjukkan kesabaran yang merupakan karakteristik dari Kristus? Pertama, kita harus senantiasa bersyukur kepada Allah. Ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, reaksi pertama seseorang biasanya adalah &quot;Mengapa saya?&quot; Tetapi, Alkitab memerintahkan kita untuk bersukacita dalam kehendak Allah (Fil 4:4; 1 Ptr 1:6). Kedua, kita berusaha memahami rencana dan tujuan-Nya. Kadang-kadang, Allah menempatkan kita dalam situasi sulit agar kita dapat menjadi saksi-Nya. Di lain kesempatan, Dia mungkin mengijinkan pencobaan untuk menguduskan karakter kita. Dengan mengingat bahwa tujuan-Nya adalah demi pertumbuhan kita dan bagi kemuliaan-Nya semata akan membantu kita dalam menghadapi pencobaan. Ketiga, kita harus mengingat janji-Nya di surat Roma 8:28, bahwa &quot;Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.&quot; &quot;Segala sesuatu&quot; termasuk hal-hal yang mencobai kesabaran kita. Ketika Saudara sedang terjebak macet, dikhianati oleh teman, ataupun dihina karena kesaksian Saudara, bagaimana Saudara akan merespon? Respon yang alami adalah ketidaksabaran yang mengarah kepada stres, kemarahan, dan frustrasi. Puji Tuhan, sebagai orang Kristen kita tidak lagi terikat pada &quot;respon alami&quot; karena kita merupakan ciptaan baru di dalam Kristus (2 Kor 5:17). Sebaliknya, kita memiliki kekuatan yang datang dari Allah. Kita bisa menanggapi itu semua dengan kesabaran dan kepercayaan penuh pada kuasa dan tujuan Bapa. &quot;Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan&quot; (Rom 2:6-7). (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Ketika segala sesuatu berjalan sesuai dengan rencana, kesabaran adalah hal yang mudah untuk dilakukan. Ujian sejati dari kesabaran terjadi ketika hak-hak kita dilanggar \u2013 ketika mobil lain memotong jalur kita di jalanan; ketika kita diperlakukan tidak adil; ketika rekan kerja kita mengejek iman kita, dan sebagainya. Beberapa orang berpikir mereka memiliki hak untuk marah ketika menghadapi masalah dan pencobaan.<\/p>\n<div id=\"\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Ketidaksabaran tampak seperti kemarahan yang kudus. Alkitab menyatakan kesabaran sebagai salah satu dari buah Roh (Gal 5:22) yang harus dihasilkan oleh semua pengikut Kristus (1 Tes 5:14). Kesabaran merupakan bentuk perwujudan iman kita terhadap waktu, kemahakuasaan, dan kasih Allah.<\/p>\n<p>Meskipun sebagian besar orang menganggap kesabaran sebagai tindakan menunggu yang pasif atau menerima dengan lemah lembut, sebagian besar kata-kata Yunani yang diterjemahkan sebagai &#8220;kesabaran&#8221; di Perjanjian Baru adalah kata-kata yang aktif dan kuat. Seperti misalnya di surat Ibrani 12:1 (AYT). &#8220;Karena kita mempunyai banyak saksi yang mengelilingi kita seperti awan, marilah kita meninggalkan semua beban dan dosa yang menjerat kita dan berlari dengan tekun pada perlombaan yang disediakan di hadapan kita.&#8221;<\/p>\n<p>Apakah orang yang melakukan lomba lari sambil menunggu orang yang lambat dari kita atau menerima kecurangan dengan lemah lembut? Tentu tidak! Kata yang diterjemahkan sebagai &#8220;kesabaran&#8221; dalam ayat ini berarti &#8220;daya tahan.&#8221; Orang Kristen menjalankan perlombaan dengan kesabaran, yakni dengan tekun menghadapi kesukaran. Dalam Alkitab, kesabaran berarti dengan tekun menuju pada tujuan; bertahan dalam pencobaan; ataupun dengan penuh harap menunggu tergenapinya sebuah janji.<\/p>\n<p>Kesabaran tidak dibangun dalam semalam. Kuasa dan kebaikan Allah sangat penting dalam membangun kesabaran. Surat Kolose 1:11 menyatakan bahwa kita dikuatkan oleh-Nya untuk &#8220;menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar.&#8221; Sementara surat Yakobus 1:3-4 menguatkan kita untuk tahu bahwa pencobaan adalah cara yang Dia gunakan untuk menyempurnakan kesabaran kita.<\/p>\n<p>Kesabaran kita ditumbuhkan dan diteguhkan dengan bersandar pada kehendak dan waktu Allah yang sempurna, bahkan dalam menghadapi orang-orang jahat yang &#8220;berhasil dalam hidupnya karena melakukan tipu daya&#8221; (Mzm 37:7). Kesabaran kita adalah hal yang berharga &#8220;karena kedatangan Tuhan sudah dekat&#8221; (Yak 5:7-8). &#8220;TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia&#8221; (Rat 3:25).<\/p>\n<p>Di dalam Alkitab, kita melihat banyak contoh dari perjalanan hidup tokoh-tokoh Alkitab dengan Allah ditandai dengan kesabaran. Yakobus mengingatkan kita akan nabi-nabi yang merupakan &#8220;teladan penderitaan dan kesabaran&#8221; (Yak 5:10). Dia juga mengingatkan kita mengenai Ayub, yang ketekunannya dihargai dengan apa yang &#8220;pada akhirnya disediakan Tuhan baginya&#8221; (Yak 5:11). Abraham juga, menunggu dengan sabar dan &#8220;memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya&#8221; (Ibr 6:15). Yesus adalah teladan kita dalam segala hal. Dia menunjukkan kesabaran &#8220;yang dengan mengabaikan kehinaan, tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah&#8221; (Ibr 12:2).<\/p>\n<p>Bagaimana kita menunjukkan kesabaran yang merupakan karakteristik dari Kristus? Pertama, kita harus senantiasa bersyukur kepada Allah. Ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, reaksi pertama seseorang biasanya adalah &#8220;Mengapa saya?&#8221; Tetapi, Alkitab memerintahkan kita untuk bersukacita dalam kehendak Allah (Fil 4:4; 1 Ptr 1:6).<\/p>\n<p>Kedua, kita berusaha memahami rencana dan tujuan-Nya. Kadang-kadang, Allah menempatkan kita dalam situasi sulit agar kita dapat menjadi saksi-Nya. Di lain kesempatan, Dia mungkin mengijinkan pencobaan untuk menguduskan karakter kita. Dengan mengingat bahwa tujuan-Nya adalah demi pertumbuhan kita dan bagi kemuliaan-Nya semata akan membantu kita dalam menghadapi pencobaan.<\/p>\n<p>Ketiga, kita harus mengingat janji-Nya di surat Roma 8:28, bahwa &#8220;Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.&#8221; &#8220;Segala sesuatu&#8221; termasuk hal-hal yang mencobai kesabaran kita.<\/p>\n<p>Ketika Saudara sedang terjebak macet, dikhianati oleh teman, ataupun dihina karena kesaksian Saudara, bagaimana Saudara akan merespon? Respon yang alami adalah ketidaksabaran yang mengarah kepada stres, kemarahan, dan frustrasi. Puji Tuhan, sebagai orang Kristen kita tidak lagi terikat pada &#8220;respon alami&#8221; karena kita merupakan ciptaan baru di dalam Kristus (2 Kor 5:17).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebaliknya, kita memiliki kekuatan yang datang dari Allah. Kita bisa menanggapi itu semua dengan kesabaran dan kepercayaan penuh pada kuasa dan tujuan Bapa. &#8220;Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan&#8221; (Rom 2:6-7). (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Ketika segala sesuatu berjalan sesuai dengan rencana, kesabaran adalah hal yang mudah untuk dilakukan. Ujian sejati dari kesabaran terjadi ketika hak-hak kita dilanggar \u2013 ketika mobil lain memotong jalur kita di jalanan; ketika kita diperlakukan tidak adil; ketika rekan kerja kita mengejek iman kita, dan sebagainya. Beberapa orang berpikir mereka memiliki hak untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":44527,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","video":"","gallery":"","source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"single_blog_custom":"","sidebar":"","second_sidebar":"","share_position":"","share_float_style":"","post_date_format":"","post_date_format_custom":"","post_reading_time_wpm":"","zoom_button_out_step":"1","zoom_button_in_step":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"","single_post_gallery_size":""}],"trending_post_position":"","trending_post_label":"","sponsored_post_label":"","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[],"class_list":["post-44832","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":44527,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/free-will.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/free-will.jpg?fit=450%2C333&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/free-will.jpg"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/free-will.jpg?fit=450%2C333&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1803","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44832","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44832"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44832\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44527"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44832"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44832"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44832"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}