{"id":44836,"date":"2021-03-04T09:21:00","date_gmt":"2021-03-04T02:21:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=44836"},"modified":"2021-02-13T16:03:06","modified_gmt":"2021-02-13T09:03:06","slug":"apa-yang-diajarkan-alkitab-mengenai-uang-suap-atau-menerima-suapan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apa-yang-diajarkan-alkitab-mengenai-uang-suap-atau-menerima-suapan\/","title":{"rendered":"Apa yang diajarkan alkitab mengenai uang suap atau menerima suapan?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Yang dimaksud oleh suap dalm artikel ini adalah uang, layanan, atau sesuatu yang lain yang diberikan kepada orang berpengaruh pada suatu perkara, demi mengarahkan keputusannya. Alkitab menjelaskan bahwa memberi dan menerima suapan adalah kejahatan. Hukum Allah, yang diberikan kepada Musa bagi umat Israel, melarang penerimaan suap, &quot;sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar&quot; (Keluaran 23:8). Peraturan yang sama diulangi dalam Ulangan 16:19: &quot;Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar.&quot; Dampak negatif dari suap-menyuap dijelaskan dalam kedua perikop ini. Suapan menyimpangkan keadilan dan membutakan hikmat dan kearifan. Suapan mengaburkan kebenaran dan menyimpangkan keputusan mereka yang seharusnya bersih di hadapan Allah. Hukum itu berlanjut menjelaskan kasus suap-menyuap terkait pembunuhan orang yang tidak bersalah. Seorang hakim yang menerima suap untuk membunuh orang yang tak bersalah, sama bersalahnya dengan pembunuh bayaran - ia harus &quot;dikutuk&quot; (Ulangan 27:25). Adapun peristiwa dimana hukum yang menentang suap dilanggar, dan dampaknya menimbulkan malapetaka. Kedua orang yang bersaksi palsu menuduh Nabot (1 Raja-Raja 21:4-16) dan mereka yang bersaksi palsu menuduh Stefanus (Kisah 6:8-14) kemungkinan besar disuap; dalam kedua peristiwa itu, seorang yang tak berdosa dibunuh. Ketika pejabat menerima dan memberi suapan, kejahatan akan timbul dalam masyarakat. &quot;Raja yang adil memberikan kemakmuran kepada rakyatnya, tetapi orang yang menuntut suap menghancurkan negaranya&quot; (Amsal 29:4, versi Firman Allah Yang Hidup - FAYH). Suap-menyuap adalah salah satu sifat masyarakat yang korup. Yesaya mengecam kejahatan Israel ketika mereka berpaling dari Allah yang benar serta hukum-Nya. Yesaya mengiaskan kota Yerusalem sebagai perempuan jalang yang tak setia; kota itu pada suatu waktu penuh keadilan, namun telah menjadi tempat pemberontakan, pembunuhan, dan pencurian. Pemimpinnya gemar disuap dan mengejar uang yang dihasilkan suapan (Yesaya 1:2-23). Umat Israel seharusnya tidak mengikuti jalan kejahatan, melainkan mengikuti teladan Allah dalam hubungan mereka dengan sesamanya: &quot;Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap&quot; (Ulangan 10:17). Contoh suap yang paling keji dalam Alkitab adalah ke-tiga puluh perak yang diterima Yudas untuk mengkhianati Tuhan Yesus. Salah satu efek langsung dari suapan itu adalah penangkapan dan penyaliban Yesus. Pada akhirnya, Yudas pun menyadari bahwa suap itu jahat. Akan tetapi, ketika ia mencoba mengembalikan uang itu kepada para imam kepala dan tua-tua, mereka menolaknya, dengan menjulukinya - &quot;uang darah&quot; (Matius 27:3-9). Delila disuap supaya menjebak Samson (Hakim-Hakim 16:5). Para putra Samuel juga tidak menghormati jabatan mereka karena menerima suap (1 Samuel 8:3). Haman yang jahat menyuap Raja Ahasyweros dalam upayanya membinasakan orang Yahudi yang berdiam di Persia (Ester 3:9). Feliks meninggalkan Paulus di dalam penjara, dengan harapan menerima suap daripadanya (Kisah 24:26). Dan para pasukan yang ditugaskan menjaga makam Yesus disuap oleh para imam kepala dan tua-tua, supaya menyebarkan dusta tentang hilangnya tubuh Yesus (Matius 28:12-15). Dalam setiap kasus, mereka yang menerima suap tidak mempedulikan keadilan atau kebenaran. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Yang dimaksud oleh suap dalm artikel ini adalah uang, layanan, atau sesuatu yang lain yang diberikan kepada orang berpengaruh pada suatu perkara, demi mengarahkan keputusannya. Alkitab menjelaskan bahwa memberi dan menerima suapan adalah kejahatan.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Hukum Allah, yang diberikan kepada Musa bagi umat Israel, melarang penerimaan suap, &#8220;sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar&#8221; (Keluaran 23:8). Peraturan yang sama diulangi dalam Ulangan 16:19: &#8220;Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar.&#8221; Dampak negatif dari suap-menyuap dijelaskan dalam kedua perikop ini. Suapan menyimpangkan keadilan dan membutakan hikmat dan kearifan. Suapan mengaburkan kebenaran dan menyimpangkan keputusan mereka yang seharusnya bersih di hadapan Allah.<\/p>\n<p>Hukum itu berlanjut menjelaskan kasus suap-menyuap terkait pembunuhan orang yang tidak bersalah. Seorang hakim yang menerima suap untuk membunuh orang yang tak bersalah, sama bersalahnya dengan pembunuh bayaran &#8211; ia harus &#8220;dikutuk&#8221; (Ulangan 27:25). Adapun peristiwa dimana hukum yang menentang suap dilanggar, dan dampaknya menimbulkan malapetaka. Kedua orang yang bersaksi palsu menuduh Nabot (1 Raja-Raja 21:4-16) dan mereka yang bersaksi palsu menuduh Stefanus (Kisah 6:8-14) kemungkinan besar disuap; dalam kedua peristiwa itu, seorang yang tak berdosa dibunuh. Ketika pejabat menerima dan memberi suapan, kejahatan akan timbul dalam masyarakat. &#8220;Raja yang adil memberikan kemakmuran kepada rakyatnya, tetapi orang yang menuntut suap menghancurkan negaranya&#8221; (Amsal 29:4, versi Firman Allah Yang Hidup &#8211; FAYH). Suap-menyuap adalah salah satu sifat masyarakat yang korup.<\/p>\n<p>Yesaya mengecam kejahatan Israel ketika mereka berpaling dari Allah yang benar serta hukum-Nya. Yesaya mengiaskan kota Yerusalem sebagai perempuan jalang yang tak setia; kota itu pada suatu waktu penuh keadilan, namun telah menjadi tempat pemberontakan, pembunuhan, dan pencurian. Pemimpinnya gemar disuap dan mengejar uang yang dihasilkan suapan (Yesaya 1:2-23). Umat Israel seharusnya tidak mengikuti jalan kejahatan, melainkan mengikuti teladan Allah dalam hubungan mereka dengan sesamanya: &#8220;Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap&#8221; (Ulangan 10:17).<\/p>\n<p>Contoh suap yang paling keji dalam Alkitab adalah ke-tiga puluh perak yang diterima Yudas untuk mengkhianati Tuhan Yesus. Salah satu efek langsung dari suapan itu adalah penangkapan dan penyaliban Yesus. Pada akhirnya, Yudas pun menyadari bahwa suap itu jahat. Akan tetapi, ketika ia mencoba mengembalikan uang itu kepada para imam kepala dan tua-tua, mereka menolaknya, dengan menjulukinya &#8211; &#8220;uang darah&#8221; (Matius 27:3-9).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Delila disuap supaya menjebak Samson (Hakim-Hakim 16:5). Para putra Samuel juga tidak menghormati jabatan mereka karena menerima suap (1 Samuel 8:3). Haman yang jahat menyuap Raja Ahasyweros dalam upayanya membinasakan orang Yahudi yang berdiam di Persia (Ester 3:9). Feliks meninggalkan Paulus di dalam penjara, dengan harapan menerima suap daripadanya (Kisah 24:26). Dan para pasukan yang ditugaskan menjaga makam Yesus disuap oleh para imam kepala dan tua-tua, supaya menyebarkan dusta tentang hilangnya tubuh Yesus (Matius 28:12-15). Dalam setiap kasus, mereka yang menerima suap tidak mempedulikan keadilan atau kebenaran. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Yang dimaksud oleh suap dalm artikel ini adalah uang, layanan, atau sesuatu yang lain yang diberikan kepada orang berpengaruh pada suatu perkara, demi mengarahkan keputusannya. Alkitab menjelaskan bahwa memberi dan menerima suapan adalah kejahatan. Hukum Allah, yang diberikan kepada Musa bagi umat Israel, melarang penerimaan suap, &#8220;sebab suap membuat buta mata orang-orang yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":44527,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","video":"","gallery":"","source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"single_blog_custom":"","sidebar":"","second_sidebar":"","share_position":"","share_float_style":"","post_date_format":"","post_date_format_custom":"","post_reading_time_wpm":"","zoom_button_out_step":"1","zoom_button_in_step":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"","single_post_gallery_size":""}],"trending_post_position":"","trending_post_label":"","sponsored_post_label":"","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[],"class_list":["post-44836","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":44527,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/free-will.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/free-will.jpg?fit=450%2C333&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/free-will.jpg"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/free-will.jpg?fit=450%2C333&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1889","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44836","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44836"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44836\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44527"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44836"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44836"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44836"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}