{"id":44906,"date":"2020-03-31T11:30:37","date_gmt":"2020-03-31T04:30:37","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=44906"},"modified":"2020-04-24T13:21:54","modified_gmt":"2020-04-24T06:21:54","slug":"apa-yang-diajarkan-alkitab-tentang-integritas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apa-yang-diajarkan-alkitab-tentang-integritas\/","title":{"rendered":"Apa yang diajarkan Alkitab tentang integritas?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Di dalam Perjanjian Lama, istilah Ibrani yang diterjemahkan sebagai \u201cintegritas\u201d berarti \u201csuatu kondisi tanpa cela, utuh, sempurna, tulus ikhlas, jujur.\u201d Integritas dalam Perjanjian Baru berarti \u201ckejujuran dan menganut pola perbuatan baik.\u201d Yesus adalah teladan yang sempurna akan manusia berintegritas. Setelah Ia dibaptis, Ia pergi ke pada belantara untuk berpuasa selama empat puluh hari dan malam, dan pada waktu itu Setan datang ketika Ia lemah dan berusaha menggagalkan integritas-Nya dan menyimpangkan-Nya. Yesus sepenuhnya manusia dan sepenuhnya Allah secara bersamaan, dan Ia menghadapi godaan sama seperti kita, namun Ia tidak pernah berdosa (Ibrani 4:15); itulah definisi integritas. Yesus adalah satu-satunya yang tidak bercela, yang sempurna, yang sepenuhnya jujur, dan menunjukkan pola perbuatan baik terus-menerus. Umat Kristen dipanggil untuk meniru Yesus. Di dalam Kristus, kita adalah ciptaan baru dan dapat dianggap tak bercela di hadapan Allah (2 Korintus 5:17,21; Efesus 1:4-8). Di dalam Kristus, kita juga didiami Roh Kudus, yang bekerja di dalam hati kita dengan menguduskan kita dan membuat kita serupa dengan Yesus (Roma 8:29; 2 Korintus 3:18). Kita juga dihimbau: \u201ctetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar\u2026karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya\u201d (Filipi 2:12-13). Melalui kuasa Allah kita menjadi orang-orang berintegritas. Kita dipanggil untuk menaati Allah dan, dengan demikian, menjadi orang yang moralitas maupun integritasnya lurus. Umat Kristen haruslah memeluk kebenaran dan melakukan perbuatan baik. \u201cIntegritas\u201d di zaman ini menyiratkan keadaan moralitas yang lurus. Umat Kristen seharusnya terkenal sebagai kaum yang tidak dapat disuap atau disimpangkan karena kita melayani Allah, bukan manusia (Kolose 3:17,23; Kisah 5:29). Kita haruslah menjadi umat yang menepati janji (Matius 5:27; Yakobus 5:12). Kita harus mengasihi orang di sekitar kita baik dalam perkataan maupun perbuatan (1 Yohanes 3:17-18; Yakobus 2:17-18; Efesus 4:29). Kita dipanggil untuk mempercayai Allah dan menaati Dia dalam semua aspek kehidupan kita (Yohanes 6:19; 15:1-17). Kehidupan kita selayaknya selaras dengan keyakinan kita dalam Allah dan menghidupi keyakinan bahwa jalan-Nya adalah yang terbaik (Amsal 3:5-6). Hidup berintegritas di dunia yang tampaknya lebih menyukai orang korup, dan bergumul dengan kodrat berdosa kita, memang menantang. Satu Petrus 3:13-18 menyemangati kita: &quot;Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik? Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar. Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu. Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat. Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh.&quot; Hidup berintegritas adalah mengikuti teladan Kristus. Dan kita hanya mampu hidup berintegritas melalui kuasa-Nya, yang telah Ia anugerahkan secara cuma-cuma kepada semua yang adalah milik-Nya (Yohanes 16:33; Filipi 1:6; Efesus 1:13-14). (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Di dalam Perjanjian Lama, istilah Ibrani yang diterjemahkan sebagai \u201cintegritas\u201d berarti \u201csuatu kondisi tanpa cela, utuh, sempurna, tulus ikhlas, jujur.\u201d Integritas dalam Perjanjian Baru berarti \u201ckejujuran dan menganut pola perbuatan baik.\u201d<\/p>\n<div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yesus adalah teladan yang sempurna akan manusia berintegritas. Setelah Ia dibaptis, Ia pergi ke pada belantara untuk berpuasa selama empat puluh hari dan malam, dan pada waktu itu Setan datang ketika Ia lemah dan berusaha menggagalkan integritas-Nya dan menyimpangkan-Nya. Yesus sepenuhnya manusia dan sepenuhnya Allah secara bersamaan, dan Ia menghadapi godaan sama seperti kita, namun Ia tidak pernah berdosa (Ibrani 4:15); itulah definisi integritas. Yesus adalah satu-satunya yang tidak bercela, yang sempurna, yang sepenuhnya jujur, dan menunjukkan pola perbuatan baik terus-menerus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Umat Kristen dipanggil untuk meniru Yesus. Di dalam Kristus, kita adalah ciptaan baru dan dapat dianggap tak bercela di hadapan Allah (2 Korintus 5:17,21; Efesus 1:4-8). Di dalam Kristus, kita juga didiami Roh Kudus, yang bekerja di dalam hati kita dengan menguduskan kita dan membuat kita serupa dengan Yesus (Roma 8:29; 2 Korintus 3:18). Kita juga dihimbau: \u201ctetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar\u2026karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya\u201d (Filipi 2:12-13). Melalui kuasa Allah kita menjadi orang-orang berintegritas. Kita dipanggil untuk menaati Allah dan, dengan demikian, menjadi orang yang moralitas maupun integritasnya lurus. Umat Kristen haruslah memeluk kebenaran dan melakukan perbuatan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIntegritas\u201d di zaman ini menyiratkan keadaan moralitas yang lurus. Umat Kristen seharusnya terkenal sebagai kaum yang tidak dapat disuap atau disimpangkan karena kita melayani Allah, bukan manusia (Kolose 3:17,23; Kisah 5:29). Kita haruslah menjadi umat yang menepati janji (Matius 5:27; Yakobus 5:12). Kita harus mengasihi orang di sekitar kita baik dalam perkataan maupun perbuatan (1 Yohanes 3:17-18; Yakobus 2:17-18; Efesus 4:29). Kita dipanggil untuk mempercayai Allah dan menaati Dia dalam semua aspek kehidupan kita (Yohanes 6:19; 15:1-17). Kehidupan kita selayaknya selaras dengan keyakinan kita dalam Allah dan menghidupi keyakinan bahwa jalan-Nya adalah yang terbaik (Amsal 3:5-6).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hidup berintegritas di dunia yang tampaknya lebih menyukai orang korup, dan bergumul dengan kodrat berdosa kita, memang menantang. Satu Petrus 3:13-18 menyemangati kita: &#8220;Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik? Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar. Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu. Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat. Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh.&#8221; Hidup berintegritas adalah mengikuti teladan Kristus. Dan kita hanya mampu hidup berintegritas melalui kuasa-Nya, yang telah Ia anugerahkan secara cuma-cuma kepada semua yang adalah milik-Nya (Yohanes 16:33; Filipi 1:6; Efesus 1:13-14). (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Di dalam Perjanjian Lama, istilah Ibrani yang diterjemahkan sebagai \u201cintegritas\u201d berarti \u201csuatu kondisi tanpa cela, utuh, sempurna, tulus ikhlas, jujur.\u201d Integritas dalam Perjanjian Baru berarti \u201ckejujuran dan menganut pola perbuatan baik.\u201d Yesus adalah teladan yang sempurna akan manusia berintegritas. Setelah Ia dibaptis, Ia pergi ke pada belantara untuk berpuasa selama empat puluh hari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":45410,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[],"class_list":["post-44906","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":45410,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/integritas.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/integritas.jpg?fit=580%2C300&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/integritas.jpg"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/integritas.jpg?fit=580%2C300&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2349","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44906","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44906"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44906\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45410"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44906"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44906"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44906"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}