{"id":45079,"date":"2020-04-13T07:37:31","date_gmt":"2020-04-13T00:37:31","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=45079"},"modified":"2020-04-13T07:37:31","modified_gmt":"2020-04-13T00:37:31","slug":"bagaimanakah-yudas-mati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/bagaimanakah-yudas-mati\/","title":{"rendered":"Bagaimanakah Yudas mati?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Kematian Yudas Iskariot merupakan bunuh diri setelah ia dipenuhi penyesalan (tapi bukan pertobatan) karena telah mengkhianati Yesus. Matius dan Lukas (dalam kitab Kisah Para Rasul) keduanya membahas kematian Yudas, dan menyelaraskan detail dalam kedua rekaman tersebut tidak sederhana bagian Injil lainnya. Matius mengajar bahwa Yudas mati dengan menggantung diri. Inilah rekamannya dalam Injil Matius: &quot;Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: &#039;Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah.&#039; Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing. Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah Darah&quot; (Matius 27:5-8). Lukas mengajar bahwa Yudas jatuh dan tubuhnya terpecah. Berikut ulasannya dalam kitab Kisah: &quot;Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar. Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri &#039;Hakal-Dama&#039;, artinya Tanah Darah&quot; (Kisah 1:18-19). Rekaman yang manakah yang benar? Apakah Yudas menggantung diri, ataukah ia mati karena terjatuh? Ataukah kedua-duanya benar? Adapun pertanyaan yang berhubungan, apakah Yudas yang membeli tanahnya, ataukah para imam yang membeli tanah tersebut? Mengenai cara kematian Yudas, ini kesimpulan sederhana yang dapat diambil: Yudas menggantung diri di tanah tukang periuk (Matius 27:5), dan itulah cara ia mati. Kemudian, setelah jasadnya mulai membusuk dan menjadi gembung, antara dahan pohonnya atau tali gantungnya putus, dan jasadnya jatuh ke bawah dan terpecah di tanah tukang periuk (Kisah 1:18-19). Perlu diperhatikan bahwa Lukas tidak berkata bahwa Yudas mati karena jatuh, hanya bahwa ia jatuh. Kisah Para Rasul menduga bahwa Yudas tergantung, karena dengan terjatuh saja sebuah tubuh tidak akan terpecah begitu saja. Hanya dengan proses pembusukan dan jatuhnya dari ketinggian dapatkah sebuah tubuh terpecah. Jadi Matius membahas cara kematiannya, dan Lukas berfokus pada keadaan mengenaskannya. Mengenai siapa yang membeli tanah itu, ada dua cara menyelaraskan faktanya: 1) Yudas dijanjikan tiga puluh perak beberapa hari sebelum penangkapan Yesus (Markus 14:11). Sebelum mengkhianati Yesus, Yudas telah menyepakati membeli tanah itu, meskipun uang belum berpindah tangan. Setelah Yesus dikhianati, Yudas dibayar, namun kemudian ia mengembalikan uang itu pada para imam besar. Para imam, yang menganggap perak itu sebagai uang darah, menyelesaikan transaksi jual beli tanah yang telah dimulai Yudas. 2) Ketika Yudas melempar ketiga-puluh uang perak, para imam memungutnya dan membeli tanah tukang periuk (Matius 27:7). Yudas mungkin tidak membelinya secara pribadi, namun karena uangnya dianggap uang Yudas maka ialah yang dianggap pembelinya. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Kematian Yudas Iskariot merupakan bunuh diri setelah ia dipenuhi penyesalan (tapi bukan pertobatan) karena telah mengkhianati Yesus. Matius dan Lukas (dalam kitab Kisah Para Rasul) keduanya membahas kematian Yudas, dan menyelaraskan detail dalam kedua rekaman tersebut tidak sederhana bagian Injil lainnya.<\/p>\n<div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Matius mengajar bahwa Yudas mati dengan menggantung diri. Inilah rekamannya dalam Injil Matius: &#8220;Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: &#8216;Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah.&#8217; Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing. Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah Darah&#8221; (Matius 27:5-8).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lukas mengajar bahwa Yudas jatuh dan tubuhnya terpecah. Berikut ulasannya dalam kitab Kisah: &#8220;Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar. Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri &#8216;Hakal-Dama&#8217;, artinya Tanah Darah&#8221; (Kisah 1:18-19).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rekaman yang manakah yang benar? Apakah Yudas menggantung diri, ataukah ia mati karena terjatuh? Ataukah kedua-duanya benar? Adapun pertanyaan yang berhubungan, apakah Yudas yang membeli tanahnya, ataukah para imam yang membeli tanah tersebut?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengenai cara kematian Yudas, ini kesimpulan sederhana yang dapat diambil: Yudas menggantung diri di tanah tukang periuk (Matius 27:5), dan itulah cara ia mati. Kemudian, setelah jasadnya mulai membusuk dan menjadi gembung, antara dahan pohonnya atau tali gantungnya putus, dan jasadnya jatuh ke bawah dan terpecah di tanah tukang periuk (Kisah 1:18-19). Perlu diperhatikan bahwa Lukas tidak berkata bahwa Yudas mati karena jatuh, hanya bahwa ia jatuh. Kisah Para Rasul menduga bahwa Yudas tergantung, karena dengan terjatuh saja sebuah tubuh tidak akan terpecah begitu saja. Hanya dengan proses pembusukan dan jatuhnya dari ketinggian dapatkah sebuah tubuh terpecah. Jadi Matius membahas cara kematiannya, dan Lukas berfokus pada keadaan mengenaskannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengenai siapa yang membeli tanah itu, ada dua cara menyelaraskan faktanya: 1) Yudas dijanjikan tiga puluh perak beberapa hari sebelum penangkapan Yesus (Markus 14:11). Sebelum mengkhianati Yesus, Yudas telah menyepakati membeli tanah itu, meskipun uang belum berpindah tangan. Setelah Yesus dikhianati, Yudas dibayar, namun kemudian ia mengembalikan uang itu pada para imam besar. Para imam, yang menganggap perak itu sebagai uang darah, menyelesaikan transaksi jual beli tanah yang telah dimulai Yudas. 2) Ketika Yudas melempar ketiga-puluh uang perak, para imam memungutnya dan membeli tanah tukang periuk (Matius 27:7). Yudas mungkin tidak membelinya secara pribadi, namun karena uangnya dianggap uang Yudas maka ialah yang dianggap pembelinya. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Kematian Yudas Iskariot merupakan bunuh diri setelah ia dipenuhi penyesalan (tapi bukan pertobatan) karena telah mengkhianati Yesus. Matius dan Lukas (dalam kitab Kisah Para Rasul) keduanya membahas kematian Yudas, dan menyelaraskan detail dalam kedua rekaman tersebut tidak sederhana bagian Injil lainnya. Matius mengajar bahwa Yudas mati dengan menggantung diri. Inilah rekamannya dalam Injil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":45651,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"12"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134],"tags":[],"class_list":["post-45079","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika"],"better_featured_image":{"id":45651,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/yudas-iskariot.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/yudas-iskariot.jpg?fit=374%2C300&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/yudas-iskariot.jpg"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/yudas-iskariot.jpg?fit=374%2C300&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":1,"views":"6028","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45079","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45079"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45079\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45651"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45079"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45079"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45079"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}