{"id":45534,"date":"2020-04-04T14:14:54","date_gmt":"2020-04-04T07:14:54","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=45534"},"modified":"2020-04-03T23:19:44","modified_gmt":"2020-04-03T16:19:44","slug":"minimalisir-penyebaran-corona-pemkot-depok-perpanjang-larangan-ibadah-agama-massal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/minimalisir-penyebaran-corona-pemkot-depok-perpanjang-larangan-ibadah-agama-massal\/","title":{"rendered":"Minimalisir penyebaran Corona, Pemkot Depok Perpanjang Larangan Ibadah Agama Massal"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Pemerintah Kota Depok di Provinsi Jawa Barat memperpanjang penerapan larangan pelaksanaan kegiatan keagamaan berjamaah hingga 21 April 2020. Hal ini sebagai upaya menekan risiko penularan virus corona\u00a0atau COVID-19. Larangan pelaksanaan kegiatan keagamaan bersama yang semula diberlakukan mulai 20 Maret sampai 4 April 2020, diperpanjang mengingat kasus COVID-19 masih bertambah di wilayah Kota Depok. \\\"Kami instruksikan agar masyarakat tidak mengadakan kegiatan keagamaan dengan melibatkan jumlah massa yang besar seperti Shalat Jumat di masjid, misa di gereja, dan sejenisnya,\\\" kata Wali Kota Depok\u00a0Mohammad Idris dalam keterangan tertulis pemerintah kota pada Jumat, 3 April 2020. Perpanjangan penerapan larangan kegiatan keagamaan berjamaah sebagaimana yang tertuang dalam\u00a0Surat Edaran Wali Kota Nomor 450\/169-Huk\/Kesbangpol\u00a0akan dievaluasi kembali berdasarkan perkembangan penularan COVID-19. Wali Kota mengatakan keputusan untuk memperpanjang penerapan larangan kegiatan keagamaan bersama\u00a0telah disepakati oleh seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Depok, termasuk di dalamnya para pemimpin agama. \\\"Karena ini darurat, untuk sementara waktu dimohon agar melaksanakan kegiatan ibadah di rumah masing-masing,\\\" ujarnya. Menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, hingga Kamis, 2 April pukul 18.00 WIB jumlah warga yang dikonfirmasi positif terserang COVID-19 di Kota Depok\u00a0sebanyak 50 orang, sepuluh di antaranya sembuh dan lima orang meninggal dunia. Selain itu total ada 417 pasien dalam pengawasan terkait penularan virus corona dengan perincian 369 pasien masih dalam pengawasan dan 48 telah selesai menjalani pengawasan. Jumlah orang dalam pemantauan terkait COVID-19 total 1.603 orang dengan perincian 1.374 masih menjalani pemantauan dan 229 telah selesai dipantau. (tempo)\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Pemerintah Kota Depok di Provinsi Jawa Barat memperpanjang penerapan larangan pelaksanaan kegiatan keagamaan berjamaah hingga 21 April 2020. Hal ini sebagai upaya menekan risiko penularan virus corona\u00a0atau COVID-19.<\/p>\n<div id=\"isi\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Larangan pelaksanaan kegiatan keagamaan bersama yang semula diberlakukan mulai 20 Maret sampai 4 April 2020, diperpanjang mengingat kasus COVID-19 masih bertambah di wilayah Kota Depok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami instruksikan agar masyarakat tidak mengadakan kegiatan keagamaan dengan melibatkan jumlah massa yang besar seperti Shalat Jumat di masjid, misa di gereja, dan sejenisnya,&#8221; kata Wali Kota Depok\u00a0Mohammad Idris dalam keterangan tertulis pemerintah kota pada Jumat, 3 April 2020.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perpanjangan penerapan larangan kegiatan keagamaan berjamaah sebagaimana yang tertuang dalam\u00a0Surat Edaran Wali Kota Nomor 450\/169-Huk\/Kesbangpol\u00a0akan dievaluasi kembali berdasarkan perkembangan penularan COVID-19.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wali Kota mengatakan keputusan untuk memperpanjang penerapan larangan kegiatan keagamaan bersama\u00a0telah disepakati oleh seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Depok, termasuk di dalamnya para pemimpin agama.<br \/>\n&#8220;Karena ini darurat, untuk sementara waktu dimohon agar melaksanakan kegiatan ibadah di rumah masing-masing,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, hingga Kamis, 2 April pukul 18.00 WIB jumlah warga yang dikonfirmasi positif terserang COVID-19 di Kota Depok\u00a0sebanyak 50 orang, sepuluh di antaranya sembuh dan lima orang meninggal dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu total ada 417 pasien dalam pengawasan terkait penularan virus corona dengan perincian 369 pasien masih dalam pengawasan dan 48 telah selesai menjalani pengawasan. Jumlah orang dalam pemantauan terkait COVID-19 total 1.603 orang dengan perincian 1.374 masih menjalani pemantauan dan 229 telah selesai dipantau. (tempo)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Pemerintah Kota Depok di Provinsi Jawa Barat memperpanjang penerapan larangan pelaksanaan kegiatan keagamaan berjamaah hingga 21 April 2020. Hal ini sebagai upaya menekan risiko penularan virus corona\u00a0atau COVID-19. Larangan pelaksanaan kegiatan keagamaan bersama yang semula diberlakukan mulai 20 Maret sampai 4 April 2020, diperpanjang mengingat kasus COVID-19 masih bertambah di wilayah Kota Depok. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":45535,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[3],"tags":[181,185,184],"class_list":["post-45534","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-corona","tag-epidemi","tag-wabah"],"better_featured_image":{"id":45535,"alt_text":"","caption":"","description":"886f8da390185f09f32cecae6fe805b2","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/5e87608289cdb.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/5e87608289cdb.jpeg?fit=720%2C405&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/5e87608289cdb.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/5e87608289cdb.jpeg?fit=720%2C405&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1244","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45534","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45534"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45534\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45535"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45534"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45534"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45534"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}