{"id":45682,"date":"2020-04-16T15:07:47","date_gmt":"2020-04-16T08:07:47","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=45682"},"modified":"2020-04-16T08:51:29","modified_gmt":"2020-04-16T01:51:29","slug":"apakah-jaminan-atas-keselamatan-itu-alkitabiah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-jaminan-atas-keselamatan-itu-alkitabiah\/","title":{"rendered":"Apakah jaminan atas keselamatan itu alkitabiah?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id-Pertanyaan: Apakah jaminan atas keselamatan itu alkitabiah? Jawaban: Ketika orang mengenal Kristus sebagai Juruselamat, mereka dibawa masuk ke dalam hubungan dengan Allah Bapa, yang menjamin keselamatan mereka. Melalui Yudas 1:24 dinyatakan bahwa, \u201cBagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya.\u201d Kuasa Allah mampu menjaga orang percaya untuk tidak jatuh. Adalah tergantung Allah, bukan kita, untuk membawa manusia ke hadapan kemuliaanNya. Jaminan atas keselamatan adalah hasil perlindungan Allah; bukan karena usaha manusia menjaga keselamatan itu. Yesus Kristus menyatakan, \u201cAku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa\u201d (Yohanes 10:28-29). Baik Yesus maupun Bapa telah memegang kita dalam tanganNya dengan teguh. Siapa yang dapat memisahkan kita dari genggaman Bapa dan Anak kalau begitu? Efesus 4:30 memberitahu kita bahwa orang-orang percaya dimeteraikan untuk \u201chari penyelamatan.\u201d Jika orang-percaya tidak memiliki jaminan keselamatan, pemeteraian itu tidak akan berlaku sampai hari penyelamatan, tetapi hanya sampai kepada hari mereka berdosa, murtad atau tidak percaya. Yohanes 3:15-16 mengatakan bahwa barangsiapa percaya kepada Yesus Kristus akan \u201cmemiliki hidup kekal.\u201d Jika seseorang dijanjikan hidup kekal namun kemudian diambil kembali, itu bukan sesuatu yang \u201ckekal.\u201d Jika jaminan keselamatan tidak benar, maka janji hidup kekal di dalam Alkitab juga salah. Salah satu penjelasan paling kuat mengenai jaminan keselamatan bisa ditemukan di Roma 8:38-39 \u201cSebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.\u201d Jaminan keselamatan kita hanyalah berdasarkan kasih Allah, kepada mereka yang telah ditebusNya. Jaminan keselamatan kita telah dibayar lunas oleh Kristus, dijanjikan oleh Bapa dan dimeteraikan oleh Roh Kudus.(msn)\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Diakonia.id<\/strong>&#8211;<strong>Pertanyaan: Apakah jaminan atas keselamatan itu alkitabiah?<\/p>\n<p>Jawaban: <\/strong>Ketika orang mengenal Kristus sebagai Juruselamat, mereka dibawa masuk ke dalam hubungan dengan Allah Bapa, yang menjamin keselamatan mereka.<\/p>\n<p>Melalui Yudas 1:24 dinyatakan bahwa, \u201cBagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya.\u201d Kuasa Allah mampu menjaga orang percaya untuk tidak jatuh. Adalah tergantung Allah, bukan kita, untuk membawa manusia ke hadapan kemuliaanNya.<\/p>\n<p>Jaminan atas keselamatan adalah hasil perlindungan Allah; bukan karena usaha manusia menjaga keselamatan itu.<\/p>\n<p>Yesus Kristus menyatakan, \u201cAku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa\u201d (Yohanes 10:28-29).<\/p>\n<p>Baik Yesus maupun Bapa telah memegang kita dalam tanganNya dengan teguh. Siapa yang dapat memisahkan kita dari genggaman Bapa dan Anak kalau begitu?<\/p>\n<p>Efesus 4:30 memberitahu kita bahwa orang-orang percaya dimeteraikan untuk \u201chari penyelamatan.\u201d Jika orang-percaya tidak memiliki jaminan keselamatan, pemeteraian itu tidak akan berlaku sampai hari penyelamatan, tetapi hanya sampai kepada hari mereka berdosa, murtad atau tidak percaya.<\/p>\n<p>Yohanes 3:15-16 mengatakan bahwa barangsiapa percaya kepada Yesus Kristus akan \u201cmemiliki hidup kekal.\u201d Jika seseorang dijanjikan hidup kekal namun kemudian diambil kembali, itu bukan sesuatu yang \u201ckekal.\u201d<\/p>\n<p>Jika jaminan keselamatan tidak benar, maka janji hidup kekal di dalam Alkitab juga salah.<\/p>\n<p>Salah satu penjelasan paling kuat mengenai jaminan keselamatan bisa ditemukan di Roma 8:38-39 \u201cSebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.\u201d<\/p>\n<p>Jaminan keselamatan kita hanyalah berdasarkan kasih Allah, kepada mereka yang telah ditebusNya. Jaminan keselamatan kita telah dibayar lunas oleh Kristus, dijanjikan oleh Bapa dan dimeteraikan oleh Roh Kudus.(msn)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id&#8211;Pertanyaan: Apakah jaminan atas keselamatan itu alkitabiah? Jawaban: Ketika orang mengenal Kristus sebagai Juruselamat, mereka dibawa masuk ke dalam hubungan dengan Allah Bapa, yang menjamin keselamatan mereka. Melalui Yudas 1:24 dinyatakan bahwa, \u201cBagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya.\u201d Kuasa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":38054,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","video":"","gallery":"","source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-45682","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"better_featured_image":{"id":38054,"alt_text":"","caption":"","description":"03b6302a33c90f6deda3bd3aac67eff7","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/8-orang-yg-pernah-mengalami-stigmata-tanda-luka-salib-yesus_5e35a5f244251.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/8-orang-yg-pernah-mengalami-stigmata-tanda-luka-salib-yesus_5e35a5f244251.jpeg?fit=500%2C375&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1031","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45682","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45682"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45682\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38054"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45682"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45682"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45682"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}