{"id":45685,"date":"2020-10-11T18:17:12","date_gmt":"2020-10-11T11:17:12","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=45685"},"modified":"2020-10-11T18:15:27","modified_gmt":"2020-10-11T11:15:27","slug":"dapatkah-orang-kristen-kehilangan-keselamatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dapatkah-orang-kristen-kehilangan-keselamatan\/","title":{"rendered":"Dapatkah orang Kristen kehilangan keselamatan?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id-Pertanyaan: Dapatkah orang Kristen kehilangan keselamatan? Jawaban: Sebelum menjawab pertanyaan ini, istilah \u201cKristen\u201d harus terlebih dahulu didefinisikan. Seorang \u201cKristen\u201d bukanlah mereka yang rajin berdoa, beribadah ke gereja, atau dibesarkan dalam keluarga Kristen. Walaupun setiap hal ini bisa menjadi bagian dari kehidupan seorang Kristen, semua perbuatan tidak \u201cmenjadikan\u201d seseorang menjadi Kristen. Seorang Kristen itu seseorang yang, dengan iman, telah menerima dan percaya kepada Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat (Yohanes 3:16; Kisah 16:31; Efesus 2:8-9). Jadi dengan mengacu kepada definisi ini, dapatkah seorang Kristen kehilangan keselamatan? Mungkin cara terbaik menjawab pertanyaan yang penting ini adalah dengan menganalisa apa yang menurut Alkitab terjadi ketika seseorang dianugerahi keselamatan, dan apa yang terjadi ketika seseorang kehilangan keselamatan. Berikut ini beberapa contoh: Seorang Kristen itu ciptaan baru. \u201cJadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang\u201d (2 Korintus 5:17). Ayat ini berbicara mengenai seseorang sebagai ciptaan baru karena berada \u201cdi dalam Kristus.\u201d Untuk seorang Kristen kehilangan keselamatannya, ciptaan baru ini harus dibatalkan. Seorang Kristen itu ditebus. \u201cSebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat\u201d (1 Petrus 1:18-19). Kata \u201cditebus\u201d merujuk pada pembelian yang dilakukan, harga yang dibayar. Untuk seorang Kristen kehilangan keselamatannya, Allah sendiri yang harus membatalkan pembelian yang telah dibayarnya dengan darah Kristus yang berharga. Seorang Kristen itu dibenarkan. \u201cSebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus\u201d (Roma 5:1). \u201cMembenarkan\u201d berarti \u201cmenyatakan seseorang tidak bersalah.\u201d Semua yang menerima Yesus sebagai Juruselamat \u201cdinyatakan benar\u201d oleh Allah. Untuk seorang Kristen kehilangan keselamatannya, Allah harus membatalkan kata-kataNya dan membatalkan apa yang sebelumnya telah dinyatakanNya. Seorang Kristen itu dijanjikan hidup kekal. \u201cKarena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal\u201d (Yohanes 3:16). Hidup kekal adalah janji untuk berada dalam kekekalan bersama dengan Allah di surga. Allah berjanji, \u201cpercayalah dan engkau akan beroleh hidup kekal.\u201d Untuk seorang Kristen kehilangan keselamatannya, hidup kekal harus diambil kembali. Jika seorang Kristen dijanjikan untuk hidup selama-lamanya, bagaimana mungkin Allah melanggar janjiNya dengan mengambil kembali hidup kekal itu? Seorang Kristen itu dijamin untuk dimuliakan. \u201cDan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.\u201d (Roma 8:30). Sebagaimana kita pelajari dalam Roma 5:1, pembenaran dinyatakan pada saat seseorang percaya. Menurut Roma 8:30, pemuliaan dijamin bagi semua yang dibenarkan Allah. Pemuliaan itu terjadi ketika orang Kristen menerima tubuh kebangkitan yang sempurna di surga. Jika orang Kristen dapat kehilangan keselamatannya, maka tulisan Paulus di Roma 8:30 ini merupakan kesalahan, karena Allah tidak dapat menjamin pemuliaan bagi semua yang ditentukanNya, dipanggil dan dibenarkan. Masih banyak ilustrasi mengenai apa yang terjadi pada saat seseorang dianugerahi keselamatan. Namun, dari beberapa ayat yang telah diberikan barusan sudah amat jelas menyatakan bahwa tidak mungkin bagi orang Kristen untuk kehilangan keselamatannya. Jika keselamatan bisa hilang, kebanyakan pernyataan, kalau bukan semua, yang dijelaskan Alkitab terjadi kepada orang Kristen ketika seseorang menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat akan berubah menjadi kesalahan. Keselamatan tidak bisa dibatalkan. Seorang Kristen tidak bisa batal menjadi ciptaan baru. Penebusan tidak bisa dibatalkan. Hidup kekal tidak bisa hilang dan masih bersifat kekal. Jika seorang Kristen kehilangan keselamatan, Allah harus memungkiri kata-kataNya dan mengubah pikiranNya, dua hal yang menurut Alkitab tidak pernah dilakukan Allah. Sanggahan paling umum mengenai doktrin bahwa orang Kristen tidak dapat kehilangan keselamatan adalah: (1) bagaimana dengan orang-orang Kristen yang terus menerus hidup secara tidak bermoral? \u2013 dan \u2013 (2) bagaimana dengan orang Kristen yang di kemudian hari menolak iman mereka dan Kristus? Poin utama dengan sanggahan ini didasari asumsi bahwa mereka \u201cadalah Kristen.\u201d (1) Alkitab menyatakan bahwa orang Kristen sejati tidak akan terus menerus hidup secara tidak bermoral (1 Yohanes 3:6). (2) Alkitab menyatakan bahwa seseorang yang meninggalkan iman berarti dia belum pernah betul-betul menjadi Kristen (1 Yohanes 2:19). Tidak, orang Kristen tidak dapat kehilangan keselamatannya. Tidak ada yang bisa memisahkan orang Kristen dari kasih Allah (Roma 8:38-39). Tidak ada yang bisa memisahkan orang Kristen dari tangan Allah (Yohanes 10:28-29). Allah bersedia dan mampu menjamin serta memelihara keselamatan yang telah diberikanNya kepada kita. Yudas 24-25 menyatakan, \u201cBagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya, Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.\u201d\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Diakonia.id<\/strong>&#8211;<strong>Pertanyaan: Dapatkah orang Kristen kehilangan keselamatan?<\/p>\n<p>Jawaban: <\/strong>Sebelum menjawab pertanyaan ini, istilah \u201cKristen\u201d harus terlebih dahulu didefinisikan. Seorang \u201cKristen\u201d bukanlah mereka yang rajin berdoa, beribadah ke gereja, atau dibesarkan dalam keluarga Kristen. Walaupun setiap hal ini bisa menjadi bagian dari kehidupan seorang Kristen, semua perbuatan tidak \u201cmenjadikan\u201d seseorang menjadi Kristen.<\/p>\n<p>Seorang Kristen itu seseorang yang, dengan iman, telah menerima dan percaya kepada Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat (Yohanes 3:16; Kisah 16:31; Efesus 2:8-9).<\/p>\n<p>Jadi dengan mengacu kepada definisi ini, dapatkah seorang Kristen kehilangan keselamatan? Mungkin cara terbaik menjawab pertanyaan yang penting ini adalah dengan menganalisa apa yang menurut Alkitab terjadi ketika seseorang dianugerahi keselamatan, dan apa yang terjadi ketika seseorang kehilangan keselamatan.<\/p>\n<p>Berikut ini beberapa contoh:<\/p>\n<p>Seorang Kristen itu ciptaan baru. \u201cJadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang\u201d (2 Korintus 5:17). Ayat ini berbicara mengenai seseorang sebagai ciptaan baru karena berada \u201cdi dalam Kristus.\u201d<\/p>\n<p>Untuk seorang Kristen kehilangan keselamatannya, ciptaan baru ini harus dibatalkan.<\/p>\n<p>Seorang Kristen itu ditebus. \u201cSebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat\u201d (1 Petrus 1:18-19). Kata \u201cditebus\u201d merujuk pada pembelian yang dilakukan, harga yang dibayar.<\/p>\n<p>Untuk seorang Kristen kehilangan keselamatannya, Allah sendiri yang harus membatalkan pembelian yang telah dibayarnya dengan darah Kristus yang berharga.<\/p>\n<p>Seorang Kristen itu dibenarkan. \u201cSebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus\u201d (Roma 5:1). \u201cMembenarkan\u201d berarti \u201cmenyatakan seseorang tidak bersalah.\u201d Semua yang menerima Yesus sebagai Juruselamat \u201cdinyatakan benar\u201d oleh Allah.<\/p>\n<p>Untuk seorang Kristen kehilangan keselamatannya, Allah harus membatalkan kata-kataNya dan membatalkan apa yang sebelumnya telah dinyatakanNya.<\/p>\n<p>Seorang Kristen itu dijanjikan hidup kekal. \u201cKarena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal\u201d (Yohanes 3:16). Hidup kekal adalah janji untuk berada dalam kekekalan bersama dengan Allah di surga. Allah berjanji, \u201cpercayalah dan engkau akan beroleh hidup kekal.\u201d<\/p>\n<p>Untuk seorang Kristen kehilangan keselamatannya, hidup kekal harus diambil kembali. Jika seorang Kristen dijanjikan untuk hidup selama-lamanya, bagaimana mungkin Allah melanggar janjiNya dengan mengambil kembali hidup kekal itu?<\/p>\n<p>Seorang Kristen itu dijamin untuk dimuliakan. \u201cDan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.\u201d (Roma 8:30). Sebagaimana kita pelajari dalam Roma 5:1, pembenaran dinyatakan pada saat seseorang percaya.<\/p>\n<p>Menurut Roma 8:30, pemuliaan dijamin bagi semua yang dibenarkan Allah. Pemuliaan itu terjadi ketika orang Kristen menerima tubuh kebangkitan yang sempurna di surga.<\/p>\n<p>Jika orang Kristen dapat kehilangan keselamatannya, maka tulisan Paulus di Roma 8:30 ini merupakan kesalahan, karena Allah tidak dapat menjamin pemuliaan bagi semua yang ditentukanNya, dipanggil dan dibenarkan.<\/p>\n<p>Masih banyak ilustrasi mengenai apa yang terjadi pada saat seseorang dianugerahi keselamatan. Namun, dari beberapa ayat yang telah diberikan barusan sudah amat jelas menyatakan bahwa tidak mungkin bagi orang Kristen untuk kehilangan keselamatannya.<\/p>\n<p>Jika keselamatan bisa hilang, kebanyakan pernyataan, kalau bukan semua, yang dijelaskan Alkitab terjadi kepada orang Kristen ketika seseorang menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat akan berubah menjadi kesalahan.<\/p>\n<p>Keselamatan tidak bisa dibatalkan. Seorang Kristen tidak bisa batal menjadi ciptaan baru. Penebusan tidak bisa dibatalkan. Hidup kekal tidak bisa hilang dan masih bersifat kekal.<\/p>\n<p>Jika seorang Kristen kehilangan keselamatan, Allah harus memungkiri kata-kataNya dan mengubah pikiranNya, dua hal yang menurut Alkitab tidak pernah dilakukan Allah.<\/p>\n<p>Sanggahan paling umum mengenai doktrin bahwa orang Kristen tidak dapat kehilangan keselamatan adalah: (1) bagaimana dengan orang-orang Kristen yang terus menerus hidup secara tidak bermoral? \u2013 dan \u2013 (2) bagaimana dengan orang Kristen yang di kemudian hari menolak iman mereka dan Kristus?<\/p>\n<p>Poin utama dengan sanggahan ini didasari asumsi bahwa mereka \u201cadalah Kristen.\u201d (1) Alkitab menyatakan bahwa orang Kristen sejati tidak akan terus menerus hidup secara tidak bermoral (1 Yohanes 3:6). (2) Alkitab menyatakan bahwa seseorang yang meninggalkan iman berarti dia belum pernah betul-betul menjadi Kristen (1 Yohanes 2:19).<\/p>\n<p>Tidak, orang Kristen tidak dapat kehilangan keselamatannya.<\/p>\n<p>Tidak ada yang bisa memisahkan orang Kristen dari kasih Allah (Roma 8:38-39).<\/p>\n<p>Tidak ada yang bisa memisahkan orang Kristen dari tangan Allah (Yohanes 10:28-29).<\/p>\n<p>Allah bersedia dan mampu menjamin serta memelihara keselamatan yang telah diberikanNya kepada kita. Yudas 24-25 menyatakan, \u201cBagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya, Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id&#8211;Pertanyaan: Dapatkah orang Kristen kehilangan keselamatan? Jawaban: Sebelum menjawab pertanyaan ini, istilah \u201cKristen\u201d harus terlebih dahulu didefinisikan. Seorang \u201cKristen\u201d bukanlah mereka yang rajin berdoa, beribadah ke gereja, atau dibesarkan dalam keluarga Kristen. Walaupun setiap hal ini bisa menjadi bagian dari kehidupan seorang Kristen, semua perbuatan tidak \u201cmenjadikan\u201d seseorang menjadi Kristen. Seorang Kristen itu seseorang yang, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":27565,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","video":"","gallery":"","source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-45685","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"better_featured_image":{"id":27565,"alt_text":"","caption":"","description":"01f96337931c5801a507a460a75f71da","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/oil-worship-yesus-penebus_5d0abd0675d5b.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/oil-worship-yesus-penebus_5d0abd0675d5b.jpeg?fit=768%2C432&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/oil-worship-yesus-penebus_5d0abd0675d5b.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/oil-worship-yesus-penebus_5d0abd0675d5b.jpeg?fit=1280%2C720&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"5065","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45685","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45685"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45685\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45685"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45685"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45685"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}