{"id":45691,"date":"2020-04-18T12:05:18","date_gmt":"2020-04-18T05:05:18","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=45691"},"modified":"2020-04-20T01:05:09","modified_gmt":"2020-04-19T18:05:09","slug":"apakah-yesus-satu-satunya-jalan-ke-surga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-yesus-satu-satunya-jalan-ke-surga\/","title":{"rendered":"Apakah Yesus satu-satunya jalan ke Surga?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Apakah Yesus satu-satunya jalan ke Surga? \u00a0\u201cSaya ini pada dasarnya orang baik, karena itu saya akan masuk surga.\u201d \u201cOK, saya melakukan beberapa hal tidak baik, tapi saya melakukan lebih banyak hal yang baik, jadi saya akan masuk surga.\u201d \u201cAllah tidak akan memasukkan saya ke neraka hanya karena saya tidak hidup sesuai dengan apa yang dikatakan Alkitab. Zaman sudah berubah!\u201d \u201cHanya orang yang betul-betul jahat, seperti orang yang suka mengganggu anak-anak dan pembunuh yang masuk neraka.\u201d Ini adalah alasan-alasan yang sering dikemukakan orang, namun kenyataannya, semuanya itu adalah kebohongan. Iblis, penguasa dunia, menanamkan konsep-konsep itu dalam pikiran manusia. Iblis, dan setiap orang yang mengikuti jalannya, adalah musuh Tuhan seperti yang diterangkan di 1 Petrus 5:8. Iblis selalu menyamar sebagai pribadi yang baik menurut 2 Korintus 11:14, tetapi dia menguasai semua pikiran orang yang bukan milik Tuhan. \u201cYaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah,\u201d definisi Paulus di 2 Korintus 4:4. Adalah suatu kebohongan kalau dikatakan bahwa Allah tidak peduli pada dosa-dosa kecil, dan bahwa neraka disediakan hanya bagi \u201corang jahat.\u201d Segala macam dosa memisahkan manusia dari Allah, termasuk \u201cdusta putih dan kecil.\u201d Setiap orang sudah berdosa dan tidak seorang pun dapat masuk ke surga dengan usahanya sendiri, ungkap Paulus di Roma 3:23. Masuk ke surga tidak pernah berdasarkan apakah kebaikan kita lebih banyak dari kejahatan kita. Kalau itu parameter yang dipakai, maka semua manusia akan gagal masuk surga. \u201cTetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia,\u201d jelas Paulus di Roma 11:6. Tidak ada perbuatan baik yang bisa mengantar manusia masuk surga, tegas Paulus dalam tulisannya di Titus 3:5. \u201cMasuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya,\u201d ungkap Yesus di Matius 7:13. Bahkan jikalau semua orang hidup dalam dosa dan tidak banyak yang percaya kepada Allah, Ia tidak akan menerima itu sebagai alasan. \u201cKamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka,\u201d tulis Paulus di Efesus 2:2. Ketika Allah menciptakan dunia, dunia sempurna adanya. Segalanya baik. Kemudian Dia menciptakan Adam dan Hawa dan memberi mereka kehendak bebas sehingga mereka bisa memilih mau mengikuti dan menaati kehendak Allah atau tidak. Adam dan Hawa, manusia pertama yang diciptakan Allah, digoda Iblis untuk tidak taat kepada Allah dan mereka memang akhirnya jatuh di dalam dosa. Akibatnya, mereka (dan semua orang yang lahir kemudian, termasuk kita) tidak dapat memiliki hubungan yang dekat dengan Allah. Karena itu, Allah membuka jalan supaya manusia dapat dipersatukan kembali denganNya di surga. \u201cKarena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal,\u201d tertulis di Yohanes 3:16. \u201cSebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita,\u201d ungkap Paulus di Roma 6:23. Yesus dilahirkan supaya Dia dapat menunjukkan jalan itu kepada manusia dan mati bagi dosa-dosa kita sehingga kita tidak perlu mati. Dalam Roma 4:25 ditegaskan bahwa tiga hari setelah kematianNya, Yesus bangkit dari kubur; membuktikan kemenanganNya atas kematian. Dia menjembatani jurang antara Allah dengan manusia sehingga kita dapat memiliki hubungan pribadi dengan Allah jika kita mau percaya. \u201cInilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus,\u201d tertulis di Yohanes 17:3. Kebanyakan orang percaya tentang Allah, termasuk Iblis. Tapi supaya diselamatkan, kita perlu berbalik kepada Allah, menjalin hubungan pribadi denganNya, berbalik dari dosa-dosa kita dan mengikuti Dia. Kita mesti percaya kepada Yesus dalam segala hal yang kita miliki dan lakukan. \u201cAllah memungkinkan manusia berbaik dengan Dia, hanya kalau manusia percaya kepada Yesus Kristus. Allah berbuat ini untuk semua orang yang percaya kepada Kristus; sebab tidak ada perbedaannya,\u201d jelas Paulus di Roma 3:22. Alkitab mengajarkan bahwa tidak ada jalan lain untuk mendapatkan keselamatan selain melalui Yesus Kristus. Yesus berkata dalam Yohanes 14:6, \u201cAkulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.\u201d Melalui Roma 3:23, kita bisa mengetahui bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan karena Dia adalah satu-satunya yang bisa membayar hutang dosa kita. Tidak ada agama lain yang mengajarkan dalam dan seriusnya dosa manusia dan akibat-akibatnya. Tidak ada agama yang menawarkan pembayaran dosa seperti yang Yesus mampu sediakan. Tidak ada \u201cpendiri agama\u201d lain yang adalah Allah sendiri yang menjelma menjadi manusia, seperti yang diungkapkan di Yohanes 1:1, 14 \u2013 sebagai satu-satunya cara untuk melunasi hutang dosa manusia. Yesus pastilah Allah Putera supaya Dia bisa membayar hutang dosa kita kepada Allah Bapa. Yesus harus menjadi seorang manusia supaya Dia bisa mati. Keselamatan hanya tersedia melalui iman di dalam Yesus Kristus. Karena itu, dalam Kisah Para Rasul 4:12 ditegaskan, \u201cDan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.\\\"\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211;<strong> Apakah Yesus satu-satunya jalan ke Surga?<\/strong><\/p>\n<p>\u00a0\u201cSaya ini pada dasarnya orang baik, karena itu saya akan masuk surga.\u201d<\/p>\n<p>\u201cOK, saya melakukan beberapa hal tidak baik, tapi saya melakukan lebih banyak hal yang baik, jadi saya akan masuk surga.\u201d<\/p>\n<p>\u201cAllah tidak akan memasukkan saya ke neraka hanya karena saya tidak hidup sesuai dengan apa yang dikatakan Alkitab.<\/p>\n<p>Zaman sudah berubah!\u201d \u201cHanya orang yang betul-betul jahat, seperti orang yang suka mengganggu anak-anak dan pembunuh yang masuk neraka.\u201d<\/p>\n<p>Ini adalah alasan-alasan yang sering dikemukakan orang, namun kenyataannya, semuanya itu adalah kebohongan. Iblis, penguasa dunia, menanamkan konsep-konsep itu dalam pikiran manusia. Iblis, dan setiap orang yang mengikuti jalannya, adalah musuh Tuhan seperti yang diterangkan di 1 Petrus 5:8.<\/p>\n<p>Iblis selalu menyamar sebagai pribadi yang baik menurut 2 Korintus 11:14, tetapi dia menguasai semua pikiran orang yang bukan milik Tuhan. \u201cYaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah,\u201d definisi Paulus di 2 Korintus 4:4.<\/p>\n<p>Adalah suatu kebohongan kalau dikatakan bahwa Allah tidak peduli pada dosa-dosa kecil, dan bahwa neraka disediakan hanya bagi \u201corang jahat.\u201d Segala macam dosa memisahkan manusia dari Allah, termasuk \u201cdusta putih dan kecil.\u201d<\/p>\n<p>Setiap orang sudah berdosa dan tidak seorang pun dapat masuk ke surga dengan usahanya sendiri, ungkap Paulus di Roma 3:23. Masuk ke surga tidak pernah berdasarkan apakah kebaikan kita lebih banyak dari kejahatan kita. Kalau itu parameter yang dipakai, maka semua manusia akan gagal masuk surga.<\/p>\n<p>\u201cTetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia,\u201d jelas Paulus di Roma 11:6. Tidak ada perbuatan baik yang bisa mengantar manusia masuk surga, tegas Paulus dalam tulisannya di Titus 3:5.<\/p>\n<p>\u201cMasuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya,\u201d ungkap Yesus di Matius 7:13.<\/p>\n<p>Bahkan jikalau semua orang hidup dalam dosa dan tidak banyak yang percaya kepada Allah, Ia tidak akan menerima itu sebagai alasan. \u201cKamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka,\u201d tulis Paulus di Efesus 2:2.<\/p>\n<p>Ketika Allah menciptakan dunia, dunia sempurna adanya. Segalanya baik. Kemudian Dia menciptakan Adam dan Hawa dan memberi mereka kehendak bebas sehingga mereka bisa memilih mau mengikuti dan menaati kehendak Allah atau tidak.<\/p>\n<p>Adam dan Hawa, manusia pertama yang diciptakan Allah, digoda Iblis untuk tidak taat kepada Allah dan mereka memang akhirnya jatuh di dalam dosa. Akibatnya, mereka (dan semua orang yang lahir kemudian, termasuk kita) tidak dapat memiliki hubungan yang dekat dengan Allah.<\/p>\n<p>Karena itu, Allah membuka jalan supaya manusia dapat dipersatukan kembali denganNya di surga. \u201cKarena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal,\u201d tertulis di Yohanes 3:16.<\/p>\n<p>\u201cSebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita,\u201d ungkap Paulus di Roma 6:23.<\/p>\n<p>Yesus dilahirkan supaya Dia dapat menunjukkan jalan itu kepada manusia dan mati bagi dosa-dosa kita sehingga kita tidak perlu mati. Dalam Roma 4:25 ditegaskan bahwa tiga hari setelah kematianNya, Yesus bangkit dari kubur; membuktikan kemenanganNya atas kematian.<\/p>\n<p>Dia menjembatani jurang antara Allah dengan manusia sehingga kita dapat memiliki hubungan pribadi dengan Allah jika kita mau percaya. \u201cInilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus,\u201d tertulis di Yohanes 17:3.<\/p>\n<p>Kebanyakan orang percaya tentang Allah, termasuk Iblis. Tapi supaya diselamatkan, kita perlu berbalik kepada Allah, menjalin hubungan pribadi denganNya, berbalik dari dosa-dosa kita dan mengikuti Dia.<\/p>\n<p>Kita mesti percaya kepada Yesus dalam segala hal yang kita miliki dan lakukan. \u201cAllah memungkinkan manusia berbaik dengan Dia, hanya kalau manusia percaya kepada Yesus Kristus. Allah berbuat ini untuk semua orang yang percaya kepada Kristus; sebab tidak ada perbedaannya,\u201d jelas Paulus di Roma 3:22.<\/p>\n<p>Alkitab mengajarkan bahwa tidak ada jalan lain untuk mendapatkan keselamatan selain melalui Yesus Kristus. Yesus berkata dalam Yohanes 14:6, \u201cAkulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.\u201d<\/p>\n<p>Melalui Roma 3:23, kita bisa mengetahui bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan karena Dia adalah satu-satunya yang bisa membayar hutang dosa kita. Tidak ada agama lain yang mengajarkan dalam dan seriusnya dosa manusia dan akibat-akibatnya. Tidak ada agama yang menawarkan pembayaran dosa seperti yang Yesus mampu sediakan.<\/p>\n<p>Tidak ada \u201cpendiri agama\u201d lain yang adalah Allah sendiri yang menjelma menjadi manusia, seperti yang diungkapkan di Yohanes 1:1, 14 \u2013 sebagai satu-satunya cara untuk melunasi hutang dosa manusia.<\/p>\n<p>Yesus pastilah Allah Putera supaya Dia bisa membayar hutang dosa kita kepada Allah Bapa. Yesus harus menjadi seorang manusia supaya Dia bisa mati.<\/p>\n<p>Keselamatan hanya tersedia melalui iman di dalam Yesus Kristus. Karena itu, dalam Kisah Para Rasul 4:12 ditegaskan, \u201cDan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.&#8221;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Apakah Yesus satu-satunya jalan ke Surga? \u00a0\u201cSaya ini pada dasarnya orang baik, karena itu saya akan masuk surga.\u201d \u201cOK, saya melakukan beberapa hal tidak baik, tapi saya melakukan lebih banyak hal yang baik, jadi saya akan masuk surga.\u201d \u201cAllah tidak akan memasukkan saya ke neraka hanya karena saya tidak hidup sesuai dengan apa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":35513,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[134],"tags":[],"class_list":["post-45691","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika"],"better_featured_image":{"id":35513,"alt_text":"","caption":"","description":"08f6478c7919e430272a3026141b5c15","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/nama-dan-gelar-yesus_5e340e848c3aa.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/nama-dan-gelar-yesus_5e340e848c3aa.jpeg?fit=170%2C80&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/nama-dan-gelar-yesus_5e340e848c3aa.jpeg"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/nama-dan-gelar-yesus_5e340e848c3aa.jpeg?fit=170%2C80&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1972","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45691","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45691"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45691\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35513"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45691"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45691"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45691"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}