{"id":45693,"date":"2020-04-18T16:09:35","date_gmt":"2020-04-18T09:09:35","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=45693"},"modified":"2020-04-16T09:13:07","modified_gmt":"2020-04-16T02:13:07","slug":"apa-jalan-keselamatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apa-jalan-keselamatan\/","title":{"rendered":"Apa jalan keselamatan?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id-Pertanyaan: Apa jalan keselamatan? Jawaban: Apakah Anda lapar? Bukan lapar secara fisik, tetapi apakah Anda lapar untuk memiliki hidup yang lebih baik? Apakah ada sesuatu yang tidak pernah bisa dipuaskan dalam diri Anda? Jika demikian, Yesus adalah jalannya. Yesus berkata, \u201cAkulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi\u201d (Yohanes 6:35). Apakah Anda kebingungan? Apakah Anda sepertinya tidak pernah menemukan dan mengerti jalan kehidupan? Apakah hidup Anda seperti dalam kegelapan dan tidak bisa mencari cara untuk meneranginya? Jika demikian, Yesuslah jalannya. Yesus mengatakan,&quot;Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup&quot; (Yohanes 8:12). Apakah Anda merasa terkunci? Anda mencoba berbagai pintu, dan apakaj yang Anda temukan hanyalah kekosongan dan hal-hal yang tidak ada artinya? Apakah Anda mencari pintu masuk kepada hidup yang berkelimpahan? Kalau demikian, Yesuslah jalannya! Yesus berkata, \u201cAkulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput\u201d (Yohanes 10:9). Apakah orang lain mengecewakan Anda? Apakah relasi Anda dengan orang lain terasa dangkal dan kosong? Apakah Anda merasa bahwa orang lain selalu berusaha memanfaatkan Anda? Jika demikian, Yesuslah solusinya. Yesus berkata, \u201cAkulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; \u2026 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku\u201d (Yohanes 10:11,14). Apakah Anda memikirkan apa yang terjadi setelah Anda meninggal dunia? Apakah Anda sering merenungkan arti hidup ini? Apakah Anda ingin tetap hidup setelah mati? Jika demikian, Yesuslah jalannya. Yesus menyatakan, &quot;Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya&quot; (Yohanes 11:25-26). Di manakah jalan itu? Siapakah yang memiliki kebenaran itu? Seperti apakah yang dimaksud hidup? Yesus menjawab,&quot;Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku\u201d (Yohanes 14:6). Kelaparan yang Anda rasakan adalah kelaparan rohani, dan hanya dapat dikenyangkan oleh Yesus. Yesus adalah satu-satunya yang dapat menerangi kegelapanmu. Yesus adalah pintu kepada hidup yang berkelimpahan. Yesus adalah sahabat dan gembala yang Anda cari-cari. Yesus adalah Hidup \u2013 sekarang dan yang akan datang. Yesus adalah Jalan keselamatan itu sendiri. Penyebab dari timbulnya kelaparan, kegelapan, dan kegagalan mendapatkan makna hidup, semua itu karena hidup Anda terpisah dari Tuhan. Alkitab menjelaskan bahwa semua manusia telah berdosa dan karena itu kita terpisah dari Allah (Pengkhotbah 7:20; Roma 3:23). Kekosongan yang Anda rasakan dalam hati adalah karena Allah tidak ada dalam hidup Anda. Kita diciptakan untuk terkoneksi dengan Allah. Karena dosa, kita tidak bisa terkoneksi denganNya. Kabar buruknya, dosa itu juga yang akan menyebabkan manusia terpisah dari Allah dalam kekekalan; baik dalam hidup ini dan sesudahnya (Roma 6:23; Yohanes 3:36). Bagaimana masalah ini dapat diselesaikan? Yesuslah jawabannya. Yesus memikul dosa-dosa kita (2 Korintus 5:21). Yesus mati menggantikan kita menanggung hukuman yang sepantasnya kita tanggung (Roma 5:8). Tiga hari kemudian Yesus bangkit dari antara orang mati, membuktikan kemenanganNya atas dosa dan kematian (Roma 6:4-5). Mengapa Dia melakukannya? Yesus menjawab, \u201cTidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya\u201d (Yohanes 15:13). Yesus mati, supaya kita bisa hidup. Jika kita beriman kepada Yesus, percaya kepada kematianNya sebagai pembayaran atas dosa-dosa kita, semua dosa kita diampuni dan dibersihkan. Kelaparan rohani kita akan dikenyangkan. Terang akan bernyala. Kita akan mendapatkan jalan kepada hidup yang berkelimpahan. Kita akan mengenal sahabat sejati dan gembala kita yang baik. Kita akan tahu bahwa kita akan memiliki hidup setelah meninggal, hidup dalam kebangkitan bersama dengan Yesus di surga untuk selama-lamanya. \u201cKarena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal,\u201d tertulis di Yohanes 3:16.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\" data-rvtts-brand-url=\"https:\/\/responsivevoice.org\/?utm_source=wordpress-plugin&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=powered-by\" data-rvtts-brand-label=\"Powered by ResponsiveVoice\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Diakonia.id<\/strong>&#8211;<strong>Pertanyaan: Apa jalan keselamatan?<\/p>\n<p>Jawaban: <\/strong>Apakah Anda lapar? Bukan lapar secara fisik, tetapi apakah Anda lapar untuk memiliki hidup yang lebih baik?<\/p>\n<div class=\"embed-container\" style=\"text-align: justify;\">Apakah ada sesuatu yang tidak pernah bisa dipuaskan dalam diri Anda? Jika demikian, Yesus adalah jalannya.<\/p>\n<p>Yesus berkata, \u201cAkulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi\u201d (Yohanes 6:35).<\/p>\n<p>Apakah Anda kebingungan? Apakah Anda sepertinya tidak pernah menemukan dan mengerti jalan kehidupan?<\/p>\n<p>Apakah hidup Anda seperti dalam kegelapan dan tidak bisa mencari cara untuk meneranginya? Jika demikian, Yesuslah jalannya.<\/p>\n<p>Yesus mengatakan,&#8221;Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup&#8221; (Yohanes 8:12).<\/p>\n<p>Apakah Anda merasa terkunci? Anda mencoba berbagai pintu, dan apakaj yang Anda temukan hanyalah kekosongan dan hal-hal yang tidak ada artinya? Apakah Anda mencari pintu masuk kepada hidup yang berkelimpahan? Kalau demikian, Yesuslah jalannya!<\/p>\n<p>Yesus berkata, \u201cAkulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput\u201d (Yohanes 10:9).<\/p>\n<p>Apakah orang lain mengecewakan Anda? Apakah relasi Anda dengan orang lain terasa dangkal dan kosong? Apakah Anda merasa bahwa orang lain selalu berusaha memanfaatkan Anda? Jika demikian, Yesuslah solusinya.<\/p>\n<p>Yesus berkata, \u201cAkulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; \u2026 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku\u201d (Yohanes 10:11,14).<\/p>\n<p>Apakah Anda memikirkan apa yang terjadi setelah Anda meninggal dunia? Apakah Anda sering merenungkan arti hidup ini? Apakah Anda ingin tetap hidup setelah mati? Jika demikian, Yesuslah jalannya.<\/p>\n<p>Yesus menyatakan, &#8220;Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya&#8221; (Yohanes 11:25-26).<\/p>\n<p>Di manakah jalan itu?<\/p>\n<p>Siapakah yang memiliki kebenaran itu?<\/p>\n<p>Seperti apakah yang dimaksud hidup?<\/p>\n<p>Yesus menjawab,&#8221;Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku\u201d (Yohanes 14:6).<\/p>\n<p>Kelaparan yang Anda rasakan adalah kelaparan rohani, dan hanya dapat dikenyangkan oleh Yesus. Yesus adalah satu-satunya yang dapat menerangi kegelapanmu. Yesus adalah pintu kepada hidup yang berkelimpahan. Yesus adalah sahabat dan gembala yang Anda cari-cari.<\/p>\n<p>Yesus adalah Hidup \u2013 sekarang dan yang akan datang. Yesus adalah Jalan keselamatan itu sendiri.<\/p>\n<p>Penyebab dari timbulnya kelaparan, kegelapan, dan kegagalan mendapatkan makna hidup, semua itu karena hidup Anda terpisah dari Tuhan. Alkitab menjelaskan bahwa semua manusia telah berdosa dan karena itu kita terpisah dari Allah (Pengkhotbah 7:20; Roma 3:23).<\/p>\n<p>Kekosongan yang Anda rasakan dalam hati adalah karena Allah tidak ada dalam hidup Anda.<\/p>\n<p>Kita diciptakan untuk terkoneksi dengan Allah. Karena dosa, kita tidak bisa terkoneksi denganNya. Kabar buruknya, dosa itu juga yang akan menyebabkan manusia terpisah dari Allah dalam kekekalan; baik dalam hidup ini dan sesudahnya (Roma 6:23; Yohanes 3:36).<\/p>\n<p>Bagaimana masalah ini dapat diselesaikan? Yesuslah jawabannya.<\/p>\n<p>Yesus memikul dosa-dosa kita (2 Korintus 5:21). Yesus mati menggantikan kita menanggung hukuman yang sepantasnya kita tanggung (Roma 5:8). Tiga hari kemudian Yesus bangkit dari antara orang mati, membuktikan kemenanganNya atas dosa dan kematian (Roma 6:4-5).<\/p>\n<p>Mengapa Dia melakukannya? Yesus menjawab, \u201cTidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya\u201d (Yohanes 15:13).<\/p>\n<p>Yesus mati, supaya kita bisa hidup.<\/p>\n<p>Jika kita beriman kepada Yesus, percaya kepada kematianNya sebagai pembayaran atas dosa-dosa kita, semua dosa kita diampuni dan dibersihkan. Kelaparan rohani kita akan dikenyangkan. Terang akan bernyala.<\/p>\n<p>Kita akan mendapatkan jalan kepada hidup yang berkelimpahan. Kita akan mengenal sahabat sejati dan gembala kita yang baik. Kita akan tahu bahwa kita akan memiliki hidup setelah meninggal, hidup dalam kebangkitan bersama dengan Yesus di surga untuk selama-lamanya.<\/p>\n<p>\u201cKarena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal,\u201d tertulis di Yohanes 3:16.<\/p><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id&#8211;Pertanyaan: Apa jalan keselamatan? Jawaban: Apakah Anda lapar? Bukan lapar secara fisik, tetapi apakah Anda lapar untuk memiliki hidup yang lebih baik? Apakah ada sesuatu yang tidak pernah bisa dipuaskan dalam diri Anda? Jika demikian, Yesus adalah jalannya. Yesus berkata, \u201cAkulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":32884,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","video":"","gallery":"","source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-45693","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"better_featured_image":{"id":32884,"alt_text":"","caption":"","description":"02901adb3b30fd1f0f593b75ab7747b9","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/siapa-yang-membunuh-yesus_5df7357058bbe.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/siapa-yang-membunuh-yesus_5df7357058bbe.jpeg?fit=640%2C532&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/siapa-yang-membunuh-yesus_5df7357058bbe.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/siapa-yang-membunuh-yesus_5df7357058bbe.jpeg?fit=640%2C532&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1074","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45693","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45693"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45693\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32884"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45693"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45693"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45693"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}