{"id":45695,"date":"2020-04-18T06:00:11","date_gmt":"2020-04-17T23:00:11","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=45695"},"modified":"2020-04-16T09:21:28","modified_gmt":"2020-04-16T02:21:28","slug":"sekali-selamat-tetap-selamat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/sekali-selamat-tetap-selamat\/","title":{"rendered":"Sekali selamat, tetap selamat?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id-Pertanyaan: Sekali selamat, tetap selamat? Jawaban: Begitu seseorang diselamatkan, apakah keselamatannya tetap terpelihara? Ketika seseorang datang kepada Kristus sebagai Juruselamatnya, maka mereka masuk ke dalam hubungan dengan Allah, yang telah menjadi jaminan itu sendiri bahwa keselamatan mereka terjamin untuk selamanya. Berbagai ayat di Alkitab menyatakan hal ini. (a) Roma 8:30 menyatakan, \u201cDan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.\u201d Ayat ini menyimpulkan bahwa dari sejak Allah memilih kita, kita seolah-olah sudah dipermuliakan di hadapanNya di surga. Tidak ada yang dapat mencegah orang-percaya dipermuliakan karena Allah sendiri yang sudah terlebih dahulu merencanakannya. Sekali seseorang dibenarkan, maka keselamatannya terjamin, sama halnya dengan jaminan bahwa dia kelak akan dipermuliakan di surga. (b) Dalam Roma 8:33-34, Paulus menanyakan dua pertanyaan penting, \u201cSiapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?\u201d Siapa yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Tidak ada seorangpun, karena Kristus adalah Pembela kita. Siapa yang akan menghukum? Tidak ada seorangpun, karena Kristus, yang telah mati bagi kita, yang akan menghukum. Kita mempunyai Pembela dan Sang Hakim sebagai Juruselamat kita. (c) Orang-orang percaya dilahirkan kembali ketika mereka percaya (Yohanes 3:3; Titus 3:5). Kalau orang Kristen kehilangan keselamatannya, itu sama saja seperti lahir kembalinya dibatalkan. Tidak pernah ada penjelasan di Alkitab mengenai lahir baru yang bisa dibatalkan. (d) Roh Kudus berdiam di semua orang percaya (Yohanes 14:17; Roma 8:9) dan membaptiskan orang-percaya ke dalam Tubuh Kristus (1 Korintus 12:13). Untuk seseorang bisa kehilangan keselamatannya, itu berarti Roh Kudus harus dikeluarkan dari dirinya dan orang itu harus diputuskan dari Tubuh Kristus. (e) Yohanes 3:15 menjelaskan bahwa barang siapa percaya kepada Kristus Yesus, ia akan \u201cmemperoleh hidup kekal.\u201d Jika Saudara percaya kepada Yesus hari ini dan mendapatkan hidup kekal, dan kemudian hilang di hari berikutnya, itu bukanlah hidup \u201ckekal.\u201d Karena itu, kalau sampai ada orang yang kehilangan keselamatannya, janji hidup kekal dalam Alkitab merupakan satu kesalahan. (f) Argumen yang paling menentukan ditulis Paulus di Roma 8: 38 -39, \u201cSebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.\u201d Ingat, Allah yang menyelamatkanmu juga Allah yang akan memeliharamu. Sekali selamat, tetap selamat. Keselamatan kita terjamin dalam kekekalan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Diakonia.id<\/strong>&#8211;<strong>Pertanyaan: Sekali selamat, tetap selamat?<\/p>\n<p>Jawaban: <\/strong>Begitu seseorang diselamatkan, apakah keselamatannya tetap terpelihara? Ketika seseorang datang kepada Kristus sebagai Juruselamatnya, maka mereka masuk ke dalam hubungan dengan Allah, yang telah menjadi jaminan itu sendiri bahwa keselamatan mereka terjamin untuk selamanya.<\/p>\n<p>Berbagai ayat di Alkitab menyatakan hal ini.<\/p>\n<p>(a) Roma 8:30 menyatakan, \u201cDan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.\u201d<\/p>\n<p>Ayat ini menyimpulkan bahwa dari sejak Allah memilih kita, kita seolah-olah sudah dipermuliakan di hadapanNya di surga. Tidak ada yang dapat mencegah orang-percaya dipermuliakan karena Allah sendiri yang sudah terlebih dahulu merencanakannya.<\/p>\n<p>Sekali seseorang dibenarkan, maka keselamatannya terjamin, sama halnya dengan jaminan bahwa dia kelak akan dipermuliakan di surga.<\/p>\n<p>(b) Dalam Roma 8:33-34, Paulus menanyakan dua pertanyaan penting, \u201cSiapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?\u201d<\/p>\n<p>Siapa yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Tidak ada seorangpun, karena Kristus adalah Pembela kita. Siapa yang akan menghukum? Tidak ada seorangpun, karena Kristus, yang telah mati bagi kita, yang akan menghukum.<\/p>\n<p>Kita mempunyai Pembela dan Sang Hakim sebagai Juruselamat kita.<\/p>\n<p>(c) Orang-orang percaya dilahirkan kembali ketika mereka percaya (Yohanes 3:3; Titus 3:5). Kalau orang Kristen kehilangan keselamatannya, itu sama saja seperti lahir kembalinya dibatalkan. Tidak pernah ada penjelasan di Alkitab mengenai lahir baru yang bisa dibatalkan.<\/p>\n<p>(d) Roh Kudus berdiam di semua orang percaya (Yohanes 14:17; Roma 8:9) dan membaptiskan orang-percaya ke dalam Tubuh Kristus (1 Korintus 12:13). Untuk seseorang bisa kehilangan keselamatannya, itu berarti Roh Kudus harus dikeluarkan dari dirinya dan orang itu harus diputuskan dari Tubuh Kristus.<\/p>\n<p>(e) Yohanes 3:15 menjelaskan bahwa barang siapa percaya kepada Kristus Yesus, ia akan \u201cmemperoleh hidup kekal.\u201d Jika Saudara percaya kepada Yesus hari ini dan mendapatkan hidup kekal, dan kemudian hilang di hari berikutnya, itu bukanlah hidup \u201ckekal.\u201d Karena itu, kalau sampai ada orang yang kehilangan keselamatannya, janji hidup kekal dalam Alkitab merupakan satu kesalahan.<\/p>\n<p>(f) Argumen yang paling menentukan ditulis Paulus di Roma 8: 38 -39, \u201cSebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.\u201d<\/p>\n<p>Ingat, Allah yang menyelamatkanmu juga Allah yang akan memeliharamu. Sekali selamat, tetap selamat. Keselamatan kita terjamin dalam kekekalan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id&#8211;Pertanyaan: Sekali selamat, tetap selamat? Jawaban: Begitu seseorang diselamatkan, apakah keselamatannya tetap terpelihara? Ketika seseorang datang kepada Kristus sebagai Juruselamatnya, maka mereka masuk ke dalam hubungan dengan Allah, yang telah menjadi jaminan itu sendiri bahwa keselamatan mereka terjamin untuk selamanya. Berbagai ayat di Alkitab menyatakan hal ini. (a) Roma 8:30 menyatakan, \u201cDan mereka yang ditentukan-Nya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11791,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","video":"","gallery":"","source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-45695","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"better_featured_image":{"id":11791,"alt_text":"","caption":"","description":"29098a70e907dbd9937f42abaa64ae23","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/perda-injil-manokwari-antara-sejarah-kekristenan-dan-nuansa-intoleransi_5c60f2fb3aa49.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/perda-injil-manokwari-antara-sejarah-kekristenan-dan-nuansa-intoleransi_5c60f2fb3aa49.jpeg?fit=320%2C179&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/perda-injil-manokwari-antara-sejarah-kekristenan-dan-nuansa-intoleransi_5c60f2fb3aa49.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/perda-injil-manokwari-antara-sejarah-kekristenan-dan-nuansa-intoleransi_5c60f2fb3aa49.jpeg?fit=320%2C179&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1490","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45695","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45695"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45695\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45695"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45695"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45695"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}