{"id":45992,"date":"2020-05-19T08:31:28","date_gmt":"2020-05-19T01:31:28","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=45992"},"modified":"2020-05-17T14:46:39","modified_gmt":"2020-05-17T07:46:39","slug":"apakah-boleh-orang-kristen-makan-babi-bagaimana-kebenaran-alkitabnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-boleh-orang-kristen-makan-babi-bagaimana-kebenaran-alkitabnya\/","title":{"rendered":"Apakah Boleh Orang Kristen Makan Babi?  Bagaimana Kebenaran Alkitabnya?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -Ada banyak orang Kristen masih meragukan apakah boleh orang Kristen makan babi. Karena ada aliran dan ajaran yang tidak mengijinkan tetapi ada yang memperbolehkan. Adapun hal ini memang pro dan kontra, serta kebenaran yang tertulis di Alkitab juga masih belum banyak diketahui. Terutama oleh umat Kristen sendiri, apakah ini makanan haram dalam Kristen atau tidak. Oleh sebab itu ada baiknya mencari informasi yang tepat akan hal tersebut. Jika ingin tahu secara detail, maka simak berikut ini informasi apakah boleh orang Kristen makan babi. Bagaimana kebenaran Alkitabnya dan bagaimana menyikapinya. Simak saja informasi tersebut di bawah ini : Perjanjian Lama Ulangan 14:8 \u201d Juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya.\u201d Imamat 11:7 \u201cDemikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu.\u201d Dalam dua ayat di Perjanjian Lama di atas, maka dijelaskan bahwa pada mulanya makan babi jika dilihat dari ayat Alkitab tentang makanan merupakan makanan yang haram. Karena hewan tersebut tidak dibolehkan Allah untuk dikonsumsi. Tentunya memang ada beberapa alasan Allah dahulunya hal ini tidak boleh dilakukan. Jika ditinjau dari kesehatan, daging babi juga bukan makanan yang cukup sehat dibandingkan jenis makanan lain yang Tuhan ijinkan. Perjanjian Baru Matius 15:11 \u201cDengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang\u201c Roma 6:18 \u201cKamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.\u201d Sementara pada masa Perjanjian Baru telah dikatakan bahwa Tuhan menebus manusia melalui penyaliban Yesusdan membayar lunas semua dosa yang diperbuat. Sehingga jelas dikatakan bahwa apa yang masuk dalam mulut tidak membuat haram, tetapi apa yang dikatakan orang itu lebih berbahaya. Sehingga tidak ada lagi makanan yang diharamkan Allah pada masa Perjanjian Baru. Karena masa yang lama berlalu dan yang baru telah datang. Hendaknya setelah Allah membebaskan belenggu dosa pada Perjanjian Baru, maka umat Tuhan lebih banyak memakai hikmat. Sebaiknya hindari makanan yang kurang sehat seperti babi, atau tidak perlu mengonsumsi terlalu banyak. Tetapi makanan ini juga bukan lagi makanan yang dilarang. Selama melakukan cara berdoa yang benarpada Allah, maka segala makanan yang masuk dalam mulut orang Kristen akan dikuduskan di dalam nama Tuhan Yesus. Itulah beberapa informasi mengenai apakah boleh orang Kristen makan babi. Termasuk bagaimana kebenaran yang diajarkan oleh Alkitab. Memang dapat disimpulkan bahwa secara Hukum Taurat hal ini tidak diperkenankan. Beberapa aliran yang memegang Hukum Taurat melakukan hal tersebut dan tidak ada salahnya. Tetapi seperti yang telah dinyatakan dalam Perjanjian Baru, maka konsumsi daging babi juga bukan dikategorikan sebagai sifat dosa menurut Alkitab. Yang terpenting selalu berdoa dan minta hikmat dari peranan Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya supaya apa yang kita makan bermanfaat dan tidak menimbulkan sakit penyakit, Amin.(tuhanyesus.org)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Ada banyak orang Kristen masih meragukan apakah boleh orang Kristen makan babi. Karena ada aliran dan ajaran yang tidak mengijinkan tetapi ada yang memperbolehkan. Adapun hal ini memang pro dan kontra, serta kebenaran yang tertulis di Alkitab juga masih belum banyak diketahui. Terutama oleh umat Kristen sendiri, apakah ini makanan haram dalam Kristen atau tidak. Oleh sebab itu ada baiknya mencari informasi yang tepat akan hal tersebut. Jika ingin tahu secara detail, maka simak berikut ini informasi apakah boleh orang Kristen makan babi. Bagaimana kebenaran Alkitabnya dan bagaimana menyikapinya. Simak saja informasi tersebut di bawah ini :<\/p>\n<div class=\"code-block code-block-1\">\n<div id=\"div-gpt-ad-1578481566798-0\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Perjanjian Lama<\/strong><\/p>\n<blockquote class=\"wp-block-quote\"><p>Ulangan 14:8 \u201d Juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<blockquote class=\"wp-block-quote\"><p>Imamat 11:7 \u201cDemikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam dua ayat di Perjanjian Lama di atas, maka dijelaskan bahwa pada mulanya makan babi jika dilihat dari ayat Alkitab tentang makanan merupakan makanan yang haram. Karena hewan tersebut tidak dibolehkan Allah untuk dikonsumsi. Tentunya memang ada beberapa alasan Allah dahulunya hal ini tidak boleh dilakukan. Jika ditinjau dari kesehatan, daging babi juga bukan makanan yang cukup sehat dibandingkan jenis makanan lain yang Tuhan ijinkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Perjanjian Baru<\/strong><\/p>\n<div class=\"code-block code-block-2\">\n<div id=\"div-gpt-ad-1578481637998-0\">\n<blockquote class=\"wp-block-quote\"><p>Matius 15:11 \u201cDengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang<sup>\u201c<\/sup><\/p><\/blockquote>\n<blockquote class=\"wp-block-quote\"><p>Roma 6:18 \u201cKamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara pada masa Perjanjian Baru telah dikatakan bahwa Tuhan menebus manusia melalui penyaliban Yesusdan membayar lunas semua dosa yang diperbuat. Sehingga jelas dikatakan bahwa apa yang masuk dalam mulut tidak membuat haram, tetapi apa yang dikatakan orang itu lebih berbahaya. Sehingga tidak ada lagi makanan yang diharamkan Allah pada masa Perjanjian Baru. Karena masa yang lama berlalu dan yang baru telah datang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hendaknya setelah Allah membebaskan belenggu dosa pada Perjanjian Baru, maka umat Tuhan lebih banyak memakai hikmat. Sebaiknya hindari makanan yang kurang sehat seperti babi, atau tidak perlu mengonsumsi terlalu banyak. Tetapi makanan ini juga bukan lagi makanan yang dilarang. Selama melakukan cara berdoa yang benarpada Allah, maka segala makanan yang masuk dalam mulut orang Kristen akan dikuduskan di dalam nama Tuhan Yesus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itulah beberapa informasi mengenai apakah boleh orang Kristen makan babi. Termasuk bagaimana kebenaran yang diajarkan oleh Alkitab. Memang dapat disimpulkan bahwa secara Hukum Taurat hal ini tidak diperkenankan. Beberapa aliran yang memegang Hukum Taurat melakukan hal tersebut dan tidak ada salahnya. Tetapi seperti yang telah dinyatakan dalam Perjanjian Baru, maka konsumsi daging babi juga bukan dikategorikan sebagai sifat dosa menurut Alkitab. Yang terpenting selalu berdoa dan minta hikmat dari peranan Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya supaya apa yang kita makan bermanfaat dan tidak menimbulkan sakit penyakit, Amin.(tuhanyesus.org)<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Ada banyak orang Kristen masih meragukan apakah boleh orang Kristen makan babi. Karena ada aliran dan ajaran yang tidak mengijinkan tetapi ada yang memperbolehkan. Adapun hal ini memang pro dan kontra, serta kebenaran yang tertulis di Alkitab juga masih belum banyak diketahui. Terutama oleh umat Kristen sendiri, apakah ini makanan haram dalam Kristen atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":45995,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","video":"","gallery":"","source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,3],"tags":[],"class_list":["post-45992","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":45995,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/halal-haram.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/halal-haram.jpg?fit=275%2C183&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/halal-haram.jpg"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/halal-haram.jpg?fit=275%2C183&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"5973","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45992","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45992"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45992\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45995"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45992"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45992"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45992"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}