{"id":46091,"date":"2025-08-07T18:15:32","date_gmt":"2025-08-07T11:15:32","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kemurahan-allah-juruselamat-kita-dan-kasih-nya-tit-34\/"},"modified":"2025-08-07T18:15:34","modified_gmt":"2025-08-07T11:15:34","slug":"kemurahan-allah-juruselamat-kita-dan-kasih-nya-tit-34","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kemurahan-allah-juruselamat-kita-dan-kasih-nya-tit-34\/","title":{"rendered":"Layaklah mereka cinta kepadamu! [Kidung Agung 1:4]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Orang percaya mengasihi Yesus dengan kasih sayang yang lebih daripada yang berani mereka berikan kepada makhluk lain apapun. Mereka lebih dulu akan kehilangan ayah dan ibunya daripada terpisah dari Kristus. Mereka memegang segala kenikmatan dunia dengan tangan kendur, tetapi mereka membawa Dia tersimpan erat di dadanya. Mereka dengan sukarela menyangkal diri demi Dia, tetapi mereka tidak terdorong untuk menyangkal Dia. Kasih yang lemah dapat dipadamkan api penganiayaan; kasih dari orang percaya sejati mengalir lebih dalam daripada ini. Manusia telah bekerja keras untuk memisahkan orang percaya dari Tuan mereka, tetapi usaha mereka sia-sia di setiap zaman. Mahkota kehormatan ataupun kerut kemarahan tidak bisa melepaskan ikatan [antara orang percaya dan Tuan mereka], dan tidak melebihi kekuatan ikatan Gordian [ikatan yang sangat kuat]. Ini bukan ikatan biasa yang pada akhirnya dapat dipisahkan oleh kekuatan dunia. Manusia ataupun setan tidak pernah menemukan kunci untuk membuka ikatan ini. Karya Iblis yang paling gagal adalah ketika dia mencoba untuk memisahkan perpaduan dua hati yang disatukan secara ilahi. Ada tertulis, dan tidak ada yang dapat menghapus kalimat, &quot;Layaklah mereka cinta kepadamu!&quot; [Kid 1:4] Namun, kekuatan kasih dari mereka yang layak, bukan untuk dihakimi berdasarkan apa yang terlihat melainkan berdasarkan apa yang dirindukan mereka. Biarlah menjadi ratapan kita setiap hari bahwa kita tidak pernah cukup mengasihi. Semoga hati kita sanggup mengasihi lebih, dan menjangkau lebih jauh. Seperti Samuel Rutherford, kita mengeluh dan berteriak, &quot;Oh, meski kasihku dapat mengitari dunia, dan melebihi langit\u2014ya, langit daripada langit, dan sepuluh ribu dunia\u2014yang dapat kuberikan sekuat tenaga hanya kepada Kristus yang indah, indah, indah.&quot; Ya ampun! Jangkauan kasih kita hanyalah sejengkal, dan kasih sayang kita hanyalah setetes air di ember dibandingkan dengan padang gurun-Nya. Ukurlah kasih kita menurut niat kita, dan memang tinggi; oleh karena itu, kita percaya, Tuhan kitalah yang menghakimi. Oh, seandainya kita dapat memberikan seluruh kasih dalam semua hati sekaligus, kumpulan dari seluruh kasih bagi Dia, yang sendirinya adalah kasih. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Orang percaya mengasihi Yesus dengan kasih sayang yang lebih daripada yang berani mereka berikan kepada makhluk lain apapun. Mereka lebih dulu akan kehilangan ayah dan ibunya daripada terpisah dari Kristus. Mereka memegang segala kenikmatan dunia dengan tangan kendur, tetapi mereka membawa Dia tersimpan erat di dadanya. Mereka dengan sukarela menyangkal diri demi Dia, tetapi mereka tidak terdorong untuk <i>menyangkal<\/i> Dia. Kasih yang lemah dapat dipadamkan api penganiayaan; kasih dari orang percaya sejati mengalir lebih dalam daripada ini. Manusia telah bekerja keras untuk memisahkan orang percaya dari Tuan mereka, tetapi usaha mereka sia-sia di setiap zaman. Mahkota kehormatan ataupun kerut kemarahan tidak bisa melepaskan ikatan [antara orang percaya dan Tuan mereka], dan tidak melebihi kekuatan ikatan Gordian [ikatan yang sangat kuat]. Ini bukan ikatan biasa yang pada akhirnya dapat dipisahkan oleh kekuatan dunia. Manusia ataupun setan tidak pernah menemukan kunci untuk membuka ikatan ini. Karya Iblis yang paling gagal adalah ketika dia mencoba untuk memisahkan perpaduan dua hati yang disatukan secara ilahi. Ada tertulis, dan tidak ada yang dapat menghapus kalimat, <i>&#8220;Layaklah mereka cinta kepadamu!&#8221;<\/i> [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Kid%201:4\">Kid 1:4<\/a>] Namun, kekuatan kasih dari mereka yang layak, bukan untuk dihakimi berdasarkan apa yang terlihat melainkan berdasarkan apa yang dirindukan mereka. Biarlah menjadi ratapan kita setiap hari bahwa kita tidak pernah cukup mengasihi. Semoga hati kita sanggup mengasihi lebih, dan menjangkau lebih jauh. Seperti Samuel Rutherford, kita mengeluh dan berteriak, &#8220;Oh, meski kasihku dapat mengitari dunia, dan melebihi langit\u2014ya, langit daripada langit, dan sepuluh ribu dunia\u2014yang dapat kuberikan sekuat tenaga hanya kepada Kristus yang indah, indah, indah.&#8221; Ya ampun! Jangkauan kasih kita hanyalah sejengkal, dan kasih sayang kita hanyalah setetes air di ember dibandingkan dengan padang gurun-Nya. Ukurlah kasih kita menurut niat kita, dan memang tinggi; oleh karena itu, kita percaya, Tuhan kitalah yang menghakimi. Oh, seandainya kita dapat memberikan seluruh kasih dalam semua hati sekaligus, kumpulan dari seluruh kasih bagi Dia, yang sendirinya adalah kasih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Orang percaya mengasihi Yesus dengan kasih sayang yang lebih daripada yang berani mereka berikan kepada makhluk lain apapun. Mereka lebih dulu akan kehilangan ayah dan ibunya daripada terpisah dari Kristus. Mereka memegang segala kenikmatan dunia dengan tangan kendur, tetapi mereka membawa Dia tersimpan erat di dadanya. Mereka dengan sukarela menyangkal diri demi Dia, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-46091","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"323","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46091","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46091"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46091\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68039,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46091\/revisions\/68039"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46091"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46091"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46091"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}