{"id":46106,"date":"2025-08-09T18:15:52","date_gmt":"2025-08-09T11:15:52","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/sesungguhnya-aku-ini-terlalu-hina-ayub-404\/"},"modified":"2025-08-09T18:15:53","modified_gmt":"2025-08-09T11:15:53","slug":"sesungguhnya-aku-ini-terlalu-hina-ayub-404","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/sesungguhnya-aku-ini-terlalu-hina-ayub-404\/","title":{"rendered":"Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya. [Wahyu 21:23]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Nun jauh pada dunia yang lebih baik itu, para penduduk tidak tergantung pada kenyamanan ciptaan. Mereka tidak memerlukan pakaian; jubah putih mereka tak akan pernah lusuh, lagi ternoda. Mereka tidak memerlukan obat untuk menyembuhkan penyakit, &quot;sebab tidak ada seorangpun yang tinggal disitu berkata: &#039;Aku sakit&#039;.&quot; [Yesaya 33:24] Mereka tidak memerlukan tidur untuk memulihkan tubuh mereka, mereka tidak beristirahat siang ataupun malam, tapi tanpa lelah-lelahnya memuji Dia dalam bait-Nya. Mereka tidak perlu bersosialisasi untuk memberi mereka kenyamanan dalam melayani, dan kesenangan apapun yang berasal dari pergaulan dengan satu sama lain tidaklah hakiki untuk sukacita mereka, sebab kebersamaan dengan Tuhan bagi mereka sudah cukup memenuhi hasrat terbesar mereka. Mereka tak memerlukan guru disana; mereka tanpa ragu bersekutu satu sama lain sehubungan hal-hal mengenai Allah, tanpa perlu disuruh-suruh; mereka semua akan diajarkan dari Tuhan. Bagian kita adalah sedekah dari gerbang sang raja, namun mereka berpesta di atas meja raja itu sendiri. Disini kita bersandar pada lengan yang ramah, namun mereka bersandar pada Kekasih mereka dan hanya kepada-Nya. Di sini kita harus mendapat pertolongan dari kawan-kawan, namun mereka menemukan semua yang mereka inginkan dalam Yesus kristus. Di sini kita melihat makanan yang akan binasa [Yohanes 6:27], dan pakaian yang akan rusak dimakan ngengat [Ayub 13:28], namun di sana mereka menemukan segalanya di dalam Allah. Kita menggunakan ember untuk mengambil air dari sumur, namun di sana mereka minum dari mata air, dan mencelupkan bibir mereka ke dalam air hidup. Di sini para malaikat membawakan kepada kita berkat, namun kita tidak akan menginginkan utusan dari surga lagi. Mereka tidak memerlukan Gabriel-Gabriel untuk membawa surat cinta dari Allah [Gabriel, Lukas 1:26], sebab mereka akan melihat Dia muka dengan muka. Oh! Betapa menyenangkannya saat itu, dimana kita akan ditinggikan di atas semua penggerak kedua [bdk. penggerak pertama, yaitu Allah] dan beristirahat pada sandaran lengan Allah yang tak terbungkus. Betapa mulianya saat ketika Allah, dan bukan lagi ciptaan-Nya; Tuhan, dan bukan pekerjaan tangan-Nya, menjadi sukacita kita setiap hari! Jiwa kita akan memperoleh kesempurnaan sukacita. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Nun jauh pada dunia yang lebih baik itu, para penduduk tidak tergantung pada kenyamanan ciptaan. Mereka tidak memerlukan pakaian; jubah putih mereka tak akan pernah lusuh, lagi ternoda. Mereka tidak memerlukan obat untuk menyembuhkan penyakit, &#8220;sebab tidak ada seorangpun yang tinggal disitu berkata: &#8216;Aku sakit&#8217;.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yesaya%2033:24\">Yesaya 33:24<\/a>] Mereka tidak memerlukan tidur untuk memulihkan tubuh mereka, mereka tidak beristirahat siang ataupun malam, tapi tanpa lelah-lelahnya memuji Dia dalam bait-Nya. Mereka tidak perlu bersosialisasi untuk memberi mereka kenyamanan dalam melayani, dan kesenangan apapun yang berasal dari pergaulan dengan satu sama lain tidaklah hakiki untuk sukacita mereka, sebab kebersamaan dengan Tuhan bagi mereka sudah cukup memenuhi hasrat terbesar mereka. Mereka tak memerlukan guru disana; mereka tanpa ragu bersekutu satu sama lain sehubungan hal-hal mengenai Allah, tanpa perlu disuruh-suruh; mereka semua akan diajarkan dari Tuhan. Bagian kita adalah sedekah dari gerbang sang raja, namun mereka berpesta di atas meja raja itu sendiri. Disini kita bersandar pada lengan yang ramah, namun mereka bersandar pada Kekasih mereka dan hanya kepada-Nya. Di sini kita harus mendapat pertolongan dari kawan-kawan, namun mereka menemukan semua yang mereka inginkan dalam Yesus kristus. Di sini kita melihat makanan yang akan binasa [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yohanes%206:27\">Yohanes 6:27<\/a>], dan pakaian yang akan rusak dimakan ngengat [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Ayub%2013:28\">Ayub 13:28<\/a>], namun di sana mereka menemukan segalanya di dalam Allah. Kita menggunakan ember untuk mengambil air dari sumur, namun di sana mereka minum dari mata air, dan mencelupkan bibir mereka ke dalam air hidup. Di sini para malaikat membawakan kepada kita berkat, namun kita tidak akan menginginkan utusan dari surga lagi. Mereka tidak memerlukan Gabriel-Gabriel untuk membawa surat cinta dari Allah [Gabriel, <a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Lukas%201:26\">Lukas 1:26<\/a>], sebab mereka akan melihat <i>Dia<\/i> muka dengan muka. Oh! Betapa menyenangkannya saat itu, dimana kita akan ditinggikan di atas semua penggerak kedua [bdk. penggerak pertama, yaitu Allah] dan beristirahat pada sandaran lengan Allah yang tak terbungkus. Betapa mulianya saat ketika Allah, dan bukan lagi ciptaan-Nya; Tuhan, dan bukan pekerjaan tangan-Nya, menjadi sukacita kita setiap hari! Jiwa kita akan memperoleh kesempurnaan sukacita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Nun jauh pada dunia yang lebih baik itu, para penduduk tidak tergantung pada kenyamanan ciptaan. Mereka tidak memerlukan pakaian; jubah putih mereka tak akan pernah lusuh, lagi ternoda. Mereka tidak memerlukan obat untuk menyembuhkan penyakit, &#8220;sebab tidak ada seorangpun yang tinggal disitu berkata: &#8216;Aku sakit&#8217;.&#8221; [Yesaya 33:24] Mereka tidak memerlukan tidur untuk memulihkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-46106","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"289","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46106","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46106"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46106\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68043,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46106\/revisions\/68043"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46106"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46106"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46106"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}