{"id":46345,"date":"2020-06-20T08:09:41","date_gmt":"2020-06-20T01:09:41","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=46345"},"modified":"2020-06-17T12:20:52","modified_gmt":"2020-06-17T05:20:52","slug":"taat-dan-setia-beroleh-peninggian-dari-tuhan-mazmur-751-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/taat-dan-setia-beroleh-peninggian-dari-tuhan-mazmur-751-1\/","title":{"rendered":"TAAT DAN SETIA: Beroleh Peninggian Dari Tuhan  (Mazmur 75:1-1)"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id -\\\"Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu,\\\"\u00a0 Mazmur 75:7 Tak ada orang yang mau menjadi nomor dua, semua ingin menjadi nomor satu, yang terutama, teratas, terbaik, tertinggi.\u00a0 Untuk mencapai semuanya itu tidak sedikit orang menempuhnya dengan segala cara, tak peduli apakah menyalahi aturan, melanggar hukum, merugikan atau mengorbankan orang lain.\u00a0 Inilah ambisi yang salah!\u00a0 Kata\u00a0 \\'ambisi\\'\u00a0 (Latin, ambitio)\u00a0 adalah suatu hasrat besar seseorang terhadap kekuasaan, kehormatan, kemashyuran atau apa saja yang memberikan keunggulan dan keistimewaan;\u00a0 keinginan seseorang untuk membuat dirinya berbeda dari orang lain;\u00a0 usaha seseorang untuk memajukan dirinya. Adalah sah-sah saja memiliki suatu ambisi, asalkan jalan atau cara yang kita tempuh untuk mewujudkan ambisi tersebut sesuai dengan aturan atau hukum yang berlaku, tidak menyimpang dari kebenaran firman Tuhan.\u00a0 Ambisi yang bertujuan semata-mata untuk meninggikan diri sendiri, mencari hormat dan pujian dari manusia adalah perbuatan yang sangat dicela oleh Tuhan!\u00a0 Ambisi-ambisi semacam ini ternyata bukan hanya terjadi di dunia luar, di lingkungan gereja atau pelayanan pun banyak sekali ditemukan:\u00a0 ada pelayan-pelayan Tuhan yang bertengkar dan saling jegal karena memperebutkan posisi atau jabatan penting di gereja!\u00a0 Korah adalah contoh orang yang sangat berambisi untuk mengangkat dirinya sendiri sebagai pemimpin, karena itu ia mengajak orang-orang untuk memberontak terhadap Musa, pemimpin yang dipilih Tuhan.\u00a0 Apa yang diperbuat oleh Korah akhirnya menjadi bumerang bagi dirinya sendiri dan juga semua orang yang mengikuti dia\u00a0 (Bilangan 16:31-33). Pemazmur menegaskan bahwa peninggian seseorang itu datang bukan dari timur, barat, padang gurun, atau dari mana pun, peninggian itu datangnya dari Tuhan:\u00a0 \\\"...direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain.\\\"\u00a0 (Mazmur 75:8).\u00a0 Ingin beroleh peninggian dari Tuhan?\u00a0 Taatilah firman-Nya, maka\u00a0 \\\"TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun,\\\"\u00a0 (Ulangan 28:13), dan setialah dari perkara-perkara kecil\u00a0 (Lukas 16:10). (air hidup)\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211;<i>&#8220;Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu,&#8221;<\/i>\u00a0 Mazmur 75:7<\/p>\n<div id=\"post-body-2787706092858873685\" class=\"post-body entry-content\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Tak ada orang yang mau menjadi nomor dua, semua ingin menjadi nomor satu, yang terutama, teratas, terbaik, tertinggi.\u00a0 Untuk mencapai semuanya itu tidak sedikit orang menempuhnya dengan segala cara, tak peduli apakah menyalahi aturan, melanggar hukum, merugikan atau mengorbankan orang lain.\u00a0 Inilah ambisi yang salah!\u00a0 Kata\u00a0 &#8216;ambisi&#8217;\u00a0 (Latin, <i>ambitio<\/i>)\u00a0 adalah suatu hasrat besar seseorang terhadap kekuasaan, kehormatan, kemashyuran atau apa saja yang memberikan keunggulan dan keistimewaan;\u00a0 keinginan seseorang untuk membuat dirinya berbeda dari orang lain;\u00a0 usaha seseorang untuk memajukan dirinya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Adalah sah-sah saja memiliki suatu ambisi, asalkan jalan atau cara yang kita tempuh untuk mewujudkan ambisi tersebut sesuai dengan aturan atau hukum yang berlaku, tidak menyimpang dari kebenaran firman Tuhan.\u00a0 Ambisi yang bertujuan semata-mata untuk meninggikan diri sendiri, mencari hormat dan pujian dari manusia adalah perbuatan yang sangat dicela oleh Tuhan!\u00a0 Ambisi-ambisi semacam ini ternyata bukan hanya terjadi di dunia luar, di lingkungan gereja atau pelayanan pun banyak sekali ditemukan:\u00a0 ada pelayan-pelayan Tuhan yang bertengkar dan saling jegal karena memperebutkan posisi atau jabatan penting di gereja!\u00a0 Korah adalah contoh orang yang sangat berambisi untuk mengangkat dirinya sendiri sebagai pemimpin, karena itu ia mengajak orang-orang untuk memberontak terhadap Musa, pemimpin yang dipilih Tuhan.\u00a0 Apa yang diperbuat oleh Korah akhirnya menjadi bumerang bagi dirinya sendiri dan juga semua orang yang mengikuti dia\u00a0 (Bilangan 16:31-33).<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pemazmur menegaskan bahwa peninggian seseorang itu datang bukan dari timur, barat, padang gurun, atau dari mana pun, peninggian itu datangnya dari Tuhan:\u00a0 <i>&#8220;&#8230;direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain.&#8221;<\/i>\u00a0 (Mazmur 75:8).\u00a0 Ingin beroleh peninggian dari Tuhan?\u00a0 Taatilah firman-Nya, maka\u00a0 <i>&#8220;TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun,&#8221;<\/i>\u00a0 (Ulangan 28:13), dan setialah dari perkara-perkara kecil\u00a0 (Lukas 16:10).<\/div>\n<\/div>\n<div>(air hidup)<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211;&#8220;Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu,&#8221;\u00a0 Mazmur 75:7 Tak ada orang yang mau menjadi nomor dua, semua ingin menjadi nomor satu, yang terutama, teratas, terbaik, tertinggi.\u00a0 Untuk mencapai semuanya itu tidak sedikit orang menempuhnya dengan segala cara, tak peduli apakah menyalahi aturan, melanggar hukum, merugikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31773,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","video":"","gallery":"","source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"single_blog_custom":"","parallax":"0","fullscreen":"0","sidebar":"","second_sidebar":"","sticky_sidebar":"0","share_position":"","share_float_style":"","show_share_counter":"0","show_view_counter":"0","show_featured":"0","show_post_meta":"0","show_post_author":"0","show_post_author_image":"0","show_post_date":"0","post_date_format":"","post_date_format_custom":"","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"1","zoom_button_in_step":"1","show_post_tag":"0","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"0","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"","single_post_gallery_size":""}],"trending_post":"0","trending_post_position":"","trending_post_label":"","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"78"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-46345","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":31773,"alt_text":"","caption":"","description":"eb1344412fb899666419fb6a9bcf7e84","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg?fit=1600%2C900&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2099","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46345","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46345"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46345\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31773"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46345"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46345"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46345"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}