{"id":46362,"date":"2020-06-19T11:45:45","date_gmt":"2020-06-19T04:45:45","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=46362"},"modified":"2020-06-18T12:37:20","modified_gmt":"2020-06-18T05:37:20","slug":"menjadi-wanita-cakap-amsal-121-28","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/menjadi-wanita-cakap-amsal-121-28\/","title":{"rendered":"Menjadi  Wanita Cakap ( Amsal 12:1-28)"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id -\\\"Isteri yang cakap adalah mahkota suaminya, tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya.\\\"\u00a0 Amsal 12:4 Tak bisa dipungkiri hal pertama yang membuat pria menaruh hati atau tertarik kepada wanita adalah apa yang terlihat secara kasat mata.\u00a0 Ketika memilih wanita untuk menjadi kekasih atau pasangan seringkali yang diperhatikan pria adalah fisik atau kecantikan luarnya.\u00a0 Namun karena hanya terpaku dan memperhatikan penampilan fisik semata banyak pria terkecoh dan salah memilih pasangan, sehingga akhirnya mereka pun harus membayar harga seumur hidupnya, sebab ternyata kecantikan fisik tidak bisa menjamin langgengnya hubungan;\u00a0 ternyata memperbaiki karakter\u00a0 (inner beauty)\u00a0 dalam diri wanita itu jauh lebih sulit daripada memoles kecantikan secara fisik.\u00a0 Bagi wanita memiliki kecantikan fisik saja seharusnya tidaklah cukup, karena hal terpenting yang mesti ada dalam diri wanita adalah kualitas hidup yang sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Arti kata cakap secara umum adalah sanggup melakukan sesuatu;\u00a0 mempunyai kemampuan dan kepandaian mengerjakan sesuatu;\u00a0 tangkas;\u00a0 cekatan\u00a0 (tidak lamban).\u00a0 Kecakapan seseorang akan terlihat dari perilaku hidup sehari-hari kita, termasuk dalam hal membangun hubungan dengan orang lain.\u00a0 Apalah artinya punya kecantikan setinggi langit jika ia tidak cakap dalam segala hal.\u00a0 Wanita yang cakap pasti akan tercermin dari\u00a0attitude-nya!\u00a0 Ini berbicara tentang karakter atau moral yang baik, seperti yang dimiliki Rut, yang sekalipun berasal dari bangsa Moab\u00a0 (kafir)\u00a0 namun memiliki kualitas hidup yang mampu menjadi kesaksian bagi orang lain, sehingga masyarakat Betlehem pun mengakui dan mengenal Rut sebagai wanita yang baik.\u00a0 \\\"...sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik.\\\"\u00a0 (Rut 3:11). Wanita cakap adalah wanita yang baik.\u00a0 Artinya ia bisa menjadi kesaksian yang baik bagi orang lain dalam perkataan dan perbuatan.\u00a0 Yang menjadi ukuran adalah dari apa kata orang kebanyakan, bukan dari apa menurut diri sendiri.\u00a0 Wanita cakap adalah wanita yang bukan sekedar bisa berdandan, bukan pemalas, tapi seorang yang rajin dan mampu menjalankan perannya dengan baik. \\\"Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.\\\"\u00a0 Amsal 31:10. (airhidup)\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211;<i>&#8220;Isteri yang cakap adalah mahkota suaminya, tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya.&#8221;<\/i>\u00a0 Amsal 12:4<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak bisa dipungkiri hal pertama yang membuat pria menaruh hati atau tertarik kepada wanita adalah apa yang terlihat secara kasat mata.\u00a0 Ketika memilih wanita untuk menjadi kekasih atau pasangan seringkali yang diperhatikan pria adalah fisik atau kecantikan luarnya.\u00a0 Namun karena hanya terpaku dan memperhatikan penampilan fisik semata banyak pria terkecoh dan salah memilih pasangan, sehingga akhirnya mereka pun harus membayar harga seumur hidupnya, sebab ternyata kecantikan fisik tidak bisa menjamin langgengnya hubungan;\u00a0 ternyata memperbaiki karakter\u00a0 (<i>inner beauty<\/i>)\u00a0 dalam diri wanita itu jauh lebih sulit daripada memoles kecantikan secara fisik.\u00a0 Bagi wanita memiliki kecantikan fisik saja seharusnya tidaklah cukup, karena hal terpenting yang mesti ada dalam diri wanita adalah kualitas hidup yang sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Arti kata <b>cakap<\/b> secara umum adalah sanggup melakukan sesuatu;\u00a0 mempunyai kemampuan dan kepandaian mengerjakan sesuatu;\u00a0 tangkas;\u00a0 cekatan\u00a0 (tidak lamban).\u00a0 Kecakapan seseorang akan terlihat dari perilaku hidup sehari-hari kita, termasuk dalam hal membangun hubungan dengan orang lain.\u00a0 Apalah artinya punya kecantikan setinggi langit jika ia tidak cakap dalam segala hal.\u00a0 Wanita yang cakap pasti akan tercermin dari\u00a0<i>attitude<\/i>-nya!\u00a0 Ini berbicara tentang karakter atau moral yang baik, seperti yang dimiliki Rut, yang sekalipun berasal dari bangsa Moab\u00a0 (kafir)\u00a0 namun memiliki kualitas hidup yang mampu menjadi kesaksian bagi orang lain, sehingga masyarakat Betlehem pun mengakui dan mengenal Rut sebagai wanita yang baik.\u00a0 <i>&#8220;&#8230;sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang <b>perempuan baik-baik<\/b>.&#8221;<\/i>\u00a0 (Rut 3:11).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wanita cakap adalah wanita yang baik.\u00a0 Artinya ia bisa menjadi kesaksian yang baik bagi orang lain dalam perkataan dan perbuatan.\u00a0 Yang menjadi ukuran adalah dari apa kata orang kebanyakan, bukan dari apa menurut diri sendiri.\u00a0 Wanita cakap adalah wanita yang bukan sekedar bisa berdandan, bukan pemalas, tapi seorang yang rajin dan mampu menjalankan perannya dengan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>&#8220;Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.&#8221;\u00a0 Amsal 31:10.<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(airhidup)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211;&#8220;Isteri yang cakap adalah mahkota suaminya, tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya.&#8221;\u00a0 Amsal 12:4 Tak bisa dipungkiri hal pertama yang membuat pria menaruh hati atau tertarik kepada wanita adalah apa yang terlihat secara kasat mata.\u00a0 Ketika memilih wanita untuk menjadi kekasih atau pasangan seringkali yang diperhatikan pria adalah fisik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46363,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"single_blog_custom":"","parallax":"0","fullscreen":"0","sidebar":"","second_sidebar":"","sticky_sidebar":"0","share_position":"","share_float_style":"","show_share_counter":"0","show_view_counter":"0","show_featured":"0","show_post_meta":"0","show_post_author":"0","show_post_author_image":"0","show_post_date":"0","post_date_format":"","post_date_format_custom":"","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"1","zoom_button_in_step":"1","show_post_tag":"0","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"0","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"","single_post_gallery_size":""}],"trending_post":"0","trending_post_position":"","trending_post_label":"","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"78"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[1,78,3],"tags":[],"class_list":["post-46362","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab","category-renungan","category-umum"],"better_featured_image":{"id":46363,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/wanita-kristen.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/wanita-kristen.jpg?fit=285%2C177&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/wanita-kristen.jpg"},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/wanita-kristen.jpg?fit=285%2C177&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"4087","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46362","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46362"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46362\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46363"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46362"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46362"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46362"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}