{"id":46481,"date":"2020-07-02T08:00:58","date_gmt":"2020-07-02T01:00:58","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=46481"},"modified":"2020-06-29T14:36:02","modified_gmt":"2020-06-29T07:36:02","slug":"penyakit-haruskah-mencuri-sukacita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/penyakit-haruskah-mencuri-sukacita\/","title":{"rendered":"Penyakit: Haruskah Mencuri Sukacita?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -Mungkin saat ini Anda sedang menderita penyakit atau disabilitas. Entah itu berskala ringan, menengah, atau berat, Anda merasa lemas, khawatir, takut, dan putus asa. Namun, haruskah Anda kehilangan sukacita dan semangat hidup, serta melewati hari demi hari dengan bermuram durja? Apa yang diajarkan firman Tuhan tentang penyakit dan kelemahan fisik? Kita Tak Luput dari Penyakit Suatu pagi, kaki kiri saya tiba-tiba sakit, bengkak, dan tak bertenaga. Saya mengira itu keseleo akibat sepatu bertumit tinggi yang saya pakai malam sebelumnya. Usai memanggil langganan pijat yang ahli saraf, kaki saya bisa ditekuk dan bengkaknya mengempis. Namun, saya tetap merasa ada sesuatu yang salah. Akhirnya saya menemui seorang profesor spesialis tulang dan ortopedi. Hasilnya, saya didiagnosa dengan osteoartritis (peradangan sendi akibat ausnya jaringan pelindung di ujung tulang yang menimbulkan nyeri dan berisiko semakin parah). Saya pun teringat seorang tokoh yang meresmikan fasilitas toilet di bus dan tempat publik bagi para difabel, serta mereka yang memiliki riwayat penyakit. Masih terngiang di kepala saya ucapan beliau: \u201cBus ini bukan hanya untuk orang-orang difabel saja. Bus ini juga untuk kita. Karena suatu hari, kita pun bisa menjadi penyandang disabilitas seperti mereka.\u201d Dalam perjuangan Anda menghadapi penyakit, pertama-tama Anda perlu tahu bahwa Anda tidak sendirian. Tua-muda, kaya-miskin, semua manusia bisa terkena penyakit atau mengalami pelemahan fisik. Teguhkan hati Anda, karena Anda menjalani situasi ini bersama dengan banyak orang yang juga mengharapkan pemulihan. Penyakit Anda Menyatakan Kemuliaan Allah \u00a0 Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: \u201cPenyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.\u201d \u2013 Yohanes 11:4\u00a0 Ingatkah Anda kisah Lazarus yang sakit (Yohanes 11:1-44)? Saudari-saudarinya, Maria dan Martha, mengirimkan kabar kepada Yesus mengenai keadaannya. Yesus pun merespon mereka dengan ayat di atas, bahwa melalui penyakit Lazarus, Anak Allah akan dimuliakan. Demikian pula, ketika murid-murid-Nya bertanya mengenai seorang yang buta sejak lahir. \u201cRabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri, atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta (Yohanes 9:1-2)?\u201d Yesus menjawab: \u201cBukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.\u201d \u2013 Yohanes 9:3 Bukankah seringkali, ketika seseorang mendapati dirinya memiliki penyakit yang cukup serius, tanpa sadar, baik si penderita maupun orang-orang di sekelilingnya berpikir demikian? \u201cOrang itu pasti banyak dosa, makanya terkena penyakit.\u201d Atau, \u201cSaya pasti berdosa besar sehingga Tuhan menimpakan penyakit ini kepada saya.\u201d Atau, bertanya-tanya, \u201cTuhan, apa salah saya sehingga Kauberikan penyakit ini?\u201d Namun, Yesus memberitahu murid-murid-Nya bahwa apa yang menimpa orang buta itu tidak ada hubungannya dengan dosa siapa pun. Justru, melalui orang tersebut, Tuhan akan menyatakan pekerjaan-pekerjaan-Nya. Jadi, keadaan Anda saat ini merupakan sarana bagi pekerjaan Tuhan! Anda akan membawa kemuliaan Tuhan melalui penyakit yang Anda derita. Tidakkah Anda jadi lebih semangat mendengarnya? Berdoa dan Menangislah, tapi Jangan Berhenti Di Situ \u00a0 Ketika Nabi Yesaya bin Amos menyampaikan firman Tuhan kepada Hizkia, bahwa ia tidak akan sembuh dari penyakitnya, Hizkia berdoa dan menangis tersedu-sedu. \u201cAh TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu.\u201d Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat. \u2013 2 Raja-raja 20:3\u00a0 Dalam perjalanan pulang usai diagnosa, hati saya begitu sesak. Penyakit saya tidak dapat disembuhkan, hanya bisa diperlambat agar tidak semakin parah. Saya cemas, membayangkan tidak akan bisa berjalan lagi dan harus menggunakan tongkat di usia yang terbilang muda. Impian saya bergabung dengan mission teamsetelah anak-anak saya mandiri hanya tinggal angan-angan belaka. Setelah melewati serangkaian terapi dan pengobatan tanpa kemajuan berarti, saya pun mencari informasi tentang latihan fisik yang bisa saya lakukan di rumah. Ternyata saya bisa melatih otot-otot kaki saya supaya lebih kuat. Hingga sekarang, saya masih rutin melakukan latihan di sela-sela waktu senggang. Anda mungkin melewati masa-masa seperti ini, ketika yang dapat Anda lakukan hanyalah berdoa dan menangis. Namun, ingat, hidup Anda masih berjalan. Jangan hanya berdoa dan menangis, tetapi bangkitlah kembali dan jalani hari-hari Anda dengan dua hal berikut: Perkuat Tubuh Batiniah Anda \u00a0 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. \u2013 2 Korintus 4:16\u00a0 Kekuatan Anda mungkin perlahan-lahan hilang. Daya tahan tubuh Anda menurun. Tidak mengapa. Anda masih punya si manusia batiniah yang bisa diperbaharui setiap hari. Tubuh lahiriah Anda boleh lemah, fisik Anda tidak lagi mendukung, tapi jangan biarkan tubuh batiniah Anda ikut melemah. Tetaplah semangat, optimis, memberi dan melayani semampu Anda, serta senantiasa bersyukur. Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! \u2013 Mazmur 42:5\u00a0 Tetap Melayani \u00a0 Kamu tahu, bahwa aku pertama kali telah memberitakan Injil kepadamu oleh karena aku sakit pada tubuhku. \u2013 Galatia 4:13 Kita mungkin mengenal Paulus sebagai sosok yang luar biasa. Ia gigih memberitakan injil di mana-mana. Dianiaya, tetapi tak patah semangat. Dipenjara, tapi tetap memberi inspirasi. Padahal, mungkin saja saat itu Paulus sedang menderita suatu penyakit (yang tidak disebutkan secara rinci). Di ayat 14, Paulus bahkan menganggap bahwa kondisi tubuhnya bisa dianggap hina dan menjijikkan. Namun, ia tidak membiarkan keadaan tersebut menghalangi pekerjaan-pekerjaan Tuhan di dalam hidupnya. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: \u201cCukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.\u201d Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. \u2013 2 Korintus 12:9\u00a0 Anda pasti ingin terlihat kuat dan tidak suka menjadi lemah. Namun, sesuatu di luar kendali Anda terjadi dan melemahkan Anda secara fisik, seperti penyakit atau disabilitas yang diderita akibat kecelakaan. Saat ini terjadi, kuasa Tuhan justru disempurnakan di dalam diri Anda. Paulus mengatakan ia suka jika dirinya kuat, tapi terlebih, ia suka jika dirinya lemah, karena dengan demikian kuasa Kristus akan menaunginya. Tetaplah jalani tugas pelayanan Anda, dengan tetap mengingat dan sadari batasan fisik yang harus Anda jaga. Jaga asupan nutrisi dan kualitas tidur Anda, serta minumlah obat-obatan atau suplemen Anda sesuai jadwal. Jangan jadikan kondisi Anda sebagai dalih, atau sebaliknya, menjadikan pelayanan sebagai pelarian sampai Anda lalai menjaga kondisi tubuh. Saat ini saya tetap melayani di Kids Kingdom, meskipun saya tidak bisa berdiri terlalu lama, berjalan jauh, melompat, atau pun berlari. Saya juga terus aktif di ministry, mengajar firman Tuhan, spend time dengan saudara\/saudari seiman, serta menggeluti hobi menulis saya. Semoga Anda pun terus diberi kekuatan untuk melayani gereja dan sesama! \u201cTetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!\u201d \u2013 2 Tawarikh 15:7. (gkdi.org) \u2013\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Mungkin saat ini Anda sedang menderita penyakit atau disabilitas. Entah itu berskala ringan, menengah, atau berat, Anda merasa lemas, khawatir, takut, dan putus asa. Namun, haruskah Anda kehilangan sukacita dan semangat hidup, serta melewati hari demi hari dengan bermuram durja? Apa yang diajarkan firman Tuhan tentang penyakit dan kelemahan fisik?<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Kita Tak Luput dari Penyakit<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suatu pagi, kaki kiri saya tiba-tiba sakit, bengkak, dan tak bertenaga. Saya mengira itu keseleo akibat sepatu bertumit tinggi yang saya pakai malam sebelumnya. Usai memanggil langganan pijat yang ahli saraf, kaki saya bisa ditekuk dan bengkaknya mengempis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, saya tetap merasa ada sesuatu yang salah. Akhirnya saya menemui seorang profesor spesialis tulang dan ortopedi. Hasilnya, saya didiagnosa dengan osteoartritis (peradangan sendi akibat ausnya jaringan pelindung di ujung tulang yang menimbulkan nyeri dan berisiko semakin parah).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya pun teringat seorang tokoh yang meresmikan fasilitas toilet di bus dan tempat publik bagi para difabel, serta mereka yang memiliki riwayat penyakit. Masih terngiang di kepala saya ucapan beliau: \u201cBus ini bukan hanya untuk orang-orang difabel saja. Bus ini juga untuk kita. Karena suatu hari, kita pun bisa menjadi penyandang disabilitas seperti mereka.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam perjuangan Anda menghadapi penyakit, pertama-tama Anda perlu tahu bahwa Anda tidak sendirian. Tua-muda, kaya-miskin, semua manusia bisa terkena penyakit atau mengalami pelemahan fisik. Teguhkan hati Anda, karena Anda menjalani situasi ini bersama dengan banyak orang yang juga mengharapkan pemulihan.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Penyakit Anda Menyatakan Kemuliaan Allah<\/strong><\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\" style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9099 td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Penyakit-2-FS-min.jpg?ssl=1\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Penyakit-2-FS-min.jpg 1000w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Penyakit-2-FS-min-300x188.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Penyakit-2-FS-min-768x480.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Penyakit-2-FS-min-696x435.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Penyakit-2-FS-min-672x420.jpg 672w\" alt=\"\" \/><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: \u201cPenyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.\u201d \u2013 Yohanes 11:4\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ingatkah Anda kisah Lazarus yang sakit <em>(Yohanes 11:1-44)? <\/em>Saudari-saudarinya, Maria dan Martha, mengirimkan kabar kepada Yesus mengenai keadaannya. Yesus pun merespon mereka dengan ayat di atas, bahwa melalui penyakit Lazarus, Anak Allah akan dimuliakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikian pula, ketika murid-murid-Nya bertanya mengenai seorang yang buta sejak lahir. \u201cRabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri, atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta <em>(Yohanes 9:1-2)?\u201d<\/em> Yesus menjawab:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cBukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.\u201d \u2013 Yohanes 9:3<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bukankah seringkali, ketika seseorang mendapati dirinya memiliki penyakit yang cukup serius, tanpa sadar, baik si penderita maupun orang-orang di sekelilingnya berpikir demikian? \u201cOrang itu pasti banyak dosa, makanya terkena penyakit.\u201d Atau, \u201cSaya pasti berdosa besar sehingga Tuhan menimpakan penyakit ini kepada saya.\u201d Atau, bertanya-tanya, \u201cTuhan, apa salah saya sehingga Kauberikan penyakit ini?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, Yesus memberitahu murid-murid-Nya bahwa apa yang menimpa orang buta itu tidak ada hubungannya dengan dosa siapa pun. Justru, melalui orang tersebut, Tuhan akan menyatakan pekerjaan-pekerjaan-Nya. Jadi, keadaan Anda saat ini merupakan sarana bagi pekerjaan Tuhan! Anda akan membawa kemuliaan Tuhan melalui penyakit yang Anda derita. Tidakkah Anda jadi lebih semangat mendengarnya?<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Berdoa dan Menangislah, tapi Jangan Berhenti Di Situ<\/strong><\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"wp-block-image\" style=\"text-align: justify;\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9100 td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Penyakit-3-2-FS-min.jpg?resize=474%2C316&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Penyakit-3-2-FS-min.jpg 1000w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Penyakit-3-2-FS-min-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Penyakit-3-2-FS-min-768x512.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Penyakit-3-2-FS-min-696x464.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Penyakit-3-2-FS-min-630x420.jpg 630w\" alt=\"\" width=\"474\" height=\"316\" \/><\/figure>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika Nabi Yesaya bin Amos menyampaikan firman Tuhan kepada Hizkia, bahwa ia tidak akan sembuh dari penyakitnya, Hizkia berdoa dan menangis tersedu-sedu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cAh TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu.\u201d Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat. \u2013 2 Raja-raja 20:3\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam perjalanan pulang usai diagnosa, hati saya begitu sesak. Penyakit saya tidak dapat disembuhkan, hanya bisa diperlambat agar tidak semakin parah. Saya cemas, membayangkan tidak akan bisa berjalan lagi dan harus menggunakan tongkat di usia yang terbilang muda. Impian saya bergabung dengan <em>mission team<\/em>setelah anak-anak saya mandiri hanya tinggal angan-angan belaka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah melewati serangkaian terapi dan pengobatan tanpa kemajuan berarti, saya pun mencari informasi tentang latihan fisik yang bisa saya lakukan di rumah. Ternyata saya bisa melatih otot-otot kaki saya supaya lebih kuat. Hingga sekarang, saya masih rutin melakukan latihan di sela-sela waktu senggang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda mungkin melewati masa-masa seperti ini, ketika yang dapat Anda lakukan hanyalah berdoa dan menangis. Namun, ingat, hidup Anda masih berjalan. Jangan hanya berdoa dan menangis, tetapi bangkitlah kembali dan jalani hari-hari Anda dengan dua hal berikut:<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Perkuat Tubuh Batiniah Anda<\/strong><\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"wp-block-image\" style=\"text-align: justify;\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9097 td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Penyakit-4-FS-min.jpg?resize=433%2C289&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Penyakit-4-FS-min.jpg 1000w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Penyakit-4-FS-min-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Penyakit-4-FS-min-768x513.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Penyakit-4-FS-min-696x465.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Penyakit-4-FS-min-629x420.jpg 629w\" alt=\"\" width=\"433\" height=\"289\" \/><\/figure>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. \u2013 2 Korintus 4:16\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kekuatan Anda mungkin perlahan-lahan hilang. Daya tahan tubuh Anda menurun. Tidak mengapa. Anda masih punya si manusia batiniah yang bisa diperbaharui setiap hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tubuh lahiriah Anda boleh lemah, fisik Anda tidak lagi mendukung, tapi jangan biarkan tubuh batiniah Anda ikut melemah. Tetaplah semangat, optimis, memberi dan melayani semampu Anda, serta senantiasa bersyukur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! \u2013 Mazmur 42:5\u00a0<\/em><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>Tetap Melayani<\/strong><\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"wp-block-image\" style=\"text-align: justify;\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9098 td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Penyakit-5-FS-min.jpg?resize=445%2C297&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Penyakit-5-FS-min.jpg 1000w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Penyakit-5-FS-min-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Penyakit-5-FS-min-768x513.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Penyakit-5-FS-min-696x465.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Penyakit-5-FS-min-629x420.jpg 629w\" alt=\"\" width=\"445\" height=\"297\" \/><\/figure>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kamu tahu, bahwa aku pertama kali telah memberitakan Injil kepadamu oleh karena aku sakit pada tubuhku. \u2013 Galatia 4:13<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita mungkin mengenal Paulus sebagai sosok yang luar biasa. Ia gigih memberitakan injil di mana-mana. Dianiaya, tetapi tak patah semangat. Dipenjara, tapi tetap memberi inspirasi. Padahal, mungkin saja saat itu Paulus sedang menderita suatu penyakit (yang tidak disebutkan secara rinci).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di ayat 14, Paulus bahkan menganggap bahwa kondisi tubuhnya bisa dianggap hina dan menjijikkan. Namun, ia tidak membiarkan keadaan tersebut menghalangi pekerjaan-pekerjaan Tuhan di dalam hidupnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tetapi jawab Tuhan kepadaku: \u201cCukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.\u201d Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. \u2013 2 Korintus 12:9\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda pasti ingin terlihat kuat dan tidak suka menjadi lemah. Namun, sesuatu di luar kendali Anda terjadi dan melemahkan Anda secara fisik, seperti penyakit atau disabilitas yang diderita akibat kecelakaan. Saat ini terjadi, kuasa Tuhan justru disempurnakan di dalam diri Anda. Paulus mengatakan ia suka jika dirinya kuat, tapi terlebih, ia suka jika dirinya lemah, karena dengan demikian kuasa Kristus akan menaunginya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tetaplah jalani tugas pelayanan Anda, dengan tetap mengingat dan sadari batasan fisik yang harus Anda jaga. Jaga asupan nutrisi dan kualitas tidur Anda, serta minumlah obat-obatan atau suplemen Anda sesuai jadwal. Jangan jadikan kondisi Anda sebagai dalih, atau sebaliknya, menjadikan pelayanan sebagai pelarian sampai Anda lalai menjaga kondisi tubuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat ini saya tetap melayani di <em>Kids Kingdom<\/em>, meskipun saya tidak bisa berdiri terlalu lama, berjalan jauh, melompat, atau pun berlari. Saya juga terus aktif di <em>ministry<\/em>, mengajar firman Tuhan, <em>spend time<\/em> dengan saudara\/saudari seiman, serta menggeluti hobi menulis saya. Semoga Anda pun terus diberi kekuatan untuk melayani gereja dan sesama!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cTetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!\u201d \u2013 2 Tawarikh 15:7. (gkdi.org)<\/em><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><strong>\u2013<\/strong><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Mungkin saat ini Anda sedang menderita penyakit atau disabilitas. Entah itu berskala ringan, menengah, atau berat, Anda merasa lemas, khawatir, takut, dan putus asa. Namun, haruskah Anda kehilangan sukacita dan semangat hidup, serta melewati hari demi hari dengan bermuram durja? Apa yang diajarkan firman Tuhan tentang penyakit dan kelemahan fisik? Kita Tak Luput dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46483,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1,78,3],"tags":[],"class_list":["post-46481","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab","category-renungan","category-umum"],"better_featured_image":{"id":46483,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/sakitt.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/sakitt.jpg?fit=768%2C512&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/sakitt.jpg"},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/sakitt.jpg?fit=1000%2C667&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1186","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46481","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46481"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46481\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46483"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46481"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46481"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46481"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}