{"id":46509,"date":"2020-07-05T08:04:24","date_gmt":"2020-07-05T01:04:24","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=46509"},"modified":"2020-07-02T12:35:50","modified_gmt":"2020-07-02T05:35:50","slug":"berantas-rasa-malas-hingga-tuntas-amsal-66-8","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/berantas-rasa-malas-hingga-tuntas-amsal-66-8\/","title":{"rendered":"Berantas Rasa Malas Hingga Tuntas (Amsal 6:6-8)"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -Ketika ada banyak hal yang harus dilakukan, tetapi Anda tak punya motivasi sedikit pun untuk memulainya, artinya Anda terserang rasa malas. Ada sejumlah alasan mengapa seseorang menjadi malas. Faktor utamanya adalah kurangnya motivasi, kesadaran diri, atau disiplin. Barangkali ia terbiasa segalanya sudah disediakan baginya, atau ia mencontoh dari lingkungan yang tidak baik. Alasan lainnya, ia tak yakin bahwa yang ia kerjakan akan berhasil atau bermanfaat. Atau, ia tidak menyukai pekerjaan atau situasinya sehingga malas bekerja. Di artikel ini, kita akan membahas cara mengatasi sifat malas dari faktor pertama. Satu hal yang pasti, kemalasan bukanlah kondisi permanen dan selalu bisa diubah. Berikut tiga poin penting yang perlu Anda ketahui untuk membasmi kebiasaan malas. Anda Diciptakan untuk Sebuah Tujuan\u00a0 Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? \u201cTidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring\u201d \u2013 maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata. \u2013 Amsal 6:9-11 Ketika seseorang merasa tidak punya tujuan untuk dicapai, ia akan malas melakukan apa pun. Namun, kemalasan adalah karakter yang tidak disukai Tuhan. Mengapa? Karena, Dia menciptakan Anda dengan sebuah tujuan! Ketika Anda mengetahui tujuan hidup Anda, hidup Anda akan terfokus ke satu titik. Dengan adanya gol ini, Anda akan lebih termotivasi untuk bekerja menuju titik tersebut. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. \u2013 1 Korintus 9:26-27 Mengetahui tujuan hidup yang sejati dapat membantu Anda mengatasi kemalasan. Dalam suratnya kepada jemaat Korintus, Paulus mengajarkan kita untuk mencari tahu dengan jelas apa tujuan kita melakukan sesuatu. Dengan demikian, kita bisa lebih bijak menentukan langkah ke depan. Rasa malas membawa Anda kepada hal-hal yang tidak baik, tetapi rancangan Tuhan mengarah kepada damai sejahtera. Di sisi lain, Anda perlu memeriksa apakah tujuan Anda sudah benar di mata Tuhan. Jangan sampai Anda salah memilih gol yang berujung kepada dosa. Hindari menentukan tujuan yang menurut Anda \u201cnyaman\u201d untuk diri sendiri karena tidak akan membuat Anda bertumbuh. Belajarlah dari Paulus, yang melatih diri dalam segala hal demi mencapai tujuan yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Kenali Tujuan Anda Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. \u2013 Yeremia 29:11 Punya tujuan akan mendorong kita melakukan yang terbaik, tetapi tidak semua orang tahu apa gol yang ingin mereka capai. Luangkan waktu untuk berefleksi dan mengenal diri sendiri. Belajarlah untuk lebih jujur dalam melihat hal-hal yang ingin Anda raih dalam hidup. Bisa jadi, selama ini Anda hanya mengejar sesuatu yang kelihatannya bagus, tetapi Anda tidak menjadi diri sendiri, atau bukan itu yang sebenarnya Anda mau. Selain itu, Anda juga bisa berdiskusi dengan teman atau komunitas rohani yang Anda percaya. Bertukar pikiranlah dengan orang-orang yang senang bertumbuh dan memiliki tujuan hidup yang benar. Niscaya, semangat mereka akan menulari Anda sehingga Anda terpacu untuk ikut maju. Kesempatan Tidak Datang Dua Kali Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. \u2013 \u00a0 Semut tahu mereka tidak dapat mengumpulkan makanan di musim hujan sehingga mereka menabung sejak jauh-jauh hari. Meskipun tidak punya memimpin, mereka punya disiplin tinggi untuk menjaga hidupnya. Jika Anda seseorang suka menunda-nunda pekerjaan, poin kedua ini penting untuk Anda renungkan. Kesempatan tidak selalu datang dua kali, jadi pastikan Anda tidak menyesal di kemudian hari. Sebagai langkah awal, buatlah jadwal harian. Daftar kegiatan semacam ini akan memberi Anda fokus untuk mengerjakan hal-hal yang perlu dilakukan, sehingga tidak ada waktu yang terbuang. Saat menyusun jadwal, jangan lupa sertakan waktu untuk istirahat dan bersantai. Ingat, bermalas-malasan itu beda dengan beristirahat. Kita perlu mengambil jeda sejenak di tengah kesibukan agar pikiran dan tubuh kembali segar. Menyusun jadwal membuat Anda lebih produktif dan memberi Anda banyak kesempatan untuk bertumbuh. Selain membuat semua rencana Anda terlaksana dengan baik, Anda pun akan terlatih menjadi orang yang lebih disiplin dan positif. Buat Target Jangka Pendek dan Panjang Tentukan target hidup Anda dalam satu tahun, lima tahun, bahkan sepuluh tahun ke depan. Pastikan target-target itu jelas dan realistis untuk dicapai. Dengan begitu, Anda dapat fokus membangun hidup Anda, alih-alih membuang waktu untuk hal-hal yang tidak berfaedah. Selama target tersebut membangun hidup Anda dan tidak berlebihan, Anda pasti dapat menjalani hidup yang produktif. Contoh, dalam setahun ke depan Anda ingin bekerja di perusahaan tertentu dengan jabatan tertentu. Susunlah strategi untuk mencapainya, seperti membuat CV, melamar kerja, menjalin pertemanan profesional, dan lain-lain. Jika Anda ingin membeli rumah tiga tahun lagi, rutinlah menabung dari sekarang, atau carilah tambahan penghasilan. Bagi yang kuliah, kalau tahun depan Anda ingin mendapatkan beasiswa atau aktif dalam organisasi mahasiswa, segeralah cari informasi dan lengkapi persyaratan yang diperlukan. Bukan hanya dalam hal duniawi, Anda pun harus menghindari kemalasan dalam kehidupan rohani. Buatlah target dalam satu tahun ke depan, karakter apa yang Anda ingin tumbuhkan. Misalnya, ingin lebih sabar, berpikir positif, lebih berserah kepada Tuhan. Mintalah saudara, mentor, atau teman untuk membantu dan mengingatkan Anda dalam menjalani prosesnya. Untuk kemalasan yang berakar dari rasa putus asa, lihat solusinya di sini. Dan, jika Anda merasa malas bekerja karena tidak menyukai situasi yang Anda jalani, cobalah terapkan hal-hal ini. Seorang yang dewasa adalah seorang yang dapat mengatur dan membangun hidupnya. Mari kita belajar mengalahkan sifat malas dan menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi Tuhan dan sesama!(gkdi) \u2013\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Ketika ada banyak hal yang harus dilakukan, tetapi Anda tak punya motivasi sedikit pun untuk memulainya, artinya Anda terserang rasa malas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada sejumlah alasan mengapa seseorang menjadi malas. Faktor utamanya adalah kurangnya motivasi, kesadaran diri, atau disiplin. Barangkali ia terbiasa segalanya sudah disediakan baginya, atau ia mencontoh dari lingkungan yang tidak baik. Alasan lainnya, ia tak yakin bahwa yang ia kerjakan akan berhasil atau bermanfaat. Atau, ia tidak menyukai pekerjaan atau situasinya sehingga malas bekerja. Di artikel ini, kita akan membahas cara mengatasi sifat malas dari faktor pertama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satu hal yang pasti, kemalasan bukanlah kondisi permanen dan selalu bisa diubah. Berikut tiga poin penting yang perlu Anda ketahui untuk membasmi kebiasaan malas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Anda Diciptakan untuk Sebuah Tujuan\u00a0<\/strong><\/p>\n<div class=\"wp-block-image\" style=\"text-align: justify;\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-7605 td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/malas-gkdi-1.jpg?resize=659%2C439&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 659px) 100vw, 659px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/malas-gkdi-1.jpg 600w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/malas-gkdi-1-300x200.jpg 300w\" alt=\"malas - gkdi 1\" width=\"659\" height=\"439\" \/><\/figure>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? \u201cTidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring\u201d \u2013 maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata. \u2013 Amsal 6:9-11<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika seseorang merasa tidak punya tujuan untuk dicapai, ia akan malas melakukan apa pun. Namun, kemalasan adalah karakter yang tidak disukai Tuhan. Mengapa? Karena, Dia menciptakan Anda dengan sebuah tujuan! Ketika Anda mengetahui tujuan hidup Anda, hidup Anda akan terfokus ke satu titik. Dengan adanya gol ini, Anda akan lebih termotivasi untuk bekerja menuju titik tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. \u2013 1 Korintus 9:26-27<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengetahui tujuan hidup yang sejati dapat membantu Anda mengatasi kemalasan. Dalam suratnya kepada jemaat Korintus, Paulus mengajarkan kita untuk mencari tahu dengan jelas apa tujuan kita melakukan sesuatu. Dengan demikian, kita bisa lebih bijak menentukan langkah ke depan. Rasa malas membawa Anda kepada hal-hal yang tidak baik, tetapi rancangan Tuhan mengarah kepada damai sejahtera.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, Anda perlu memeriksa apakah tujuan Anda sudah benar di mata Tuhan. Jangan sampai Anda salah memilih gol yang berujung kepada dosa. Hindari menentukan tujuan yang menurut Anda \u201cnyaman\u201d untuk diri sendiri karena tidak akan membuat Anda bertumbuh. Belajarlah dari Paulus, yang melatih diri dalam segala hal demi mencapai tujuan yang sesuai dengan kehendak Tuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kenali Tujuan Anda<\/strong><\/p>\n<div class=\"wp-block-image\" style=\"text-align: justify;\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-7606 td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/malas-gkdi-2.jpg?resize=686%2C457&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 686px) 100vw, 686px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/malas-gkdi-2.jpg 600w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/malas-gkdi-2-300x200.jpg 300w\" alt=\"malas - gkdi 2\" width=\"686\" height=\"457\" \/><\/figure>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. \u2013 Yeremia 29:11<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Punya tujuan akan mendorong kita melakukan yang terbaik, tetapi tidak semua orang tahu apa gol yang ingin mereka capai. Luangkan waktu untuk berefleksi dan mengenal diri sendiri. Belajarlah untuk lebih jujur dalam melihat hal-hal yang ingin Anda raih dalam hidup. Bisa jadi, selama ini Anda hanya mengejar sesuatu yang <em>kelihatannya<\/em> bagus, tetapi Anda tidak menjadi diri sendiri, atau bukan itu yang sebenarnya Anda mau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, Anda juga bisa berdiskusi dengan teman atau komunitas rohani yang Anda percaya. Bertukar pikiranlah dengan orang-orang yang senang bertumbuh dan memiliki tujuan hidup yang benar. Niscaya, semangat mereka akan menulari Anda sehingga Anda terpacu untuk ikut maju.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesempatan Tidak Datang Dua Kali<\/strong><\/p>\n<div class=\"wp-block-image\" style=\"text-align: justify;\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-7607 td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/malas-gkdi-3.jpg?resize=653%2C435&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 653px) 100vw, 653px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/malas-gkdi-3.jpg 600w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/malas-gkdi-3-300x200.jpg 300w\" alt=\"malas - gkdi 3\" width=\"653\" height=\"435\" \/><\/figure>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. \u2013 \u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semut tahu mereka tidak dapat mengumpulkan makanan di musim hujan sehingga mereka menabung sejak jauh-jauh hari. Meskipun tidak punya memimpin, mereka punya disiplin tinggi untuk menjaga hidupnya. Jika Anda seseorang suka menunda-nunda pekerjaan, poin kedua ini penting untuk Anda renungkan. Kesempatan tidak selalu datang dua kali, jadi pastikan Anda tidak menyesal di kemudian hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai langkah awal, buatlah jadwal harian. Daftar kegiatan semacam ini akan memberi Anda fokus untuk mengerjakan hal-hal yang perlu dilakukan, sehingga tidak ada waktu yang terbuang. Saat menyusun jadwal, jangan lupa sertakan waktu untuk istirahat dan bersantai. Ingat, bermalas-malasan itu beda dengan beristirahat. Kita perlu mengambil jeda sejenak di tengah kesibukan agar pikiran dan tubuh kembali segar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menyusun jadwal membuat Anda lebih produktif dan memberi Anda banyak kesempatan untuk bertumbuh. Selain membuat semua rencana Anda terlaksana dengan baik, Anda pun akan terlatih menjadi orang yang lebih disiplin dan positif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Buat Target Jangka Pendek dan Panjang<\/strong><\/p>\n<div class=\"wp-block-image\" style=\"text-align: justify;\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-7608 td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/malas-gkdi-4.jpg?resize=679%2C452&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 679px) 100vw, 679px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/malas-gkdi-4.jpg 600w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/malas-gkdi-4-300x200.jpg 300w\" alt=\"malas - gkdi 4\" width=\"679\" height=\"452\" \/><\/figure>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tentukan target hidup Anda dalam satu tahun, lima tahun, bahkan sepuluh tahun ke depan. Pastikan target-target itu jelas dan realistis untuk dicapai. Dengan begitu, Anda dapat fokus membangun hidup Anda, alih-alih membuang waktu untuk hal-hal yang tidak berfaedah. Selama target tersebut membangun hidup Anda dan tidak berlebihan, Anda pasti dapat menjalani hidup yang produktif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh, dalam setahun ke depan Anda ingin bekerja di perusahaan tertentu dengan jabatan tertentu. Susunlah strategi untuk mencapainya, seperti membuat CV, melamar kerja, menjalin pertemanan profesional, dan lain-lain. Jika Anda ingin membeli rumah tiga tahun lagi, rutinlah menabung dari sekarang, atau carilah tambahan penghasilan. Bagi yang kuliah, kalau tahun depan Anda ingin mendapatkan beasiswa atau aktif dalam organisasi mahasiswa, segeralah cari informasi dan lengkapi persyaratan yang diperlukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bukan hanya dalam hal duniawi, Anda pun harus menghindari kemalasan dalam kehidupan rohani. Buatlah target dalam satu tahun ke depan, karakter apa yang Anda ingin tumbuhkan. Misalnya, ingin lebih sabar, berpikir positif, lebih berserah kepada Tuhan. Mintalah saudara, mentor, atau teman untuk membantu dan mengingatkan Anda dalam menjalani prosesnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk kemalasan yang berakar dari rasa putus asa, lihat solusinya di sini. Dan, jika Anda merasa malas bekerja karena tidak menyukai situasi yang Anda jalani, cobalah terapkan hal-hal ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang yang dewasa adalah seorang yang dapat mengatur dan membangun hidupnya. Mari kita belajar mengalahkan sifat malas dan menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi Tuhan dan sesama!(gkdi)<\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><strong>\u2013<\/strong><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Ketika ada banyak hal yang harus dilakukan, tetapi Anda tak punya motivasi sedikit pun untuk memulainya, artinya Anda terserang rasa malas. Ada sejumlah alasan mengapa seseorang menjadi malas. Faktor utamanya adalah kurangnya motivasi, kesadaran diri, atau disiplin. Barangkali ia terbiasa segalanya sudah disediakan baginya, atau ia mencontoh dari lingkungan yang tidak baik. Alasan lainnya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46512,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1,3],"tags":[],"class_list":["post-46509","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":46512,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/malas.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/malas.jpg?fit=318%2C159&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/malas.jpg"},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/malas.jpg?fit=318%2C159&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2365","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46509","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46509"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46509\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46512"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46509"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46509"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46509"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}