{"id":46562,"date":"2020-07-11T11:53:02","date_gmt":"2020-07-11T04:53:02","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=46562"},"modified":"2020-07-06T12:06:16","modified_gmt":"2020-07-06T05:06:16","slug":"singles-3-kebebasan-istimewa-ini-khusus-buatmu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/singles-3-kebebasan-istimewa-ini-khusus-buatmu\/","title":{"rendered":"Singles, 3 Kebebasan Istimewa Ini Khusus Buatmu!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -Waktu kecil kita ingin cepat besar. Tak heran anak-anak sering meniru cara bersikap dan berpakaian orang dewasa. Namun, ketika dewasa, kita ingin kembali jadi anak-anak lagi. Hidup penuh kebebasan, tak perlu memikirkan keuangan dan masa depan. Itulah manusia; tak pernah ada puasnya. Saat lajang (single), mereka khawatir, ingin cepat punya pacar dan menikah. Setelah menikah, lalu dihadapkan pada berbagai persoalan yang jauh lebih kompleks, mereka berkata, \u201cJika boleh memilih, saya ingin kembali jadi single.\u201d Mental kurang bersyukur inilah yang membuat banyak orang hidup menderita. Jadi, jika saat ini Anda masih single, selamat! Tahukah Anda bahwa Anda punya begitu banyak hal untuk disyukuri dan dinikmati? Single Is Freedom Salah satu berkat masa lajang Anda adalah freedom, alias kebebasan. Di periode inilah Anda bisa bereksplorasi dan memiliki kebebasan paling tinggi ketimbang fase-fase lain dalam hidup. Saat masih anak-anak, Anda punya tanggung jawab belajar. Anda dibiayai dan menjadi tanggungan orang tua, sehingga tidak dapat bertindak sebebas-bebasnya. Setelah menikah, Anda bertanggung jawab terhadap generasi di atas (orang tua) dan di bawah Anda (anak). Di usia lanjut, Anda mungkin punya banyak uang dan waktu, sedikit atau tidak ada tanggungan. Namun, energi dan kesehatan Anda sudah menurun. Single adalah periode yang sempurna untuk berkarya dan bertumbuh. Anda punya uang, waktu, dan energi yang luar biasa (jika pandai mengelola ketiganya). Para lajang belum punya banyak tanggungan\u2014meski ada juga yang jadi tulang punggung keluarga. Namun, secara umum, Anda hanya bertanggung jawab atas diri sendiri dan Tuhan. Anda punya kebebasan untuk mengatur hidup Anda sendiri. Berikut tiga kebebasan istimewa yang dimiliki para singles: 1. Kebebasan Waktu Mereka yang sudah menikah tak punya luang sebanyak yang dimiliki para lajang. Ada tanggung jawab, baik terhadap suami, istri, anak, maupun keluarga pasangan. Selain itu, mereka harus membagi waktu untuk bekerja, mengurus rumah tangga, serta menjaga hubungan pribadi dengan Tuhan. Akan muncul perasaan: \u201cKok, sepertinya waktu saya tidak pernah cukup untuk melakukan semuanya, ya?\u201d Hari ini, jika Anda masih single, bersyukurlah! Manfaatkan privilese masa lajang Anda dengan sebaik dan sebijaksana mungkin. Pakailah waktu Anda untuk hal-hal yang bermanfaat. Kalau Anda ingin berpetualang mengunjungi tempat-tempat baru, meraih impian setinggi langit, atau hendak mempelajari keterampilan baru, inilah saatnya. Jangan buang-buang waktu atau menunda apa yang ingin Anda capai dengan berpikir, \u201cNanti saja kalau sudah menikah, saya akan \u2026\u201d Hati-hati, periode lajang adalah masa keemasan yang singkat. Akan datang waktunya Anda harus masuk ke fase kehidupan lain yang lebih membatasi kebebasan Anda. Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. \u2013 Efesus 5:15-17 2. Kebebasan Berteman Cara pikir kita menentukan hidup kita. Anda bisa berpikir, \u201cAduh, menyedihkan sekali hidup saya. Teman-teman lain sudah punya pacar, menikah, bahkan punya anak. Saya masih saja sendiri.\u201d Anda bisa berpikir hidup single Anda tampak menyengsarakan. Atau, Anda bisa melihat periode singlesebagai masa yang indah dan menyenangkan. Anda bebas berteman dengan siapa saja tanpa ada yang marah atau cemburu. Kalau sudah punya pacar, Anda tidak lagi punya kesempatan berteman dengan lawan jenis sebebas saat ini. Apalagi kalau sudah menikah, sahabat terbaik dari lawan jenis Anda haruslah pasangan Anda. Justru berbahaya kalau sahabat lawan jenis itu bukan pasangan Anda. Jadi, kapan lagi waktu yang tepat untuk membuka diri untuk persahabatan kalau bukan saat single? Daripada sibuk bergalau, lebih baik gunakan kebebasan Anda untuk membangun sebanyak mungkin persahabatan, baik dengan sesama maupun lawan jenis. Berkenalanlah dengan sebanyak mungkin orang baru dan belajarlah dari mereka. Semakin banyak network yang Anda bangun, semakin banyak pula peluang hubungan baru yang dapat tercipta. Namun, ingatlah selalu untuk membangun persahabatan yang positif dan saling membangun di dalam Tuhan. Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang. \u2013 Amsal 13:20 3. Kebebasan Melayani Tuhan Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya. Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya, dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya. Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan. \u2013 1 Korintus 7:32-35 Dalam versi Inggris, frasa \u2018melayani tanpa gangguan\u2019 ditulis sebagai undivided devotion\u2014melayani dengan fokus yang tak terbagi kepada Allah. Jadi, syukuri dan manfaatkan semaksimal mungkin kebebasan Anda untuk melayani Tuhan di masa lajang. Seperti kata Paulus, setelah menikah, fokus Anda akan otomatis terbagi-bagi. Anda punya tanggung jawab membahagiakan pasangan Anda. Akan lebih sulit untuk berfokus 100% kepada Tuhan tanpa gangguan. Bagaimana mau fokus, kalau baru hendak bersaat teduh, tiba-tiba anak Anda menangis? Yesus memulai pelayanan-Nya semasa single. Dia tahu itulah masa yang berharga untuk dapat berbuat banyak bagi Allah Bapa yang mengutus-Nya. Sudah seharusnya kita meneladani Yesus dengan memanfaatkan masa single kita demi kemuliaan Tuhan. Bagaimana Anda akan menghabiskan masa single Anda? Dengan melayani Tuhan dengan sepenuh hati? Menumpuk harta sebanyak-banyaknya? Atau, menyia-nyiakan waktu, uang, dan tenaga Anda untuk hal-hal yang tidak berfaedah? Apakah Anda hanya hidup untuk diri sendiri, tanpa disiplin, mengira Anda bisa menikmati kemudaan, kesempatan, dan kesehatan yang sama untuk selama-lamanya? So, singles, jangan lagi berharap periode lajang Anda segera berganti ke periode lain yang Anda sangka lebih baik. Semua masa punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Entah Anda syukuri atau kutuki, tiap-tiap masa itu akan berakhir. Hidup adalah pilihan. Maka pilihlah untuk menikmati setiap tahapan hidup yang Tuhan berikan. Jangan sampai kelak menyesal karena menyia-nyiakan masa lajang Anda. Kebebasan waktu, berteman, dan melayani Allah adalah berkat yang tiada duanya untuk para lajang. Gunakan masa single Anda untuk membangun diri menjadi pribadi yang luar biasa di dalam Tuhan. Let\u2019s rock your single life!(gkdi.org)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Waktu kecil kita ingin cepat besar. Tak heran anak-anak sering meniru cara bersikap dan berpakaian orang dewasa. Namun, ketika dewasa, kita ingin kembali jadi anak-anak lagi. Hidup penuh kebebasan, tak perlu memikirkan keuangan dan masa depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itulah manusia; tak pernah ada puasnya. Saat lajang <i>(single)<\/i>, mereka khawatir, ingin cepat punya pacar dan menikah. Setelah menikah, lalu dihadapkan pada berbagai persoalan yang jauh lebih kompleks, mereka berkata, \u201cJika boleh memilih, saya ingin kembali jadi <i>single<\/i>.\u201d Mental kurang bersyukur inilah yang membuat banyak orang hidup menderita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, jika saat ini Anda masih <i>single<\/i>, selamat! Tahukah Anda bahwa Anda punya begitu banyak hal untuk disyukuri dan dinikmati?<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b><i>Single Is Freedom<\/i><\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5755 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/kebebasan-gkdi-1-300x200.jpg?resize=640%2C427&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/kebebasan-gkdi-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/kebebasan-gkdi-1.jpg 600w\" alt=\"kebebasan - gkdi 1\" width=\"640\" height=\"427\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu berkat masa lajang Anda adalah <i>freedom<\/i>, alias kebebasan. Di periode inilah Anda bisa bereksplorasi dan memiliki kebebasan paling tinggi ketimbang fase-fase lain dalam hidup.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat masih anak-anak, Anda punya tanggung jawab belajar. Anda dibiayai dan menjadi tanggungan orang tua, sehingga tidak dapat bertindak sebebas-bebasnya. Setelah menikah, Anda bertanggung jawab terhadap generasi di atas (orang tua) dan di bawah Anda (anak). Di usia lanjut, Anda mungkin punya banyak uang dan waktu, sedikit atau tidak ada tanggungan. Namun, energi dan kesehatan Anda sudah menurun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>Single<\/i> adalah periode yang sempurna untuk berkarya dan bertumbuh. Anda punya uang, waktu, dan energi yang luar biasa (jika pandai mengelola ketiganya). Para lajang belum punya banyak tanggungan\u2014meski ada juga yang jadi tulang punggung keluarga. Namun, secara umum, Anda hanya bertanggung jawab atas diri sendiri dan Tuhan. Anda punya kebebasan untuk mengatur hidup Anda sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut tiga kebebasan istimewa yang dimiliki para <i>singles<\/i>:<\/p>\n<div class=\"indent\" style=\"text-align: justify;\">\n<h4><strong>1. Kebebasan Waktu<\/strong><\/h4>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5777 size-full td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/averie-woodard-111831-unsplash.jpg?resize=800%2C533&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/averie-woodard-111831-unsplash.jpg 800w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/averie-woodard-111831-unsplash-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/averie-woodard-111831-unsplash-768x512.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/averie-woodard-111831-unsplash-696x464.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/averie-woodard-111831-unsplash-630x420.jpg 630w\" alt=\"kebebasan - gkdi 2\" width=\"800\" height=\"533\" \/><\/p>\n<p>Mereka yang sudah menikah tak punya luang sebanyak yang dimiliki para lajang. Ada tanggung jawab, baik terhadap suami, istri, anak, maupun keluarga pasangan. Selain itu, mereka harus membagi waktu untuk bekerja, mengurus rumah tangga, serta menjaga hubungan pribadi dengan Tuhan. Akan muncul perasaan: \u201cKok, sepertinya waktu saya tidak pernah cukup untuk melakukan semuanya, ya?\u201d<\/p>\n<p>Hari ini, jika Anda masih <i>single<\/i>, bersyukurlah! Manfaatkan privilese masa lajang Anda dengan sebaik dan sebijaksana mungkin. Pakailah waktu Anda untuk hal-hal yang bermanfaat. Kalau Anda ingin berpetualang mengunjungi tempat-tempat baru, meraih impian setinggi langit, atau hendak mempelajari keterampilan baru, inilah saatnya.<\/p>\n<p>Jangan buang-buang waktu atau menunda apa yang ingin Anda capai dengan berpikir, \u201cNanti saja kalau sudah menikah, saya akan \u2026\u201d Hati-hati, periode lajang adalah masa keemasan yang singkat. Akan datang waktunya Anda harus masuk ke fase kehidupan lain yang lebih membatasi kebebasan Anda.<\/p>\n<p><i>Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. \u2013 Efesus 5:15-17<\/i><\/p>\n<h4><strong>2. Kebebasan Berteman<\/strong><\/h4>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5773 size-full td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/duy-pham-704498-unsplash.jpg?resize=800%2C450&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/duy-pham-704498-unsplash.jpg 800w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/duy-pham-704498-unsplash-300x169.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/duy-pham-704498-unsplash-768x432.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/duy-pham-704498-unsplash-696x392.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/duy-pham-704498-unsplash-747x420.jpg 747w\" alt=\"kebebasan - gkdi 3\" width=\"800\" height=\"450\" \/><\/p>\n<p>Cara pikir kita menentukan hidup kita. Anda bisa berpikir, \u201cAduh, menyedihkan sekali hidup saya. Teman-teman lain sudah punya pacar, menikah, bahkan punya anak. Saya masih saja sendiri.\u201d Anda bisa berpikir hidup <i>single<\/i> Anda tampak menyengsarakan. Atau, Anda bisa melihat periode <i>single<\/i>sebagai masa yang indah dan menyenangkan. Anda bebas berteman dengan siapa saja tanpa ada yang marah atau cemburu.<\/p>\n<p>Kalau sudah punya pacar, Anda tidak lagi punya kesempatan berteman dengan lawan jenis sebebas saat ini. Apalagi kalau sudah menikah, sahabat terbaik dari lawan jenis Anda <i>haruslah<\/i> pasangan Anda. Justru berbahaya kalau sahabat lawan jenis itu bukan pasangan Anda.<\/p>\n<p>Jadi, kapan lagi waktu yang tepat untuk membuka diri untuk persahabatan kalau bukan saat <i>single<\/i>?<\/p>\n<p>Daripada sibuk bergalau, lebih baik gunakan kebebasan Anda untuk membangun sebanyak mungkin persahabatan, baik dengan sesama maupun lawan jenis. Berkenalanlah dengan sebanyak mungkin orang baru dan belajarlah dari mereka. Semakin banyak <i>network<\/i> yang Anda bangun, semakin banyak pula peluang hubungan baru yang dapat tercipta. Namun, ingatlah selalu untuk membangun persahabatan yang positif dan saling membangun di dalam Tuhan.<\/p>\n<p><i>Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang. \u2013 Amsal 13:20<\/i><\/p>\n<h4><strong>3. Kebebasan Melayani Tuhan<\/strong><\/h4>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5775 size-full td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/mark-pan4ratte-635565-unsplash.jpg?resize=800%2C533&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/mark-pan4ratte-635565-unsplash.jpg 800w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/mark-pan4ratte-635565-unsplash-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/mark-pan4ratte-635565-unsplash-768x512.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/mark-pan4ratte-635565-unsplash-696x464.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/mark-pan4ratte-635565-unsplash-630x420.jpg 630w\" alt=\"kebebasan - gkdi 4\" width=\"800\" height=\"533\" \/><\/p>\n<p><i>Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya. Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya, dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. <\/i><\/p>\n<p><i>Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya. <\/i><\/p>\n<p><i>Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, <\/i><b><i>bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.<\/i><\/b><\/p>\n<p><i>\u2013 1 Korintus 7:32-35<\/i><\/p>\n<p>Dalam versi Inggris, frasa \u2018melayani tanpa gangguan\u2019 ditulis sebagai <i>undivided devotion\u2014<\/i>melayani dengan fokus yang tak terbagi kepada Allah. Jadi, syukuri dan manfaatkan semaksimal mungkin kebebasan Anda untuk melayani Tuhan di masa lajang.<\/p>\n<p>Seperti kata Paulus, setelah menikah, fokus Anda akan otomatis terbagi-bagi. Anda punya tanggung jawab membahagiakan pasangan Anda. Akan lebih sulit untuk berfokus 100% kepada Tuhan tanpa gangguan. Bagaimana mau fokus, kalau baru hendak bersaat teduh, tiba-tiba anak Anda menangis?<\/p>\n<p><strong>Yesus memulai pelayanan-Nya semasa <i>single<\/i>. Dia tahu itulah masa yang berharga untuk dapat berbuat banyak bagi Allah Bapa yang mengutus-Nya. Sudah seharusnya kita meneladani Yesus dengan memanfaatkan masa <i>single<\/i> kita demi kemuliaan Tuhan.<\/strong><\/p>\n<p>Bagaimana Anda akan menghabiskan masa <i>single<\/i> Anda? Dengan melayani Tuhan dengan sepenuh hati? Menumpuk harta sebanyak-banyaknya? Atau, menyia-nyiakan waktu, uang, dan tenaga Anda untuk hal-hal yang tidak berfaedah? Apakah Anda hanya hidup untuk diri sendiri, tanpa disiplin, mengira Anda bisa menikmati kemudaan, kesempatan, dan kesehatan yang sama untuk selama-lamanya?<\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>So, singles<\/i>, jangan lagi berharap periode lajang Anda segera berganti ke periode lain yang Anda sangka lebih baik. Semua masa punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Entah Anda syukuri atau kutuki, tiap-tiap masa itu akan berakhir. Hidup adalah pilihan. Maka pilihlah untuk menikmati setiap tahapan hidup yang Tuhan berikan. Jangan sampai kelak menyesal karena menyia-nyiakan masa lajang Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebebasan waktu, berteman, dan melayani Allah adalah berkat yang tiada duanya untuk para lajang. Gunakan masa <i>single<\/i> Anda untuk membangun diri menjadi pribadi yang luar biasa di dalam Tuhan.<i> Let\u2019s rock your single life!(gkdi.org)<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Waktu kecil kita ingin cepat besar. Tak heran anak-anak sering meniru cara bersikap dan berpakaian orang dewasa. Namun, ketika dewasa, kita ingin kembali jadi anak-anak lagi. Hidup penuh kebebasan, tak perlu memikirkan keuangan dan masa depan. Itulah manusia; tak pernah ada puasnya. Saat lajang (single), mereka khawatir, ingin cepat punya pacar dan menikah. Setelah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46485,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-46562","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab"],"better_featured_image":{"id":46485,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/laki.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/laki.jpg?fit=768%2C513&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/laki.jpg"},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/laki.jpg?fit=1000%2C668&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"980","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46562","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46562"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46562\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46485"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46562"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46562"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46562"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}