{"id":46658,"date":"2025-11-25T18:15:40","date_gmt":"2025-11-25T11:15:40","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/merekalah-yang-terkemudian-berangkat-menurut-panji-panji-mereka-bilangan-231\/"},"modified":"2025-11-25T18:16:02","modified_gmt":"2025-11-25T11:16:02","slug":"merekalah-yang-terkemudian-berangkat-menurut-panji-panji-mereka-bilangan-231","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/merekalah-yang-terkemudian-berangkat-menurut-panji-panji-mereka-bilangan-231\/","title":{"rendered":"Mengumumkan pembebasan kepada tawanan. [Lukas 4:18]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Tiada yang lain selain Yesus yang bisa memberi pembebasan kepada tawanan. Kebebasan sejati datang hanya dari Dia. Itulah kebebasan yang selayaknya diberikan; sebab Sang Anak, yang adalah Pewaris dari segalanya, memiliki hak membebaskan manusia. Orang-orang suci memuliakan keadilan Allah, yang sekarang menjamin keselamatan mereka. Itu adalah kebebasan yang sudah dibeli dengan harga mahal. Kristus memproklamirkannya dengan kuasa-Nya, namun Dia membelinya dengan darah-Nya sendiri. Dia membuatmu bebas namun itu dengan rantai-Nya sendiri. Engkau bersih, sebab Ia memikul bebanmu. Engkau dibebaskan, karena Dia menderita untuk menggantikan kamu. Namun walaupun kamu dibeli dengan harga tinggi, Dia membayarnya tanpa menuntut apa pun dari kamu. Yesus tidak minta persiapan apa pun darimu untuk mendapatkan kebebasan ini. Dia menemukan kita yang sedang berdukacita dalam pakaian kabung dan abu, dan mengatakan pada kita memakai Jubah kebebasan yang indah; Dia menyelamatkan kita seadanya kita, tanpa sedikit pun pertolongan kita atau kebaikan kita. Ketika Yesus melepaskan kita, kebebasan itu berlangsung terus; tiada rantai yang bisa mengikat kita lagi. Biarlah Tuan berbicara kepadaku,\u201dTawanan, Aku telah membebaskan engkau,\u201d dan itu untuk selamanya. Iblis berencana memperbudak kita, tapi jika Tuhan di pihak kita, kepada siapakah aku harus takut? Dunia, dengan godaannya, berusaha menjebak kita pun, Dia yang bersama kita lebih kuat daripada semua yang melawan kita. Ketika pekerjaan hati kita yang licik mempermalukan dan mengganggu kita pun, Dia yang memulai pekerjaan yang baik dalam kita akan menyelesaikannya sampai akhir [Fil 1:6]. Musuh Allah dan manusia berkumpul dan datang dengan kemarahan yang pekat melawan kita pun, kalau Allah menyatakan kita &quot;Tidak bersalah,&quot; siapa lagi yang bisa menuduh kita? Tidaklah lebih bebas seekor rajawali yang naik terbang ke bukit berbatu, dan kemudian melayang tinggi melebihi awan, daripada satu jiwa yang Kristus sudah lepaskan. Jika kita tidak lagi di bawah hukum Taurat, tapi bebas dari kutukannya, mari tunjukkan kebebasan itu dengan melayani Allah dengan syukur dan suka hati. Tuhan, akulah hambaMu; Engkau sudah melepaskan ikatan-ikatanku. [Mazmur 116:16] \u201cTuhan, apa yang Engkau ingin aku harus perbuat?\u201d[Kis 9:6 KJV] RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Tiada yang lain selain Yesus yang bisa memberi pembebasan kepada tawanan. Kebebasan sejati datang hanya dari Dia. Itulah kebebasan yang <i>selayaknya diberikan<\/i>; sebab Sang Anak, yang adalah Pewaris dari segalanya, memiliki hak membebaskan manusia. Orang-orang suci memuliakan keadilan Allah, yang sekarang menjamin keselamatan mereka. Itu adalah kebebasan yang <i>sudah dibeli dengan harga mahal<\/i>. Kristus memproklamirkannya dengan kuasa-Nya, namun Dia membelinya dengan darah-Nya sendiri. Dia membuatmu bebas namun itu dengan rantai-Nya sendiri. Engkau bersih, sebab Ia memikul bebanmu. Engkau dibebaskan, karena Dia menderita untuk menggantikan kamu. Namun walaupun kamu dibeli dengan harga tinggi, <i>Dia membayarnya tanpa menuntut apa pun dari kamu.<\/i> Yesus tidak minta persiapan apa pun darimu untuk mendapatkan kebebasan ini. Dia menemukan kita yang sedang berdukacita dalam pakaian kabung dan abu, dan mengatakan pada kita memakai Jubah kebebasan yang indah; Dia menyelamatkan kita seadanya kita, tanpa sedikit pun pertolongan kita atau kebaikan kita. Ketika Yesus melepaskan kita, kebebasan itu <i>berlangsung terus<\/i>; tiada rantai yang bisa mengikat kita lagi. Biarlah Tuan berbicara kepadaku,\u201dTawanan, Aku telah membebaskan engkau,\u201d dan itu untuk selamanya. Iblis berencana memperbudak kita, tapi jika Tuhan di pihak kita, kepada siapakah aku harus takut? Dunia, dengan godaannya, berusaha menjebak kita pun, Dia yang bersama kita lebih kuat daripada semua yang melawan kita. Ketika pekerjaan hati kita yang licik mempermalukan dan mengganggu kita pun, Dia yang memulai pekerjaan yang baik dalam kita akan menyelesaikannya sampai akhir [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Fil%201:6\">Fil 1:6<\/a>]. Musuh Allah dan manusia berkumpul dan datang dengan kemarahan yang pekat melawan kita pun, kalau Allah menyatakan kita &#8220;Tidak bersalah,&#8221; siapa lagi yang bisa menuduh kita? Tidaklah lebih bebas seekor rajawali yang naik terbang ke bukit berbatu, dan kemudian melayang tinggi melebihi awan, daripada satu jiwa yang Kristus sudah lepaskan. Jika kita tidak lagi di bawah hukum Taurat, tapi bebas dari kutukannya, mari <i>tunjukkan<\/i> kebebasan itu dengan melayani Allah dengan syukur dan suka hati. Tuhan, akulah hambaMu; Engkau sudah melepaskan ikatan-ikatanku. [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%20116:16\">Mazmur 116:16<\/a>] \u201cTuhan, apa yang Engkau ingin aku harus perbuat?\u201d[<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Kis%209:6\">Kis 9:6<\/a> KJV]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Tiada yang lain selain Yesus yang bisa memberi pembebasan kepada tawanan. Kebebasan sejati datang hanya dari Dia. Itulah kebebasan yang selayaknya diberikan; sebab Sang Anak, yang adalah Pewaris dari segalanya, memiliki hak membebaskan manusia. Orang-orang suci memuliakan keadilan Allah, yang sekarang menjamin keselamatan mereka. Itu adalah kebebasan yang sudah dibeli dengan harga mahal. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-46658","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"99","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46658","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46658"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46658\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68507,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46658\/revisions\/68507"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46658"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46658"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46658"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}