{"id":46663,"date":"2020-07-21T08:08:48","date_gmt":"2020-07-21T01:08:48","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=46663"},"modified":"2020-07-18T08:59:52","modified_gmt":"2020-07-18T01:59:52","slug":"belas-kasihan-kita-cara-tuhan-menjawab-doa-mereka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/belas-kasihan-kita-cara-tuhan-menjawab-doa-mereka\/","title":{"rendered":"Belas Kasihan Kita, Cara Tuhan Menjawab Doa Mereka"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -Beberapa waktu lalu, saya dikabari bahwa mantan pengasuh anak saya sedang sakit dan perlu menjalani operasi. Untuk memudahkan proses pengobatan, dia ingin menginap di rumah kami. Mengingat \u00a0cara kerjanya dulu, sebenarnya saya kecewa dan enggan untuk bertemu kembali dengannya. Apalagi untuk memberi akomodasi di rumah kami selama berhari-hari, rasanya saya keberatan. Namun, setelah berdiskusi dengan suami, sudut pandang saya pun diluruskan: seorang yang sedang sakit butuh tumpangan di rumah kami, masa saya tega menolaknya? Pada hari yang ditentukan, kami menjemputnya di stasiun bus. Melihat kondisinya yang kurus, pucat, dan lemah, saya pun terenyuh dan tiba-tiba dirundung rasa bersalah. Ternyata hati saya miskin belas kasihan. Belas kasihan Adalah Karakter Ilahi Adalah kecenderungan manusia untuk memperlakukan orang lain sebagaimana orang tersebut memperlakukannya. Kalau dia baik, kita pun baik padanya. Namun, kalau dia jahat, kita ingin membalas berlaku jahat juga. \u201cSekali-sekali harus diberi pelajaran, biar tahu rasa,\u201d begitu kira-kira luapan kekesalan yang sering kita dengar. Akan tetapi, sebagai pengikut Kristus, kita bukan lagi manusia duniawi, melainkan pribadi yang semestinya memiliki karakter Ilahi. \u201cSebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.\u201d \u2013 Lukas 6:33 Tuhan ingin membuat pemisahan antara pengikut-Nya dengan orang-orang dunia. Dan, Yesus sendiri sudah memberi contoh kepada kita. \u201cAkan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.\u201d \u2013 Roma 5:8 Bukan sekadar memberi tumpangan, makanan, kesembuhan jasmani, atau berkat, Yesus bahkan rela memberikan nyawa-Nya bagi mereka yang berdosa terhadap diri-Nya. Tanpa belas kasihan, tidak mungkin Yesus sanggup melakukannya. Tuhan Menghendaki Belas Kasihan Sebagai orang Kristen, kita sering beribadah di dalam gedung gereja. Namun, Tuhan lebih senang kalau kita mengaplikasikan ibadah itu lewat tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Yesus tidak hanya berkhotbah di depan publik, tetapi turun dan melayani langsung orang-orang yang membutuhkan-Nya. Bahkan, terkadang Dia harus mengesampingkan urusan pribadi-Nya demi membantu orang lain. Contohnya, ketika Yesus ingin menyendiri setelah kehilangan Yohanes Pembaptis (Matius 14:1-12). Meski sedang sedih dan berduka, Yesus memilih melayani orang banyak yang selalu mengikuti-Nya. Hati-Nya tergerak oleh belas kasihan saat melihat mereka yang sakit dan kelaparan (Matius 14:13-19). \u201cYang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan \u2026\u201d \u2013 Matius 12:7a Sungguh ironis jika kita menjejali diri dengan banyak pengetahuan akan firman tetapi abai terhadap sesama. Kalau ingin melayani, sebenarnya kesempatan kita bukan hanya di gereja. Banyak sekali orang di luar sana yang membutuhkan pelayanan kita. \u201cIbadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka \u2026.\u201d \u2013 Yakobus 1:27a Mantan pengasuh anak saya itu hanyalah seorang janda miskin yang sedang sakit. Dia tinggal di desa yang jauh dari akses kesehatan memadai, dan karenanya, membutuhkan tempat singgah selama menjalani pengobatan. Kalaupun kerjanya dulu mengecewakan, apakah itu bisa menjadi alasan bagi saya untuk tidak berbelas kasih kepadanya? Seandainya saya ingat dan hidupi firman di Yakobus 1:27 sejak awal, saya pasti takkan keberatan memberi tumpangan kepadanya. Sebaliknya, saya akan menerima kedatangannya dengan tangan terbuka, karena itulah kesempatan konkret untuk mengaplikasikan firman Tuhan dalam hidup saya. Belas Kasihan Meringankan Hati Dengan selalu mengenakan belas kasihan (Kolose 3:12), kita akan lebih mudah mengasihi sesama yang membutuhkan, tanpa memandang siapa orangnya\u2014karena kita melakukannya untuk Tuhan. Berbelas kasih juga memampukan kita melakukan dua hal ini: 1. Belas kasihan memudahkan kita mengampuni Jika Allah yang sempurna mau mengampuni kesalahan manusia, mengapa kita yang tidak sempurna justru tak mau menerima kesalahan orang lain? Menaruh belas kasihan bukan hanya membuat kita lebih mudah mengampuni, melainkan juga untuk mengasihi, bahkan melayani orang yang telah menyakiti kita. \u201cTetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.\u201d \u2013 Matius 6:15 2.\u00a0 Belas kasihan mendorong kita untuk memberi Jangan hanya mengatakan, \u201cKasihan, ya,\u201d tetapi tidak berbuat apa-apa. Atau, kita sengaja menutup diri agar tidak dirugikan. Sadari bahwa apa yang ada pada kita saat ini bukanlah milik dan hak kita semata. Bisa jadi ada orang di luar sana yang butuh pertolongan, dan Tuhan menjawab doanya melalui diri kita. Alangkah beruntungnya kita ketika dipilih oleh Tuhan untuk menjadi jawaban atas doa sesama. Mungkin Tuhan ingin menjadikan rumah kita sebagai jawaban doa orang yang butuh tumpangan; uang kita sebagai jawaban doa orang yang terancam kelaparan; atau keringanan hati kita bagi orang yang tak sanggup lagi melunasi hutangnya. Apa pun itu, lakukanlah semampu kita untuk menjadi saluran kasih-Nya. \u201cBarangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?\u201d \u2013 1 Yohanes 3:17 Apakah saat ini kita masih sulit berbelas kasih kepada mereka yang pernah berbuat salah kepada kita, atau kita anggap tak pantas dikasihi? Jika ya, mintalah kepada Tuhan untuk mencurahkan kasih setia-Nya kepada kita. Belas kasihan Allah akan menuntun kita sehingga mampu melakukan tindakan kasih kepada mereka yang membutuhkan. Tuhan memberkati.(gkdi.org)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Beberapa waktu lalu, saya dikabari bahwa mantan pengasuh anak saya sedang sakit dan perlu menjalani operasi. Untuk memudahkan proses pengobatan, dia ingin menginap di rumah kami. Mengingat \u00a0cara kerjanya dulu, sebenarnya saya kecewa dan enggan untuk bertemu kembali dengannya. Apalagi untuk memberi akomodasi di rumah kami selama berhari-hari, rasanya saya keberatan.<\/p>\n<div class=\"td-container\">\n<div class=\"td-pb-row\">\n<div class=\"td-pb-span12 td-main-content\" role=\"main\">\n<div class=\"td-ss-main-content\">\n<div class=\"td-post-content\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, setelah berdiskusi dengan suami, sudut pandang saya pun diluruskan: seorang yang sedang sakit butuh tumpangan di rumah kami, masa saya tega menolaknya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada hari yang ditentukan, kami menjemputnya di stasiun bus. Melihat kondisinya yang kurus, pucat, dan lemah, saya pun terenyuh dan tiba-tiba dirundung rasa bersalah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ternyata hati saya miskin belas kasihan.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Belas kasihan Adalah Karakter Ilahi<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5222 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/belas-kasihan-gkdi-1-300x200.jpg?resize=567%2C378&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/belas-kasihan-gkdi-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/belas-kasihan-gkdi-1.jpg 600w\" alt=\"belas kasihan - gkdi 1\" width=\"567\" height=\"378\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adalah kecenderungan manusia untuk memperlakukan orang lain sebagaimana orang tersebut memperlakukannya. Kalau dia baik, kita pun baik padanya. Namun, kalau dia jahat, kita ingin membalas berlaku jahat juga. \u201cSekali-sekali harus diberi pelajaran, biar tahu rasa,\u201d begitu kira-kira luapan kekesalan yang sering kita dengar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akan tetapi, sebagai pengikut Kristus, kita bukan lagi manusia duniawi, melainkan pribadi yang semestinya memiliki karakter Ilahi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>\u201cSebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.\u201d \u2013 Lukas 6:33<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tuhan ingin membuat pemisahan antara pengikut-Nya dengan orang-orang dunia. Dan, Yesus sendiri sudah memberi contoh kepada kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>\u201cAkan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.\u201d \u2013 Roma 5:8<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bukan sekadar memberi tumpangan, makanan, kesembuhan jasmani, atau berkat, Yesus bahkan rela memberikan nyawa-Nya bagi mereka yang berdosa terhadap diri-Nya. Tanpa belas kasihan, tidak mungkin Yesus sanggup melakukannya.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Tuhan Menghendaki Belas Kasihan<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5223 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/belas-kasihan-gkdi-2-300x200.jpg?resize=537%2C358&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/belas-kasihan-gkdi-2-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/belas-kasihan-gkdi-2.jpg 600w\" alt=\"belas kasihan - gkdi 2\" width=\"537\" height=\"358\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai orang Kristen, kita sering beribadah di dalam gedung gereja. Namun, Tuhan lebih senang kalau kita mengaplikasikan ibadah itu lewat tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Yesus tidak hanya berkhotbah di depan publik, tetapi turun dan melayani langsung orang-orang yang membutuhkan-Nya. Bahkan, terkadang Dia harus mengesampingkan urusan pribadi-Nya demi membantu orang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contohnya, ketika Yesus ingin menyendiri setelah kehilangan Yohanes Pembaptis (Matius 14:1-12). Meski sedang sedih dan berduka, Yesus memilih melayani orang banyak yang selalu mengikuti-Nya. Hati-Nya tergerak oleh belas kasihan saat melihat mereka yang sakit dan kelaparan (Matius 14:13-19).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>\u201cYang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan \u2026\u201d \u2013 Matius 12:7a<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sungguh ironis jika kita menjejali diri dengan banyak pengetahuan akan firman tetapi abai terhadap sesama. Kalau ingin melayani, sebenarnya kesempatan kita bukan hanya di gereja. Banyak sekali orang di luar sana yang membutuhkan pelayanan kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>\u201cIbadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka \u2026.\u201d \u2013 Yakobus 1:27a<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mantan pengasuh anak saya itu hanyalah seorang janda miskin yang sedang sakit. Dia tinggal di desa yang jauh dari akses kesehatan memadai, dan karenanya, membutuhkan tempat singgah selama menjalani pengobatan. Kalaupun kerjanya dulu mengecewakan, apakah itu bisa menjadi alasan bagi saya untuk tidak berbelas kasih kepadanya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seandainya saya ingat dan hidupi firman di Yakobus 1:27 sejak awal, saya pasti takkan keberatan memberi tumpangan kepadanya. Sebaliknya, saya akan menerima kedatangannya dengan tangan terbuka, karena itulah kesempatan konkret untuk mengaplikasikan firman Tuhan dalam hidup saya.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Belas Kasihan Meringankan Hati<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5224 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/belas-kasihan-gkdi-3-300x200.jpg?resize=640%2C426&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/belas-kasihan-gkdi-3-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/belas-kasihan-gkdi-3.jpg 600w\" alt=\"belas kasihan - gkdi 3\" width=\"640\" height=\"426\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan selalu mengenakan belas kasihan (Kolose 3:12), kita akan lebih mudah mengasihi sesama yang membutuhkan, tanpa memandang siapa orangnya\u2014karena kita melakukannya untuk Tuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbelas kasih juga memampukan kita melakukan dua hal ini:<\/p>\n<div class=\"indent\" style=\"text-align: justify;\">\n<p><strong>1. Belas kasihan memudahkan kita mengampuni<\/strong><\/p>\n<p>Jika Allah yang sempurna mau mengampuni kesalahan manusia, mengapa kita yang tidak sempurna justru tak mau menerima kesalahan orang lain?<\/p>\n<p>Menaruh belas kasihan bukan hanya membuat kita lebih mudah mengampuni, melainkan juga untuk mengasihi, bahkan melayani orang yang telah menyakiti kita.<\/p>\n<p><i>\u201cTetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.\u201d \u2013 Matius 6:15<\/i><\/p>\n<p><strong>2.\u00a0 Belas kasihan mendorong kita untuk memberi<\/strong><\/p>\n<p>Jangan hanya mengatakan, \u201cKasihan, ya,\u201d tetapi tidak berbuat apa-apa. Atau, kita sengaja menutup diri agar tidak dirugikan. Sadari bahwa apa yang ada pada kita saat ini bukanlah milik dan hak kita semata. Bisa jadi ada orang di luar sana yang butuh pertolongan, dan Tuhan menjawab doanya melalui diri kita.<\/p>\n<p>Alangkah beruntungnya kita ketika dipilih oleh Tuhan untuk menjadi jawaban atas doa sesama. Mungkin Tuhan ingin menjadikan rumah kita sebagai jawaban doa orang yang butuh tumpangan; uang kita sebagai jawaban doa orang yang terancam kelaparan; atau keringanan hati kita bagi orang yang tak sanggup lagi melunasi hutangnya. Apa pun itu, lakukanlah semampu kita untuk menjadi saluran kasih-Nya.<\/p>\n<h4><i>\u201cBarangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?\u201d \u2013 1 Yohanes 3:17<\/i><\/h4>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah saat ini kita masih sulit berbelas kasih kepada mereka yang pernah berbuat salah kepada kita, atau kita anggap tak pantas dikasihi? Jika ya, mintalah kepada Tuhan untuk mencurahkan kasih setia-Nya kepada kita. Belas kasihan Allah akan menuntun kita sehingga mampu melakukan tindakan kasih kepada mereka yang membutuhkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tuhan memberkati.(gkdi.org)<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Beberapa waktu lalu, saya dikabari bahwa mantan pengasuh anak saya sedang sakit dan perlu menjalani operasi. Untuk memudahkan proses pengobatan, dia ingin menginap di rumah kami. Mengingat \u00a0cara kerjanya dulu, sebenarnya saya kecewa dan enggan untuk bertemu kembali dengannya. Apalagi untuk memberi akomodasi di rumah kami selama berhari-hari, rasanya saya keberatan. Namun, setelah berdiskusi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46668,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1,3],"tags":[],"class_list":["post-46663","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":46668,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/bless.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/bless.jpg?fit=320%2C145&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/bless.jpg"},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/bless.jpg?fit=320%2C145&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1252","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46663","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46663"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46663\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46668"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46663"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46663"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46663"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}