{"id":46664,"date":"2020-07-22T08:08:51","date_gmt":"2020-07-22T01:08:51","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=46664"},"modified":"2020-07-18T09:08:53","modified_gmt":"2020-07-18T02:08:53","slug":"tantangan-terbesar-dalam-memikul-salib","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tantangan-terbesar-dalam-memikul-salib\/","title":{"rendered":"Tantangan Terbesar dalam Memikul Salib"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -Sepulang kerja, terkadang saya bertemu kolega atau tetangga yang sama-sama Kristen, untuk mengobrolkan beragam topik. Namun, ketika diskusi mengarah ke tema salib, saya menyadari tidak semua orang nyaman membahasnya. Ada yang menganggap salib adalah topik berat yang bikin pusing. Ada juga yang merasa sudah punya cukup masalah sehingga tak ingin ditambahi lagi dengan hal lain. Tentunya kita perlu mempertimbangkan situasi dan kondisi lawan bicara kita saat itu. Barangkali mereka sedang lelah, banyak pikiran, atau tidak konsentrasi. Jadi, bukan berarti mereka pasti akan menolak bicara tentang salib. Juga, bukan berarti mereka tidak sedang menanggung salib masing-masing. Sebaiknya jangan terburu-buru menghakimi bahwa teman kita kurang beriman, ya. Akan tetapi, lain ceritanya jika seorang Kristen selalu menghindari topik tentang salib, bahkan menghindari salibnya sendiri. Kenapa ini bisa terjadi? Dan, bagaimana seharusnya kita memandang salib Kristus? Setengah-Setengah atau Total? Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: \u201cSetiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.\u201d \u2013 Matius 16:24-25 Yesus tidak pernah berjanji bahwa dengan mengikuti-Nya, hidup kita akan enak, rezeki bertambah, atau orang akan selalu baik kepada kita. Dia memberikan syarat yang tidak mudah: menyangkal diri dan memikul salib. Ada orang yang setengah-setengah dalam mengikut Kristus, tetapi ada juga yang rela memikul salibnya dengan sepenuh jiwa-raga. Berikut penjelasan kedua tipe tersebut: 1. Yang Menarik Garis Batas (Matius 19:16-26)\u00a0\u00a0 Seorang muda yang kaya datang kepada Yesus dan bertanya apa yang harus ia lakukan untuk memperoleh hidup kekal. Ketika Yesus memintanya untuk menuruti segala perintah Allah, ia berkata bahwa semua sudah dilakukan (Matius 19:20). Namun, ternyata masih ada satu hal yang kurang. Kata Yesus kepadanya: \u201cJikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.\u201d \u2013 Matius 19:21 Hidup rohani orang muda ini bisa dibilang hampir sempurna; bahkan Yesus sendiri tidak menyanggah ucapannya. Namun, untuk menjadi sempurna, Yesus meminta satu hal lagi darinya: ia harus mengalahkan tantangan terbesarnya, yaitu cinta uang. Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya. \u2013 Matius 19:22 Salah satu tantangan paling serius dalam memikul salib adalah keluar dari zona nyaman. Orang muda ini menarik garis batas terhadap Yesus, karena ia lebih memilih hartanya. Padahal, Tuhan ingin kita tidak setengah-setengah dalam mengikuti Dia. Apa tantangan terbesar kita dalam memikul salib? Apakah harta, kedudukan, lingkungan, karakter, atau kebiasaan buruk? Kenyamanan apa yang membuat kita tidak total mengikuti Yesus? Berdoalah minta bantuan Allah agar kita dapat lebih bijak dan rela melepaskan apa yang menjauhkan kita dari Kristus. Jika perlu, diskusikanlah dengan saudara-saudari rohani yang mungkin dapat membantu kita dalam hal itu. 2. Yang Bersedia Mati Bagi Yesus (Kisah Para Rasul 6:8-15, 7:51-60) Stefanus adalah salah satu dari tujuh orang yang dipilih untuk melayani orang miskin (Kisah Para Rasul 6:5) yang menjadi martir pertama. Ia seorang yang penuh iman dan Roh Kudus. Ini menunjukkan bahwa Stefanus sepenuh hati menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Yesus. Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak. Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini\u2014anggota-anggota jemaat itu adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria\u2014bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus \u2026 \u2013 Kisah Para Rasul 6:8-9 Ketika Anda memikul salib, mungkin ada orang yang tidak senang, lalu mencari gara-gara dengan Anda. Barangkali Anda menghadapi berbagai risiko, misalnya kehilangan reputasi, diejek, difitnah, atau dijauhi teman. Stefanus juga mengalaminya. Untuk menghadapi konfrontasi orang-orang Yahudi, ia berani bersoal-jawab dengan mereka, bahkan bersaksi di depan Mahkamah Agama. Ia tidak gentar meski sadar ada bahaya besar yang menanti, dan pada akhirnya, harus menemui ajal di tangan mereka yang marah dengan penginjilannya. Memikul salib berarti siap menanggung aniaya, menjalani hal-hal yang tidak enak bagi kedagingan. Kita menanggalkan hal-hal yang merintangi hubungan kita dengan Yesus. Kita belajar tahan uji dalam menghadapi pergumulan, serta memupuk keberanian di dalam kesukaran. Menyangkal diri dan memikul salib adalah syarat mengikut Yesus yang wajib kita lakukan kalau kita serius mengikuti-Nya. Mari kita belajar memikul salib seperti Stefanus dan tidak menarik batas dalam hidup kita terhadap Yesus. Kita berikan komitmen total kita kepada-Nya, karena Dia telah lebih dahulu mengasihi kita dengan total, bahkan rela mati demi menebus dosa-dosa kita. Amin.(gkdi.org)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Sepulang kerja, terkadang saya bertemu kolega atau tetangga yang sama-sama Kristen, untuk mengobrolkan beragam topik. Namun, ketika diskusi mengarah ke tema salib, saya menyadari tidak semua orang nyaman membahasnya. Ada yang menganggap salib adalah topik berat yang bikin pusing. Ada juga yang merasa sudah punya cukup masalah sehingga tak ingin ditambahi lagi dengan hal lain.<\/p>\n<div class=\"td-container\">\n<div class=\"td-pb-row\">\n<div class=\"td-pb-span12 td-main-content\" role=\"main\">\n<div class=\"td-ss-main-content\">\n<div class=\"td-post-content\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Tentunya kita perlu mempertimbangkan situasi dan kondisi lawan bicara kita saat itu. Barangkali mereka sedang lelah, banyak pikiran, atau tidak konsentrasi. Jadi, bukan berarti mereka pasti akan menolak bicara tentang salib. Juga, bukan berarti mereka tidak sedang menanggung salib masing-masing. Sebaiknya jangan terburu-buru menghakimi bahwa teman kita kurang beriman, ya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akan tetapi, lain ceritanya jika seorang Kristen <i>selalu<\/i> menghindari topik tentang salib, bahkan menghindari salibnya sendiri. Kenapa ini bisa terjadi? Dan, bagaimana seharusnya kita memandang salib Kristus?<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Setengah-Setengah atau Total?<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5025 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/salib-gkdi-1-300x200.jpg?resize=640%2C426&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/salib-gkdi-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/salib-gkdi-1.jpg 600w\" alt=\"salib - gkdi 1\" width=\"640\" height=\"426\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: \u201cSetiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.\u201d \u2013 Matius 16:24-25<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yesus tidak pernah berjanji bahwa dengan mengikuti-Nya, hidup kita akan enak, rezeki bertambah, atau orang akan selalu baik kepada kita. Dia memberikan syarat yang tidak mudah: menyangkal diri dan memikul salib.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada orang yang setengah-setengah dalam mengikut Kristus, tetapi ada juga yang rela memikul salibnya dengan sepenuh jiwa-raga. Berikut penjelasan kedua tipe tersebut:<\/p>\n<div class=\"indent\" style=\"text-align: justify;\">\n<h4><strong>1. Yang Menarik Garis Batas (Matius 19:16-26)\u00a0\u00a0<\/strong><\/h4>\n<h4><strong><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5026 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/salib-gkdi-2-300x200.jpg?resize=640%2C427&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/salib-gkdi-2-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/salib-gkdi-2.jpg 600w\" alt=\"salib - gkdi 2\" width=\"640\" height=\"427\" \/><\/strong><\/h4>\n<p>Seorang muda yang kaya datang kepada Yesus dan bertanya apa yang harus ia lakukan untuk memperoleh hidup kekal. Ketika Yesus memintanya untuk menuruti segala perintah Allah, ia berkata bahwa semua sudah dilakukan (Matius 19:20). Namun, ternyata masih ada satu hal yang kurang.<\/p>\n<p><i>Kata Yesus kepadanya: \u201cJikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.\u201d \u2013 Matius 19:21<\/i><\/p>\n<p>Hidup rohani orang muda ini bisa dibilang hampir sempurna; bahkan Yesus sendiri tidak menyanggah ucapannya. Namun, untuk menjadi sempurna, Yesus meminta satu hal lagi darinya: ia harus mengalahkan tantangan terbesarnya, yaitu cinta uang.<\/p>\n<p><i>Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya. \u2013 Matius 19:22<\/i><\/p>\n<p>Salah satu tantangan paling serius dalam memikul salib adalah keluar dari zona nyaman. Orang muda ini menarik garis batas terhadap Yesus, karena ia lebih memilih hartanya. Padahal, Tuhan ingin kita tidak setengah-setengah dalam mengikuti Dia.<\/p>\n<p>Apa tantangan terbesar kita dalam memikul salib? Apakah harta, kedudukan, lingkungan, karakter, atau kebiasaan buruk? Kenyamanan apa yang membuat kita tidak total mengikuti Yesus?<\/p>\n<p>Berdoalah minta bantuan Allah agar kita dapat lebih bijak dan rela melepaskan apa yang menjauhkan kita dari Kristus. Jika perlu, diskusikanlah dengan saudara-saudari rohani yang mungkin dapat membantu kita dalam hal itu.<\/p>\n<h4><strong>2. Yang Bersedia Mati Bagi Yesus (Kisah Para Rasul 6:8-15, 7:51-60)<\/strong><\/h4>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5027 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/salib-gkdi-3-300x200.jpg?resize=640%2C427&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/salib-gkdi-3-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/salib-gkdi-3.jpg 600w\" alt=\"salib - gkdi 3\" width=\"640\" height=\"427\" \/><\/p>\n<p>Stefanus adalah salah satu dari tujuh orang yang dipilih untuk melayani orang miskin (Kisah Para Rasul 6:5) yang menjadi martir pertama. Ia seorang yang penuh iman dan Roh Kudus. Ini menunjukkan bahwa Stefanus sepenuh hati menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Yesus.<\/p>\n<p><i>Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak. Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini\u2014anggota-anggota jemaat itu adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria\u2014bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus \u2026 \u2013 Kisah Para Rasul 6:8-9<\/i><\/p>\n<h4>Ketika Anda memikul salib, mungkin ada orang yang tidak senang, lalu mencari gara-gara dengan Anda. Barangkali Anda menghadapi berbagai risiko, misalnya kehilangan reputasi, diejek, difitnah, atau dijauhi teman.<\/h4>\n<p>Stefanus juga mengalaminya. Untuk menghadapi konfrontasi orang-orang Yahudi, ia berani bersoal-jawab dengan mereka, bahkan bersaksi di depan Mahkamah Agama. Ia tidak gentar meski sadar ada bahaya besar yang menanti, dan pada akhirnya, harus menemui ajal di tangan mereka yang marah dengan penginjilannya.<\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memikul salib berarti siap menanggung aniaya, menjalani hal-hal yang tidak enak bagi kedagingan. Kita menanggalkan hal-hal yang merintangi hubungan kita dengan Yesus. Kita belajar tahan uji dalam menghadapi pergumulan, serta memupuk keberanian di dalam kesukaran. Menyangkal diri dan memikul salib adalah syarat mengikut Yesus yang wajib kita lakukan kalau kita serius mengikuti-Nya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mari kita belajar memikul salib seperti Stefanus dan tidak menarik batas dalam hidup kita terhadap Yesus. Kita berikan komitmen total kita kepada-Nya, karena Dia telah lebih dahulu mengasihi kita dengan total, bahkan rela mati demi menebus dosa-dosa kita. Amin.(gkdi.org)<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Sepulang kerja, terkadang saya bertemu kolega atau tetangga yang sama-sama Kristen, untuk mengobrolkan beragam topik. Namun, ketika diskusi mengarah ke tema salib, saya menyadari tidak semua orang nyaman membahasnya. Ada yang menganggap salib adalah topik berat yang bikin pusing. Ada juga yang merasa sudah punya cukup masalah sehingga tak ingin ditambahi lagi dengan hal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33360,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1,3],"tags":[],"class_list":["post-46664","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":33360,"alt_text":"","caption":"","description":"50b03217102877bbb7aa155959f64484","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/memikul-salib-setiap-hari-lukas-923_5df74c4d6ecf2.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/apakah-bapa-meninggalkan-yesus-saat-penyaliban_5df735afb3d6a.jpeg?fit=375%2C250&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/apakah-bapa-meninggalkan-yesus-saat-penyaliban_5df735afb3d6a.jpeg"},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/memikul-salib-setiap-hari-lukas-923_5df74c4d6ecf2.jpeg?fit=436%2C337&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1933","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46664","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46664"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46664\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33360"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46664"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46664"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46664"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}