{"id":46673,"date":"2020-07-24T08:02:11","date_gmt":"2020-07-24T01:02:11","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=46673"},"modified":"2020-07-18T09:17:02","modified_gmt":"2020-07-18T02:17:02","slug":"mazmur-23-ramai-ramai-jadi-follower-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/mazmur-23-ramai-ramai-jadi-follower-tuhan\/","title":{"rendered":"Mazmur 23: Ramai-Ramai Jadi Follower Tuhan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id -Mazmur 23 merupakan salah satu mazmur Daud yang paling terkenal. Banyak orang Kristen hafal betul isi pasal ini. Karya luar biasa ini tercipta berkat kedekatan Daud dengan Tuhan. Daud menjadi follower atau pengikut Tuhan yang sejati. Sebagian dari kita rutin mengecek akun media sosial. Kita ingin tahu bagaimana keseharian hidup para figur publik dan idola kita, entah artis, atlet, endorser, atau tokoh masyarakat. Pastinya kita punya alasan untuk mem-follow seseorang. Mungkin dia inspirasional, baik, lucu, pintar, menarik, dan lain sebagainya. Nah, andaikan Tuhan punya akun medsos, maukah kita follow Dia? Atau, justru kita unfollow karena merasa apa yang Dia kerjakan tak terlalu penting untuk disimak? Sebelum Anda menjawab pertanyaan di atas, yuk, simak apa saja yang perlu diketahui tentang menjadi follower Tuhan. Arti Menjadi Follower Jejak Kristus \u201cSebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.\u201d \u2013 1 Petrus 2:21 Terpanggil sebagai orang Kristen seharusnya memberi kita semangat, karena Tuhan Yesus telah meninggalkan jejak teladan yang patut kita ikuti. Mengasihi orang lain, hidup dalam pengharapan, punya iman, dan suka menolong adalah sebagian dari banyak jejak-Nya. Menjadi follower Kristus berarti mengikuti teladan-Nya agar karakter kita semakin mirip dengan-Nya. Terlebih, Tuhan akan memampukan para follower-Nya untuk menjadi keselamatan bagi sesama, seperti yang dikatakan Matius 4:19: \u201cMari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.\u201d Waspadai Haters, Perusak Hubungan dengan Tuhan \u201c\u2026 dan berkata: \u201cHai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu.\u201d \u2013 Kisah Para Rasul 13:10 Wah, ternyata bukan hanya artis yang punya haters alias para pembenci. Musuh terbesar kita, si iblis, selalu berniat merusak hubungan kita dengan Tuhan. Musuh ini tak terlihat tapi sangat berbahaya karena punya segala cara untuk membalikkan kebenaran. Namun, jangan khawatir. Alkitab sudah memberikan tips menghadapi haters satu ini, yakni dengan, \u201cKenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.\u201d (Efesus 6:11). Lihat semua perlengkapan senjata Allah di Efesus 6:14-18. Mazmur 23: Alasan Daud menjadi Follower Tuhan 1. Kasih-Nya Nyata Pernahkah Anda tiba di titik di mana hidup mulai tak terarah, selalu merasa kekurangan, dan kehilangan bimbingan? Situasi ini terjadi karena kita tidak memberi ruang bagi Tuhan untuk menjadi gembala hidup kita. \u201cMazmur Daud. Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang.\u201d \u2013 Mazmur 23:1-2 Ada janji yang sangat luar biasa ketika kita mau hidup dalam penggembalaan Tuhan. Kasih Allah yang tulus terbukti nyata bagi para pengikut-Nya yang setia. Dengan menjadikan Tuhan gembala hidup, kita akan dijauhkan dari kesepian dan ketakutan akibat kehilangan pegangan. Hidup kita senantiasa dicukupi. Tuhanmembimbing dan menuntun kita di jalan yang benar menuju hidup kekal. \u201cDomba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.\u201d \u2013 Yohanes 10:27-28 2. Dia Setia dan Murah Hati \u201cSekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau \u00a0besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, dihadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak: pialaku penuh melimpah.\u201d \u2013 Mazmur 23:4-5 Menjadi seorang Kristen bukan berarti kita luput dari masalah. Mungkin kita dijauhi karena hidup benar, atau dicemooh karena tidak mengikuti cara hidup dunia. Ada musuh yang ingin menjatuhkan dan mendukakan hati kita. Ketika kita menjadi follower Tuhan, kemurahan hati-Nya akan selalu menyertai kita. Dia menjaga kita dari bahaya dan memberi penghiburan di kala kita sedih atau terluka. Sedemikian detail Tuhan dalam pemeliharaan-Nya, Dia selalu memastikan untuk memberi yang terbaik bagi anak-anak-Nya. Apa pun yang terjadi, kita tetap tenang karena Tuhan menerangi setiap langkah kehidupan kita. Yesus berkata, \u201cAkulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.\u201d (Yohanes 8:12). Dengan banyaknya kebaikan yang kita terima, tidak ada alasan untuk unfollow Tuhan dalam kehidupan kita. Tanpa Dia, hidup ini terasa hampa dan tak bermakna. Mari menjadi follower Tuhan yang bersemangat mengikuti cara hidup-Nya. Biarkan kebajikan dan kemurahan-Nya berdiam dalam diri kita, dan rumah Tuhan akan jadi tempat penantian terindah. Mazmur 23:6 \u201cKebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku: dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa\u201d Selamat menjadi follower Tuhan yang sejati!(gkdi.org)\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Mazmur 23 merupakan salah satu mazmur Daud yang paling terkenal. Banyak orang Kristen hafal betul isi pasal ini. Karya luar biasa ini tercipta berkat kedekatan Daud dengan Tuhan. Daud menjadi <i>follower<\/i> atau pengikut Tuhan yang sejati.<\/p>\n<div class=\"td-container\">\n<div class=\"td-pb-row\">\n<div class=\"td-pb-span12 td-main-content\" role=\"main\">\n<div class=\"td-ss-main-content\">\n<div class=\"td-post-content\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagian dari kita rutin mengecek akun media sosial. Kita ingin tahu bagaimana keseharian hidup para figur publik dan idola kita, entah artis, atlet, <i>endorser<\/i>, atau tokoh masyarakat. Pastinya kita punya alasan untuk mem-<i>follow<\/i> seseorang. Mungkin dia inspirasional, baik, lucu, pintar, menarik, dan lain sebagainya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, andaikan Tuhan punya akun medsos, maukah kita <i>follow<\/i> Dia? Atau, justru kita <i>unfollow<\/i> karena merasa apa yang Dia kerjakan tak terlalu penting untuk disimak?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum Anda menjawab pertanyaan di atas, yuk, simak apa saja yang perlu diketahui tentang menjadi <i>follower<\/i> Tuhan.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Arti Menjadi <\/b><b><i>Follower<\/i><\/b><b> Jejak Kristus<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4199 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-1-300x200.jpg?resize=640%2C427&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-1-768x512.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-1-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-1-696x464.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-1-1068x712.jpg 1068w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-1-630x420.jpg 630w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-1.jpg 1280w\" alt=\"mazmur 23 - gkdi 1\" width=\"640\" height=\"427\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>\u201cSebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan <\/i><b><i>telah meninggalkan teladan bagimu<\/i><\/b><i>, supaya kamu <\/i><b><i>mengikuti jejak-Nya<\/i><\/b><i>.\u201d \u2013 1 Petrus 2:21 <\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terpanggil sebagai orang Kristen seharusnya memberi kita semangat, karena Tuhan Yesus telah meninggalkan jejak teladan yang patut kita ikuti. Mengasihi orang lain, hidup dalam pengharapan, punya iman, dan suka menolong adalah sebagian dari banyak jejak-Nya. Menjadi <i>follower<\/i> Kristus berarti mengikuti teladan-Nya agar karakter kita semakin mirip dengan-Nya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terlebih, Tuhan akan memampukan para <i>follower<\/i>-Nya untuk menjadi keselamatan bagi sesama, seperti yang dikatakan Matius 4:19: <i>\u201cMari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.\u201d<\/i><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Waspadai <\/b><b><i>Haters,<\/i><\/b><b> Perusak Hubungan dengan Tuhan<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4200 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-2-300x170.jpg?resize=640%2C362&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-2-300x170.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-2-768x434.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-2-1024x579.jpg 1024w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-2-696x394.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-2-1068x604.jpg 1068w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-2-743x420.jpg 743w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-2.jpg 1280w\" alt=\"mazmur 23 - gkdi 2\" width=\"640\" height=\"362\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>\u201c\u2026 dan berkata: \u201cHai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, <\/i><b><i>engkau musuh segala kebenaran<\/i><\/b><i>, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu.\u201d \u2013 Kisah Para Rasul 13:10<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wah, ternyata bukan hanya artis yang punya <i>haters<\/i> alias para pembenci. Musuh terbesar kita, si iblis, selalu berniat merusak hubungan kita dengan Tuhan. Musuh ini tak terlihat tapi sangat berbahaya karena punya segala cara untuk membalikkan kebenaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, jangan khawatir. Alkitab sudah memberikan tips menghadapi <i>haters<\/i> satu ini, yakni dengan,<i> \u201cKenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.\u201d (Efesus 6:11). <\/i>Lihat semua perlengkapan senjata Allah di Efesus 6:14-18.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Mazmur 23: Alasan Daud menjadi <\/b><b><i>Follower<\/i><\/b><b> Tuhan<\/b><\/h2>\n<div class=\"indent\" style=\"text-align: justify;\">\n<h4><strong>1. Kasih-Nya Nyata<\/strong><\/h4>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4201 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-3-300x200.jpeg?resize=640%2C426&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-3-300x200.jpeg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-3-768x512.jpeg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-3-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-3-696x464.jpeg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-3-1068x712.jpeg 1068w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-3-630x420.jpeg 630w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-3.jpeg 1280w\" alt=\"mazmur 23 - gkdi 3\" width=\"640\" height=\"426\" \/><\/p>\n<p>Pernahkah Anda tiba di titik di mana hidup mulai tak terarah, selalu merasa kekurangan, dan kehilangan bimbingan? Situasi ini terjadi karena kita tidak memberi ruang bagi Tuhan untuk menjadi gembala hidup kita.<\/p>\n<p><i>\u201cMazmur Daud. Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang.\u201d \u2013 Mazmur 23:1-2<\/i><\/p>\n<p>Ada janji yang sangat luar biasa ketika kita mau hidup dalam penggembalaan Tuhan. Kasih Allah yang tulus terbukti nyata bagi para pengikut-Nya yang setia. Dengan menjadikan Tuhan gembala hidup, kita akan dijauhkan dari kesepian dan ketakutan akibat kehilangan pegangan. Hidup kita senantiasa dicukupi. Tuhanmembimbing dan menuntun kita di jalan yang benar menuju hidup kekal.<\/p>\n<p><i>\u201cDomba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.\u201d \u2013 Yohanes 10:27-28<\/i><\/p>\n<h4><strong>2. Dia Setia dan Murah Hati<\/strong><\/h4>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4202 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-4-300x200.jpg?resize=640%2C426&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-4-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-4-768x512.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-4-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-4-696x464.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-4-1068x712.jpg 1068w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-4-630x420.jpg 630w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/mazmur-23-gkdi-4.jpg 1280w\" alt=\"mazmur 23 - gkdi 4\" width=\"640\" height=\"426\" \/><\/p>\n<p><i>\u201cSekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau \u00a0besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, dihadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak: pialaku penuh melimpah.\u201d \u2013 Mazmur 23:4-5<\/i><\/p>\n<p>Menjadi seorang Kristen bukan berarti kita luput dari masalah. Mungkin kita dijauhi karena hidup benar, atau dicemooh karena tidak mengikuti cara hidup dunia. Ada musuh yang ingin menjatuhkan dan mendukakan hati kita.<\/p>\n<p>Ketika kita menjadi <i>follower<\/i> Tuhan, kemurahan hati-Nya akan selalu menyertai kita. Dia menjaga kita dari bahaya dan memberi penghiburan di kala kita sedih atau terluka. Sedemikian detail Tuhan dalam pemeliharaan-Nya, Dia selalu memastikan untuk memberi yang terbaik bagi anak-anak-Nya.<\/p>\n<p>Apa pun yang terjadi, kita tetap tenang karena Tuhan menerangi setiap langkah kehidupan kita. Yesus berkata, <i>\u201cAkulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.\u201d (Yohanes 8:12).<\/i><\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan banyaknya kebaikan yang kita terima, tidak ada alasan untuk <i>unfollow<\/i> Tuhan dalam kehidupan kita. Tanpa Dia, hidup ini terasa hampa dan tak bermakna. Mari menjadi <i>follower<\/i> Tuhan yang bersemangat mengikuti cara hidup-Nya. Biarkan kebajikan dan kemurahan-Nya berdiam dalam diri kita, dan rumah Tuhan akan jadi tempat penantian terindah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b><i>Mazmur 23:6<\/i><\/b><i> \u201cKebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku: dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa\u201d<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selamat menjadi <i>follower<\/i> Tuhan yang sejati!(gkdi.org)<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Mazmur 23 merupakan salah satu mazmur Daud yang paling terkenal. Banyak orang Kristen hafal betul isi pasal ini. Karya luar biasa ini tercipta berkat kedekatan Daud dengan Tuhan. Daud menjadi follower atau pengikut Tuhan yang sejati. Sebagian dari kita rutin mengecek akun media sosial. Kita ingin tahu bagaimana keseharian hidup para figur publik dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":45468,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[1,3],"tags":[],"class_list":["post-46673","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":45468,"alt_text":"","caption":"","description":"aec7026cd5ad02aab684214dc74c2919","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/pembangunan-gereja-dan-pura-masih-kerap-ditolak-pemerintah-klaim-angka-kerukunan-umat-beragama-indonesia-tinggi_5e8067729b6aa.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/pembangunan-gereja-dan-pura-masih-kerap-ditolak-pemerintah-klaim-angka-kerukunan-umat-beragama-indonesia-tinggi_5e8067729b6aa.jpeg?fit=320%2C180&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/pembangunan-gereja-dan-pura-masih-kerap-ditolak-pemerintah-klaim-angka-kerukunan-umat-beragama-indonesia-tinggi_5e8067729b6aa.jpeg"},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/pembangunan-gereja-dan-pura-masih-kerap-ditolak-pemerintah-klaim-angka-kerukunan-umat-beragama-indonesia-tinggi_5e8067729b6aa.jpeg?fit=320%2C180&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1304","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46673","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46673"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46673\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45468"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46673"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46673"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46673"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}