{"id":46674,"date":"2020-07-25T08:02:13","date_gmt":"2020-07-25T01:02:13","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=46674"},"modified":"2020-07-18T09:19:14","modified_gmt":"2020-07-18T02:19:14","slug":"resep-rahasia-sukacita-sejati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/resep-rahasia-sukacita-sejati\/","title":{"rendered":"Resep Rahasia Sukacita Sejati"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id -Apakah saat ini Anda bersukacita? Apakah sukacita Anda bersumber dari situasi tertentu atau karena predikat Anda sebagai orang Kristen? Lalu, mengapa banyak orang yang mengaku Kristen, rajin pelayanan dan ibadah, tetapi tidak merasakan sukacita? Hidupnya terbelenggu dukacita, entah dalam bentuk kesedihan, kekhawatiran, kekecewaan, bahkan kepahitan. Atau, orang-orang di sekeliling Anda bersukacita, tetapi Anda tidak. Apa resepnya supaya kita bisa selalu bersukacita? Senang, tapi Tidak Sukacita Saya dikenal sebagai seorang yang ceria, punya rasa humor yang tinggi, dan gampang mencairkan suasana. Seorang ekstrovert yang mudah bergaul, bahkan orang yang baru kenal sekalipun. Teman-teman sering berkomentar, \u201cKamu sepertinya nggak pernah sedih, hidupmu tanpa masalah. Ketawa melulu, selalu bersukacita, dan pembawaanmu menyenangkan.\u201d Awalnya saya bersyukur sekaligus bangga dengan komentar mereka. Namun, pada suatu titik, saya berpikir, \u201cKalau saya bisa membuat orang lain tertawa, membawa sukacita bagi mereka, kenapa saya tidak bisa merasakan hal serupa?\u201d Rasa senang bersifat sesaat dan situasional, sedangkan sukacita berjangka lama dan tak tergantung kondisi eksternal. Walaupun dari luar saya kelihatan senang, sesungguhnya saya tak dapat memberi sukacita untuk diri sendiri. Saya merasa telah berjuang untuk membahagiakan keluarga, tetapi diri sendiri tidak bahagia. Ujung-ujungnya, saya mulai mengasihani diri. Namun, ketika saya mulai rutin Bible study, belajar mengenal Tuhan dan diri sendiri, saya pun bisa merasakan sukacita. Pemahaman saya tentang Allah membantu mengubah pola pikir saya tentang sukacita. Berikut saya bagikan rahasia mendapatkan sukacita sejati. 3 Resep Rahasia Sukacita Sejati 1. Resep 1: Kenali Tujuan Hidupmu Kalau ditanya, \u201cKenapa Anda diciptakan Tuhan dalam lingkungan sekarang?\u201d apa jawaban Anda? Beberapa mungkin berkata, \u201cUntuk memuliakan nama Tuhan.\u201d Jawaban yang umum dan lumrah, tapi sempat membuat saya tetap tidak memahami tujuan hidup saya. Kemudian, saya menemukan ayat ini: \u201cKarena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.\u201d \u2013 Efesus 2:10 Setiap manusia diciptakan dengan tujuan dan sesuai gambar Allah (Kejadian 1:27). Kita diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik, yang Allah rencanakan sebelum kita lahir. Dia ingin kita menghidupi tujuan tersebut dengan berada di dalam-Nya. Artinya, kita memiliki pola pikir, karakter, dan hati yang sama seperti Kristus (Christlike). Dengan mengenali dan menjalani tujuan hidup kita, barulah kita dapat bersyukur. Kita tidak lagi mengasihani diri atau terus-terusan bingung, tetapi menaruh harapan kepada Tuhan dan berusaha menyenangkan hati-Nya. 2. Resep 2: Belajar Peduli dan Mengasihi Orang Lain \u201cAku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa\u00a0dengan sukacita.\u201d \u2013 Filipi 1:3-4 Paulus, yang sedang mengalami penganiayaan, tetap dilimpahi sukacita saat berdoa dan bersyukur bagi jemaat Filipi. Padahal, jemaat Filipi saat itu digerogoti ajaran sesat dan perselisihan internal. Namun, respon Paulus tetap positif. Ketika saya mempraktikkan teladan Paulus, barulah saya paham kenapa Paulus mampu senantiasa bersukacita. Saat saya belajar peduli dan mengasihi orang lain\u2014terutama mereka dengan latar belakang dan golongan berbeda\u2014saya merasakan sukacita tak ternilai. Pola pikir yang benar tentang kasih memberi kita sukacita sejati. Saat saya mendoakan atau membantu orang lain tanpa pamrih, saya mengambil bagian dalam pergumulannya. Inilah yang membuat hidup saya lebih bermakna sebagai seorang Kristen. Menyaksikan orang lain bertumbuh dalam iman dan bagaimana Tuhanbekerja dalam hidupnya memberi saya sukacita luar biasa. 3. Resep 3: Bertobatlah \u201cNamun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat.\u201d \u2013 2 Korintus 7:9\u00a0 Kita akan sulit mengalami sukacita kalau masih mempermainkan Tuhan dengan dosa. Pertobatan adalah bagian dari langkah iman. Mengaku percaya pada Yesus, tetapi tidak bertobat, berarti belum sepenuhnya percaya (Lukas 13:1-5). Dahulu Paulus adalah penganiaya murid Yesus. Setelah berpaling dari dosa-dosanya dan mengikut Kristus, Paulus pun mendapatkan sumber sukacita sejati (2 Korintus 7:9-11). Jadi, mari tanggalkan belenggu dosa supaya kita dapat merasakan sepenuhnya sukacita Allah dalam hidup kita. Dengan mengenali tujuan hidup Anda, belajar mengasihi orang lain, dan bertobat, niscaya hidup Anda akan terisi sukacita sejati. Silakan mencoba resep rahasia di atas, dan selamat menjalani hidup penuh sukacita!(gkdi.org)\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Apakah saat ini Anda bersukacita? Apakah sukacita Anda bersumber dari situasi tertentu atau karena predikat Anda sebagai orang Kristen?<\/p>\n<div class=\"td-container\">\n<div class=\"td-pb-row\">\n<div class=\"td-pb-span12 td-main-content\" role=\"main\">\n<div class=\"td-ss-main-content\">\n<div class=\"td-post-content\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu, mengapa banyak orang yang mengaku Kristen, rajin pelayanan dan ibadah, tetapi tidak merasakan sukacita? Hidupnya terbelenggu dukacita, entah dalam bentuk kesedihan, kekhawatiran, kekecewaan, bahkan kepahitan. Atau, orang-orang di sekeliling Anda bersukacita, tetapi Anda tidak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa resepnya supaya kita bisa selalu bersukacita?<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Senang, tapi Tidak Sukacita<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4037 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-1-300x200.jpeg?resize=640%2C426&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-1-300x200.jpeg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-1-768x512.jpeg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-1-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-1-696x464.jpeg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-1-1068x712.jpeg 1068w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-1-630x420.jpeg 630w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-1.jpeg 1280w\" alt=\"sukacita - gkdi 1\" width=\"640\" height=\"426\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya dikenal sebagai seorang yang ceria, punya rasa humor yang tinggi, dan gampang mencairkan suasana. Seorang ekstrovert yang mudah bergaul, bahkan orang yang baru kenal sekalipun. Teman-teman sering berkomentar, \u201cKamu sepertinya nggak pernah sedih, hidupmu tanpa masalah. Ketawa melulu, selalu bersukacita, dan pembawaanmu menyenangkan.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Awalnya saya bersyukur sekaligus bangga dengan komentar mereka. Namun, pada suatu titik, saya berpikir, \u201cKalau saya bisa membuat orang lain tertawa, membawa sukacita bagi mereka, kenapa saya tidak bisa merasakan hal serupa?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rasa senang bersifat sesaat dan situasional, sedangkan sukacita berjangka lama dan tak tergantung kondisi eksternal. Walaupun dari luar saya kelihatan senang, sesungguhnya saya tak dapat memberi sukacita untuk diri sendiri. Saya merasa telah berjuang untuk membahagiakan keluarga, tetapi diri sendiri tidak bahagia. Ujung-ujungnya, saya mulai mengasihani diri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, ketika saya mulai rutin <i>Bible study<\/i>, belajar mengenal Tuhan dan diri sendiri, saya pun bisa merasakan sukacita. Pemahaman saya tentang Allah membantu mengubah pola pikir saya tentang sukacita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut saya bagikan rahasia mendapatkan sukacita sejati.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>3 Resep Rahasia Sukacita Sejati<\/b><\/h2>\n<div class=\"indent\" style=\"text-align: justify;\">\n<h4><b>1. Resep 1: Kenali Tujuan Hidupmu<\/b><\/h4>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4038 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-2-196x300.jpeg?resize=320%2C489&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-2-196x300.jpeg 196w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-2-274x420.jpeg 274w\" alt=\"sukacita - gkdi 2\" width=\"320\" height=\"489\" \/><\/p>\n<p>Kalau ditanya, \u201cKenapa Anda diciptakan Tuhan dalam lingkungan sekarang?\u201d apa jawaban Anda?<\/p>\n<p>Beberapa mungkin berkata, \u201cUntuk memuliakan nama Tuhan.\u201d Jawaban yang umum dan lumrah, tapi sempat membuat saya tetap tidak memahami tujuan hidup saya.<\/p>\n<p>Kemudian, saya menemukan ayat ini:<\/p>\n<p><i>\u201cKarena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.\u201d \u2013 Efesus 2:10<\/i><\/p>\n<p>Setiap manusia diciptakan dengan tujuan dan sesuai gambar Allah (Kejadian 1:27). Kita diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik, yang Allah rencanakan sebelum kita lahir. Dia ingin kita menghidupi tujuan tersebut dengan berada di dalam-Nya. Artinya, kita memiliki pola pikir, karakter, dan hati yang sama seperti Kristus (<i>Christlike<\/i>).<\/p>\n<p>Dengan mengenali dan menjalani tujuan hidup kita, barulah kita dapat bersyukur. Kita tidak lagi mengasihani diri atau terus-terusan bingung, tetapi menaruh harapan kepada Tuhan dan berusaha menyenangkan hati-Nya.<\/p>\n<h4><b>2. Resep 2: Belajar Peduli dan Mengasihi Orang Lain<\/b><\/h4>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4039 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-3-300x169.jpeg?resize=640%2C361&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-3-300x169.jpeg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-3-768x432.jpeg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-3-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-3-696x392.jpeg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-3-1068x601.jpeg 1068w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-3-747x420.jpeg 747w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-3.jpeg 1280w\" alt=\"sukacita - gkdi 3\" width=\"640\" height=\"361\" \/><\/p>\n<p><i>\u201cAku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa\u00a0dengan sukacita.\u201d \u2013 Filipi 1:3-4<\/i><\/p>\n<p>Paulus, yang sedang mengalami penganiayaan, tetap dilimpahi sukacita saat berdoa dan bersyukur bagi jemaat Filipi. Padahal, jemaat Filipi saat itu digerogoti ajaran sesat dan perselisihan internal. Namun, respon Paulus tetap positif.<\/p>\n<p>Ketika saya mempraktikkan teladan Paulus, barulah saya paham kenapa Paulus mampu senantiasa bersukacita. Saat saya belajar peduli dan mengasihi orang lain\u2014terutama mereka dengan latar belakang dan golongan berbeda\u2014saya merasakan sukacita tak ternilai.<\/p>\n<p>Pola pikir yang benar tentang kasih memberi kita sukacita sejati. Saat saya mendoakan atau membantu orang lain tanpa pamrih, saya mengambil bagian dalam pergumulannya. Inilah yang membuat hidup saya lebih bermakna sebagai seorang Kristen. Menyaksikan orang lain bertumbuh dalam iman dan bagaimana Tuhanbekerja dalam hidupnya memberi saya sukacita luar biasa.<\/p>\n<h4><b>3. Resep 3: Bertobatlah<\/b><\/h4>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4040 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-4-300x200.jpg?resize=640%2C427&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-4-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-4-768x512.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-4-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-4-696x464.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-4-1068x712.jpg 1068w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-4-630x420.jpg 630w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/sukacita-gkdi-4.jpg 1280w\" alt=\"sukacita - gkdi 4\" width=\"640\" height=\"427\" \/><\/p>\n<p><i>\u201cNamun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat.\u201d \u2013 2 Korintus 7:9<\/i><b><i>\u00a0<\/i><\/b><\/p>\n<p>Kita akan sulit mengalami sukacita kalau masih mempermainkan Tuhan dengan dosa. Pertobatan adalah bagian dari langkah iman. Mengaku percaya pada Yesus, tetapi tidak bertobat, berarti belum sepenuhnya percaya (Lukas 13:1-5).<\/p>\n<p>Dahulu Paulus adalah penganiaya murid Yesus. Setelah berpaling dari dosa-dosanya dan mengikut Kristus, Paulus pun mendapatkan sumber sukacita sejati (2 Korintus 7:9-11). Jadi, mari tanggalkan belenggu dosa supaya kita dapat merasakan sepenuhnya sukacita Allah dalam hidup kita.<\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan mengenali tujuan hidup Anda, belajar mengasihi orang lain, dan bertobat, niscaya hidup Anda akan terisi sukacita sejati. Silakan mencoba resep rahasia di atas, dan selamat menjalani hidup penuh sukacita!(gkdi.org)<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Apakah saat ini Anda bersukacita? Apakah sukacita Anda bersumber dari situasi tertentu atau karena predikat Anda sebagai orang Kristen? Lalu, mengapa banyak orang yang mengaku Kristen, rajin pelayanan dan ibadah, tetapi tidak merasakan sukacita? Hidupnya terbelenggu dukacita, entah dalam bentuk kesedihan, kekhawatiran, kekecewaan, bahkan kepahitan. Atau, orang-orang di sekeliling Anda bersukacita, tetapi Anda tidak. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46454,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[1,3],"tags":[],"class_list":["post-46674","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":46454,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/masa-muda.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/masa-muda.jpg?fit=274%2C184&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/masa-muda.jpg"},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/masa-muda.jpg?fit=274%2C184&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1553","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46674","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46674"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46674\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46454"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46674"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46674"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46674"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}