{"id":46675,"date":"2020-07-26T08:02:53","date_gmt":"2020-07-26T01:02:53","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=46675"},"modified":"2020-07-18T09:24:37","modified_gmt":"2020-07-18T02:24:37","slug":"tak-enak-maka-tak-taat-bagaimana-melaksanakan-firman-tuhan-tanpa-pilih-pilih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tak-enak-maka-tak-taat-bagaimana-melaksanakan-firman-tuhan-tanpa-pilih-pilih\/","title":{"rendered":"Tak Enak Maka Tak Taat: Bagaimana Melaksanakan Firman Tuhan Tanpa Pilih-Pilih"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -Firman Tuhan adalah bagian integral kehidupan umat Kristiani. Lewat Firman Tuhan, kita dikuatkan dan dihibur, serta bertumbuh dalam pengenalan akan Allah. Firman-Nya adalah makanan menjaga kesehatan tubuh rohani kita. Namun, makanan sehat terkadang rasanya tidak enak, seperti halnya teguran keras dan didikan Tuhan. Dan, ibarat anak kecil menolak makan sayur pahit, sadarkah Anda bahwa kita seringkali memilah-milah \u2018makanan rohani\u2019? Orang Kristen yang Sehat Rohani Dalam kekristenan, hubungan manusia dengan Allah diibaratkan seperti tubuh (1 Korintus 12:12-27). Yesus adalah kepala dan kita (umat Kristen) sebagai anggota tubuh (Efesus 1:22-23). Tubuh yang sehat adalah tubuh yang berfungsi baik. Setiap anggotanya bekerja sesuai peran masing-masing. Selain itu, anggota tubuh yang sehat adalah anggota yang \u2018patuh\u2019 terhadap perintah otak (kepala). Jika otak memerintahkan kaki untuk berjalan, maka kaki akan berjalan. Otak berkomunikasi dengan tubuh melalui syaraf, seperti halnya Tuhan berkomunikasi dengan kita melalui Firman-Nya (Alkitab). Jadi, bagaimana cara menjadi seorang Kristen yang sehat rohani? Mari simak lebih jauh cara melihat dan menyikapi Firman Tuhan dalam Matius 19:16-26 (kisah Orang Muda Yang Kaya). Mengasihi Tuhan berarti adalah taat kepada perintah-Nya Jawab Yesus: \u201cApakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.\u201d \u2013 Matius 19:17 Dalam ayat ini, Yesus menjawab pertanyaan seorang anak muda yang kaya tentang perbuatan baik. Kunci memiliki kehidupan adalah menuruti perintah Tuhan. Yoh 14:15 mengatakan bahwa bukti bahwa kita mengasihi Tuhan adalah dengan menuruti perintah-Nya. Ketaatan menunjukan kualitas karakter yang berorientasi pada masa depan. Sejauh mana kualitas hubungan kita dengan Tuhan bergantung pada ketaatan kita. Berkat, mujizat, kuasa, dan janji Tuhan dapat kita rasakan jika kita taat pada Firman-Nya. Dengan kata lain, untuk menjadi anggota tubuh yang sehat, kita perlu menaati Firman Tuhan. Stop Pilih-pilih Firman Tuhan Kata orang muda itu kepada-Nya: \u201cSemuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?\u201d Kata Yesus kepadanya: \u201cJikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.\u201d Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya. \u2013 Matius 19:20-22 Saya percaya semua orang Kristen berusaha taat kepada Firman Tuhan. Pertanyaannya, apakah semua orang Kristen taat kepada seluruh bagian firman? Kecenderungannya adalah kita lebih menaati apa yang kita sukai. Kita senang memilah-milah Firman Tuhan. Memilih ayat-ayat yang kita anggap mudah dan nyaman dilakukan. Mengabaikan yang tidak cocok dengan kita. Tanpa sadar, kita menjadi anak muda yang kaya itu, yang pergi mengabaikan perintah Yesus karena sulit melepas hartanya. Bicara harta tidak selalu soal materi. Kenyamanan dan egoisme dapat menjadi \u2018harta berharga\u2019 kita. \u201cBukan gue banget,\u201d seringkali menjadi alasan kita mengabaikan Firman Tuhan. Ibaratnya, kepala memerintahkan tangan untuk bergerak, tetapi tangan menolak, seperti yang terjadi pada serangan stroke. Nah, apakah saat ini kita termasuk Kristen yang sehat? Atau, jangan-jangan kita sedang mengalami gejala stroke rohani? Tutup mata dan melangkahlah \u201cBagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.\u201d \u2013 Matius 19:26 Meskipun kita berusaha menaati semua firman, kita tetap manusia yang penuh dengan kelemahan. Kita tidak sempurna. Tidak mungkin melakukan semua perintah Tuhan. Namun, hati-hati\u2014pernyataan ini sering menjadi pembelaan diri orang Kristen untuk tidak melakukan sebagian Firman Tuhan. Umpamanya, kita belajar naik sepeda. Kalau belum mulai saja kita sudah berpikir akan jatuh, atau menganggap mustahil bisa seimbang dengan dua roda, atau membayangkan betapa melelahkan naik sepeda, pasti kita takkan pernah mahir naik sepeda. Sama seperti melakukan Firman Tuhan, pikiran kita seringkali menjadi penghalang. Kita sibuk berpikir dan menduga-duga apa yang akan terjadi. Kita mengukur diri dan menimbang-nimbang untung-rugi. Alhasil kita sulit bertumbuh. Dari tahun ke tahun, kita terus menghadapi pergumulan yang sama. Yang harus kita lakukan adalah melangkah dengan \u2018ketaatan buta\u2019. Melaksanakan Firman tanpa melihat siapa diri kita, latar belakang kita, atau apa pendapat orang tentang kita. Fokus kita hanya kepada Tuhan, taat kepada perintah-Nya karena kita mengasihi Tuhan. Niscaya, Tuhan akan menyertai kita. Menolong kita di kala sulit, memberi hikmat di kala buntu, dan menguatkan kita di kala lemah. Jadi, tetaplah taat pada Firman Tuhan dan biarkan Tuhan memungkinkan segala sesuatu terjadi. Amin!(gkdi.org)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Firman Tuhan adalah bagian integral kehidupan umat Kristiani. Lewat Firman Tuhan, kita dikuatkan dan dihibur, serta bertumbuh dalam pengenalan akan Allah. Firman-Nya adalah makanan menjaga kesehatan tubuh rohani kita. Namun, makanan sehat terkadang rasanya tidak enak, seperti halnya teguran keras dan didikan Tuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan, ibarat anak kecil menolak makan sayur pahit, sadarkah Anda bahwa kita seringkali memilah-milah \u2018makanan rohani\u2019?<\/p>\n<div class=\"indent\" style=\"text-align: justify;\">\n<h2><b>Orang Kristen yang Sehat Rohani<\/b><\/h2>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3959 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-1-300x200.jpeg?resize=540%2C360&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-1-300x200.jpeg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-1-768x512.jpeg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-1-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-1-696x464.jpeg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-1-1068x712.jpeg 1068w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-1-630x420.jpeg 630w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-1.jpeg 1280w\" alt=\"firman Tuhan - gkdi 1\" width=\"540\" height=\"360\" \/><\/p>\n<p>Dalam kekristenan, hubungan manusia dengan Allah diibaratkan seperti tubuh (1 Korintus 12:12-27). Yesus adalah kepala dan kita (umat Kristen) sebagai anggota tubuh (Efesus 1:22-23). Tubuh yang sehat adalah tubuh yang berfungsi baik. Setiap anggotanya bekerja sesuai peran masing-masing.<\/p>\n<p>Selain itu, anggota tubuh yang sehat adalah anggota yang \u2018patuh\u2019 terhadap perintah otak (kepala). Jika otak memerintahkan kaki untuk berjalan, maka kaki akan berjalan. Otak berkomunikasi dengan tubuh melalui syaraf, seperti halnya Tuhan berkomunikasi dengan kita melalui Firman-Nya (Alkitab).<\/p>\n<p>Jadi, bagaimana cara menjadi seorang Kristen yang sehat rohani?<\/p>\n<p>Mari simak lebih jauh cara melihat dan menyikapi Firman Tuhan dalam Matius 19:16-26 (kisah Orang Muda Yang Kaya).<\/p>\n<h2><b>Mengasihi Tuhan berarti adalah taat kepada perintah-Nya<\/b><\/h2>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3960 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-2-300x200.jpeg?resize=552%2C368&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-2-300x200.jpeg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-2-768x512.jpeg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-2-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-2-696x464.jpeg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-2-1068x712.jpeg 1068w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-2-630x420.jpeg 630w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-2.jpeg 1280w\" alt=\"firman Tuhan - gkdi 2\" width=\"552\" height=\"368\" \/><\/p>\n<p><i>Jawab Yesus: \u201cApakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.\u201d \u2013 Matius 19:17<\/i><\/p>\n<p>Dalam ayat ini, Yesus menjawab pertanyaan seorang anak muda yang kaya tentang perbuatan baik. Kunci memiliki kehidupan adalah menuruti perintah Tuhan. Yoh 14:15 mengatakan bahwa bukti bahwa kita mengasihi Tuhan adalah dengan menuruti perintah-Nya.<\/p>\n<p>Ketaatan menunjukan kualitas karakter yang berorientasi pada masa depan. Sejauh mana kualitas hubungan kita dengan Tuhan bergantung pada ketaatan kita. Berkat, mujizat, kuasa, dan janji Tuhan dapat kita rasakan jika kita taat pada Firman-Nya. Dengan kata lain, untuk menjadi anggota tubuh yang sehat, kita perlu menaati Firman Tuhan.<\/p>\n<h2><b>Stop Pilih-pilih Firman Tuhan<\/b><\/h2>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3961 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-3-300x200.jpeg?resize=493%2C329&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-3-300x200.jpeg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-3-768x512.jpeg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-3-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-3-696x464.jpeg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-3-1068x712.jpeg 1068w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-3-630x420.jpeg 630w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-3.jpeg 1280w\" alt=\"firman Tuhan - gkdi 3\" width=\"493\" height=\"329\" \/><\/p>\n<p><i>Kata orang muda itu kepada-Nya: \u201cSemuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?\u201d Kata Yesus kepadanya: \u201cJikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.\u201d Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya. \u2013 Matius 19:20-22 <\/i><\/p>\n<p>Saya percaya semua orang Kristen berusaha taat kepada Firman Tuhan. Pertanyaannya, apakah semua orang Kristen taat kepada <i>seluruh<\/i> bagian firman?<\/p>\n<p>Kecenderungannya adalah kita lebih menaati apa yang kita sukai. Kita senang memilah-milah Firman Tuhan. Memilih ayat-ayat yang kita anggap mudah dan nyaman dilakukan. Mengabaikan yang tidak cocok dengan kita. Tanpa sadar, kita menjadi anak muda yang kaya itu, yang pergi mengabaikan perintah Yesus karena sulit melepas hartanya.<\/p>\n<p>Bicara harta tidak selalu soal materi. Kenyamanan dan egoisme dapat menjadi \u2018harta berharga\u2019 kita. \u201cBukan gue banget,\u201d seringkali menjadi alasan kita mengabaikan Firman Tuhan. Ibaratnya, kepala memerintahkan tangan untuk bergerak, tetapi tangan menolak, seperti yang terjadi pada serangan <i>stroke<\/i>.<\/p>\n<p>Nah, apakah saat ini kita termasuk Kristen yang sehat? Atau, jangan-jangan kita sedang mengalami gejala <i>stroke<\/i> rohani?<\/p>\n<h2><b>Tutup mata dan melangkahlah<\/b><\/h2>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3962 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-4-300x200.jpeg?resize=537%2C358&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 639px) 100vw, 639px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-4-300x200.jpeg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-4-768x512.jpeg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-4-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-4-696x464.jpeg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-4-1068x712.jpeg 1068w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-4-630x420.jpeg 630w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/firman-Tuhan-gkdi-4.jpeg 1280w\" alt=\"firman Tuhan - gkdi 4\" width=\"537\" height=\"358\" \/><\/p>\n<p><i>\u201cBagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.\u201d \u2013 Matius 19:26<\/i><\/p>\n<p>Meskipun kita berusaha menaati semua firman, kita tetap manusia yang penuh dengan kelemahan. Kita tidak sempurna. Tidak mungkin melakukan semua perintah Tuhan. Namun, hati-hati\u2014pernyataan ini sering menjadi pembelaan diri orang Kristen untuk tidak melakukan sebagian Firman Tuhan.<\/p>\n<p>Umpamanya, kita belajar naik sepeda. Kalau belum mulai saja kita sudah berpikir akan jatuh, atau menganggap mustahil bisa seimbang dengan dua roda, atau membayangkan betapa melelahkan naik sepeda, pasti kita takkan pernah mahir naik sepeda.<\/p>\n<p>Sama seperti melakukan Firman Tuhan, pikiran kita seringkali menjadi penghalang. Kita sibuk berpikir dan menduga-duga apa yang akan terjadi. Kita mengukur diri dan menimbang-nimbang untung-rugi. Alhasil kita sulit bertumbuh. Dari tahun ke tahun, kita terus menghadapi pergumulan yang sama.<\/p>\n<p>Yang harus kita lakukan adalah melangkah dengan \u2018ketaatan buta\u2019. Melaksanakan Firman tanpa melihat siapa diri kita, latar belakang kita, atau apa pendapat orang tentang kita. Fokus kita hanya kepada Tuhan, taat kepada perintah-Nya karena kita mengasihi Tuhan. Niscaya, Tuhan akan menyertai kita. Menolong kita di kala sulit, memberi hikmat di kala buntu, dan menguatkan kita di kala lemah.<\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, tetaplah taat pada Firman Tuhan dan biarkan Tuhan memungkinkan segala sesuatu terjadi. Amin!(gkdi.org)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Firman Tuhan adalah bagian integral kehidupan umat Kristiani. Lewat Firman Tuhan, kita dikuatkan dan dihibur, serta bertumbuh dalam pengenalan akan Allah. Firman-Nya adalah makanan menjaga kesehatan tubuh rohani kita. Namun, makanan sehat terkadang rasanya tidak enak, seperti halnya teguran keras dan didikan Tuhan. Dan, ibarat anak kecil menolak makan sayur pahit, sadarkah Anda bahwa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46553,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1,3],"tags":[],"class_list":["post-46675","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":46553,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/berdoa2.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/body-shaming.jpg?fit=600%2C400&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/body-shaming.jpg"},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/berdoa2.jpg?fit=275%2C183&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1575","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46675","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46675"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46675\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46553"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46675"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46675"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46675"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}