{"id":46682,"date":"2020-07-28T08:02:38","date_gmt":"2020-07-28T01:02:38","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=46682"},"modified":"2020-07-18T09:34:43","modified_gmt":"2020-07-18T02:34:43","slug":"mengapa-apa-dan-bagaimana-bersyukur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/mengapa-apa-dan-bagaimana-bersyukur\/","title":{"rendered":"Mengapa, Apa, dan Bagaimana Bersyukur?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id -Apakah Anda seorang yang mudah bersyukur? Atau, apakah sebaliknya, Anda sedang berjuang untuk lebih bersyukur? Dalam pekerjaan saya sehari-hari, saya sering mendengar kalimat, \u201cWhen the \u2018what and why\u2019 is clear, the \u2018how\u2019 is easy\u201d\u2014saat kita tahu \u2018apa dan mengapa\u2019, akan lebih mudah menemukan \u2018bagaimana\u2019. Namun, manusia kerap terjebak untuk mencari jalan keluar (bagaimana-nya) lebih dahulu, alih-alih mencari tahu mengapa dan apa-nya. Kita sibuk bertanya, \u201cBagaimana caranya bersyukur?\u201d dan lupa bertanya, \u201cMengapa saya harus bersyukur dan apa yang mesti disyukuri?\u201d Jadi, lebih mudah jika kita mempunyai alasan dan tujuan yang jelas untuk bersyukur. Mari kita bahas satu per satu. Mengapa bersyukur? Dalam Perjanjian Lama dan Baru, Anda akan menemukan 48 kata bersyukur. Jika Anda mencari \u2018syukur\u2019, Anda akan menemukan 185 kata. Wow, banyak, yah. \u201cBersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.\u201d \u2013 Mazmur 107:1 Pertanyaannya, mengapa kita bersyukur? Karena kita merasakan bahwa Tuhan itu baik. Kasih setia-Nya sampai selama-lamanya bagi kita umatnya. Salah satu penulis Mazmur (Raja Daud) mencatat banyak sekali ungkapan syukurnya kepada Tuhan. Daud sangat dekat dengan Tuhan. Itulah mengapa bersyukur bukan hal sulit baginya. Lalu, mengapa banyak orang susah bersyukur? Bisa jadi karena mereka tidak dekat dengan Tuhan sehingga sulit merasakan, atau sebaliknya, menyepelekan kebaikan-Nya. Pada dasarnya, bersyukur adalah respon alamiah manusia ketika menerima kebaikan dari orang lain. Mestinya itu tidaklah susah. Namun, kesibukan serta perspektif hidup dapat membiaskan, bahkan menutupi hal-hal baik yang kita terima. Pertanyaannya: Apakah Anda mempunyai hubungan yang dekat dengan Tuhan? Apakah Anda merasakan kebaikan Tuhan setiap hari? Jika tidak, Anda perlu mencari jawabannya. Apa yang Anda syukuri? Buat saya pribadi, ada banyak hal untuk disyukuri. Namun, tiga hal inilah yang selalu ampuh menjadi mood booster atau penyemangat hari-hari saya. Bersyukur karena punya Tuhan yang luar biasa \u201cMengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!\u201d \u2013 Mazmur 42:12 Tuhan Yesus adalah sumber rasa syukur saya. Saya bersyukur memiliki Allah yang luar biasa, yang mengerti, mau mendengar, dan selalu menghibur saya. Pada saat saya kehilangan kekuatan, saya tahu saya bisa datang kepada-Nya, cerita apapun yang saya rasakan. Ini membuat saya lebih lega dan punya damai sejahtera. Seperti tertulis dalam Mazmur, Anda tidak perlu kuatir, gelisah, atau tertekan. Anda punya Allah yang jauh lebih besar dari segala masalah Anda! Dialah sumber kekuatan dan pengharapan yang sesungguhnya. Bersyukur atas apa yang kita miliki Banyak orang susah bersyukur karena terlalu fokus pada hal-hal yang belum ia miliki. Kadang juga, kita terjebak dengan ilusi \u2018rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri\u2019. Jadi, selagi berjuang meraih hal-hal yang Anda citakan, jangan lupa menghitung berkat yang Tuhan berikan. Hidup Anda sangatlah mahal dan berharga. Sudahkah Anda bersyukur atas napas kehidupan Anda? Berapa harga yang harus dibayar jika napas gratis Anda digantikan tabung oksigen? Andaikata saya mau membeli mata Anda seharga satu milyar, maukah Anda menjualnya? Saya rasa tidak! See, betapa berharganya dan kayanya diri Anda! Hari ini, sudahkah Anda bersyukur atas kesehatan, kelengkapan tubuh, keluarga, makanan, pekerjaan, pendidikan, tempat tinggal, dan lain-lain? Don\u2019t take things for granted. Ingat, banyak orang di luar sana yang masih berjuang untuk hal-hal yang Anda anggap sepele. \u201cMengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.\u201d \u2013 1 Tesalonika 5:18 Bersyukur atas komunitas kita Hidup sendiri sebagai orang Kristen bukanlah hal yang mudah. Ada banyak godaan dan tantangan duniawi di sekeliling kita. Saya bersyukur karena ketika sedang down atau sedih, saya punya teman-teman rohani seperjuangan yang siap mengangkat saya kembali. Saat saya ceritakan masalah saya, mereka akan membantu saya mencari solusi, kemudian menutupnya dengan kata-kata manis ini, \u201cI will pray for you.\u201d Ini sangat berarti bagi saya. Bagaikan setetes air di padang gurun, peneguhan mereka begitu menyejukkan dan menentramkan hati. Bagaimana cara bersyukur? Berikut langkah-langkah mudah untuk memiliki hati penuh syukur: Bangun hubungan dengan Tuhan Hubungan dengan Tuhan adalah hal pertama yang harus dimiliki. Ini lebih dari sekadar datang ke gereja setiap Minggu. Hubungan baik dengan Tuhan membuat Anda merasa dekat, aman, dan nyaman bicara dengan-Nya. Jika Anda punya Tuhan, actually it\u2019s enough for living. Segalanya akan tercukupi. \u201cJanganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.\u201d \u2013 Filipi 4:6 Catat hal-hal yang membuat Anda bersyukur Tuliskan minimal tiga hal yang Anda syukuri setiap hari. Ini akan membantu Anda menjadi pribadi yang lebih bersyukur. Hal besar selalu dimulai dari hal kecil. Do this baby steps and see the result! Punya komunitas rohani Seikat sapu lidi lebih susah dipatahkan daripada sebatang lidi. Sehebat-hebatnya Anda, akan jauh lebih hebat jika Anda berjuang bersama orang-orang dengan visi-misi yang sama. Saat Anda gundah dan lemah semangat, saat rasa syukur mulai hilang, ada rekan-rekan yang membantu Anda bangkit kembali. Together, we can do even greater things! Apabila Anda masih bingung dari mana dan bagaimana memulai membangun relationship dengan Tuhan, mulailah mencari wadah komunitas yang bisa membantu Anda mengenal Tuhan dan firman-Nya. Nah, sekarang Anda sudah tahu apa dan mengapa kita harus bersyukur, kan? Selamat menjadi seseorang yang lebih bersyukur!(gkdi.org)\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Apakah Anda seorang yang mudah bersyukur? Atau, apakah sebaliknya, Anda sedang berjuang untuk lebih bersyukur?<\/p>\n<div class=\"td-container\">\n<div class=\"td-pb-row\">\n<div class=\"td-pb-span12 td-main-content\" role=\"main\">\n<div class=\"td-ss-main-content\">\n<div class=\"td-post-content\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pekerjaan saya sehari-hari, saya sering mendengar kalimat, \u201c<i>When the \u2018what and why\u2019 is clear, the \u2018how\u2019 is easy<\/i>\u201d\u2014saat kita tahu \u2018apa dan mengapa\u2019, akan lebih mudah menemukan \u2018bagaimana\u2019. Namun, manusia kerap terjebak untuk mencari jalan keluar (bagaimana-nya) lebih dahulu, alih-alih mencari tahu mengapa dan apa-nya. Kita sibuk bertanya, \u201cBagaimana caranya bersyukur?\u201d dan lupa bertanya, \u201cMengapa saya harus bersyukur dan apa yang mesti disyukuri?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, lebih mudah jika kita mempunyai alasan dan tujuan yang jelas untuk bersyukur. Mari kita bahas satu per satu.<\/p>\n<h1 style=\"text-align: justify;\"><b>Mengapa bersyukur?<\/b><\/h1>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-3563 td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-1-1024x563.jpg?resize=640%2C352&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-1-1024x563.jpg 1024w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-1-300x165.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-1-768x422.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-1-696x383.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-1-1068x587.jpg 1068w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-1-764x420.jpg 764w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-1.jpg 1280w\" alt=\"bersyukur - gkdi 1\" width=\"640\" height=\"352\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam Perjanjian Lama dan Baru, Anda akan menemukan 48 kata bersyukur. Jika Anda mencari \u2018syukur\u2019, Anda akan menemukan 185 kata. Wow, banyak, yah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>\u201cBersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.\u201d \u2013 Mazmur 107:1 <\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertanyaannya, mengapa kita bersyukur? Karena kita merasakan bahwa Tuhan itu baik. Kasih setia-Nya sampai selama-lamanya bagi kita umatnya. Salah satu penulis Mazmur (Raja Daud) mencatat banyak sekali ungkapan syukurnya kepada Tuhan. Daud sangat dekat dengan Tuhan. Itulah mengapa bersyukur bukan hal sulit baginya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu, mengapa banyak orang susah bersyukur? Bisa jadi karena mereka tidak dekat dengan Tuhan sehingga sulit merasakan, atau sebaliknya, menyepelekan kebaikan-Nya. Pada dasarnya, bersyukur adalah respon alamiah manusia ketika menerima kebaikan dari orang lain. Mestinya itu tidaklah susah. Namun, kesibukan serta perspektif hidup dapat membiaskan, bahkan menutupi hal-hal baik yang kita terima.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertanyaannya: Apakah Anda mempunyai hubungan yang dekat dengan Tuhan? Apakah Anda merasakan kebaikan Tuhan setiap hari? Jika tidak, Anda perlu mencari jawabannya.<\/p>\n<h1 style=\"text-align: justify;\"><b>Apa yang Anda syukuri?<\/b><\/h1>\n<p style=\"text-align: justify;\">Buat saya pribadi, ada banyak hal untuk disyukuri. Namun, tiga hal inilah yang selalu ampuh menjadi <i>mood<\/i> <i>booster<\/i> atau penyemangat hari-hari saya.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>\n<h4><strong>Bersyukur karena punya Tuhan yang luar biasa<\/strong><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-3558 td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-2-1024x579.jpg?resize=640%2C362&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-2-1024x579.jpg 1024w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-2-300x170.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-2-768x434.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-2-696x394.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-2-1068x604.jpg 1068w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-2-743x420.jpg 743w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-2.jpg 1280w\" alt=\"bersyukur - gkdi 2\" width=\"640\" height=\"362\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>\u201cMengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!\u201d \u2013 Mazmur 42:12<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tuhan Yesus adalah sumber rasa syukur saya. Saya bersyukur memiliki Allah yang luar biasa, yang mengerti, mau mendengar, dan selalu menghibur saya. Pada saat saya kehilangan kekuatan, saya tahu saya bisa datang kepada-Nya, cerita apapun yang saya rasakan. Ini membuat saya lebih lega dan punya damai sejahtera.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti tertulis dalam Mazmur, Anda tidak perlu kuatir, gelisah, atau tertekan. Anda punya Allah yang jauh lebih besar dari segala masalah Anda! Dialah sumber kekuatan dan pengharapan yang sesungguhnya.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>\n<h4><b>Bersyukur atas apa yang kita miliki<\/b><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3559 td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-3.jpeg?resize=642%2C427&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 642px) 100vw, 642px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-3.jpeg 1000w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-3-300x200.jpeg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-3-768x511.jpeg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-3-696x463.jpeg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-3-632x420.jpeg 632w\" alt=\"bersyukur - gkdi 3\" width=\"642\" height=\"427\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Banyak orang susah bersyukur karena terlalu fokus pada hal-hal yang belum ia miliki. Kadang juga, kita terjebak dengan ilusi \u2018rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri\u2019. Jadi, selagi berjuang meraih hal-hal yang Anda citakan, jangan lupa menghitung berkat yang Tuhan berikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hidup Anda sangatlah mahal dan berharga. Sudahkah Anda bersyukur atas napas kehidupan Anda? Berapa harga yang harus dibayar jika napas gratis Anda digantikan tabung oksigen? Andaikata saya mau membeli mata Anda seharga satu milyar, maukah Anda menjualnya? Saya rasa tidak! <i>See<\/i>, betapa berharganya dan kayanya diri Anda!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hari ini, sudahkah Anda bersyukur atas kesehatan, kelengkapan tubuh, keluarga, makanan, pekerjaan, pendidikan, tempat tinggal, dan lain-lain? <i>Don\u2019t take things for granted.<\/i> Ingat, banyak orang di luar sana yang masih berjuang untuk hal-hal yang Anda anggap sepele.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>\u201cMengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.\u201d \u2013 1 Tesalonika 5:18<\/i><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>\n<h4><b>Bersyukur atas komunitas kita<\/b><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-3560 td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-4-1024x682.jpeg?resize=640%2C426&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-4-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-4-300x200.jpeg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-4-768x512.jpeg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-4-696x464.jpeg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-4-1068x712.jpeg 1068w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-4-630x420.jpeg 630w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-4.jpeg 1280w\" alt=\"bersyukur - gkdi 4\" width=\"640\" height=\"426\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hidup sendiri sebagai orang Kristen bukanlah hal yang mudah. Ada banyak godaan dan tantangan duniawi di sekeliling kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya bersyukur karena ketika sedang <i>down<\/i> atau sedih, saya punya teman-teman rohani seperjuangan yang siap mengangkat saya kembali. Saat saya ceritakan masalah saya, mereka akan membantu saya mencari solusi, kemudian menutupnya dengan kata-kata manis ini, <i>\u201cI will pray for you.\u201d <\/i>Ini sangat berarti bagi saya. Bagaikan setetes air di padang gurun, peneguhan mereka begitu menyejukkan dan menentramkan hati.<\/p>\n<h1 style=\"text-align: justify;\"><b>Bagaimana cara bersyukur?<\/b><\/h1>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3561 td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-5.jpg?resize=614%2C434&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 614px) 100vw, 614px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-5.jpg 850w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-5-300x212.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-5-768x543.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-5-100x70.jpg 100w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-5-696x492.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/bersyukur-gkdi-5-594x420.jpg 594w\" alt=\"bersyukur - gkdi 5\" width=\"614\" height=\"434\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut langkah-langkah mudah untuk memiliki hati penuh syukur:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>\n<h4><b>Bangun hubungan dengan Tuhan<\/b><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hubungan dengan Tuhan adalah hal pertama yang harus dimiliki. Ini lebih dari sekadar datang ke gereja setiap Minggu. Hubungan baik dengan Tuhan membuat Anda merasa dekat, aman, dan nyaman bicara dengan-Nya. Jika Anda punya Tuhan, <i>actually it\u2019s enough for living<\/i>. Segalanya akan tercukupi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>\u201cJanganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.\u201d \u2013 Filipi 4:6<\/i><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>\n<h4><b>Catat hal-hal yang membuat Anda bersyukur<\/b><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tuliskan minimal tiga hal yang Anda syukuri setiap hari. Ini akan membantu Anda menjadi pribadi yang lebih bersyukur. Hal besar selalu dimulai dari hal kecil. <i>Do this baby steps and see the result!<\/i><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>\n<h4><b>Punya komunitas rohani<\/b><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seikat sapu lidi lebih susah dipatahkan daripada sebatang lidi. Sehebat-hebatnya Anda, akan jauh lebih hebat jika Anda berjuang bersama orang-orang dengan visi-misi yang sama. Saat Anda gundah dan lemah semangat, saat rasa syukur mulai hilang, ada rekan-rekan yang membantu Anda bangkit kembali. <i>Together, we can do even greater things!<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apabila Anda masih bingung dari mana dan bagaimana memulai membangun <i>relationship<\/i> dengan Tuhan, mulailah mencari wadah komunitas yang bisa membantu Anda mengenal Tuhan dan firman-Nya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, sekarang Anda sudah tahu apa dan mengapa kita harus bersyukur, kan? Selamat menjadi seseorang yang lebih bersyukur!(gkdi.org)<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Apakah Anda seorang yang mudah bersyukur? Atau, apakah sebaliknya, Anda sedang berjuang untuk lebih bersyukur? Dalam pekerjaan saya sehari-hari, saya sering mendengar kalimat, \u201cWhen the \u2018what and why\u2019 is clear, the \u2018how\u2019 is easy\u201d\u2014saat kita tahu \u2018apa dan mengapa\u2019, akan lebih mudah menemukan \u2018bagaimana\u2019. Namun, manusia kerap terjebak untuk mencari jalan keluar (bagaimana-nya) lebih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46686,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[1,3],"tags":[],"class_list":["post-46682","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":46686,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/grateful.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/grateful.jpg?fit=300%2C168&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/grateful.jpg"},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/grateful.jpg?fit=300%2C168&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1109","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46682","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46682"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46682\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46686"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46682"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46682"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46682"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}